Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Hobi dengar Lagu Melayu, Hirmeyudi Sukses Jadi Kolektor Barang Antik

Hobi dengar Lagu Melayu, Hirmeyudi Sukses Jadi Kolektor Barang Antik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Nov 2018
  • visibility 1.794
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERAWAL dari hobi mendengar lagu-lagu Orkes Melayu, ternyata membuat Hirmeyudi (41) sukses menjadi pebisnis [kolektor] barang antik, berupa piringan hitam [PH].  Jual beli barang antik dari industri musik ini sudah dilakoninya sejak 2007 lalu.

Yudi sapaan hari-harinya itu, sedikit membuka rahasianya kenapa ia tertarik untuk menjadi kolektor PH ?. Menurutnya, ibarat sudah menjadi  makanan pokok dirinya mendengar orkes melayu, sehari tanpa mendengarkan orkes melayu dipiringan hitam, sepertinya  ada yang kurang dalam berakitivitas sehari-hari.

Nah, beranjak dari situ, akhirnya ia pun terinspirasi untuk mencoba mengkoleksi PH, bahkan mencoba menawarkan kepada pembeli yang juga hobi dengan orkes melayu di PH.

“Saya menjadi kolektor PH, sudah seumur dengan usia pernikahan saya,”ungkap pria dua anak ini, saat di jumpai di Toko antik, Gang Danau di Kawasan Cinde, minggu(11/11/2018).

Yudi  mengaku, pernah merogoh koceknya jutaan rupiah demi mendapatkan 1 buah PH,karena PH itu dinilai sangat langka.

“Tergantung dari langkanya PH itu sendiri, sedangkan untuk yang biasa sekarang dibandrol dengan harga puluhan ribu rupiah saja, saya contohkan, PH yang langka, seperti Pidato Proklamasi, itu jika ada kolektor, pasti harganya tinggi,”ucapnya sembari tersenyum ketika ST mengorek harga PH Pidato Proklamotor itu.

Terkait sulit atau tidaknya diperoleh PH ini, Ia mengaku tidak begitu sulit mendapatkannya, karena selain dirinya yang datang langsung ke tempat orang yang menjual, kebanyakan sekarang orang-orang datang langsung ke toko Antik miliknya.

Yudi sedikit bercerita sejarah tentang PH, menurutnya, PH itu ditemukan pada 1926 oleh Alexander Graham Bell.  Pada awalnya piringan hitam dibuat dari bahan kaca, karet dan plastik, namun yang paling terkenal adalah piringan hitam yang terbuat dari shellac, yaitu bahan kapas digunakan untuk membuat kertas manila.

“Karena mudah rusak, akhirnya menggunakan bahan yang lebih awet, yaitu plastik vinyl, sejenis dengan plastik polymer. Piringan hitam memiliki tiga ukuran, yaitu 78 rpm, 45 rpm, 33 1/3 rpm.

Yudi mengaku semua koleksi PH dapat di Palembang. “Kita sikat dulu yang disini, kan Palembang kota tua,”jelasnya.

Alat pemutar piringan hitam yang dipajang, kata Yudi terbilang klasik, yakni gramofone yang menggunakani corong, model kotak,dan model tas yang belum menggunakan listrik dengan memakai mesin terus diengkol. PH- nya tebal berbahan arang dan di pres mudah pecah, populer pada1948.

Seterusnya di atas 50 an ke luar turn table dan pick up yang sudah menggunakan listrik dan batere ph tipis bahan plastik lentur tak mudah pecah populer  era 70 an. Setiap alat disesuaikan perkembangan musik di zamannya, juga penyanyi yang populer di zamannya.

Sedangkan untuk dijual kembali, diakuinya pada awal memang tidak ada pembeli dari Palembang, karena banyak yang tidak punya alat PH, selain itu memang kurang minat,

“Makanya rata – rata pembeli umum kebanyakan kolektor dari luar kota Palembang terutama daerah Jawa dan luar negara Indonesia, seperti Malaysia,”urainya.

Sebenarnya, bukan permasalahan dari jual beli nya, urai ia, namu ada pesan moral yang selalu disampaikan Yudi untuk generasi saat ini.

Dia menilai tidak semua barang – barang usang itu tidak bernilai, tapi keberadaannya punya nilai sejarah yang kadang orang tidak tahu menjadi tahu.

“Kalo sekarang kalangan menengah dan pedagang sudah banyak yang mengkonsumsi, Alhamdulilah, berhasil juga mengupayakan berkembangnya hobi dengan  PH di Palembang,”jelas Yudi.

