Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika Penjajahan Tidak Lagi Datang dengan Meriam, Tapi Lewat Layar Ponsel

HARI  Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya soal menjaga wilayah dan kedaulatan fisik, tetapi juga menjaga cara berpikir masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” terasa sangat relevan di tengah perkembangan media sosial yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam upacara peringatan Harkitnas di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan, sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Dr. Apriyadi, M.Si menegaskan  ancaman bangsa kini telah bergeser menuju perang informasi, literasi digital, dan tantangan transformasi teknologi. Pernyataan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan gambaran nyata tentang kondisi yang sedang dihadapi Indonesia hari ini.

Media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Informasi bergerak sangat cepat tanpa batas ruang dan waktu. Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan komunikasi hingga akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, ruang digital juga membawa persoalan serius seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, judi online, penipuan digital, hingga budaya instan yang memengaruhi pola pikir generasi muda.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penjajahan modern tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Pengaruh negatif dapat masuk melalui layar ponsel yang setiap hari digunakan masyarakat. Tanpa disadari, media sosial perlahan mengubah cara berpikir, cara berkomunikasi, bahkan cara masyarakat memahami kebenaran.

Saat ini masyarakat sering lebih cepat percaya pada potongan video singkat dibandingkan informasi yang memiliki dasar data dan kajian yang jelas. Ruang digital juga dipenuhi perdebatan yang tidak sehat, provokasi, dan informasi yang belum tentu benar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi digital masih menjadi pekerjaan besar bagi Indonesia.

Padahal literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi atau media sosial. Literasi digital mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

Pemerintah memang terus memperluas pembangunan infrastruktur digital, termasuk jaringan internet hingga ke berbagai daerah. Namun pembangunan teknologi seharusnya juga diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kemajuan digital tanpa kesiapan mental dan literasi masyarakat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Beberapa negara telah menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tantangan tersebut.

Di Finlandia, pendidikan literasi media diajarkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak mampu membedakan informasi benar dan hoaks. Sementara Jepang tetap menjaga etika dan budaya disiplin di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat.

Kemudian Korea Selatan mulai serius menangani persoalan kecanduan digital pada remaja sebagai dampak perkembangan internet. Sedangkan Singapura memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap penyebaran informasi palsu demi menjaga stabilitas sosial.

Budaya viral

Indonesia tentu memiliki tantangan dan karakter yang berbeda. Namun pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa pembangunan digital harus dibarengi dengan pendidikan karakter, literasi, dan penguatan etika masyarakat.

Tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan arah dan pola pikir. Budaya viral dan keinginan serba instan membuat banyak anak muda lebih mengejar popularitas dibanding proses pembelajaran. Akibatnya, muncul generasi yang mudah terpengaruh, mudah terprovokasi, dan kurang memiliki daya tahan dalam menghadapi realitas kehidupan.

Karena itu, menjaga generasi muda hari ini tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Orang tua, sekolah, pemerintah, media, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

Orang tua perlu hadir mendampingi anak dalam menggunakan media sosial. Sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Media juga harus lebih bertanggung jawab dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan tidak hanya mengejar sensasi.

Pemerintah pun perlu menjadikan literasi digital sebagai gerakan nasional yang benar-benar menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah, bukan sekadar program seremonial.

Harkitnas 2026 seharusnya menjadi momentum refleksi bahwa kebangkitan bangsa di era modern tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga akal sehat, persatuan, dan etika di tengah derasnya arus informasi.

Sebab bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara digital, tetapi bangsa yang masyarakatnya tetap mampu berpikir jernih, menghargai perbedaan, dan bijak menggunakan teknologi demi masa depan generasi berikutnya.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Final Liga Champions x OPPO: Teknologi, Tendangan & Tersenyum Bareng Avatar

    Final Liga Champions x OPPO: Teknologi, Tendangan & Tersenyum Bareng Avatar

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Final Liga Champions UEFA 2024/25 meledak macam petasan lebaran di Munich Football Arena tanggal 31 Mei kemarin. Tapi jangan salah, selain duel panas-panasan di lapangan, OPPO, sang sponsor resmi Smartphone Liga Champions (tiga tahun berturut-turut cuy!), juga ngeluarin jurus andalan teknologi canggih dan aksi sosial yang bikin sepak bola makin kece baik di […]

  • Pesan Bupati Muba untuk Warga Desa Lais

    Pesan Bupati Muba untuk Warga Desa Lais

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –   Usai sholat berjamaah di Masjid Al-Huriyah, dan makan siang bersama Warga Desa Lais, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba. Bupati Muba Dodi Reza Alex tak lupa berpesan. Menurutnya peran serta masyarakat termasuk Warga Lais ia hargai, apalagi turut serta dan ikut mentaati, mengawasi pelaksanaan implementasi Perda Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pesta […]

  • Bocah-Bocah Ajaib Menuju Timnas

    Bocah-Bocah Ajaib Menuju Timnas

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    BAYANGKAN, 34 bocah kelahiran 2009 sedang berdiri berjejer dengan sepatu bola mengkilap, rambut dibelah rapi, dan wajah setegang anak kelas 6 mau sunat massal, mereka bukan lagi anak-anak yang main bola pake sendal jepit di lapangan becek belakang rumah. Mereka calon Garuda Muda, yang akan bertarung di Piala Asia U17 2026. Namun sebelum bisa terbang […]

  • Pembicara Kuliah Umum, Mensos: Ada Tiga Strategi Hasilkan SDM Profesional Pekerjaan Sosial

    Pembicara Kuliah Umum, Mensos: Ada Tiga Strategi Hasilkan SDM Profesional Pekerjaan Sosial

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial RI terus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di bidang pekerjaan sosial, seiring dengan tuntutan zaman dan perkembangan era revolusi industri 4.0. “Percepatan pengembangan SDM unggul bidang pekerja sosial profesional, setidaknya bisa dilakukan dengan tiga strategi,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini saat jadi pembicara pada Kuliah Umum di Kampus Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) […]

  • Respon masyarakat Desa Lumpatan atas bantuan bansos sembako dari Pemkab Muba

    Respon masyarakat Desa Lumpatan atas bantuan bansos sembako dari Pemkab Muba

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ratusan paket sembako bantuan sosial (bansos) dan sejumlah uang diboyong Pj. Apriyadi Mahmud, Ahad (31/3/2024) siang, di Gedung Sorga Balai Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu. Ratusan warga pra sejahtera tampak sangat bahagia menyambut kedatangan Apriyadi yang merupakan putra daerah asli Muba dari Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan itu. “Alhamdulillah pak kami sangat […]

  • Ingat ! Pilkades Serentak OKI 2021, Protokes Wajib Dijalankan,Begini Juga Pesan Wabup 

    Ingat ! Pilkades Serentak OKI 2021, Protokes Wajib Dijalankan,Begini Juga Pesan Wabup 

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir akan laksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dimulai pada 12 Oktober  2021 mendatang. Sebanyak 156 desa akan melaksanakan Pilkades tersebut dengan mendisiplinkan penerapan Protokol Kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Pelaksanaan Pilkades yang sempat tertunda direncanakan akan dimulai pada 12 Oktober mendatang. Pilkades ini merupakan putaran kedua tahap pertama […]

expand_less
WordPress Archive Elementor Extras Elementor Header Footer Builder – Addon Elementor Off Canvas Menu plugin Elementor Page Builder Addons Bundle Elementor Post grid, List , Carousel Slider Elementor PRO GPL WordPress Page Builder + Pro Templates [Working] Elementor – Super Team Elementor Tabs addon, widget Elementor Team Card Elementor Timeline Addon