Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Saat K-Pop Menggelitik Otak Gen Z, Bukan Sekadar Joget

Saat K-Pop Menggelitik Otak Gen Z, Bukan Sekadar Joget

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 506
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika konser berubah jadi ruang belajar tanpa papan tulis

DI kawasan PIK 2, Tangerang akhir pekan lalu, suasana Nusantara International Convention Exhibition (NICE) mendadak berubah. Lampu warna-warni menyala seperti pelangi yang lagi mode pesta, bass berdentum sampai ke dada, dan ribuan anak muda berteriak seirama.

Dari kejauhan, ini tampak seperti konser biasa, ada joget, ada ponsel terangkat, ada teriakan histeris yang kalau direkam bisa bikin kaca pecah. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, malam itu bukan sekadar soal hiburan. Ada sesuatu yang bekerja senyap, tapi serius karena otak Generasi Z sedang dilatih tanpa mereka sadari.

Di tengah gegap gempita HUG K-Pop Concert K-Life & K-Live Indonesia, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, melontarkan satu pernyataan yang sekilas terdengar kalem, tapi isinya tajam.

Musik, kata dia, tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkaitan dengan sains, cara kerja otak, dan pengembangan kreativitas generasi muda. Konser, menurutnya, bisa menjadi ruang pembelajaran yang relevan sekaligus berdampak.

Kalau diterjemahkan nonton konser itu istilahnya bukan buang-buang waktu, itu bisa jadi sekolah tanpa papan tulis.

Pernyataan ini menarik, karena selama ini konser sering diposisikan sebagai kegiatan “setelah semua kewajiban selesai”. Seolah-olah hiburan adalah lawan dari belajar.

Padahal, secara ilmiah, musik justru salah satu stimulan paling efektif untuk otak manusia, ritme, nada, dan emosi yang dibawa musik memicu dopamin zat kimia yang bikin manusia merasa senang, fokus, dan betah berlama-lama.

Itulah sebabnya anak muda bisa hafal lirik lagu idola sampai detail napasnya, tapi sering lupa naro kunci motor. Bukan karena ceroboh, tapi karena otaknya sedang bekerja di jalur yang ia sukai. Otak, kalau sudah senang, belajarnya lebih cepat.

Konser K-Pop, kalau mau jujur, adalah ruang kelas paling ramah mental yang pernah ada. Tidak ada absen, tidak ada ujian, tidak ada dosen killer.

Yang ada panggung megah, tata cahaya presisi, sound system canggih, dan ratusan orang di balik layar yang bekerja dengan disiplin tingkat tinggi. Semua itu adalah pelajaran hidup yang nyata.

Coba lihat satu pertunjukan saja. Di balik satu lagu berdurasi tiga menit, ada latihan berbulan-bulan. Di balik satu gerakan koreografi yang terlihat santai, ada hitungan detik yang ketat.

Di balik satu sorot lampu itu, ada teknisi yang kerjanya pakai stopwatch, bukan perasaan, ini bukan sulap, namun industri kreatif yang serius.

Nah, itu letak cerdasnya, semua pelajaran ini masuk ke kepala penonton tanpa ceramah. Anak muda belajar sambil joget. Otak bekerja sambil senyum. Tidak terasa seperti belajar, tapi justru itu yang bikin ilmunya nempel.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam kesempatan yang sama menegaskan kolaborasi Indonesia dan Korea melalui konser ini mencerminkan arah pengembangan ekonomi kreatif yang terbuka dan berorientasi global.

Ia menyebut ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan di mana kerja sama lintas negara menjadi kunci untuk membuka akses pasar dan memperluas jejaring.

“Kita ingin Indonesia tampil sebagai inspirator dan pemimpin di panggung global,” ujar Irene dalam rilis di laman resmi ekraf.

Pernyataan ini penting, karena menunjukkan  konser bukan berdiri sendiri sebagai hiburan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem kreatif yang sehat.

Kalau digabungkan dengan pernyataan Stella Christie, musik bukan cuma soal panggung, tapi soal masa depan.

Etalase hidup

Bagi Generasi Z, konser seperti ini adalah etalase hidup, mereka melihat langsung bagaimana kreativitas dikelola secara profesional. Bagaimana ide liar bisa menjadi produk bernilai ekonomi.

Bagaimana kerja tim, konsistensi, dan disiplin menentukan kualitas karya, ini pelajaran yang sulit didapat hanya dari buku teks.

Tak sedikit anak muda yang awalnya datang sebagai penonton, lalu pulang dengan rasa ingin tahu. Ada yang mulai tertarik pada dunia audio, visual, produksi konten, hingga manajemen hiburan. Dari sekadar fans, pelan-pelan naik level jadi kreator, dari penikmat, menjadi pelaku.

Inilah mengapa konser bisa menjadi ruang belajar non-formal yang efektif. Emosi yang terlibat membuat otak menyimpan pengalaman lebih lama. Ketika senang, otak membuka pintu lebih lebar, dan musik, dengan segala kekuatannya, tahu persis cara mengetuk pintu itu.

Kolaborasi lintas negara yang terwujud dalam konser ini juga memberi pelajaran lain, industri kreatif tidak mengenal batas geografis. Korea sudah lama membuktikan bahwa budaya populer bisa menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi.

