Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : Diam-Diam Cendekia [Ketika Otak Tak Perlu Panggung]

CATATAN PINGGIR : Diam-Diam Cendekia [Ketika Otak Tak Perlu Panggung]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 1.163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kampung sebelah, ada dua tipe manusia yang suka nongkrong di warung kopi. Yang pertama, kalau duduk, lidahnya lebih sibuk daripada sendok soto di hajatan.

Cerita apa pun dia komentari dari harga telur, teori konspirasi, sampai tata surya. Yang kedua, lebih pendiam. Duduknya tenang, matanya awas, mulutnya irit nyruput kopi pelan sambil manggut-manggut, seperti menyetujui isi buku yang cuma dia yang ngerti.

Nah, yang terakhir ini biasanya lebih pintar. Tapi justru dia tak banyak gaya. Tidak sibuk bikin status, tidak suka teriak-teriak di forum publik. Sebab ia tahu, kata orang tua “air tenang menghanyutkan, sedangkan ember kosong nyaring bunyinya”.

Hari-hari ini, banyak yang mulutnya tak kenal rem, asal bunyi (asbun), asal trending, asal eksis, lantas muncul narasi-narasi ajaib, seperti “logika adalah produk barat” atau “data itu kadang menyesatkan.” Lah, kalau sudah begini, bukan debat yang muncul, tapi tontonan absurd macam sinetron yang episode-nya tak kunjung tamat.

Banyak yang tong kosong nyaring bunyinya. Terbukti, tak paham ilmu, literasi tipis, baca buku cuma pas nyari kutipan motivasi. Bahkan nulis surat administrasi saja masih salah ejaan antara “Yth” dan “Yah.” Kalau sudah begini, berkoar di tempat umum bukan lagi menyampaikan gagasan, tapi malah membuka aib intelektual secara sukarela. Ibarat jualan tahu busuk tapi dipajang di etalase kaca ber-AC.

Ada pepatah Jawa yang bilang “Witing tresno jalaran soko kulino, witing rame jalaran soko petasan,” artinya, yang ribut belum tentu penting. Petasan memang ramai, tapi cepat habis dan kadang bikin kuping berdenging. Sementara mercon yang berisi dan meledaknya pas, biasanya diam di awal baru meletup sekali tapi menggetarkan.

Orang pintar tahu, hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, tapi siapa yang paling dalam berpikir, mereka seperti sumur tua di belakang rumah diam, tapi airnya jernih dan dalam. Sementara yang hobi ngomong ngalor-ngidul, mirip keran bocor berisik tapi airnya nggak bisa ditampung.

Lihat Jepang, di sana, orang yang banyak bicara justru dianggap tidak sopan. Budaya tatemae mengajarkan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak mengobral opini.

Pejabat di sana jarang tampil heboh. Tak ada yang keliling kota sambil live TikTok atau joget di pos ronda. Tapi negaranya tetap maju. Karena mereka tahu kerja tak butuh tepuk tangan, cukup hasil yang bicara.

Lucunya, di negeri +62 ini, seringkali kamera menyala dulu, baru mikir belakangan. Orang bisa tampil di forum penting cuma bermodal semangat dan jaket almamater pinjaman.

Argumen disusun pakai power point, tapi isinya malah copy-paste dari Wikipedia. Padahal, kalau bicara kebijakan dan masa depan, tak cukup pakai semangat perlu otak yang siap lari maraton, bukan cuma selfie.

Filosofi Diam

Orang pintar tak perlu banyak suara. Mereka tahu bahwa akal sehat bukan untuk dipamerkan, tapi untuk dipakai. Dalam dunia yang makin ramai ini, menjadi diam bukan berarti menyerah, tapi justru sedang meramu jurus, seperti nasi yang enak nggak perlu teriak, cukup ditanak dengan sabar.

Karena pada akhirnya, seperti kata pepatah Arab, “Jika kata-katamu bukan lebih baik dari diam, maka diamlah.”
Dan seperti kata nenekku, “Mulutmu harimaumu. Kalau harimau lapar, ya kamu juga yang digigit.”

Jadi, daripada bicara asal-asalan dan menari di panggung opini tanpa isi, lebih baik jadi sumur dalam yang tenang, jernih, dan menyegarkan. Sebab, zaman sekarang, mereka yang benar-benar paham biasanya memilih diam. Sementara yang hanya ingin tampil, ya cuma jadi headline sesaat… sebelum akhirnya dilupakan seperti sinetron episode ke-187.

Kalau kamu pikir diam itu lemah, berarti kamu belum tahu ilmu kungfu yang jurusnya diem dulu baru nyeruduk. Sama kayak strategi timnas Jepang pelatihnya kalem, pemainnya gak neko-neko, tapi begitu main, langsung bikin lawan jantungan.

Ini diperkuat juga  Yuval Noah Harari, penulis buku Sapiens. Ia bilang “Orang yang benar-benar paham sejarah dan data, akan lebih banyak diam, karena mereka tahu dunia ini kompleks. Yang terlalu yakin biasanya nggak baca.”

Di dunia yang isinya lomba viral dan debat ala warung kopi online, diam itu kadang jadi benteng terakhir orang waras.

