IKM Fesyen dan Kriya Bidik Pasar Lebih Luas, Digital Jadi Senjata
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : Kemenperin.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – IKM fesyen dan kriya membidik pasar lebih luas dengan memanfaatkan kanal digital untuk memperkuat pemasaran, identitas merek, dan hubungan dengan konsumen. Kementerian Perindustrian menilai strategi tersebut penting di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pelaku IKM perlu memilih platform digital sesuai karakter bisnis dan konsumennya. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, tidak cukup hanya untuk menjual produk, tetapi juga membangun nilai dan merek.
“Pelaku IKM saat ini harus memanfaatkan berbagai kanal digital, termasuk sektor IKM fesyen dan kriya yang perlu membangun identitas merek, menciptakan narasi untuk meningkatkan nilai produknya, memahami karakter konsumen, serta menentukan strategi dan jenis konten yang sesuai dengan bisnisnya,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8).
Dorongan itu sejalan dengan pertumbuhan industri fesyen dan kriya nasional yang naik dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan pemahaman terhadap Customer Journey juga penting agar pelaku usaha dapat menjaga hubungan dengan konsumen setelah transaksi dan membangun loyalitas.
Hal tersebut dibahas dalam Creative Talk yang digelar Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) pada 13 Agustus 2026 di Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan menghadirkan pelaku usaha Kominela dan Tanteri Ceramic.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya menambahkan, strategi pemasaran digital harus terus menyesuaikan perubahan pasar. Pelaku IKM juga perlu memahami target konsumen dan memiliki pembeda yang jelas, baik dari desain, kualitas, cerita produk, maupun pelayanan.
Selain kegiatan luring, BPIFK menggelar Creative Talk Online diikuti 94 peserta dari kalangan pelaku IKM, mahasiswa, desainer, dan masyarakat umum, materinya mencakup riset produk, riset pasar, strategi bisnis, dan kolaborasi.
Kemenperin berharap pemanfaatan teknologi digital dan penguatan merek dapat membantu IKM fesyen dan kriya memperluas akses pasar, baik di dalam maupun luar negeri.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
