Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 1.030
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Jangan pernah remehkan anak-anak kecil yang sedang memegang krayon atau kuas, meskipun tangan mereka masih belepotan cat, kadang pakai baju batik tapi mirip kena serangan zombie warna, siapa sangka mereka sedang membangkitkan semangat dua pahlawan nasional dengan cara yang lebih sopan dan artistik dibanding demo di lampu merah?

Ya, inilah yang sedang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, lewat lomba lukis dan mewarnai bertema “Menggores Warna, Gelorakan Patriotisme”, generasi muda tidak hanya diajak mengenal sejarah, tapi juga diajak bermain-main dengan serius. Serius dalam berkarya, main-main dalam ekspresi, ibarat makan pempek pakai cuka pedas, perih di lidah tapi bikin nagih.

Orang Prancis saja bisa bikin Revolusi sambil minum kopi di kafe. Masa kita enggak bisa mengenang AK,Gani dan Sultan Mahmud Badaruddin II sambil mewarnai dengan krayon 12 warna isi dua yang sudah patah-patah?.

Di Paris, seni jalanan dijadikan alat kritik sosial yang ampuh, di Korea Selatan, mural-mural bersejarah menghiasi gang-gang sempit dan jadi tempat selfie turis mancanegara. Nah, kenapa Palembang enggak bisa?. Wong Palembang itu punya sejarah yang lebih berdarah-darah dari kisah cinta di sinetron jam tujuh malam.

Lewat lomba ini, kita sedang berkata “Hei, anak-anak Palembang!, Pahlawan itu bukan hanya tokoh di buku IPS, mereka itu seperti super hero, tapi dari masa lalu, dan kalian bisa memanggil kembali semangatnya lewat warna!”.

Sultan Mahmud Badaruddin II itu ibarat Iron Man-nya Palembang, melawan Belanda bukan pakai laser, tapi pakai tekad baja dan semangat rakyat. Bandara aja pakai nama beliau, tapi kadang penumpang lebih tahu soal delay daripada sejarah tokohnya.

Lalu ada AK. Gani, yang otaknya encer kayak es dawet, beliau bukan cuma tentara, tapi juga dokter, diplomat, dan orang yang kalau zaman sekarang mungkin jadi CEO startup sambil ngisi podcast motivasi. Kalau beliau masih hidup hari ini, bisa jadi follower-nya di Instagram sudah jutaan. Feed-nya pasti penuh quote seperti “Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memadukan idealisme dengan akrilik” – bukan kutipan asli AK. Gani, tapi bolehlah kalau mau disebar di status WA.

Kadang kita terlalu sibuk ngomongin nasionalisme sambil ngopi di kedai kopi franchise luar negeri. Tapi lupa, bahwa nasionalisme bisa juga muncul dari gambar anak kecil yang mewarnai Sultan Mahmud pakai warna ungu karena crayon hitamnya hilang. Tidak apa-apa, dalam seni, ekspresi bebas itu hukumnya fardhu ain.

Kegiatan ini jadi penting, karena seperti kata pepatah “Kalau tak kenal sejarah, nanti dikira pahlawan kita itu anak TikTok”

Lomba ini juga mengingatkan kita bahwa edukasi tak harus kaku dan membosankan. Bisa sambil ketawa, sambil berkarya, sambil nempel warna. Di Yogya, lomba serupa pernah diadakan dengan menggambar Pangeran Diponegoro. Di Jakarta, mural Soekarno jadi tempat belajar sejarah jalanan. Di Palembang, saatnya kita juga bisa berkata, “Kami juga punya jagoan!”

Kata Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon you can use to change the world”. Nah, kalau pendidikan digabung seni, lalu ditaburi sejarah lokal, bisa-bisa anak-anak kita bukan hanya pinter menggambar, tapi juga ngerti arti merdeka, bukan cuma tahu tanggal merah di kalender.

Seni adalah bahasa yang bisa dipahami siapa saja, dari anak TK sampai pensiunan, dari tukang ojek sampai dosen. Dan ketika seni digoreskan untuk mengenang para pahlawan, maka setiap garis, setiap warna, adalah doa dan penghormatan.

Jadi kalau Anda lihat anak kecil duduk bersila di halaman museum, serius memulas warna di gambar pahlawan, jangan cuma bilang, “Ih, lucu ya.” Tapi bilanglah “Di tangan anak-anak itulah, sejarah bisa hidup kembali. Dan di kuas merekalah, semangat bangsa ini dilukis ulang, versi lebih ceria”. Karena seperti kata pepatah Minang “Nan tuo dihormati, nan mudo dibimbing, nan indak tau sejarah dilukis bae”.