Karena pada akhirnya petasan rame tapi gak ngasih terang, ember goyang terus tapi gak ada airnya., dan yang paling penting pintar itu bukan yang paling sering tampil, tapi yang paling sering mikir.

Jadi, daripada ribut kayak kipas angin rusak, mending tenang tapi nyala karena yang paling keras bukan suara, tapi logika. Yang paling bikin maju bukan ributnya, tapi pikirannya.

Ingat kata pepatah Jawa “Sepi ing pamrih, rame ing gawe.” (Diam dalam kepentingan, tapi sibuk dalam karya).

Kalau kamu diam, bukan berarti kamu bodoh, bisa jadi kamu cuma malas debat sama yang logikanya masih pakai sistem barter.
Karena kadang, diam itu emas… terutama kalau yang ngomong adalah aluminium.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati HPN 2021, Walikota Pagaralam Bersama Wartawan Bagikan Masker&Vitamin Untuk Masyarakat, Ini Pesannya

    Peringati HPN 2021, Walikota Pagaralam Bersama Wartawan Bagikan Masker&Vitamin Untuk Masyarakat, Ini Pesannya

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.961
    • 0Komentar

      DALAM rangka mempringati Hari Pers Nasional [HPN]  2021 Walikota Pagaralam Alpian Maskoni didampingi oleh Kapolres Pagaralam bersama seluruh wartawan yang bertugas diwilayah Pagaralam membagikan masker untuk masyarakat. Pembagian masker ini berlangsung di Jalan Kapten Sanap Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam Senin, (15/2/2021). Dengan tujuan untuk menjaga imunitas serta mengingatkan kembali kesadaran […]

  • Luar Biasa, Siswa SMP di Sekayu Ini Wakili Indonesia ke Final Seamo X Australia

    Luar Biasa, Siswa SMP di Sekayu Ini Wakili Indonesia ke Final Seamo X Australia

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    PRESTASI membanggakan kembali diraih pelajar Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kali ini di ajang tingkat Internasional yakni South East Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) atau olimpiade matematika yang berhasil dimenangkan oleh dua pelajar asal SMP Negeri 6 Unggul Sekayu diantaranya Izami Eurico Bermanah dan Imam Addarul Quthni. Diketahui, pada ajang tersebut diikuti ribuan peserta dari 18 negara di […]

  • 3 Pesan Singkat Gub Sumsel Kepada Juarsah Saat Ditunjuk Jadi PLH Bupati Muaraenim  

    3 Pesan Singkat Gub Sumsel Kepada Juarsah Saat Ditunjuk Jadi PLH Bupati Muaraenim  

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Sengaja tak memberikan ucapan ucapan selamat secara khusus kepada Juarsah mengingat kondisi saat ini dalam keprihatinan.

  • Ngeri, Pabrik Pusri II Mau Diledakan, Karyawan Juga Sempat Disandera Teroris

    Ngeri, Pabrik Pusri II Mau Diledakan, Karyawan Juga Sempat Disandera Teroris

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.167
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Segerombolan yang diketahui teroris memasuki area pabrik II B milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Mereka menggunakan senjata laras panjang dan berhasil menguasai pabrik, Kamis (22/11/2018). Bahkan sejumlah karyawan yang tengah bekerja di control room Pabrik Pusri II ikutan disandera. Belum puas juga, lalu teroris memasang bom di areal vital Pabrik Pusri II. […]

  • Marshmallow Keyboard KW100 dari ASUS, Apa Kelebihannya !

    Marshmallow Keyboard KW100 dari ASUS, Apa Kelebihannya !

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

      ASUS mengumumkan Marshmallow Keyboard, keyboard nirkabel ringkas dan serbaguna yang tersedia dalam kemasan Oat Milk atau Green Tea Latte. Ideal untuk komputasi sehari-hari, keyboard yang tahan lama ini memiliki sakelar tahan lama hingga 10 juta klik, tombol gunting yang optimal, dan penyangga dua tingkat yang dapat disesuaikan. Sepasang tombol pengalih sistem memungkinkan peralihan yang […]

  • Mei Ini, Empat Pabrik Gula Mulai Operasional

    Mei Ini, Empat Pabrik Gula Mulai Operasional

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 649
    • 0Komentar

    MEI 2022, empat Pabrik Gula (PG) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang merupakan Anak Perusahaan Holding Perkebunan telah memulai gilingnya atau operasional yaitu PG Gempolkrep Mojokerto pada 15 Mei, PG Kremboong Sidoarjo dan PG Ngadiredjo Kediri pada 20 Mei, serta PG Pesantren Baru Kediri pada 30 Mei. PG Gempolkrep menargetkan giling tebu sejumlah 895.067 […]

expand_less
WordPress Archive EasyPlex – Movies – Live Streaming – TV Series, Anime eBay Aliexpress WooImporter Ebec – Renovation Elementor Template Kit Ebullient – Magazine & News WordPress Theme eCare – Elderly & Health Care Elementor Template Kit eClass – Learning Management System eClassify – Classified ads Buy and Sell Marketplace Flutter App with Laravel Admin Panel eClipse – Photography Portfolio WordPress Theme Eco Nature – Environment & Ecology WordPress Theme Eco Press – Nature, Ecology & NGO WordPress Theme