Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » “Gas Mahal, Industri Swasta Memble, Ratusan Ribu Pekerja Bergantung di Ujung Pipa?”

“Gas Mahal, Industri Swasta Memble, Ratusan Ribu Pekerja Bergantung di Ujung Pipa?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
  • visibility 836
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA kamu sedang membuat kue lapis raksasa, semua bahan sudah siap, oven panas, loyang menunggu, namun tiba-tiba gas untuk oven cuma keluar setetes… setetes, seperti air mata di matahari terik. Begitulah nasib industri swasta di Indonesia saat ini memasak pabrik, tapi bahan bakar utamanya berpotensi “tersedot ke BUMN”. Dagelan? Iya… tapi pahitnya terasa nyata.

Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bikin kepala pusing, menyebutkan industri keramik paling terdampak dengan 43.058 pekerja yang nyaris menggantung harapannya di udara tipis kebijakan energi. Disusul industri baja (31.434), petrokimia (23.006), kaca (12.928), oleokimia (12.288), pupuk swasta (10.420), dan sarung tangan karet (1.660).

Misalnya satu pabrik keramik bisa bikin ratusan keluarga resah, anak-anak nanya “Bulan depan uang saku gimana?” dan orang tua cuma bisa senyum sambil cekak tangan dompet.

Ternyata, di sisi lain, BUMN seperti Pupuk Indonesia dan PLN masih bisa bernapas lega, mereka dapat prioritas alokasi gas, sehingga pabrik tetap hidup, oven tetap menyala, dan gaji pekerja aman. Sementara industri swasta?, bisa dibilang sedang diet energi paksa. Ini kayak orang mau bakar sate, tapi bara cuma setitik di ujung lidi. Lucu? Iya. Tapi kalau gaji ikut hangus, ngakak malah bikin menangis.

Fenomena ini jelas menunjukkan adanya ketimpangan yang serius antara BUMN dan swasta. Karena kebijakan HGBT memang formalnya harga USD6,5/MMBtu, tapi praktik lapangan memperlihatkan “subordinasi tersembunyi”, di mana swasta harus menanggung surcharge sampai USD16,77/MMBtu.

Padahal swasta adalah tulang punggung Manufaktur Nasional, kalau mereka memble, siapa yang menopang pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja?

Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kemenperin menegaskan dalam rilis Kemenperin pengetatan pasokan gas bisa menurunkan utilisasi pabrik dan menekan minat investor.

Bayangkan pabrik baja yang biasanya berputar 24 jam, namun sebaliknya jika tungku mati, logam dingin, dan berpontensi ratusan pekerja jadi penganggur dadakan. Pepatah lama bilang, “Kalau ingin selamat di laut badai, jangan hanya mengandalkan layar utama, tapi perhatikan juga cadangan air dan perbekalan”. Nah, industri swasta kini di laut badai, sementara BUMN sudah di kapal pesiar.

Industri keramik semester I-2025 baru bisa mencapai 70–71 persen utilisasi, meski membaik dari tahun sebelumnya. Tapi jika pasokan gas terus terganggu, capaian itu bisa turun lagi. Imbasnya juga industri pupuk swasta yang mendukung swasembada pangan Presiden Prabowo bisa ikut tergelincir, dan bisa juga satu pabrik pupuk berhenti setengah hari, bukan hanya pabriknya yang memble, sawah petani bisa menunggu pupuk sambil nge-gym sendirian di ladang.

Bahkan industri padat energi seperti keramik, baja, petrokimia, dan oleokimia bukan cuma soal angka produksi. Mereka adalah jantung ekonomi lokal, menyerap jutaan tenaga kerja, dan menopang banyak UMKM di sekitarnya.

Jika mesin pabrik berhenti, bukan cuma pabrik yang memble, tapi warung kopi langganan, tukang ojek, bahkan tukang jajan pasar ikut keder. Anak-anak menunggu uang saku, orang tua cekak dompet, dan seluruh rantai ekonomi lokal ikut terhuyung.

Swasta harus tetap sehat

Angka pekerja yang bergantung pada HGBT mencapai 134.794 orang. Jika pasokan diketatkan menjadi hanya 48 persen dari kebutuhan, sebagian besar berpotensi terkena PHK. Rinciannya industri keramik (43.058), baja (31.434), petrokimia (23.006), kaca (12.928), oleokimia (12.288), pupuk swasta (10.420), dan sarung tangan karet (1.660). Ini bukan sekadar angka, tapi ini keluarga, anak sekolah, dan kehidupan masyarakat.

Kebijakan yang tampak pro-BUMN tapi mengorbankan swasta jelas bisa menurunkan daya saing nasional. Swasta yang memble artinya investasi bisa lari, lapangan kerja menurun, dan potensi pertumbuhan ekonomi padat energi ikut tersedot. Kalau pemerintah ingin PDB nonmigas naik, jangan cuma pikirkan BUMN bernapas lega, swasta juga harus tetap sehat.

Kemenperin menekankan koordinasi lintas kementerian sangat penting untuk memastikan HGBT tersedia secara adil, menjaga keseimbangan antara BUMN dan industri swasta, dan memastikan daya saing nasional tetap terjaga. Gas bumi adalah sumber energi strategis, salah langkah bisa membuat industri tersendat, PHK merajalela, dan ekonomi lokal ikut keder.

Moral cerita ini? “Energi itu seperti napas bagi pabrik kalau tersumbat, semuanya sesak.” BUMN boleh bernapas lega, tapi industri swasta harus waspada. Jangan sampai pepatah lama bilang “Di mana ada gula, di situ ada semut” malah terjadi sebaliknya versi industri BUMN makan gula duluan, swasta kebagian remah-remah, pekerja nangis di sudut dapur pabrik.

