Kilang Plaju Bongkar Peluang Hemat Energi, Lima Area Operasi Jadi Fokus Optimasi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKNI.CO.ID – Efisiensi energi di kilang tidak hanya berbicara soal penghematan konsumsi menyusul setiap parameter operasi, penggunaan utilities, hingga kinerja fasilitas dapat menjadi ruang, guna meningkatkan efisiensi dan menjaga performa pengolahan.
Hal ini setidaknya menjadi perhatian Kilang Plaju melalui pelaksanaan KBC Study Phase 2 – Process Optimization & Energy Efficiency yang berlangsung pada 1-2 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Energi 2026 sekaligus forum untuk membedah kondisi operasi secara lebih mendalam.
Tim lintas fungsi dilibatkan untuk melihat kembali bagaimana proses berjalan saat ini dan di mana masih terdapat peluang optimasi.
Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pencarian potensi penghematan. Setiap peluang diarahkan agar dapat diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang memiliki target, penanggung jawab, serta manfaat yang dapat diukur.
Kerangka Identify – Optimize – Deliver menjadi dasar dalam pembahasan.
Pada tahap Identify, tim menginventarisasi peluang yang muncul dari kondisi aktual operasi.
Berikutnya, tahap Optimize digunakan untuk mencari kondisi operasi maupun pemanfaatan utilities yang lebih efisien secara ekonomi.
Hasil akhirnya diarahkan ke tahap Deliver, yakni menentukan inisiatif yang realistis untuk dijalankan. Ada lima bidang yang menjadi perhatian dalam kajian, antara lain.
Pertama, Energy Efficiency, diarahkan untuk menemukan peluang penghematan energi. Kedua, Process Optimization, dengan fokus pada penyempurnaan parameter proses agar pengolahan berjalan lebih optimal.
Selanjutnya terdapat Utilities Optimization untuk meningkatkan efektivitas fasilitas penunjang operasi. Area ke empat adalah Performance Analysis, digunakan untuk melihat capaian dan kinerja fasilitas berdasarkan kondisi operasional.
Sementara area kelima, Improvement Opportunities, menjadi ruang untuk menyaring berbagai gagasan menjadi inisiatif perbaikan yang memungkinkan diterapkan di lapangan.
Dengan pola itu, hasil diskusi diharapkan tidak berhenti sebagai rekomendasi teknis. Setiap peluang yang dinilai layak akan diarahkan menjadi action plan lengkap dengan PIC dan target penyelesaian.
Executive GM RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan KBC Study Phase 2 diharapkan dapat memperkuat langkah Kilang Plaju menuju operasional yang semakin unggul dan berkelanjutan.
“Melalui pelaksanaan KBC Study Phase 2 ini, hasil kajian diharapkan menjadi pijakan utama bagi RU Plaju dalam mendukung pencapaian operational excellence secara berkelanjutan,” ujar Khabibullah.
Untuk itu, untuk Kilang Plaju, optimalisasi proses dan efisiensi energi menjadi bagian penting dari upaya menjaga kinerja operasi sehingg peluang perbaikan ditemukan dari kajian tersebut diharapkan dapat berlanjut dari ruang diskusi menuju implementasi nyata di lingkungan kilang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
