Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » La Nina Bertahan Hingga Mei 2021, 58% Wilayah Zona Musim Terlambat Masuk Musim Kemarau

La Nina Bertahan Hingga Mei 2021, 58% Wilayah Zona Musim Terlambat Masuk Musim Kemarau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
  • visibility 1.068
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperediksikan Musim Kemarau 2021 akan mulai terjadi pada April 2021 di 22,8 persen Zona Musim (ZOM) yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

“BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif. Karena itu, Musim Kemarau 2021 diprediksi akan mulai terjadi pada April 2021,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Kamis (25/3).

Dia mengatakan, April sampai Mei 2021 merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (masa pancaroba) meski sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau namun tidak serentak.

Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas yang terus melemah. Sedangkan pemantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD) diprediksi netral hingga September 2021.

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan, kedatangan musim kemarau umumnya berkait erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif.

Sejumlah wilayah yang akan memasuki Musim kemarau pada April 2021 yaitu untuk wilayah Nusa Tenggara dan Bali, lalu wilayah Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei hingga Juni 2021.

Deputi Bidang Klimatologi Herizal menjelaskan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 22.8 persen diprediksi akan mengawali Musim Kemarau pada April 2021, yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

Kemudian 30.4 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Mei 2021, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua.

Sementara itu, sebanyak 27.5 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua.

Bulan April – Mei merupakan masa peralihan dari Musim Hujan ke Musim Kemarau, oleh karena itu Herizal mengimbau agar perlu diwaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, putting beliung dan potensi hujan es yang biasa terjadi pada periode tersebut.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Kemarau pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Kemarau 2021 di Indonesia diprakirakan MUNDUR pada 197 ZOM (57,6 persen), SAMA pada 97 ZOM (28,4 persen), dan MAJU pada 48 ZOM (14,0 persen).

Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis Akumulasi Curah Hujan Musim Kemarau (periode 1981-2010), maka secara umum kondisi Musim Kemarau 2021 diprakirakan NORMAL atau SAMA dengan rerata klimatologisnya pada 182 ZOM (53,2 persen).

“Musim Kemarau pada tahun 2021 akan datang lebih lambat dengan akumulasi curah hujan yang mirip dengan kondisi Musim Kemarau biasanya. Artinya Musim Kemarau 2021 cenderung normal dan kecil peluang terjadinya kekeringan ekstrem, seperti musim kemarau tahun 2015 dan 2019,” ujar Herizal.

Selanjutnya sejumlah 119 ZOM atau sebanyak 34,8 persen, akan mengalami kondisi kemarau ATAS NORMAL (MUSIM KEMARAU LEBIH BASAH, yaitu curah hujan Musim Kemarau lebih tinggi dari rerata klimatologis) dan 41 ZOM atau 12,0 persen akan mengalami BAWAH NORMAL (MUSIM KEMARAU LEBIH KERING, yaitu curah hujan lebih rendah dari reratanya).

Menghadapi Musim Kemarau 2021, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dodo Gunawan menyatakan, perlu mewaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal dibanding wilayah lainnya seperti di sebagian wilayah Sumatera bagian utara, sebagian kecil Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi.

Peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini juga perlu ditingkatkan untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu di Aceh bagian tengah, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian utara, Sumatera Barat bagian timur, Jambi bagian barat dan timur, Bengkulu bagian utara, Jawa Barat bagian tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, dan Sulawesi Selatan bagian selatan.

Puncak Musim Kemarau 2021 diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2021. Karena itu Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat diharapkan untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, dan rawan terjadi kekurangan air bersih.

Memasuki masa peralihan dari Musim Hujan ke Musim Kemarau Pemerintah Daerah dapat lebih mengoptimalkan penyimpanan air untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan,” tambah Dodo.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, kondisi cuaca pada sepekan ke depan (26 Maret -1 April) masih didominasi hujan ringan di sebagian besar Sumatera bagian utara, tengah, salatan dan timur, sebagian Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi bagian utara, selatan dan tenggara, Maluku bagian utara dan tengah, dan sebagian besar Papua.

Selain itu, masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara , Maluku, Papua dan Papua Barat.

Begitu pula dengan cuaca maritim, menerus Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo masih perlu diwaspadai terutama saat masih terjadi pemanasan di wilayah Indonesia terkait pergerakan semu matahari yang biasanya dapat menurunkan tekanan udara menyebabkan angin sangat kencang dan berpotensi gelombang tinggi utamanya dimasa peralihan dan musim kemarau.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) juga masih perlu diwaspadai dimasa pancaroba karena sering terjadi kondisi ekstrem, kata Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan Edison Kurniawan.