Mari dukung terus kegiatan seperti ini. Jangan sampai nanti kita lebih kenal superhero Marvel daripada pahlawan yang bikin Palembang tetap bangga jadi bagian dari Indonesia.Jangan lupa bawa tisu. Kadang bangga itu bisa bikin mata berkaca-kaca. Tapi kalau berkaca-kaca karena debu di museum, ya itu lain cerita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temu Investor, Tumbuh Bangun Gerakan Pertumbuhan Ekonomi Muba

    Temu Investor, Tumbuh Bangun Gerakan Pertumbuhan Ekonomi Muba

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba merangkul para investor guna menggerakan pertumbuhan ekonomi Muba. Pejabat Bupati (PJ) Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi menerima audiensi para investor hebat, Kamis (2/6/2022) di Ruang Rapat Bupati. Investor tersebut diantaranya, Owner Representatif Trakindo  Endang, Presuden Direktur Rumah Sakit MNC Rosmin, Business Development Yoshinoya Jafar Sidik, Business Development Relxs Zickry Apri Ramadhan, Owner […]

  • Asap Pekat di Palembang Kiriman Daerah Tetangga 

    Asap Pekat di Palembang Kiriman Daerah Tetangga 

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut kabut asap yang kembali pekat menyelimuti Kota Palembang dua hari ini, disebabkan oleh hembusan arah angin dan kiriman asap dari daerah tetangga. Hal itu diakui langsung oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten Palembang Nuga Putrantijo, saat menggelar konferensi pers bersama awak media di Ruang […]

  • Gubernur Minta BPKP Terus Optimalkan Pengawasan

    Gubernur Minta BPKP Terus Optimalkan Pengawasan

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 983
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengharapkan kerjasama bidang pengawasan yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Provinsi Sumsel ke depan dapat ditingkatkan. Harapan itu diungkapnnya ketika menerima audensi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumsel Gilbert A.H Hutapea bertempat di ruang tamu gubernur, Senin (10/2). “Saya ucapakan kasih atas […]

  • HMI MPO Palembang Galang Dana Untuk Korban Gempa Sulbar

    HMI MPO Palembang Galang Dana Untuk Korban Gempa Sulbar

    • calendar_month Senin, 18 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.435
    • 0Komentar

    HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang Darussalam melakukan aksi penggalangan dana peduli masyarakat Sulawesi Barat yang mengalami musibah bencana alam gempa bumi berskala 6,2 magnitudo. Aksi penggalangan dana ini adalah bentuk panggilan jiwa kemanusiaan atas peristiwa yang menggemparkan dan meluluhlantakkan Kota Mamuju, Majene dan Polewari Provinsi Sulawesi Barat. Aksi penggalangan dana diikuti kader-kader HMI […]

  • Terdengarnya Sangat Sepele, Tapi Sangat Efektif Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Apa Itu ?

    Terdengarnya Sangat Sepele, Tapi Sangat Efektif Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Apa Itu ?

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 962
    • 0Komentar

    KAMPANYE penerapan protokol kesehatan terus digalakkan dalam rangka mengingatkan kembali semua masyarakat akan pentingnya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Sebagai langkah konkrit, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Forkopimda menggelar pembagian masker gratis di area Pasar Kayuagung. “Pembagian masker ini dalam rangka mengingatkan dan menegaskan kembali akan pentingnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat” ujar Kapolres OKI AKBP. Alamsyah […]

  • Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

    Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    BULAN K3 Nasional di PT Pusri Palembang tahun ini tidak diisi dengan teori berat atau ceramah bikin mata berat. Lewat program Safety Goes to Society, Pusri justru mengajak warga sekitar perusahaan belajar menghadapi kebakaran rumah tangga dan cara menjinakkan api secara aman. Iya, api yang biasa nongkrong di dapur, bukan api versi film action. Biasanya […]

expand_less
WordPress Archive Glasseo – Eyewear Store Woocommerce Elementor Template Kit Glück – Digital Agency WordPress Theme Gleam – Portfolio Photography WordPress Theme Glee – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Glekk – Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Glider 3D Photo Slider WordPress Plugin v1.10 GlideX – Single Product WooCommerce Theme Glint – Personal Portfolio WordPress Theme Glitch Heading for Elementor Global Gallery – WordPress Responsive Gallery