Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 838
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

EKSPOR sepatu Converse produksi PT Yih Quan Footwear Indonesia di Batang, Jawa Tengah, resmi dilepas Menteri Perindustrian Agus Gumiwa.ng Kartasasmita ke Amerika Serikat. Biasanya duta besar itu pakai jas necis, dasi rapi, dan pidato bahasa Inggris level IELTS 9.0. Tapi kali ini, duta besar kita wujudnya bukan manusia, melainkan sepasang sepatu Converse. Mereka nggak pernah kuliah hubungan internasional, nggak punya paspor, apalagi ikut diklat diplomasi. Cukup diproduksi, masuk kontainer, berlayar, dan jreng!, sudah nongol di Amerika Serikat.

Lucu kan? barang yang tiap hari kita injak-injak justru lebih dulu melancong ke luar negeri ketimbang pemiliknya. Pepatah lama bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” Nah, Converse Batang ini versinya lebih upgrade “Di mana bumi dipijak, di situ dompet devisa dijunjung”

Misalnya anak muda Batang lagi nongkrong di warung kopi pakai sandal jepit, dia belum pernah ke bandara, paspor pun nggak punya. Tapi sepatu hasil tangannya sudah mondar-mandir di trotoar Manhattan, Los Angeles, bahkan mungkin nongkrong di Miami Beach.

Sementara bikin visa ke Amerika bisa bikin stres tujuh hari tujuh mala ditanya saldo tabungan, riwayat kerja, bahkan ditelisik hobi weekend. Sedangkan Converse Batang cukup duduk manis di kontainer, distempel bea cukai, langsung lolos masuk mall Amerika. Kalau kata orang Jawa “Witing tresno jalaran saka kulino” Kalau diubah konteks “Witing sukses jalaran saka ekspor sepatu”

Dulu kalau dengar kata Batang, orang mikirnya daerah penghasil rokok atau sekadar nama pohon, sekarang, coba sebut Batang di peta industri, jawabannya bisa “pusat produksi sepatu global.”

Inilah branding baru Batang bukan cuma sawah dan genteng, tapi juga sepatu Converse, pepatah bilang, “Tong kosong nyaring bunyinya” Banyak daerah heboh bikin seminar investasi, tapi realisasinya nihil, sementara Batang pelan tapi pasti, berhasil bikin dunia melirik lewat sepatu.

Diplomasi biasanya lewat meja perundingan, konferensi, atau pidato resmi. Tapi sepatu Converse Batang mengajarkan cara lain diplomasi lewat sol karet.

Bayangkan remaja Amerika pakai Converse Batang buat joget di konser rock, setiap hentakan kakinya sebenarnya sedang menabuh genderang diplomasi Indonesia. Tanpa perlu tanda tangan MOU, hubungan bilateral sudah berjalan. Converse dari Batang ini ibarat “kartu nama berjalan” Indonesia. Bedanya, kalau kartu nama suka nyelip di dompet, sepatu malah dipamerin di jalanan New York.

Jangan kira sepatu cuma soal kulit, karet, dan benang. Di balik satu pasang Converse ekspor dari Batang, ada banyak dapur yang ngebul. Ada pekerja pabrik yang sabar menjahit sol, ibu-ibu warung yang masak sayur asem buat bekal buruh, sampai sopir truk yang ngangkut bahan baku.

Setiap sepatu yang melangkah di Times Square sebenarnya membawa aroma dapur kampung Batang. Dari nasi megono sampai kopi hitam warung pinggir jalan, semuanya ikut mengalir ke dalam devisa negara. Jadi sepatu ini bukan sekadar produk industri, tapi juga album foto tak terlihat yang menyimpan ribuan cerita keluarga.

Mari kita tertawa sejenak, sepatu Converse dari Batang lebih gampang masuk Amerika daripada manusianya, sepatu cukup duduk manis di kontainer, sedangkan manusianya ditanya macam-macam saat bikin visa.

Maka jangan heran kalau ada anak Batang nyeletuk, “Sepatu gue udah jalan-jalan ke Amerika, gue malah belum”. Realita kadang memang kocak. Tapi jangan kecil hati, pepatah Jawa bilang, “Jer basuki mawa bea”, setiap keberhasilan butuh biaya. Sepatu butuh biaya produksi, kita butuh biaya kesabaran. Bedanya tipis, hasilnya bisa sama-sama membanggakan.

Oleh karena itu,  jangan remehkan barang kecil, sepasang sepatu bisa lebih efektif jadi duta besar daripada spanduk besar penuh jargon. Pepatah bilang, “Air beriak tanda tak dalam”. Converse Batang memang tenang, nggak banyak bicara, tapi diam-diam membawa nama Indonesia melangkah jauh.