Dia mengakui saat baru memulai mengenal PH, PH itu hanya dipajang dipinggir jalan Cinde setiap hari minggu pagi, karena diawal alat untuk memutar piringan hitam tidak dijual.

“Setiap aku pamerkan PH, ramai berkerumun dan lagu aku putar bergantian malah banyak yang request akhirnya, satu demi satu bermunculan penggemar dan membeli alat selanjutnya beli PH,” terangnya.[**]

 

Penulis : Faldy

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil di Kantor Pemkot Palembang 11 Tahun Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

    Mobil di Kantor Pemkot Palembang 11 Tahun Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    PAJAK kendaraan jarang jadi sorotan rutin, bahkan dianggap selesai saat di loket pembayaran, namun di Palembang, urusan yang tampak sederhana itu tiba-tiba berubah jadi pertanyaan yang lebih besar dari sekadar administrasi. Di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Wali Kota Ratu Dewa belum lama ini menemukan satu masalah yang mengganggu logika dasar, sebuah kendaraan tercatat […]

  • Bertambah 5 Kasus Positif di Muba

    Bertambah 5 Kasus Positif di Muba

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (8/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 5 kasus positif, dengan penambahan 5 kasus positif ini total pasien yang dirawat sebanyak 117 orang. “Ada penambahan 5 kasus positif dan kelimanya status penularan lokal,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan 5 kasus positif […]

  • Bincang Musik DKP:  Lahir Gerakan Ayo Bermusik dari Palembang

    Bincang Musik DKP: Lahir Gerakan Ayo Bermusik dari Palembang

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 3.944
    • 0Komentar

    KOMPOSER dan Pianis, Fadhil Indra menyebutkan, bermusik bukan untuk band saja tapi bermusik juga untuk bangsa. Selain itu, main musik harus serius serta mencari sesuatu untuk kepentingan banyak orang. Dengan adanya orientasi industri, seperti agenda bincang-bincang sehingga bisa bertukar pendapat. “Industri musik sebenarnya tidak bisa ditebak. Karena, banyak komponen yang ditentukan,” kata Fadhil. Untuk musisi […]

  • Masa pandemi, serangan siber meningkat, OPD OKI diingatkan jaga keamanan jaringan IT

    Masa pandemi, serangan siber meningkat, OPD OKI diingatkan jaga keamanan jaringan IT

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    ORGANISASI Perangkat Daerah [OPD] dilingkungan Pemkab OKI diingatkan untuk menjaga ketahanan dan keamanan sistem jaringan IT seiring serangan siber meningkat dan makin beragam. Meningkatnya serangan siber karena perkembangansi kian pesat, hal ini tentu memungkinkan terjadinya kejahatan siber akan semakin tinggi.Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan perhatian […]

  • Menengok Sambal Gili Bante & Diplomasi Mendoan [Saat Desa Bilebante Jadi Duta Besar Rasa]

    Menengok Sambal Gili Bante & Diplomasi Mendoan [Saat Desa Bilebante Jadi Duta Besar Rasa]

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – KALAU biasanya diplomasi itu di ruang ber-AC pakai jas dan dasi, yang satu ini beda diplomasi sambil ngeulek sambal, keringetan, tapi senyum merekah. Namanya Gastrodiplomacy Local Experience, semacam pertemuan internasional… tapi dapurnya yang jadi ruang sidang, dan ulekan sambal jadi palunya! Jumat pekan akhir lalu, Desa Bilebante di Lombok bukan lagi cuma desa […]

  • Ada New Normal, UMKM Sudah Siap Belum?

    Ada New Normal, UMKM Sudah Siap Belum?

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.556
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah menyiapkan era normal yang baru atau new normal menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19). Beragam panduan sudah diterbitkan pemerintah terkait hal tersebut, salah satunya panduan kepada para pelaku usaha termasuk UMKM yang membuka lagi bisnisnya dalam situasi new normal nanti. Panduan New Normal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan […]

expand_less
WordPress Archive Populi – Politician Elementor Template Kit Popup banner wordpress plugin – Float Banners Popup for AMP Popup Maker – Advanced Targeting Conditions Popup Maker – Advanced Theme Builder Popup Maker – Age Verification Modals Popup Maker – Aweber Integration Popup Maker – Exit Intent Popups Popup Maker – Forced Interaction Popup Maker – Leaving Notices