KELANA Episode 4 Ajak 11 Pelajar Nusantara Intip PLTA Bengkok dan Energi Bersih
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenlh.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Air mengalir, lalu listrik menyala, sesederhana itu hasil akhirnya, namun jadi menarik, karena ada pertanyaa, yaitu bagaimana prosesnya?
Pertanyaan itu, justru baru terjawab setelah 11 pelajar SMA dari berbagai daerah di Indonesia melihat langsung bagian dalam Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Mereka bisa melihat turbin dan generator yang selama ini hanya dikenal melalui gambar di buku pelajaran.
Pengalaman itu mereka dapat dalam KELANA Episode 4, program Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Kali ini mengajak peserta mengenal lebih dekat energi bersih sekaligus cara menjaga sumber daya air.
Kunjungan berlangsung belum lama ini, dengan menggandeng PLN Indonesia Power. Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri, turut mendampingi para peserta dalam perjalanan tersebut.
Suasananya pun berbeda dari belajar di kelas, pasalnya tak ada halaman buku yang harus dibayangkan. Di hadapan mereka sudah ada mesin pembangkit, saluran air, turbin, dan generator.
Victoria mengatakan pengalaman semacam itu membuat pembelajaran menjadi lebih nyata. Apalagi para peserta datang dari daerah yang berbeda dan sebagian di antaranya baru mendapat kesempatan mengunjungi tempat di luar daerah asal mereka.
“Hari pertama, kami berkunjung ke pembangkit listrik tenaga air di Bandung, Jawa Barat, dan tentunya penuh dengan keseruan, karena kami juga bisa melihat alat-alat yang sebenarnya kita lihatnya di textbook, tapi sekarang kita lihat turbinnya langsung, generatornya langsung,” ujar Victoria.
Najwa Aisyah Raihanah, peserta dari SMAN 2 Purworejo, termasuk yang penasaran dengan proses tersebut.
Selama ini ia tahu air bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Namun, bagaimana air itu akhirnya bisa membuat listrik sampai ke rumah warga masih menjadi pertanyaan.
Setelah melihat prosesnya secara langsung, rasa penasaran itu mulai terjawab.
“Overall ini seru banget karena aku di sini benar-benar belajar langsung gimana dari air bisa jadi listrik yang disalurkan ke rumah-rumah warga,” kata Najwa.
Menurut pelajar itu, pengalaman seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun justru dari hal-hal yang selama ini dianggap biasa, mereka mulai memahami hubungan antara air, teknologi, listrik, dan lingkungan.
Sungai Cikapundung Punya Peran Penting
PLTA Bengkok sendiri bukan pembangkit baru. Fasilitas tersebut sudah memasok listrik sejak 1923 dan memanfaatkan aliran Sungai Cikapundung sebagai sumber air.
Artinya, ada sejarah panjang di balik pembangkit yang hari ini menjadi ruang belajar bagi para pelajar tersebut.
Tetapi ada satu hal yang tidak kalah penting dari menghasilkan listrik, karena untuk menjaga air yang digunakan tetap terkelola dengan baik.
Tim Leader PLTA Bengkok, Hamzah Wildan Muharam, menjelaskan sampah yang terbawa aliran Sungai Cikapundung dibersihkan sebelum air digunakan dalam proses pembangkitan.
Sampah yang terkumpul kemudian didistribusikan ke TPS setempat. “Untuk pengelolaan lingkungan yang kami laksanakan di PLTA Bengkok, khususnya untuk air yang kita ambil dari Sungai Cikapundung, kami melaksanakan pembersihan sampah untuk airnya sebelum digunakan nanti untuk pembangkitan listrik,” jelas Hamzah.
Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui penanaman pohon secara berkala di sekitar wilayah operasional.
Sementara, para peserta KELANA mendapat gambaran pembicaraan soal energi tidak berhenti pada bagaimana listrik dihasilkan. Ada pula tanggung jawab untuk menjaga alam yang menjadi bagian dari proses tersebut.
KELANA Episode 4 digelar bertepatan dengan momen Hari Danau Dunia 2026. Namun para peserta terkesan, apalagi kegiatan ini bukan cuma peringatan sebuah momen lingkungan.
Ada pengalaman yang bisa dibawa kembali ke sekolah dan daerah masing-masing. Hamzah menilai program dapat membantu pelajar memperluas wawasan hingga menjadi pengalaman yang berguna untuk perjalanan pendidikan mereka. Kela. Mereka juga punya cerita yang bisa mengedukasikan kepada dilingkungan di mana tempat mereka tinggal selain teman dan adik kelas di sekolah, ditambah wawasan mereka bertambah.
“Program yang bagus dari KLH, karena dapat menambah wawasan teman-teman kita semua, terutama ini masih di jenjang SMA dan bisa menjadi tambahan portofolio bagi teman-teman semua,” ujarnya.
Oleh sebab, pelajaran yang didapat para peserta hari itu tidak hanya soal cara kerja sebuah PLTA. Mereka melihat sendiri air yang tampak sederhana di aliran sungai bisa memiliki peran besar bagi kehidupan.
Mereka juga melihat energi yang digunakan sehari-hari selalu punya hubungan dengan alam yang harus dijaga.
Mungkin, setelah melihat turbin serta generator dari jarak dekat, pertanyaan tentang bagaimana air bisa menjadi listrik tidak lagi terdengar sesederhana sebelumnya, sehingga bisa membawa mereka termotivasi untuk berinovasi terhadap perkembangan ilmu. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
