Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2025: Si Mesin Rahasia Ekraf Jangan Dibiarkan Ngambek!

Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2025: Si Mesin Rahasia Ekraf Jangan Dibiarkan Ngambek!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
  • visibility 938
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau bicara soal kekayaan intelektual (KI), banyak yang masih mikirnya kaya mikir rencana diet penting, tapi sering ditunda-tunda dan ujung-ujungnya cuma jadi wacana sambil ngemil. Padahal, KI itu bukan cuma soal ngurusin hak cipta lagu dangdut atau desain batik, tapi ini adalah mesin emas ekonomi kreatif kita yang kadang dibiarkan mogok gara-gara kurang perhatian.

Nah, di Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2025 yang diadakan Kementerian Hukum bareng Kemenekraf, ternyata ada pameran keren kayak peluncuran POP Hak Cipta e-SEAL 2025 dan penghargaan UMKM yang bikin kita sadar, KI bukan barang mewah, tapi kebutuhan pokok!.

Bayangkan KI itu seperti ayam kampung kalau dirawat dan diberi makan dengan benar, bisa bertelur emas. Tapi kalau dibiarkan begitu saja, ayamnya kurus, telurnya sedikit, hasilnya juga cekak. Negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang sudah lama paham ini. Mereka bukan hanya melindungi KI, tapi juga memolesnya sampai bersinar di panggung global.

Steve Jobs pernah bilang, “Innovation distinguishes between a leader and a follower.” Artinya, inovasi dan perlindungan atas karya cipta adalah pembeda antara jadi pemain utama atau cuma penonton yang bengong.

Di Indonesia, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf, Cecep Rukendi, ngasih wejangan yang cukup ngena buat kita semua, KI bukan cuma untuk dibanggakan di acara seremonial, tapi harus diolah jadi senjata rahasia, agar produk kreatif lokal gak cuma jadi bahan jualan di pasar pagi, tapi bisa laris manis di pasar dunia. Jadi, kalau mau ekonomi kreatif kita meledak kayak kembang api malam tahun baru, harus ada sinergi antara pemerintah, pelaku kreatif, dan masyarakat luas. Gak bisa cuma nyadar pas ada acara doang, lalu abis itu melengos.

Dalam kehidupan sehari-hari, KI itu ibarat ‘benih unggul’ yang kalau ditanam di tanah subur ekosistem kreatif, hasilnya bisa panen raya lapangan kerja dan kesejahteraan. Seperti pepatah lama yang berkata, “Tak ada rotan, akar pun jadi,” kita harus mulai kreatif memanfaatkan KI untuk berbagai sektor, bukan cuma fokus pada yang sudah mainstream.

Contohnya, seperti negara-negara Skandinavia menggabungkan KI dengan teknologi hijau untuk menciptakan inovasi ramah lingkungan yang mendapat apresiasi global.

Namun sayangnya, masih ada yang mikir urus KI itu ribet dan mahal, padahal biaya itu ibarat investasi buat masa depan. Kalau kita malas melindungi karya kita sendiri, jangan heran kalau negara lain yang lebih ‘rajin servis’ bakal nyulik ide kita, terus kita cuma bisa bilang, “Ya sudah, yang penting kan kita sudah buat duluan.” Padahal, kata Albert Einstein, “Creativity is intelligence having fun.” Artinya, kreativitas harus dijaga dan dilindungi supaya bisa terus ‘bermain’ dan berkembang.

Lalu, Tiongkok, meski dikenal sebagai pabrik dunia, Tiongkok kini juga gencar melindungi kekayaan intelektualnya. Mereka mendirikan pengadilan khusus KI dan memperkuat regulasi agar inovasi lokal tidak mudah dijiplak, contohnya, Huawei dan Tencent yang terus bersaing secara global dengan perlindungan KI yang ketat.

Amerika Serikat [AS] punya sistem paten dan hak cipta yang sangat kuat, didukung oleh lembaga seperti USPTO (United States Patent and Trademark Office). Silicon Valley adalah contoh nyata bagaimana perlindungan KI mendorong lahirnya startup raksasa seperti Apple, Google, dan Tesla. Begitupula Jerman, sebagai negara industri maju, Jerman sangat serius soal paten dan perlindungan merek. Mereka punya sistem yang sangat terstruktur untuk melindungi produk teknologi dan manufaktur, sehingga perusahaan otomotif seperti BMW dan Volkswagen bisa mempertahankan keunggulan inovasinya.

Bahkan lebih dekat di Asean, meskipun kecil, Singapura sangat serius mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dengan perlindungan KI yang ketat, serta kebijakan yang mendukung startup dan UMKM kreatif agar bisa bersaing di tingkat regional dan global.

