Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » La Nina Bertahan Hingga Mei 2021, 58% Wilayah Zona Musim Terlambat Masuk Musim Kemarau

La Nina Bertahan Hingga Mei 2021, 58% Wilayah Zona Musim Terlambat Masuk Musim Kemarau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
  • visibility 1.072
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperediksikan Musim Kemarau 2021 akan mulai terjadi pada April 2021 di 22,8 persen Zona Musim (ZOM) yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

“BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif. Karena itu, Musim Kemarau 2021 diprediksi akan mulai terjadi pada April 2021,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Kamis (25/3).

Dia mengatakan, April sampai Mei 2021 merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (masa pancaroba) meski sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau namun tidak serentak.

Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas yang terus melemah. Sedangkan pemantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD) diprediksi netral hingga September 2021.

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan, kedatangan musim kemarau umumnya berkait erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif.

Sejumlah wilayah yang akan memasuki Musim kemarau pada April 2021 yaitu untuk wilayah Nusa Tenggara dan Bali, lalu wilayah Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei hingga Juni 2021.

Deputi Bidang Klimatologi Herizal menjelaskan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 22.8 persen diprediksi akan mengawali Musim Kemarau pada April 2021, yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

Kemudian 30.4 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Mei 2021, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua.

Sementara itu, sebanyak 27.5 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua.

Bulan April – Mei merupakan masa peralihan dari Musim Hujan ke Musim Kemarau, oleh karena itu Herizal mengimbau agar perlu diwaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, putting beliung dan potensi hujan es yang biasa terjadi pada periode tersebut.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Kemarau pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Kemarau 2021 di Indonesia diprakirakan MUNDUR pada 197 ZOM (57,6 persen), SAMA pada 97 ZOM (28,4 persen), dan MAJU pada 48 ZOM (14,0 persen).

Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis Akumulasi Curah Hujan Musim Kemarau (periode 1981-2010), maka secara umum kondisi Musim Kemarau 2021 diprakirakan NORMAL atau SAMA dengan rerata klimatologisnya pada 182 ZOM (53,2 persen).

“Musim Kemarau pada tahun 2021 akan datang lebih lambat dengan akumulasi curah hujan yang mirip dengan kondisi Musim Kemarau biasanya. Artinya Musim Kemarau 2021 cenderung normal dan kecil peluang terjadinya kekeringan ekstrem, seperti musim kemarau tahun 2015 dan 2019,” ujar Herizal.

Selanjutnya sejumlah 119 ZOM atau sebanyak 34,8 persen, akan mengalami kondisi kemarau ATAS NORMAL (MUSIM KEMARAU LEBIH BASAH, yaitu curah hujan Musim Kemarau lebih tinggi dari rerata klimatologis) dan 41 ZOM atau 12,0 persen akan mengalami BAWAH NORMAL (MUSIM KEMARAU LEBIH KERING, yaitu curah hujan lebih rendah dari reratanya).

Menghadapi Musim Kemarau 2021, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dodo Gunawan menyatakan, perlu mewaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal dibanding wilayah lainnya seperti di sebagian wilayah Sumatera bagian utara, sebagian kecil Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi.

Peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini juga perlu ditingkatkan untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu di Aceh bagian tengah, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian utara, Sumatera Barat bagian timur, Jambi bagian barat dan timur, Bengkulu bagian utara, Jawa Barat bagian tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, dan Sulawesi Selatan bagian selatan.

Puncak Musim Kemarau 2021 diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2021. Karena itu Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat diharapkan untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, dan rawan terjadi kekurangan air bersih.

Memasuki masa peralihan dari Musim Hujan ke Musim Kemarau Pemerintah Daerah dapat lebih mengoptimalkan penyimpanan air untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan,” tambah Dodo.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, kondisi cuaca pada sepekan ke depan (26 Maret -1 April) masih didominasi hujan ringan di sebagian besar Sumatera bagian utara, tengah, salatan dan timur, sebagian Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi bagian utara, selatan dan tenggara, Maluku bagian utara dan tengah, dan sebagian besar Papua.

Selain itu, masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara , Maluku, Papua dan Papua Barat.

Begitu pula dengan cuaca maritim, menerus Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo masih perlu diwaspadai terutama saat masih terjadi pemanasan di wilayah Indonesia terkait pergerakan semu matahari yang biasanya dapat menurunkan tekanan udara menyebabkan angin sangat kencang dan berpotensi gelombang tinggi utamanya dimasa peralihan dan musim kemarau.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) juga masih perlu diwaspadai dimasa pancaroba karena sering terjadi kondisi ekstrem, kata Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan Edison Kurniawan.