Ketika sepatu Converse dari Batang berjalan di trotoar New York, sebenarnya ekonomi Indonesia juga sedang melangkah. Inilah diplomasi sederhana tapi nyata tanpa jas, tanpa dasi, tanpa protokol. Hanya sol karet, tapi bisa bikin dunia menoleh.

Jadi lain kali kalau ada remaja Amerika pamer Converse baru, cukup senyum. Dalam hati bilang “Bro, itu made in Batang, kampung gue”, karena siapa sangka, duta besar paling efektif ternyata lahir dari pabrik sepatu di pinggiran Jawa Tengah.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegiat Budaya Ini Sebut Kerajaan Sriwijaya Ada di Sini

    Pegiat Budaya Ini Sebut Kerajaan Sriwijaya Ada di Sini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.388
    • 0Komentar

    PUING Kerajaan Sriwijaya keberadaanya memang belum diketahui secara pasti, namun kerajaan yang terkenal luas kekuasaannya hingga ke Negara Asean itu diperkirakan berada di Kota Palembang. Pegiat Budaya, Dr. Erwan Suryanegara, M.Sn  menyebutkan kerajaan Sriwijaya yang berdiri pada abad ke-7 hingga 12 Masehi merupakan kerajaan Maritim, berada di daerah Lingkungan Pabrik Pupuk Sriwidjaja [Pusri] Palembang. Pegiat Budaya yang […]

  • Positif COVID-19 di Sumsel Jadi 693 Orang, Ada Penambahan Hari Ini 19 Orang

    Positif COVID-19 di Sumsel Jadi 693 Orang, Ada Penambahan Hari Ini 19 Orang

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    ADA penambahan pasien positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 19 orang sehingga total Positif Covid hari ini, Jumat [22/5/2020] menjadi 693 orang atau mendekati angka 700  kasus. Juru Bicara Percepatan Penangangan Covid-19 di Sumsel, Yusri, SKM, MKM press conference melalui aplikasi zoom di Command Center Pemprov Sumsel, sore ini, mengatakan, ada penambahan 19 orang terkonfirmasi positif […]

  • Aku, Salamku, dan Salam Agamamu

    Aku, Salamku, dan Salam Agamamu

    • calendar_month Selasa, 13 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.168
    • 0Komentar

    Belakangan ini kita sering sekali mendengar kalimat Moderasi Beragama, bahkan gaungnya sudah sampai ke pelosok desa, di semua sektor khususnya di bawah naungan Kementerian Agama sudah fasih sekali dengan slogan moderasi beragama. Sering sekali kita lihat dari televisi atau juga secara langsung  kebiasaan para pejabat Muslim mengucapkan salam pembuka semua agama dalam acara resmi maupun […]

  • Di Palembang, Menhub Kasih Kiat Berkendaraan

    Di Palembang, Menhub Kasih Kiat Berkendaraan

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa untuk menjadi pengendara yang baik syaratnya sangat sederhana dan mudah. Karena berkendara ini merupakan kegiatan sehari-hari dan juga hobi. “Mereka ini kita ajak duduk bersama agar merasa menjadi bagian dari jadi bagian dari kita. Setelah menjadi bagian kita baru kita ajak bicara yang umum […]

  • “Anak Muba Jangan Cuma Duduk, Jemput Peluangmu Sekarang!”

    “Anak Muba Jangan Cuma Duduk, Jemput Peluangmu Sekarang!”

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.996
    • 0Komentar

    SEKAYU pagi itu cerahnya kayak senyum mantan tiba-tiba muncul di WA, tapi Bupati Muba, H.M. Toha, malah kelihatan sibuk mondar-mandir di kantor. Matanya berbinar, tangan mengepal, mirip anak kecil liat es krim di tengah panas terik. Bukan karena lapar, tapi karena dengar kabar Kemnaker buka Magang Batch 2. “Waduh… ijazah numpuk, tapi lowongan kerja kayak […]

  • Gubernur Dampingi  Jokowi Sapa  Pedagang Pasar Baru Tanjung Enim dan  Pasar Dempo Pagar Alam

    Gubernur Dampingi  Jokowi Sapa  Pedagang Pasar Baru Tanjung Enim dan  Pasar Dempo Pagar Alam

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam rangkaian kunkernya ke Sumsel, Senin (24/1). Selain melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), dalam kunkernya kali ini Presiden RI Joko Widodo juga menemui pedagang sekaligus meninjau Pasar Baru Tanjung Enim. Jokowi didampingi Gubernur Sumsel H. Herman Deru tiba di pasar […]

expand_less
WordPress Archive Ccoach Business Coach Elementor Template Kit CCPA For AMP Cedar – Responsive WordPress Blog Theme Ceefer – Creative WooCommerce Theme Ceetra – House Developer Agency Elementor Template Kit Celebration – Wedding & Class Reunion WordPress Theme Celik – Furniture WooCommerce Theme Celsius – Creative Agency Portfolio WP Theme Cena Store – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Cenes – Jewelry WordPress Store Theme