Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Saat K-Pop Menggelitik Otak Gen Z, Bukan Sekadar Joget

Saat K-Pop Menggelitik Otak Gen Z, Bukan Sekadar Joget

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 519
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika konser berubah jadi ruang belajar tanpa papan tulis

DI kawasan PIK 2, Tangerang akhir pekan lalu, suasana Nusantara International Convention Exhibition (NICE) mendadak berubah. Lampu warna-warni menyala seperti pelangi yang lagi mode pesta, bass berdentum sampai ke dada, dan ribuan anak muda berteriak seirama.

Dari kejauhan, ini tampak seperti konser biasa, ada joget, ada ponsel terangkat, ada teriakan histeris yang kalau direkam bisa bikin kaca pecah. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, malam itu bukan sekadar soal hiburan. Ada sesuatu yang bekerja senyap, tapi serius karena otak Generasi Z sedang dilatih tanpa mereka sadari.

Di tengah gegap gempita HUG K-Pop Concert K-Life & K-Live Indonesia, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, melontarkan satu pernyataan yang sekilas terdengar kalem, tapi isinya tajam.

Musik, kata dia, tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkaitan dengan sains, cara kerja otak, dan pengembangan kreativitas generasi muda. Konser, menurutnya, bisa menjadi ruang pembelajaran yang relevan sekaligus berdampak.

Kalau diterjemahkan nonton konser itu istilahnya bukan buang-buang waktu, itu bisa jadi sekolah tanpa papan tulis.

Pernyataan ini menarik, karena selama ini konser sering diposisikan sebagai kegiatan “setelah semua kewajiban selesai”. Seolah-olah hiburan adalah lawan dari belajar.

Padahal, secara ilmiah, musik justru salah satu stimulan paling efektif untuk otak manusia, ritme, nada, dan emosi yang dibawa musik memicu dopamin zat kimia yang bikin manusia merasa senang, fokus, dan betah berlama-lama.

Itulah sebabnya anak muda bisa hafal lirik lagu idola sampai detail napasnya, tapi sering lupa naro kunci motor. Bukan karena ceroboh, tapi karena otaknya sedang bekerja di jalur yang ia sukai. Otak, kalau sudah senang, belajarnya lebih cepat.

Konser K-Pop, kalau mau jujur, adalah ruang kelas paling ramah mental yang pernah ada. Tidak ada absen, tidak ada ujian, tidak ada dosen killer.

Yang ada panggung megah, tata cahaya presisi, sound system canggih, dan ratusan orang di balik layar yang bekerja dengan disiplin tingkat tinggi. Semua itu adalah pelajaran hidup yang nyata.

Coba lihat satu pertunjukan saja. Di balik satu lagu berdurasi tiga menit, ada latihan berbulan-bulan. Di balik satu gerakan koreografi yang terlihat santai, ada hitungan detik yang ketat.

Di balik satu sorot lampu itu, ada teknisi yang kerjanya pakai stopwatch, bukan perasaan, ini bukan sulap, namun industri kreatif yang serius.

Nah, itu letak cerdasnya, semua pelajaran ini masuk ke kepala penonton tanpa ceramah. Anak muda belajar sambil joget. Otak bekerja sambil senyum. Tidak terasa seperti belajar, tapi justru itu yang bikin ilmunya nempel.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam kesempatan yang sama menegaskan kolaborasi Indonesia dan Korea melalui konser ini mencerminkan arah pengembangan ekonomi kreatif yang terbuka dan berorientasi global.

Ia menyebut ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan di mana kerja sama lintas negara menjadi kunci untuk membuka akses pasar dan memperluas jejaring.

“Kita ingin Indonesia tampil sebagai inspirator dan pemimpin di panggung global,” ujar Irene dalam rilis di laman resmi ekraf.

Pernyataan ini penting, karena menunjukkan  konser bukan berdiri sendiri sebagai hiburan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem kreatif yang sehat.

Kalau digabungkan dengan pernyataan Stella Christie, musik bukan cuma soal panggung, tapi soal masa depan.

Etalase hidup

Bagi Generasi Z, konser seperti ini adalah etalase hidup, mereka melihat langsung bagaimana kreativitas dikelola secara profesional. Bagaimana ide liar bisa menjadi produk bernilai ekonomi.

Bagaimana kerja tim, konsistensi, dan disiplin menentukan kualitas karya, ini pelajaran yang sulit didapat hanya dari buku teks.

Tak sedikit anak muda yang awalnya datang sebagai penonton, lalu pulang dengan rasa ingin tahu. Ada yang mulai tertarik pada dunia audio, visual, produksi konten, hingga manajemen hiburan. Dari sekadar fans, pelan-pelan naik level jadi kreator, dari penikmat, menjadi pelaku.

Inilah mengapa konser bisa menjadi ruang belajar non-formal yang efektif. Emosi yang terlibat membuat otak menyimpan pengalaman lebih lama. Ketika senang, otak membuka pintu lebih lebar, dan musik, dengan segala kekuatannya, tahu persis cara mengetuk pintu itu.

Kolaborasi lintas negara yang terwujud dalam konser ini juga memberi pelajaran lain, industri kreatif tidak mengenal batas geografis. Korea sudah lama membuktikan bahwa budaya populer bisa menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi.

Indonesia, dengan talenta melimpah dan pasar besar, sebenarnya punya peluang yang sama. Tantangannya bukan pada kekurangan ide, tapi pada keberanian membangun ekosistem yang konsisten.

Bukan cuma bikin acara, tapi memastikan ada keberlanjutan. Bukan cuma ramai semalam, tapi berdampak jangka panjang. Bagi Generasi Z, konser bukan sekadar tempat kabur dari penat.

