Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Sepiring Nasi Jaga Jutaan Langkah Haji

Sepiring Nasi Jaga Jutaan Langkah Haji

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Layanan konsumsi kini berubah lebih digital dan manusiawi.

SEPIRING makan siang mungkin terdengar sederhana di tengah perjalanan haji. Namun bagi ribuan jemaah lanjut usia yang harus bertahan di suhu panas Makkah, makanan bisa menjadi tenaga tambahan untuk menyelesaikan ibadah.

Padahal bagi jemaah haji, terutama yang sudah lanjut usia, makanan bukan cuma urusan kenyang. Ia bisa menjadi tenaga untuk bertahan di bawah suhu Makkah yang seperti oven raksasa. Bisa menjadi penghibur ketika rindu rumah datang diam-diam selepas salat. Bahkan kadang, dari aroma lauk sederhana, orang bisa mendadak teringat dapur ibunya di kampung.

Oleh karena itu, perubahan layanan konsumsi haji tahun 2026 terasa menarik untuk diperhatikan. Pemerintah tampaknya mulai sadar  urusan nasi kotak bukan lagi pekerjaan asal sampai. Hal ini tentunya sudah berubah menjadi operasi logistik raksasa yang butuh ketelitian seperti mengatur bandara.

Faktanya, lebih dari 1,19 juta boks makanan sudah didistribusikan. Bukan untuk satu kota, bukan pula untuk satu acara konser yang selesai dalam dua jam. Tentu untuk ribuan jemaah yang tersebar di 177 hotel dengan pergerakan yang terus berubah setiap hari.

Dulu, urusan katering haji identik dengan cerita klasik, misalnya ada masalah di makanan terlambat, nasi dingin, lauk tertukar, atau petugas yang sibuk menghitung kotak sambil berkeringat dan panik. Sekarang, masalah itu perlahan mulai ditinggalkan.

Tahun ini, layanan konsumsi mulai masuk era digital.

Data distribusi dipantau real-time, jumlah porsi bisa langsung dicek, verifikasinya  layanan dilakukan lewat sistem yang saling terhubung, apalagi  jika  ada masalah di lapangan, koordinasi bisa lebih cepat dilakukan tanpa harus menunggu kabar berantai seperti permainan telepon rusak.

Di balik layar, perubahan ini sebenarnya besar, pasalnya mengatur makanan haji itu mirip menjaga irama orkestra yang anggotanya ribuan orang. Sedikit saja meleset, dampaknya bisa panjang. Apalagi menjelang fase Armuzna – Arafah, Muzdalifah, dan Mina – ketika tenaga jemaah benar-benar diuji.

Di tengah padatnya rangkaian ibadah, maka soal makanan akhirnya memegang peran penting, sebab bukan lagi pelengkap ibadah, tetapi bagian dari strategi menjaga ketahanan fisik jemaah.

Mungkin itulah menu tahun ini juga dibuat lebih serius. Pemerintah mulai bicara soal keseimbangan gizi, variasi lauk, hingga penyesuaian rasa Nusantara.

Kedengarannya memang sederhana, tapi bagi jemaah Indonesia, rasa makanan itu perkara penting.

Orang Indonesia bisa tahan antre panjang. Bisa sabar berjalan jauh. Tapi kalau tiga hari berturut-turut lauknya terasa asing di lidah, semangat makan biasanya mulai turun. Dan ketika selera makan turun, tenaga ikut turun.

Oleh karena itu, keputusan menghadirkan menu yang lebih dekat dengan selera rumah sebenarnya bukan urusan remeh. Ada sisi psikologis di sana. Ada rasa nyaman yang diam-diam membantu orang bertahan.

Tambahan susu, buah segar, dan air mineral juga menunjukkan satu hal, pelayanan haji kini mulai bergerak dari pola administratif menuju pendekatan perawatan manusia.

Tidak lagi hanya yang penting dapat makan.

Tetapi mulai berubah menjadi, bagaimana jemaah tetap sehat sampai puncak ibadah.

Dan memang, di tengah suhu ekstrem Arab Saudi, tubuh manusia bisa berubah cepat. Orang yang pagi masih kuat berjalan, sore bisa mendadak lemas karena dehidrasi.

Karena itu pula, detail kecil seperti tiga botol air mineral saat tiba di Arafah menjadi terasa penting. Bagi sebagian orang mungkin biasa saja. Tapi bagi jemaah yang baru turun dari perjalanan panjang dan berdesakan dengan jutaan manusia, air bisa terasa lebih mewah daripada kopi mahal di kafe kota besar.

Tulang punggung

Di Mina nanti, jemaah juga akan mendapat suplai makanan hingga sepuluh kali selama fase melontar jumrah berlangsung. Hal ini bukan angka kecil namun gambaran betapa konsumsi kini diposisikan sebagai tulang punggung pelayanan haji modern.

Menurut Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, layanan konsumsi haji tahun ini mulai bergerak ke sistem digital. Distribusi makanan, jumlah porsi, hingga verifikasi layanan kini dipantau secara real-time untuk mempermudah pengawasan di lapangan mengutip laman resmi kementerian haji (haji.go.id).

