Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Juara MTQ Sudah Pulang, Kemenag Tegaskan Tugas Besar Baru Dimulai

Juara MTQ Sudah Pulang, Kemenag Tegaskan Tugas Besar Baru Dimulai

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Juara MTQ Nasional XXXI sudah ditetapkan dan para pemenang akan kembali ke daerah masing-masing. Kepulangan para juara ternyata bukan menjadi akhir dari rangkaian perjuangan. Kementerian Agama (Kemenag) justru menegaskan, tugas besar baru dimulai setelah kompetisi berakhir, yakni membawa nilai-nilai Al-Qur’an semakin hadir dalam kehidupan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam penutupan MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, kemeriahan musabaqah tidak boleh berhenti ketika para peserta meninggalkan arena dan para juara menerima penghargaan.

“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” tuturnya.

Pernyataan itu memberi gambaran tentang arah yang ingin dibangun Kemenag setelah MTQ Nasional XXXI berakhir. Ajang yang selama ini identik dengan perlombaan membaca, menghafal, memahami, hingga menulis Al-Qur’an didorong agar memiliki dampak yang lebih panjang di tengah masyarakat.

MTQ Tak Cukup Berhenti di Arena Lomba

Kemenag mendorong MTQ berkembang tak hanya kompetisi menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an.

Artinya, pembinaan tidak berhenti ketika pemenang sudah ditentukan. Para qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufasir, penulis, hingga kaligrafer perlu mendapat pembinaan secara terencana dan berkelanjutan.

MTQ juga tidak hanya melahirkan juara setiap kali digelar, tetapi juga membangun generasi yang terus mengembangkan kemampuan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Arah ini menjadi salah satu pesan penting Kemenag setelah penutupan MTQ Nasional XXXI. Panggung kompetisi boleh ditutup, tetapi pembinaan justru harus berjalan di daerah masing-masing.

Kemenag Dorong MTQ Lebih Inklusif

Pesan berikutnya berkaitan dengan akses. Kemenag ingin pengembangan MTQ semakin inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas dinilai perlu dibarengi dengan ketersediaan tenaga pengajar, metode pembelajaran, serta fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.

Dengan demikian, semangat MTQ tidak hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki akses dan kemampuan yang sama, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas,” tegas Menag.

Generasi Qurani Diminta Tak Gagap Teknologi

Hal lain yang cukup mencuri perhatian dalam pesan Kemenag adalah soal teknologi.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), generasi Qurani juga didorong untuk memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut.

Namun, pemanfaatannya tetap harus disertai integritas dan kompas moral. Teknologi dapat digunakan untuk memperluas pendidikan, dakwah, serta akses pengetahuan.

Di saat yang sama, Menag mengingatkan adanya risiko yang harus diwaspadai di ruang digital, mulai dari disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data hingga ujaran kebencian.

Penguasaan Al-Qur’an dan perkembangan teknologi, pesannya lagi, tidak harus berjalan di jalur yang berbeda. Generasi Qurani justru perlu mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai yang menjadi pijakannya.

MTQ Juga Harus Berdampak ke Ekonomi

Kemenag juga melihat MTQ yang jarang menjadi perhatian utama dalam sebuah kompetisi keagamaan, yakni dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

Penyelenggaraan MTQ menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM hingga industri kreatif.

Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ Nasional XXXI diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Sementara, penyelenggaraan MTQ tidak hanya menghasilkan aktivitas di arena perlombaan. Ada pergerakan ekonomi yang ikut dirasakan masyarakat selama ribuan peserta, pendamping, pejabat dan pihak terkait berada di lokasi kegiatan.

“Syiar Al-Qur’an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menag.

Setelah Juara Pulang, Apa yang Dibawa?

Pesan Kemenag setelah penutupan MTQ Nasional XXXI tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara.

Para pemenang memang akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, semangat yang terbentuk selama MTQ diharapkan ikut dibawa pulang dan diteruskan di tengah masyarakat.

Menag menyampaikan apresiasi kepada Jawa Tengah dan Kota Semarang serta seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

Kepada seluruh kafilah, ia berpesan lagi agar semangat Al-Qur’an yang tumbuh selama penyelenggaraan MTQ tidak berhenti sebagai pengalaman di arena perlombaan.