Ia bisa menjadi ruang aman untuk bermimpi. Tempat melihat  hobi bisa naik kelas jadi profesi. Bahwa masa depan tidak selalu dimulai dari ruang kelas ber-AC, tapi kadang dari panggung dengan lampu menyilaukan dan suara yang bikin dada bergetar.

Jadi, lain kali kalau ada yang nyeletuk, “Ngapain sih nonton konser? Buang-buang waktu,” jawab saja santai, lagi nyekolahin otak. Karena dibalik teriakan dan jogetan, ada proses belajar yang sunyi tapi serius. Otak bekerja, kreativitas tumbuh, dan masa depan mulai disusun pelan-pelan.

Dan seperti pepatah lama yang masih relevan di era lightstick dan LED raksasa sambil menyelam, minum air. Sekali joget dapat hiburan, sekali teriak dapat pelajaran, siapa tahu pulangnya membawa mimpi yang lebih besar dari sekadar lagu favorit. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendarat di Gaza, Muba Bantu Ambulance untuk Rakyat Palestina

    Mendarat di Gaza, Muba Bantu Ambulance untuk Rakyat Palestina

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    PEMKAB  Muba menyalurkan bantuan mobil Ambulance untuk kebutuhan warga masyarakat Palestina. “Jadi kan kemarin itu hasil donasi terkumpul Rp1, 2 Miliar. Dimana Rp500 juta diberikan untuk warga Muba terdampak COVID-19 dan Rp750 juta disalurkan untuk warga Palestina, yaitu untuk sarana prasarana kesehatan dan salah satunya kita belikan mobil Ambulance untuk kebutuhan disana,” ungkap Dodi Reza yang […]

  • Ikut KTNA XIII di Muba, Persiapan Pali Sudah 100%

    Ikut KTNA XIII di Muba, Persiapan Pali Sudah 100%

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    PERSIAPAN Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam ikut serta Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XIII pada 24-28 Juni 2019 di Kabupaten Musibanyuasin [Muba] sudah hampir 100 %. Kepala Dinas Pertanian PALI, Jhoni Ahmad menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan perancanaan yang matang jauh-jauh hari, guna menyukseskan Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel di Muba tersebut. “Sudah, hampir 100 % […]

  • Bebas Malaria Itu Gampang, yang Susah Nahan Nyamuk Pensiun Dini!

    Bebas Malaria Itu Gampang, yang Susah Nahan Nyamuk Pensiun Dini!

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.789
    • 0Komentar

    – “Filosofi Sehat Ala Muba, Menjaga Lebih Sulit dari Meraih” PERNAH ngerasain perjuangan diet mati-matian sebulan penuh, terus pas udah turun lima kilo, tiba-tiba tetangga hajatan lengkap dengan rendang, opor, dan es doger?Nah, kira-kira itulah yang dirasain Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekarang, bedanya, yang mereka tahan bukan godaan karbo, tapi nyamuk malaria yang pengen comeback. […]

  • Gubernur Sumsel Bersama Kapolri Pantau JSC

    Gubernur Sumsel Bersama Kapolri Pantau JSC

    • calendar_month Rabu, 22 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sejak Asian Games XVIII tahun 2018 dibuka tanggal 18 Agustus lalu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin setiap harinya selalu berada di kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (22/8/2018). Selain memastikan Asian Games berjalan lancar, hampir setiap hari Gubernur Alex Noerdin mendampingi sejumlah pejabat tinggi negara yang datang ke Jakabaring untuk menyaksikan pertandingan […]

  • Jelang Karnaval Belanja 11.11, Midea Luncurkan Kampanye Online, Libatkan Pengemar Sepak Bola ASEAN di AFF Suzuki Cup 2020

    Jelang Karnaval Belanja 11.11, Midea Luncurkan Kampanye Online, Libatkan Pengemar Sepak Bola ASEAN di AFF Suzuki Cup 2020

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    MIDEA, salah satu produsen peralatan rumah tangga terkemuka di dunia dan sponsor utama Kejuaraan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) mendatang – juga dikenal sebagai AFF Suzuki Cup 2020 – meluncurkan kampanye online interaktif untuk melibatkan penggemar sepak bola di seluruh dunia menjelang karnaval belanja 11.11 mereka. Kampanye, yang dikenal sebagai #HomeOfTheBest11, menempatkan kekuatan di tangan […]

  • Pertamina MOR II Sumbagsel Tuntaskan Digitalisasi 225 SPBU

    Pertamina MOR II Sumbagsel Tuntaskan Digitalisasi 225 SPBU

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    SEBANYAK 225 SPBU dari 4.468 SPBU di Sumbagsel yang ditargetkan pemerintah sudah menggunakan digitalisasi. PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melaporkan SPBU yang telah terdigitalisasi terdiri dari 29 SPBU di Bangka Belitung, 28 SPBU di Bengkulu, 33 SPBU di Jambi, 57 SPBU di Lampung, dan 78 SPBU di […]

expand_less
WordPress Archive ProjectHuddle – A WordPress plugin for website and design communication ProKit Flutter – Flutter UI Kit with Chat GPT App Prolisting – Directory Listing WordPress Theme Prologue – Creative Multipurpose WordPress Theme Prometeo – Business and Financial Site Template PromoSys – Promotion Services Multi-Purpose WordPress Theme Promotion – Animated CV WordPress Resume Theme ProMotors – Car Service and Detailing Elementor Template Kit Propaty – Single Property WordPress Theme + RTL Ready ProRange | Painting & Renovation Theme