Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Rinjani Memeluk Turis Brasil, Kisah Duka, Jurang & Cinta Jatuh Terlalu Dalam

Rinjani Memeluk Turis Brasil, Kisah Duka, Jurang & Cinta Jatuh Terlalu Dalam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 740
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Naik gunung itu bukan cuma perkara kaki yang kuat, tapi juga hati yang siap, karena kadang, alam bukan sedang marah, kita saja yang terlalu gegabah”.

BEGITULAH, kisah duka menyayat datang dari atap Lombok, Gunung Rinjani, yang katanya jadi tempat paling romantis buat menikmati sunrise, tapi juga diam-diam menyimpan tebing curam dan sunyi yang mematikan.

Korbanya adalah JDSP (27), pemuda asal Brasil yang mungkin datang ke Indonesia dengan semangat petualangan, asanya spiritual, atau sekadar ingin menjajal jalur pendakian eksotis yang viral di TikTok. Namun takdir berkata lain, dia terjatuh ke jurang sedalam 600 meter lebih dalam dari utang negara, dan tentu saja lebih menyakitkan.

Peristiwa ini bukan kisah tentang orang yang ceroboh, tetapi tentang bagaimana alam bisa menjadi peluk hangat sekaligus pelajaran pahit bagi kita yang sering merasa tak terkalahkan.

Kadang, manusia terlalu percaya bahwa semua bisa diatasi dengan aplikasi dan kamera aksi. Padahal, medan Rinjani tak bisa dikompromi dengan lensa wide atau filter Instagram.

Bayangkan jenazah JDSP harus dievakuasi dari dasar jurang oleh tim SAR gabungan, dengan upaya penuh drama yang bahkan sinetron kolosal pun akan minder.

Ada tebing, ada badai, dan ada harapan tipis yang dipaksakan untuk tetap hidup. Tapi pada akhirnya, mereka berhasil membawa jasad sang pendaki ke Pelawangan, tempat aman di jalur pendakian, sebelum dibawa turun ke Sembalun.

Satyawan Pudyatmoko, Dirjen KSDAE, menyampaikan duka cita dari Kementerian Kehutanan, kita hargai itu. Tapi dalam hati, kita juga bertanya kenapa tiap tahun ada saja yang jatuh? Apa yang salah, gunungnya, pendakinya, atau sistem perizinannya?

Gunung bukan tempat bermain dadu. Tapi sayangnya, banyak pendaki yang datang cuma modal nekat dan playlist Spotify. Bawa kemeja flanel dan sandal gunung, tapi lupa bahwa di atas sana tak ada warung kopi dan sinyal WhatsApp. Kalau kata pepatah “Air tenang menghanyutkan, gunung tenang bisa menjatuhkan”.

Kementerian bilang akan memperbaiki sarana prasarana. Bagus, tapi semoga bukan cuma tambal-tambal jalur dan pasang plang peringatan dengan font Comic Sans.

Edukasi keselamatan harus dimasifkan, simulasi evakuasi harus dibuat rutin, dan para pendaki pemula harus bisa membedakan antara naik gunung dan jalan-jalan ke mal.

Ini bukan perkara nasionalisme, ini perkara nyawa. Gunung memang tempat yang indah, dan indah itu bukan berarti aman. Cinta pun bisa beracun kalau berlebihan, apalagi cinta pada puncak gunung.

Kita semua suka menantang batas diri, tapi jangan sampai malah menantang batas hidup. Gunung boleh tinggi, tapi jangan sampai ego kita lebih tinggi dari itu.

Dan buat para pendaki, baik yang baru coba-coba maupun yang sudah punya jaket gunung berpulu -puluh, ingatlah bahwa di atas sana tak ada tombol undo. Kaki boleh gagah, tapi keputusan konyol tak bisa dicuci bersih oleh likes dan views.

Terakhir, untuk JDSP, kami tidak mengenalmu secara pribadi, tapi kami bisa merasakan hangatnya semangatmu dari jauh. Perjalananmu berakhir di Rinjani, tapi mungkin jiwamu kini berjalan tenang, di tempat yang lebih damai dari segala puncak, karena dalam setiap pendakian, tujuan utamanya bukan puncak… tapi pulang, dan tidak semua yang jatuh, sempat kembali.

Dan untuk kita yang masih bisa rebahan di kasur empuk sambil baca berita ini, mari kita jujur terkadang kita terlalu percaya diri, merasa bahwa ransel mahal dan sepatu kekinian bisa menaklukkan alam.