Pengetatan HGBT bukan sekadar soal harga atau pasokan. Ini soal nasib ratusan ribu pekerja, kelangsungan industri padat energi, dan kesehatan ekonomi nonmigas.

Industri swasta yang memble perlu perhatian ekstra, yakni  strategi cadangan, efisiensi, dan inovasi wajib dijaga. Sementara BUMN boleh tenang, swasta harus tetap waspada.

Harapan sederhana, jangan biarkan pabrik swasta seperti kompor kehabisan gas di tengah acara hajatan, kalau listrik di rumah padam pas nonton final bola, semua orang marah. Nah, begitulah rasa jutaan pekerja kalau pabrik mereka mati mendadak karena gas tersendat.

Pemerintah mesti memastikan kebijakan HGBT ini adil, konsisten, dan berkelanjutan. Kalau semua pihak BUMN maupun swasta bisa bernapas lega, barulah oven kue lapis raksasa ekonomi Indonesia bisa matang sempurna, berlapis manis, dan bisa dinikmati bersama.

Sederhananya, pemerintah jangan cuma jadi juru masak yang mengaduk adonan, tapi juga penjaga kompor agar apinya tetap menyala untuk semua. Karena tanpa itu, industri padat energi kita hanya akan jadi kue gosong yang tidak pernah sampai ke meja rakyat.

Karena pada akhirnya, kesejahteraan rakyat bergantung pada keseimbangan energi, antara BUMN yang bernapas lega dan swasta yang memble.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemah Kebangsaan Sarana Pererat Tali Silaturahmi Antar Komponen Anak Bangsa

    Kemah Kebangsaan Sarana Pererat Tali Silaturahmi Antar Komponen Anak Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 28 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menggelar acara Perkemahan Kebangsaan Silaturahmi antar Organisasi Kepemudaan Se-Kabupaten Muba Tahun 2023. Bertempat di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Jumat (27/10/2023). Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud diwakili Asisten perekonomian dan pembangunan Setda Muba Andi Wijaya Busro SH MHum secara resmi membuka acara […]

  • Kemajuan Teknologi Bukan Ancaman, Tapi Peluang

    Kemajuan Teknologi Bukan Ancaman, Tapi Peluang

    • calendar_month Jumat, 12 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, dan pendiri Bill & Melinda Gates Foundation, Melinda Gates, sepakat bahwa kemajuan teknologi harus dipandang sebagai peluang dan bukan ancaman. Sebagai Co-chair dari Komisi Pathways dan The Bill and Melinda Gates Foundation, Sri Mulyani menegaskan bahwa revolusi teknologi berikut disrupsi yang terjadi akibatnya, menawarkan berbagai peluang […]

  • Puji GBI Provinsi Sumsel : Saya kira Ratu Dewa cocok jadi bapak toleransi beragama

    Puji GBI Provinsi Sumsel : Saya kira Ratu Dewa cocok jadi bapak toleransi beragama

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id- Ramai diikuti ratusan warga, kegiatan bakti sosial (Baksos) hingga pengobatan gratis dihadiri langsung oleh Pj Walikota Ratu Dewa berlangsung di Halaman GBI MPI Karya Baru, Kecamatan Alang- Alang Lebar, Sabtu (25/5/2024) pagi. Kehadiran Ratu Dewa dalam acara ini juga menunjukan toleransi dan kekompakan antar agama di Kota Palembang, kegiatan ini digelar oleh Persekutuan Gereja […]

  • Pemerintah Bayar Kompensasi Rp 64.5 T, Perkuat Arus Kas Pertamina, Proteksi Daya Beli Masyarakat

    Pemerintah Bayar Kompensasi Rp 64.5 T, Perkuat Arus Kas Pertamina, Proteksi Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.155
    • 0Komentar

      PERTAMINA mengemban tugas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) Subsidi menjadi ringan atas dukungan penuh Pemerintah. Di hari Jumat, 1 Juli 2022, Pertamina telah menerima pembayaran dari pemerintah atas kompensasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi yang telah dilakukan pada tahun 2021 sebesar Rp. 64,5 Triliun.   Sejak awal 2022, pemerintah […]

  • PINGGIR JALAN : Tukang Parkir & Filosofi Hidup Menunggu Peluang

    PINGGIR JALAN : Tukang Parkir & Filosofi Hidup Menunggu Peluang

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 609
    • 0Komentar

    SABTU santai, saat di pinggiran Kota Palembang, tepatnya di Jalan Sei -Selayur depan Bank Mandiri Pusri, di salah satu kedai pempek, pelan-pelan melepaskan beban seminggu kerja. Di sudut minimarket, berdirilah sosok legendaristopi miring 27 derajat, rompi oranye pudar, dan peluit yang tidak pernah kalah dari suara klakson. Namanya  Cemcem [bukan nama aslinya].Profesi Tukang parkir.Tapi bagi […]

  • Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

    Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TIDAK sesuainya  data dalam program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah ditemukan selisih signifikan antara laporan dan kondisi di lapangan, dari 48 ribu bibit yang tercatat secara administratif, namun dari hasil pengecekan hanya sekitar 17 ribu bibit yang tersedia. Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi di Desa […]

expand_less
WordPress Archive Caldwell Tour & Travel Elementor Template Kit CaLeader – Car Dealer WordPress Theme Calendarista Premium Edition – WordPress appointment booking System Calendarista Premium – WP Reservation Booking & Appointment Booking Plugin & Schedule Booking System Calendarize it! for WordPress Calens – Call Center Services WordPress Theme California – Portfolio WordPress Theme for Creatives California – Resort & Hotel WordPress Theme Calimera – Multiple Restaurant & Bistro WordPress Theme Caliris – Responsive One Page WordPress Theme