Indonesia, dengan talenta melimpah dan pasar besar, sebenarnya punya peluang yang sama. Tantangannya bukan pada kekurangan ide, tapi pada keberanian membangun ekosistem yang konsisten.

Bukan cuma bikin acara, tapi memastikan ada keberlanjutan. Bukan cuma ramai semalam, tapi berdampak jangka panjang. Bagi Generasi Z, konser bukan sekadar tempat kabur dari penat.

Ia bisa menjadi ruang aman untuk bermimpi. Tempat melihat  hobi bisa naik kelas jadi profesi. Bahwa masa depan tidak selalu dimulai dari ruang kelas ber-AC, tapi kadang dari panggung dengan lampu menyilaukan dan suara yang bikin dada bergetar.

Jadi, lain kali kalau ada yang nyeletuk, “Ngapain sih nonton konser? Buang-buang waktu,” jawab saja santai, lagi nyekolahin otak. Karena dibalik teriakan dan jogetan, ada proses belajar yang sunyi tapi serius. Otak bekerja, kreativitas tumbuh, dan masa depan mulai disusun pelan-pelan.

Dan seperti pepatah lama yang masih relevan di era lightstick dan LED raksasa sambil menyelam, minum air. Sekali joget dapat hiburan, sekali teriak dapat pelajaran, siapa tahu pulangnya membawa mimpi yang lebih besar dari sekadar lagu favorit. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur : Utusan   Sumsel  Mesti Jadi Tauladan Bagi Daerah Lain

    Gubernur : Utusan Sumsel Mesti Jadi Tauladan Bagi Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru melepas peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dari PWNU Sumsel dan PCNU Kab/Kota se Sumsel untuk mengikuti kegiatan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung 22-23 Desember. Selain istiqomah, gubernur juga berpesan kepada peserta ini untuk menjaga nama baik daerah. Menurut Bapak Rumah Tahfidz tersebut, sebagai provinsi yang tertua Provinsi Sumsel tentu […]

  • Pasar murah ke -25 di OKI, Sampoerna Agro ikut ambil bagian, ini kata Pj. Bupati

    Pasar murah ke -25 di OKI, Sampoerna Agro ikut ambil bagian, ini kata Pj. Bupati

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kembali menggelar pasar murah  melalui program Perjaka (Perusahaan Jaga Keterjangkauan Harga) kali ini PT Sampoerna Agro dan pegawai BPS OKI ambil bagian dengan mensubsidi sebanyak 1.000 paket beras murah dan 1.000 paket pangan murah “Terimakasih kepada PT. Sampoerna Agro, Tbk yang telah memberikan […]

  • Ingat, Menhub Mau Hadiri Talkshow di Muba

    Ingat, Menhub Mau Hadiri Talkshow di Muba

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Talkshow bertema Kinerja Empat tahun Kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo terkait transportasi di Indonesia, di Muba rencananya akan digelar pada 17 Nopember 2018. Acara tersebut rencananya juga akan dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. “Menteri Perhubungan RI nanti dijadwalkan tiba di Kabupaten Muba pada Pukul 13:00 WIB, Hari Sabtu 17 […]

  • Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

      MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan kemerdekaan pers di era pascareformasi memiliki landasan yang semakin kuat karena adanya pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah sebagai bentuk penerapan hak asasi dan demokrasi. Bahkan menurutnya tidak ada lagi pengekangan terhadap pers. “Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah diberi sisanya, sedikit, untuk mengatur. Nah […]

  • Prov. Sumsel Terima Bantuan APD Hasil Karya Pelajar SMK Sumsel 

    Prov. Sumsel Terima Bantuan APD Hasil Karya Pelajar SMK Sumsel 

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyerahkan bantuan hand sanitizer, masker, bilik sanitizer, wastafel cuci tangan yang diproduksi sendiri. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru di Halaman Kantor Gubernur Sumsel (30/3) Senin Pagi. Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru mengucapkan terimakasih atas tingkat kepedulian masyarakat yang begitu […]

  • Penambang cryptocurrency pertama dengan Plug-and-Play terintegrasi

    Penambang cryptocurrency pertama dengan Plug-and-Play terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 546
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, NEW YORK, (GLOBE NEWSWIRE) Pasar crypto baru-baru ini menyaksikan munculnya penambang crypto plug-and-play pertama di dunia yang dapat digunakan tanpa pengetahuan atau pengalaman menambang sebelumnya. Penambang BM1, BM2, dan BM Pro Bitmanu memungkinkan pengguna untuk memulai penambangan hanya dengan menghubungkan ke internet melalui Wi-Fi atau Kabel dan memasukkan data kumpulan atau memilih kumpulan […]

expand_less
WordPress Archive ProjectHuddle – A WordPress plugin for website and design communication ProKit Flutter – Flutter UI Kit with Chat GPT App Prolisting – Directory Listing WordPress Theme Prologue – Creative Multipurpose WordPress Theme Prometeo – Business and Financial Site Template PromoSys – Promotion Services Multi-Purpose WordPress Theme Promotion – Animated CV WordPress Resume Theme ProMotors – Car Service and Detailing Elementor Template Kit Propaty – Single Property WordPress Theme + RTL Ready ProRange | Painting & Renovation Theme