Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Harnojoyo Ajak Masyarakat Sulap Sampah Jadi Uang

Harnojoyo Ajak Masyarakat Sulap Sampah Jadi Uang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Okt 2017
  • visibility 1.083
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Palembang –  Walikota Palembang Harnojoyo mengajak masyarakat Palembang untuk menyulap sampah menjadi uang.

Menurutnya, jika sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Misalnya sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk, sedangkan sampah non organik dapat dijual langsung ataupun dijadikan produk kreatif yang bernilai jual tinggi.

Hal itu dikemukannya dalam Talkshow ‘Sinergi Pengelolaan Sampah Terpadu Pemerintah Kota Palembang dan PT Pertamina RU III Plaju’, di Bangi Kafe Palembang, Senin (30/10/2017) dihadiri juga Manajer PT Pertamina (Persero) RU III Plaju Yan Syukhrial, dan Siti,  praktisi bank sampah.

Ia  menambahkan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Palembang dalam mengatasi serta pengelolaan sampah. Salah satu upaya yang langsung melibatkan peran serta aktif masyarakat, yaitu melalui program Bank Sampah. Dengan kreatifitas sampah dapat dijadikan produk bermanfaat yang menambah nilai ekonomis sampah.

“Melalui program Bank Sampah ini selain lingkungan kita bersih dari sampah, masyarakat juga mendapat uang dari sampah yang terkumpul dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Dia menilai,  persoalan sampah di Palembang harus menjadi perhatian bersama. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah  Palembang dengan melakukan pembersihan dari hulu ke hilir, dengan menggunakan cara tradisional hingga modern.

Cara modern yang dilakukan dengan pembangunan incinerator. Dengan adanya incinerator, sampah dimusnahkan menjadi abu dan habis. Cara ini bertujuan untuk mengatasi persoalan lahan penampungan sampah.

Kemampuan Pemerintah Kota Palembang dalam mengelola kebersihan dan manajemen lingkungan terbukti dengan telah diterimanya penghargaan Adipura 11 kali berturut-turut, penghargaan Adiwiyata, Taman Terbaik, serta pembina Kampung Iklim terbaik. Penghargaan ini merupakan hasil dari kepedulian serta partisipasi masyarakat yang telah bersama-sama menjaga Kota Palembang.

Khusus untuk kampung Iklim, Walikota Palembang  Harnojoyo menegaskan, program tersebut merupakan komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi. Program gotong royong yang dilakukan rutin Pemerintah Kota Palembang merupakan bentuk nyata upaya mengatasi dampak perubahan iklim.

“Bentuk kerjasama yang baik untuk bersama-sama menjaga serta menata kota ini adalah satu hal yang penting. Melalui gotong royong kita membangun gerakan moral untuk menjadikan sungai dan lingkungan agar lebih bersih dan rapi, sehingga dapat juga mendorong iklim yang lebih baik dan nyaman,”paparnya.

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyiik.. Muba Punya Program Ada SiApe, Apa Manfaatnya?

    Asyiik.. Muba Punya Program Ada SiApe, Apa Manfaatnya?

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PELAYANAN publik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dikembangkan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat. Kali ini, di Kecamatan Sungai Keruh telah meluncurkan program Siap Antar Pelayanan atau Program (SiApe), yang mana bagi warga yang ingin membuat KTP dan kebutuhan administrasi lainnya hanya cukup menunggu di rumah. “Program SiAPe adalah program output layanan yang diberikan kepada masyarakat baik itu surat […]

  • Kejuaraan Boling Piala Gubernur Sumsel, Ini Harapan Ketum PB PBI

    Kejuaraan Boling Piala Gubernur Sumsel, Ini Harapan Ketum PB PBI

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    KETUA Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) Pusat, Hj Percha Leanpuri B.Bus optimistis Kejuaraan Boling memperebutkan Piala Gubernur Sumsel 2019 dapat menginspirasi provinsi lain di Indonesia. Hal itu dikatakannya di sela pembukaan Kejuaraan Boling Tingkat Nasional Piala Gubernur Sumsel 2019, di Boling Center Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (5/10/2019). Dikatakan Percha, saat ini PB PBI […]

  • “Palembang Bukan Kota Biasa, Saat Sungai Musi Mulai Berbicara Bahasa OECD”

    “Palembang Bukan Kota Biasa, Saat Sungai Musi Mulai Berbicara Bahasa OECD”

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    ORANG bijak bilang, “Jangan menyeberang sungai tanpa jembatan, jangan membangun kota tanpa perencanaan” Jika kalau Sungai Musi jadi jantung Palembang, maka perencanaannya harus jadi detak yang waras. Jangan sampai kita bangun kota seperti orang masak nasi pakai lilin matang tak merata, lama pun iya. Kota Palembang kini dapat tamu istimewa, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah […]

  • Guru Sekolah Rakyat & Tukang Sulap Masa Depan

    Guru Sekolah Rakyat & Tukang Sulap Masa Depan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    MISALNYA sebuah kelas di Sekolah Rakyat, anak-anak duduk di bangku, matanya berbinar, seperti kertas kosong yang menunggu tinta ajaib. Di depan kelas berdiri seorang guru bukan sekadar guru, tapi seorang tukang sulap masa depan. Dengan kapak ilmu dan tongkat kreativitas, ia mengubah anak-anak biasa menjadi pengubah masa depan. Ya, jangan heran kalau besok lusa ada […]

  • Dibalik Kokohnya Bangunan Monpera

    Dibalik Kokohnya Bangunan Monpera

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.069
    • 0Komentar

    SAAT jarum jam menunjuk  pukul 10.00 WIB, sinar matahari pun mulai terasa panas di ubun-ubun kepala.  Antrian anak-anak Sekolah Menengah Pertama [SMP] yang berjumlah sekitar 200 siswa dan siswi terlihat memasuki Monumen Perjuangan Rakyat [Monpera], Palembang tepatnya tak jauh dari Benteng Kuto Besak [BKB] Palembang, Rabu [25/10/2018]. Siswa –siswi yang berkunjung ke Monpera tersebut tak […]

  • sabu sabu

    He…he, Kata-kata Nyesel Itu Pasti Datang Belakangan, Setelah Lurah dan RT Itu Digelandang Polisi karena Nyabu

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.245
    • 0Komentar

    Kata-kata nyesel biasnya memang datang belakangan setelah mereka ketahuan berbuat salah, itulah yang terjadi pada dua pemangku jabatan di dalam pemerintah. Seharusnya mereka mengayomi dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat, namun sebaliknya ke duanya malah masuk ke dunia khayalan dengan pesta sabu.

expand_less
WordPress Archive Dydeux - Personal CV Elementor Pro Template Kit Dyelex – Painting & Wallpapering Service Elementor Template Kit Dynamic Content for Elementor Dynamic – Finance and Consulting Business WordPress Theme Dynamic.ooo - Dynamic Shortcodes Dynamic Step Process Panels DZS Scroller Gallery e-Learn – Onepage Bootstrap Education WordPress Theme E2Pdf Export To Pdf Tool for WordPress Eagle – Logistics & Transportation WordPress Theme