ICW Ingatkan Pengadaan Sekolah Rakyat, Ini Respons Gus Ipul
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengadaan barang dan jasa dalam Program Sekolah Rakyat menjadi perhatian Indonesia Corruption Watch (ICW). Menanggapi masukan itu Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang sering dipanggil Gus Ipul ini memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengevaluasi tata kelola pengadaan sebagai langkah mencegah potensi korupsi sejak awal pelaksanaan program.
Pembahasan itu mengemuka saat Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menemui jajaran ICW di Kalibata Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Dalam pertemuan, ICW menyampaikan sejumlah masukan terkait proses pengadaan barang dan jasa, khususnya untuk Program Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, Kemensos dan ICW memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai sasaran tanpa diwarnai praktik korupsi. Karena itu, seluruh data dan informasi yang disampaikan ICW akan dipelajari sebagai bahan perbaikan.
“Kami berdiskusi panjang dengan semangat yang sama. Tidak boleh program strategis Bapak Presiden Prabowo dikotori dengan tindakan-tindakan korupsi. Maka, apa yang disampaikan oleh ICW menjadi masukan yang sangat berharga buat Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul.
Ia mengatakan, data yang diterima dari ICW akan digunakan untuk memperkuat mitigasi risiko dan memperbaiki tata kelola pengadaan barang dan jasa agar penyimpangan dapat dicegah.
“Ini adalah peringatan dan ini harus kita terima dengan menindaklanjuti beberapa hal,” katanya.
Gus Ipul menegaskan Kemensos akan mendalami seluruh masukan sebelum mengambil langkah lanjutan.
Upaya itu, lanjutnya dilakukan bertujuan Program Sekolah Rakyat mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi keluarga paling tidak mampu sesuai tujuan pembentukannya.
Selain melakukan evaluasi internal, Kemensos juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi seluruh program yang dijalankan.
Ia menilai kritik dan saran yang didukung data akurat akan membantu pemerintah memperkuat kebijakan sekaligus mencegah penyimpangan.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari pihak manapun, apalagi yang disertai data-data akurat. Apa yang disampaikan ICW semuanya dilampiri data yang sangat akurat,” ucapnya.
Gus Ipul juga mengingatkan seluruh jajaran Kemensos agar terus menjaga integritas dan memperbaiki tata kelola.
Tidak ada tempat bagi praktik korupsi di lingkungan kementerian tegasnya.
“Mari jajaran Kementerian Sosial terus memperkuat integritas. Perkuat integritas dan perbaiki tata kelola supaya hal-hal yang tidak kita inginkan ini tidak terjadi. Kita harus menyadari bahwa tindakan-tindakan korupsi itu akan ketahuan. Pada waktunya akan ketahuan dan ini peringatan,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Koordinator ICW Almas Sjafrina mengatakan lembaganya berkomitmen mengawal program-program strategis pemerintah, termasuk Program Sekolah Rakyat.
Pengawasan dilakukan melalui kajian dan pemantauan agar anggaran pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak mengalami kebocoran.
“Harapan kami melalui peran-peran pengawasan yang ICW lakukan mulai dari kajian, pemantauan dan sebagainya, kita niatnya ingin menjaga agar anggaran dan semua program yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak ada kebocoran dan semaksimal-maksimalnya untuk pendidikan publik,” kata Almas.
Ia menambahkan, pendidikan yang berkeadilan dan inklusif hanya dapat terwujud apabila anggaran publik dikelola secara transparan dan tepat sasaran. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