Nah, Jadi KI itu sangat penting untuk dilindungi, karena KI adalah pilar utama yang menopang ekonomi kreatif kita agar bisa jadi raksasa yang gak cuma menggelegar di panggung lokal tapi juga dunia internasional.

Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menyambut dan merawat KI ini seperti merawat pohon beringin yang rindang berdiri kokoh dan memberi naungan bagi banyak generasi kreator. Jangan sampai KI cuma jadi pajangan di ruang rapat, tapi harus menjadi mesin penggerak ekonomi yang sesungguhnya.

Ingat, tanpa perlindungan dan pemanfaatan KI yang maksimal, kita ibarat tukang sulap yang merapal mantra tapi lupa bawa tongkat sihirnya. Yuk, kita jadi kreator cerdas yang pintar mengurus KI, biar karya kita gak cuma viral sehari, tapi abadi sepanjang masa!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Noerdin : Tahun Depan Sumsel Harus Jadi Provinsi Olahraga 

    Alex Noerdin : Tahun Depan Sumsel Harus Jadi Provinsi Olahraga 

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Sumsel juga pernah bersusah payah saat  sidang bersama OCA, sehingga pertama kali terjadi dalam sejarah Asian Games digelar di dua kota, yakni Palembang dan DKI Jakarta.

  • Tidak Sulit, Ini Syarat Membuat Kartu Indentitas Anak

    Tidak Sulit, Ini Syarat Membuat Kartu Indentitas Anak

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    PEMBERIAN kartu identitas pada anak mulai diiniasi oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 untuk menunjukkan negara hadir memuliakan dan mendorong kemandirian anak. Negara juga memberikan perlakuan non diskriminatif bahwa anak memiliki identitasnya sendiri sebagai seorang WNI. Sebelumnya, kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, anak-anak hanya diberikan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran dan dokumen bersama berupa […]

  • Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

    Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Ketika Penjajahan Tidak Lagi Datang dengan Meriam, Tapi Lewat Layar Ponsel HARI  Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya soal menjaga wilayah dan kedaulatan fisik, tetapi juga menjaga cara berpikir masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” terasa sangat […]

  • Mensos Instruksikan Pekerja Sosial Berkontribusi Penanganan Sosial Dampak Covid-19

    Mensos Instruksikan Pekerja Sosial Berkontribusi Penanganan Sosial Dampak Covid-19

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    TANTANGAN dalam pembangunan kesejahteraan sosial kini semakin kuat dan dinamis. Berbagai isu muncul sebagai dampak pandemi Covid-19, di antaranya rasisme, kekerasan, kelaparan, perubahan iklim, ketidakadilan, dan ketidakmerataan. Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan agar pekerja sosial berkontribusi nyata dalam penanganan berbagai tantangan kesejahteraan sosial sebagai dampak pandemi Covid-19. Mensos mengajak pekerja sosial b dan pihak terkait […]

  • Kolaborasi 14 Lembaga Keuagan dengan Dukcapil, Ini Tujuannya 

    Kolaborasi 14 Lembaga Keuagan dengan Dukcapil, Ini Tujuannya 

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.811
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng 14 Lembaga Keuangan guna peningkatan layanan kepada nasabah. 14 Lembaga keuangan tersebut melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Kerja sama ini dilakukan untuk akses pemanfaatan Nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan, dan KTP elektronik (KTP-el). Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh perwakilan pemimpin perusahaan […]

  • Resep Ikan Asin Kuah Santan, Gurih Pedas dengan Bumbu Sederhana yang Bikin Rasanya Naik Kelas

    Resep Ikan Asin Kuah Santan, Gurih Pedas dengan Bumbu Sederhana yang Bikin Rasanya Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ikan asin tidak harus selalu digoreng sampai kering. Dengan santan dan racikan bumbu sederhana, ikan asin bisa diolah menjadi lauk berkuah yang gurih, pedas, dan aromanya lebih kaya. Cara membuatnya pun tidak rumit. Yang perlu diperhatikan justru saat mengolah ikan asin dan santannya, supaya rasa asin tetap pas dan kuah tidak pecah. Bahan-bahan […]

expand_less
WordPress Archive Wpcast – Audio Podcast WordPress Theme WpCasterPro – Podcast WordPress Theme WPCLOUD – Creative One-Page Theme WPCode Pro – WordPress Code Snippets Plugin Wpcomomatic WordPress.com To WordPress Automatic Cross-Poster Plugin for WordPress WPCool – Notifications from CF7, WooCommerce to WhatsApp, Telegram, Discord WPCS – WordPress Currency Switcher Professional – Multi Currency wpDataTables – Tables and Charts Manager for WordPress wpDiscuz – Ads Manager wpDiscuz – Advanced Likers