Padahal, gunung tak pernah janji akan ramah pada siapa pun. Oleh karena itu, sebelum berangkat mendaki, siapkan bukan cuma fisik dan logistik, tapi juga kesadaran bahwa pulang ke rumah jauh lebih penting daripada sekadar pamer selfie di Pelawangan, sebab  ujung-ujungnya, yang ditunggu keluarga itu bukan fotomu di atas awan, tapi dirimu yang masih bisa bilang, “Aku sampai rumah, Ma”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Disarankan Tidak Menunda Vaksinasi Karena Kekhawatiran Varian Baru Covid-19

    Masyarakat Disarankan Tidak Menunda Vaksinasi Karena Kekhawatiran Varian Baru Covid-19

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    MUNCULNYA varian baru virus Covid-19 diyakini tidak akan mempengaruhi efektifitas vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Karena jika salah satu vaksin yang ada terbukti kurang efektif terhadap 1 atau lebih varian, maka hal itu akan menjadi dasar perbaikan komposisi vaksin untuk melindungi dari varian tersebut secara spesifik. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan vaksin […]

  • Bikin Bangga Negara, Barbie Made in Kendal Sumbang Dollar

    Bikin Bangga Negara, Barbie Made in Kendal Sumbang Dollar

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dulu Indonesia  cuma bangga punya boneka kayu buatan kakek di pojokan dapur, sekarang boneka made in Kendal udah mejeng di rak Walmart Amerika Serikat. Mainan anak ini ternyata nggak cuma bisa bikin anak kecil ketawa, tapi juga bikin ekonomi kita senyum-senyum sendiri, soalnya ekspornya makin moncer, cuannya makin lancar, dan dunia pun mulai […]

  • Gaji ASN & Honor di Pemrov Sumsel Terancam Molor Dibayar, Apa Masalahnya ?

    Gaji ASN & Honor di Pemrov Sumsel Terancam Molor Dibayar, Apa Masalahnya ?

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    GAJI ASN, Gubernur/Wakil Gubernur Prov. Sumsel terancam molor pembayarannya menyusul penetapan KUA/PPS anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumsel tahun 2020 molor dari waktu yang ditetapkan. Bahkan penundaan gaji bagi Gubernur dan Wagub, ASN serta honorer di lingkungan Pemprov Sumsel bisa selama 6 bulan kedepan. Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati mengatakan, hingga sekarang RAPBD Sumsel tahun 2020 […]

  • Libur Lebaran Kasus COVID Melonjak, Ini Harus Menjadi Pembelajaran

    Libur Lebaran Kasus COVID Melonjak, Ini Harus Menjadi Pembelajaran

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    MELONJAKNYA kasus aktif COVID-19 di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah dapat diprediksi sebelumnya bahwa ketika ada hari libur panjang, maka pasti kemudian diikuti dengan adanya peningkatan kasus COVID-19. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini mencatat setidaknya ada delapan Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan […]

  • Ruang Bersama Indonesia Baru Dimulai di 8 Kelurahan, Target Palembang 107

    Ruang Bersama Indonesia Baru Dimulai di 8 Kelurahan, Target Palembang 107

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ruang Bersama Indonesia dimulai dari delapan kelurahan di Kota Palembang yang ditetapkan sebagai pilot project. Namun, program ini tidak hanya  pada delapan wilayah saja menyusul  Pemerintah Kota Palembang menargetkan konsep serupa dapat diterapkan di seluruh 107 kelurahan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, delapan kelurahan dipilih menjadi percontohan merupakan langkah awal untuk membangun […]

  • Tingkatkan Kinerja Pramuka dari Gugusdepan

    Tingkatkan Kinerja Pramuka dari Gugusdepan

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.370
    • 0Komentar

    KWARTIR Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Palembang melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2022 di Gedung Aula Kwarcab, kemarin. Dalam hasil rapat tersebut, Sekertaris Kwarcab Palembang, H. Edison. Sos, Kwartir dapat mensinkronisasi program kerja dapat berjalan lancar. “Apa yang sudah kita programkan dan direncanakan bisa berjalan sinkron dengan peningkatan aktifitas,” kata Edison usai memimpin Raker […]

expand_less
WordPress Archive YITH Petshopper | E-Commerce Theme for Pets Products YITH Point of Sale for WooCommerce YITH Pre-Order for WooCommerce Premium YITH Product Description in Loop for WooCommerce YITH Product Shipping for WooCommerce Premium YITH Product Size Charts for WooCommerce Premium YITH Quick Order Forms for WooCommerce Premium YITH Remy | Food and Restaurant WordPress Theme YITH Socute | Multi-Purpose E-Commerce Theme YITH Stripe Connect for WooCommerce Premium