Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Rinjani Memeluk Turis Brasil, Kisah Duka, Jurang & Cinta Jatuh Terlalu Dalam

Rinjani Memeluk Turis Brasil, Kisah Duka, Jurang & Cinta Jatuh Terlalu Dalam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 704
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Naik gunung itu bukan cuma perkara kaki yang kuat, tapi juga hati yang siap, karena kadang, alam bukan sedang marah, kita saja yang terlalu gegabah”.

BEGITULAH, kisah duka menyayat datang dari atap Lombok, Gunung Rinjani, yang katanya jadi tempat paling romantis buat menikmati sunrise, tapi juga diam-diam menyimpan tebing curam dan sunyi yang mematikan.

Korbanya adalah JDSP (27), pemuda asal Brasil yang mungkin datang ke Indonesia dengan semangat petualangan, asanya spiritual, atau sekadar ingin menjajal jalur pendakian eksotis yang viral di TikTok. Namun takdir berkata lain, dia terjatuh ke jurang sedalam 600 meter lebih dalam dari utang negara, dan tentu saja lebih menyakitkan.

Peristiwa ini bukan kisah tentang orang yang ceroboh, tetapi tentang bagaimana alam bisa menjadi peluk hangat sekaligus pelajaran pahit bagi kita yang sering merasa tak terkalahkan.

Kadang, manusia terlalu percaya bahwa semua bisa diatasi dengan aplikasi dan kamera aksi. Padahal, medan Rinjani tak bisa dikompromi dengan lensa wide atau filter Instagram.

Bayangkan jenazah JDSP harus dievakuasi dari dasar jurang oleh tim SAR gabungan, dengan upaya penuh drama yang bahkan sinetron kolosal pun akan minder.

Ada tebing, ada badai, dan ada harapan tipis yang dipaksakan untuk tetap hidup. Tapi pada akhirnya, mereka berhasil membawa jasad sang pendaki ke Pelawangan, tempat aman di jalur pendakian, sebelum dibawa turun ke Sembalun.

Satyawan Pudyatmoko, Dirjen KSDAE, menyampaikan duka cita dari Kementerian Kehutanan, kita hargai itu. Tapi dalam hati, kita juga bertanya kenapa tiap tahun ada saja yang jatuh? Apa yang salah, gunungnya, pendakinya, atau sistem perizinannya?

Gunung bukan tempat bermain dadu. Tapi sayangnya, banyak pendaki yang datang cuma modal nekat dan playlist Spotify. Bawa kemeja flanel dan sandal gunung, tapi lupa bahwa di atas sana tak ada warung kopi dan sinyal WhatsApp. Kalau kata pepatah “Air tenang menghanyutkan, gunung tenang bisa menjatuhkan”.

Kementerian bilang akan memperbaiki sarana prasarana. Bagus, tapi semoga bukan cuma tambal-tambal jalur dan pasang plang peringatan dengan font Comic Sans.

Edukasi keselamatan harus dimasifkan, simulasi evakuasi harus dibuat rutin, dan para pendaki pemula harus bisa membedakan antara naik gunung dan jalan-jalan ke mal.

Ini bukan perkara nasionalisme, ini perkara nyawa. Gunung memang tempat yang indah, dan indah itu bukan berarti aman. Cinta pun bisa beracun kalau berlebihan, apalagi cinta pada puncak gunung.

Kita semua suka menantang batas diri, tapi jangan sampai malah menantang batas hidup. Gunung boleh tinggi, tapi jangan sampai ego kita lebih tinggi dari itu.

Dan buat para pendaki, baik yang baru coba-coba maupun yang sudah punya jaket gunung berpulu -puluh, ingatlah bahwa di atas sana tak ada tombol undo. Kaki boleh gagah, tapi keputusan konyol tak bisa dicuci bersih oleh likes dan views.

Terakhir, untuk JDSP, kami tidak mengenalmu secara pribadi, tapi kami bisa merasakan hangatnya semangatmu dari jauh. Perjalananmu berakhir di Rinjani, tapi mungkin jiwamu kini berjalan tenang, di tempat yang lebih damai dari segala puncak, karena dalam setiap pendakian, tujuan utamanya bukan puncak… tapi pulang, dan tidak semua yang jatuh, sempat kembali.

Dan untuk kita yang masih bisa rebahan di kasur empuk sambil baca berita ini, mari kita jujur terkadang kita terlalu percaya diri, merasa bahwa ransel mahal dan sepatu kekinian bisa menaklukkan alam.