“Sampaikan kepada masyarakatkita datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan kepada Al-Qur’an dan pengabdian kepada Indonesia,” pungkasnya dalam keterangan rilis dilaman kemenag. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 saran manfaatkan libur sekolah di rumah

    6 saran manfaatkan libur sekolah di rumah

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.158
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Hari ini sekolah SMA & SMP hingga SD mulai sibuk menerima raport hasil evaluasi pertengahan semester ganjil 2023. Yang punya uang mungkin bisa mengajak anak-anaknya untuk liburan ke luar kota, yang gak punya uang mungkin juga hanya memanfaat libur panjang anak -anak untuk istirahat di rumah. Tapi jangan khawatir bagi yang memanfaatkan libur sekolah […]

  • Geliat Pembangunan Kec. Air Sugihan, Dulu Gelap Gulita, Kini Terang Benderang

    Geliat Pembangunan Kec. Air Sugihan, Dulu Gelap Gulita, Kini Terang Benderang

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    SIAPA pun yang datang di Kecamatan Air Sugihan, Kab. Ogan Komering Ilir [OKI] bakal kagum, lantaran pembangunan Kecamatan yang berjarak paling jauh dari Ibu Kota Kabupaten ini kian menggeliat. Kini kondisinya tak lagi tertinggal dari kecamatan di OKI. “Kami berterima kasih kepada Pemkab OKI yang telah menyalurkan alokasi anggaran baik itu dari pusat maupun dari […]

  • Naik Pesawat Wajib Isi e-HAC Sebelum Keberangkatan

    Naik Pesawat Wajib Isi e-HAC Sebelum Keberangkatan

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Pingintau.id, Penumpang pesawat tujuan domestik diwajibkan mengisi e-HAC di aplikasi PeduliLindungi sebelum keberangkatan. Hal ini untuk menghindari antrean panjang di bandara kedatangan. e-HAC dapat diisi paling cepat sehari sebelum jadwal penerbangan dan akan diperiksa saat check-in di bandara keberangkatan. Ketentuan ini berlaku efektif per 3 Maret 2022. Selain itu, e-HAC juga wajib diisi bagi pelaku […]

  • Rumah Resiliensi, Wadah Informasi Bencana Dunia

    Rumah Resiliensi, Wadah Informasi Bencana Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.539
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan Rumah Resiliensi Indonesia bisa menjadi tempat atau media berdiskusi seluruh lapisan masyarakat mengenai pengalaman penanganan bencana yang terjadi dibelahan dunia. Hal itu disampaikan Menko PMK saat secara resmi membuka Rumah Resiliensi Indonesia di Bali Collection, Nusa Dua, Bali pada Senin (23/5/2022). “Rumah Resiliensi Indonesia […]

  • Wow, Partai Garuda Ikutan Menangkan  AKHOR

    Wow, Partai Garuda Ikutan Menangkan  AKHOR

    • calendar_month Kamis, 22 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    Menjadi pasangan alternatif untuk membawa perubahan di Palembang. 

  • Mantap, Guru Muba Bakal Pecahkan Rekor MURI

    Mantap, Guru Muba Bakal Pecahkan Rekor MURI

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    MOMENTUM perayaan Hari Guru di Bumi Serasan Sekate yang tahun ini dipastikan bakal semarak dan meriah. Pasalnya, secara serentak sebanyak 1.500 guru di Muba akan melakukan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang akan dilaksanakan pada 26 November 2019. Adapun kegiatan yang diikuti sebanyak 1.500 guru tersebut yakni berupa pelatihan kompetensi guru yang digelar oleh Dinas […]

expand_less
WordPress Archive Event Espresso Core Events registration and ticketing Event Hub- Event, Conference WordPress Theme Event Management WordPress Theme Event Venue Showcase for The Event Calendar Event2: Workshop / Expo / Agency WordPress Theme EventAdor Event Conference Marketing WordPress Theme EventCommerce WP Responsive Event Calendar Pro Eventech – Tech Event Conference & Expo Elementor Template Kit Eventer – Meetup & Conference Elementor Template Kit Eventer - WordPress Event Manager Plugin