Begitu pula ketika memasuki musim kemarau perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan terutama untuk wilayah Riau, Kalimantan dan Papua karena akan berdampak pada penerbangan akibat kabut asap.

Kepala Pusat Meteorologi Publik Fachri Radjab menyatakan saat ini masih dalam periode peralihan sehingga tetap perlu waspada terhadap cuaca ekstrem.

“Masih perlu diwaspadai terutama di musim pancaroba biasanya terjadi hujan lebat disertai petir, angin puting beliung bahkan ada juga hujan es,” ujar Fachri.[***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba, Sabtu: Bertambah 7 Kasus Sembuh, 4 Positif, 1 Meninggal Dunia

    Update COVID-19 Muba, Sabtu: Bertambah 7 Kasus Sembuh, 4 Positif, 1 Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (28/8/2021) mengkonfirmasikan ada penambahan 7 kasus sembuh, 4 positif, dan 1 meninggal dunia. “Ada penambahan 7 kasus sembuh, 4 positif, dan 1 meninggal dunia per 28 Agustus 2021,” ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus […]

  • Sumsel Janjikan Bonus Untuk Atlet Porwil

    Sumsel Janjikan Bonus Untuk Atlet Porwil

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    SEBELUM diberangkatkan untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) ke-X Tahun 2019, puluhan atlit Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan pembekalan dan motivasi langsung dari Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya  yang diadakan di Wisma Atlit Jakabaring, Sabtu (26/10/2019) malam. Dikesempatan tersebut Mawardi  Yahya  mengharapkan agar para atlit utusan Sumsel yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) […]

  • RI Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ulama se Dunia

    RI Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ulama se Dunia

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    “Kunjungan ke Kabul akan saya gunakan untuk meneguhkan komitmen Indonesia membantu peace building di Afghanistan,”

  • Buka Forum Lintas Perangkat Daerah, Sekda Harapkan Sumsel Maju Untuk Semua

    Buka Forum Lintas Perangkat Daerah, Sekda Harapkan Sumsel Maju Untuk Semua

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda)  Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. S.A. Supriono  tegaskan Forum Lintas Perangkat Daerah dan Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumsel tahun 2023  harus memberikan hasil terbaik bagi pembangunan daerah. “Saya sangat berharap forum ini dapat memberikan sumbangsih yang besar dan terbaik bagi pembangunan daerah di tahun 2023 demi menuju Sumsel Maju […]

  • Resmikan “Puspaga Rumah Cinta” bukti perempuan & anak dapat perhatian serius di Muba, Menteri PPPA apresiasi terbitnya Perda PPA, pesannya jangan hanya jadi dokumen, tapi bisa diimplementasikan untuk tekan angka perkawinan anak

    Resmikan “Puspaga Rumah Cinta” bukti perempuan & anak dapat perhatian serius di Muba, Menteri PPPA apresiasi terbitnya Perda PPA, pesannya jangan hanya jadi dokumen, tapi bisa diimplementasikan untuk tekan angka perkawinan anak

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.482
    • 0Komentar

    MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang juga dikenal sebagai Bintang Puspayoga mengapresiasi bakal  Peraturan Daerah (Perda)  Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Menyusul rancangan ini Pemkab Muba menindaklankuti kerjasama dengan Pengadilan Agama Muba.  Penandatanganan MoU antara Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dengan Ketua […]

  • ASUS hadirkan pendekatan kemitraan Co-Winning untuk percepat transformasi digital di AIoT

    ASUS hadirkan pendekatan kemitraan Co-Winning untuk percepat transformasi digital di AIoT

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TAIPEI, Taiwan,- ASUS  mengumumkan bahwa ASUS IoT, penyedia solusi AIoT global, telah memperkenalkan pendekatan Co-Winning untuk Program Aliansi Mitra ASUS AIoT. Pendekatan baru ini bertujuan untuk merevolusi sektor AI dan IoT dengan model strategis dan keunggulan kolaboratifnya. Dengan kekuatannya dalam perangkat keras dan perangkat lunak AI, kemampuan desain terbaik, dan kualitas produk tepercaya, ASUS […]

expand_less
WordPress Archive Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit Biznise – Business Consulting Elementor Template Kit Biztech - Corporate & Consulting Business WordPress Theme Bjorn – Responsive WordPress Personal Blog Theme Blabber – Modern Blog & Magazine Elementor Template Kit Black – Creative Digital Agency WordPress Theme Black Label – Fullscreen Video & Image Background Blackcats – CCTV & Security WordPress Theme