Padahal, gunung tak pernah janji akan ramah pada siapa pun. Oleh karena itu, sebelum berangkat mendaki, siapkan bukan cuma fisik dan logistik, tapi juga kesadaran bahwa pulang ke rumah jauh lebih penting daripada sekadar pamer selfie di Pelawangan, sebab  ujung-ujungnya, yang ditunggu keluarga itu bukan fotomu di atas awan, tapi dirimu yang masih bisa bilang, “Aku sampai rumah, Ma”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hingga Pertengahan Tahun, Ekspor Industri Terus Meningkat

    Hingga Pertengahan Tahun, Ekspor Industri Terus Meningkat

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    INDUSTRI pengolahan terus menunjukkan kinerja positif dengan meningkatnya capaian ekspor di tengah tahun pertama 2021. Pada periode Januari-Juni 2021, pengapalan sektor tersebut mencapai USD81,07 Miliar, meningkat 33,45 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (y-o-y). Pada semester I 2021 ini, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar hingga 78,80 persen dari total ekspor nasional yang mencapai […]

  • Mulut Manis, Enak Didengar, Tapi Belum Tentu Bisa Dipercaya

    Mulut Manis, Enak Didengar, Tapi Belum Tentu Bisa Dipercaya

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada orang yang kalau bicara rasanya selalu enak didengar. Tidak kasar, tahu kapan memuji, tahu bagaimana membuat lawan bicara merasa dihargai. Bahkan ketika meminta sesuatu, kata-katanya bisa membuat kita sulit berkata tidak. Orang seperti ini biasanya disebut mulut manis. Istilahnya sederhana dan mungkin sudah sangat akrab di telinga kita. Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa […]

  • Dirjen Bimas Islam Harapkan PTQ Perkuat Moderasi Beragama, Apalagi Saat Covid

    Dirjen Bimas Islam Harapkan PTQ Perkuat Moderasi Beragama, Apalagi Saat Covid

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 679
    • 0Komentar

    PALEMBANG menjadi tuan rumah Final Pekan Tilawatil Quran (PTQ) Radio Republik Indonesia (RRI) Tingkat Nasional ke-51 pada 1-4 Mei 2021. Kegiatan ini dibuka Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Griya Agung Palembang, dan dihadiri antara lain Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Prof H. Kamaruddin Amin, MA, para Walikota dan Bupati se-Sumsel, Direktur Utama […]

  • Kejari Kota Pagaralam Kembali Seret Tiga Tersangka Kasus Pagar Makam

    Kejari Kota Pagaralam Kembali Seret Tiga Tersangka Kasus Pagar Makam

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    PENGEMBANGAN kasus korupsi pembangunan Pagar Makam tahun anggaran 2017 Kota Pagaralam terus berlanjut. Hal ini terbukti dengan kembali tiga orang ditetapkanya tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari), Selasa, (21/7/2020) Ketiga tersangka ini berinsial F yang diketahui bertindak sebagai konsultan pembangunan, kemudian K dan T keduanya merupakan pihak ketiga atau pemborong pembangunan pagar makam tersebut. “Ya hari […]

  • Dinkes Muba Bekali Puluhan Sopir Ambulans Pada Situasi Darurat

    Dinkes Muba Bekali Puluhan Sopir Ambulans Pada Situasi Darurat

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Sebanyak 32 orang sopir Ambulans di Kabupaten Muba mengikuti pelatihan guna meningkatkan kapasitas sopir ambulans dalam situasi kedaruratan, di Hotel Grand Ranggonang Sekayu, Selasa (24/10/2023). Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS. Dalam arahannya dr Azmi mengatakan, ambulans adalah suatu kendaraan atau alat transportasi untuk mendatangi, […]

  • Murah Tapi Merusak Pasar, Kenapa Rokok Ilegal Harus Dibasmi Habis?

    Murah Tapi Merusak Pasar, Kenapa Rokok Ilegal Harus Dibasmi Habis?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.571
    • 0Komentar

    MASALAH rokok ilegal bukan soal asapnya, tapi efek sampingnya, sudah pasti yang utama merusak harga, mematikan usaha resmi, dan menggerogoti penerimaan negara sehingga pemusnahan jutaan batang rokok ilegal di Palembang, Jumat kemarin lebih mirip langkah penyelamatan pasar ketimbang sekadar penegakan hukum. Di Aula Kantor Bea dan Cukai Palembang, ribuan dus barang ilegal yang selama ini […]

expand_less
WordPress Archive YITH Petshopper | E-Commerce Theme for Pets Products YITH Point of Sale for WooCommerce YITH Pre-Order for WooCommerce Premium YITH Product Description in Loop for WooCommerce YITH Product Shipping for WooCommerce Premium YITH Product Size Charts for WooCommerce Premium YITH Quick Order Forms for WooCommerce Premium YITH Remy | Food and Restaurant WordPress Theme YITH Socute | Multi-Purpose E-Commerce Theme YITH Stripe Connect for WooCommerce Premium