Begitu pula ketika memasuki musim kemarau perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan terutama untuk wilayah Riau, Kalimantan dan Papua karena akan berdampak pada penerbangan akibat kabut asap.

Kepala Pusat Meteorologi Publik Fachri Radjab menyatakan saat ini masih dalam periode peralihan sehingga tetap perlu waspada terhadap cuaca ekstrem.

“Masih perlu diwaspadai terutama di musim pancaroba biasanya terjadi hujan lebat disertai petir, angin puting beliung bahkan ada juga hujan es,” ujar Fachri.[***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Desa Cantik, Begini Harapan Pj Bupati OKI

    Program Desa Cantik, Begini Harapan Pj Bupati OKI

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.547
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat melakukan pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di kantor Bupati OKI, Senin (2/9/2024). Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data statistik di tingkat desa, agar perencanaan pembangunan desa lebih tepat sasaran dan berdaya guna.   […]

  • Visi Besar di Sektor Migas

    Visi Besar di Sektor Migas

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.780
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin [Muba] bersama SKK MIGAS melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Sinergi Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Berkaitan dengan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di Kabupaten Muba di Kantor Pusat SKK Migas, Gedung Wisma Mulia Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021). Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan Muba ingin mewujudkan visi […]

  • Pemkab Muba Kaji Ulang PPPK dan Pegawai BUMD dalam Keanggotaan KORPRI

    Pemkab Muba Kaji Ulang PPPK dan Pegawai BUMD dalam Keanggotaan KORPRI

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Pembahasan Mengenai Kepesertaan dan Besaran Iuran KORPRI Terhadap PPPK dan Karyawan BUMD.Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pj Sekda Muba Musni Wijaya SSos MSi yang diikuti para Pengurus KORPRI dan Kepala Perangkat Daerah Muba, di Ruang Rapat Sekda Muba, Selasa (25/7/2023). Dalam kesempatan itu Pj Sekda Muba […]

  • Dijual Pada Peserta PON, Bahan Bekas Jadi UMKM Menarik

    Dijual Pada Peserta PON, Bahan Bekas Jadi UMKM Menarik

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.398
    • 0Komentar

    DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, memberdayakan masyarakat sekitar dengan melakukan pelatihan untuk membuat sebuah produk kreatif, salah satunya dari bahan bekas pakai. Pelaksana Bidang Industri Disperindag, Mimika, Salma, Sabtu (2/11/2021) mengatakan untuk membuat suatu produk, masyarakat memanfaatkan tempurung kelapa menjadi tempat menyimpan tisu, bingkai foto, dan patung, pajangan, dan sebagainya. “Selain itu, […]

  • Bantu Pasien Butuh Darah, Wagub Ajak Masyarakat Donor Darah

    Bantu Pasien Butuh Darah, Wagub Ajak Masyarakat Donor Darah

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya mengapresiasi kegiatan bakti sosial donor darah yang diselenggarakan oleh UPTB Samsat Palembang 3. Wagub berharap kegiatan bakti sosial donor darah dapat berjalan dengan berkesinambungan dan dapat diikuti oleh    UPTB Samsat lainnya yang ada di  Kabupaten/kota. “Saya sangat mengapresiasi atas digelarnya kegiatan sosial donor darah ini, tapi tidak ada […]

  • Perpustakaan Keliling Muba Layani Peserta di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih

    Perpustakaan Keliling Muba Layani Peserta di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musibanyuasin [Muba] ikut ambil bagian melayani para peserta kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih, Desa Sumber Harum, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba. Apriadi Sekretaris Dinas Perpustakan dan Kearsipan Muba mengatakan, perpustakaan keliling tersebut sengaja melayani kegiatan perkemahan. Diharapkan dengan layanan perpustakaan ini membuat para peserta kemah […]

expand_less
WordPress Archive Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit Biznise – Business Consulting Elementor Template Kit Biztech - Corporate & Consulting Business WordPress Theme Bjorn – Responsive WordPress Personal Blog Theme Blabber – Modern Blog & Magazine Elementor Template Kit Black – Creative Digital Agency WordPress Theme Black Label – Fullscreen Video & Image Background Blackcats – CCTV & Security WordPress Theme