Tentu saja, sistem sehebat apa pun belum tentu sempurna. Dalam operasi sebesar ini, selalu ada kemungkinan kendala di lapangan. Akan selalu ada nasi yang mungkin terlambat, lauk yang kurang cocok, atau distribusi yang tersendat sesaat.

Namun setidaknya, arah pembenahannya mulai terlihat jelas.

Haji perlahan tidak lagi dikelola dengan pola serba manual dan reaktif. Ada upaya menjadikannya lebih terukur, lebih cepat, dan lebih manusiawi.

Dan mungkin di situlah wajah baru pelayanan haji sebenarnya.

Bukan sekadar aplikasi digital atau dashboard data yang terlihat canggih. Tetapi bagaimana teknologi dipakai untuk memastikan seorang jemaah lansia tetap bisa makan tepat waktu sebelum berangkat wukuf.

Akhirnya, ibadah sebesar haji tidak hanya berdiri di atas doa-doa yang khusyuk.

Kadang, ibadah haji juga ditopang oleh nasi hangat yang datang tepat waktu yang bikin tubuh kita punya tenaga di saat aktivitas ibadah haji yang padat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disiplin Kunci Pencegahan Covid-19

    Disiplin Kunci Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan. Hal itu dilakukan guna mendorong agar pandemi covid-19 bisa segera berakhir. “Bagaimanapun kita tidak boleh lengah karena dampak covid-19 ini sangat luas. Kita harus tetap produktif dengan disiplin protokol kesehatan disetiap aktivitas,” kata HD saat safari Jum’at di Masjid Al-Ikhlas Jalan Macan Kumbang, […]

  • Halal Bihalal, Prabowo Subianto ke Palembang

    Halal Bihalal, Prabowo Subianto ke Palembang

    • calendar_month Kamis, 21 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Acara Halal Bihalal Partai Gerindra Sumsel ternyata sangat istimewa, pasalnya acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umumnya (Ketum) Prabowo Subianto. Acara halal bihalal tersebut di Palembang tersebut terlihat sangat meriah, dihadiri ribuan para kader dan simpatisan. Acara yang berlangsung Rajawali Grand Ballroom, Palembang, Kamis (21/6/2018). Sejumlah pengurus partai di daerah Sumsel pengusung […]

  • Pilkada OKI : JADI Bikin Pendekatan Berbeda, Kerjasama Libatkan Puluhan Media Bukti Kepedulian Pasangan HM Dja’far Shodiq & Abdi Yanto Fikri

    Pilkada OKI : JADI Bikin Pendekatan Berbeda, Kerjasama Libatkan Puluhan Media Bukti Kepedulian Pasangan HM Dja’far Shodiq & Abdi Yanto Fikri

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.701
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Mendekati puncak kontestasi Pilkada serentak 2024, pasangan calon Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) HM Dja’far Shodiq dan Abdi Yanto Fikri (JADI) tampil dengan pendekatan yang berbeda. Tidak hanya fokus pada visi pembangunan dan program kerja, pasangan JADI juga mengedepankan kepedulian yang nyata terhadap para jurnalis yang selama ini menjadi mitra penting dalam sejarah pengabdian […]

  • Peringati Hari Bakti PU ke-78, Pj Bupati Apriyadi Buka Jalan Baru untuk Warga Muba

    Peringati Hari Bakti PU ke-78, Pj Bupati Apriyadi Buka Jalan Baru untuk Warga Muba

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pembangunan Umum Penataan Ruang dan Dinas PU Perumahan Permukiman melaksanakan acara peringatan Hari Bakti PU ke-78, di Talang Selarai Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Rabu (6/12/2023). Acara yang dihadiri langsung Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi ini tak hanya acara secara seremonial saja, namun juga menyisipkan program […]

  • Usia 6 -17 Tahun,  Naik KA Tidak Perlu Screening Covid-19

    Usia 6 -17 Tahun, Naik KA Tidak Perlu Screening Covid-19

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.196
    • 0Komentar

    MULAI 20 April 2022, bagi pelanggan KA Jarak Jauh berusia 6-17 tahun yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen, namun wajib sudah divaksinasi dosis kedua dan itu sudah ada aturannya. “Aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 49 Tahun 2022 tentang Perubahan atas […]

  • Sinabung Luncurkan APG Sejauh 3.000 Meter, Tetap Level ‘Siaga’

    Sinabung Luncurkan APG Sejauh 3.000 Meter, Tetap Level ‘Siaga’

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    GUNUNG Sinabung kembali muntahkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur sejauh 3.000 meter ke arah timur tenggara, Rabu (19/5/2021) pukul 04.48 WIB. Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa selain awan panas guguran, Sinabung juga mengeluarkan kolom erupsi setinggi 3500 meter dari atas puncaknya. Berdasarkan hasil pengamatan PVMBG, erupsi kolom […]

expand_less
WordPress Archive Iniya – Beauty Store, Cosmetic Theme Ink — A WordPress Blogging theme to tell Stories INKA – Retro Responsive WordPress Theme Inkscape – Tattoo WordPress Theme Innové Couture – Clothing Ecommerce WordPress Theme Innox – Industrial WordPress Elementor Theme Inoterior – Architecture & Interior Designer WordPress Theme + RTL Inovado | Retina Responsive Multi-Purpose Theme InPulse – Creative Agency WordPress Theme Input – Data Science & Analytics SaaS WordPress Theme