Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 870
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kampung nelayan yang mataharinya tak pernah telat bersinar dan ombaknya rajin menyapa perahu, ada satu pemandangan yang semakin sering muncul  perempuan-perempuan bersarung, bukan hanya sibuk menjemur ikan, tapi juga duduk melingkar bicara soal zonasi laut, konservasi terumbu karang, hingga strategi ekowisata yang tak bikin lumba-lumba pindah kelurahan.

Iya, Pak, Bu. Laut bukan lagi urusan jantan belaka. Sudah lewat masa ketika laut cuma dikuasai mereka yang dadanya lebar dan suaranya seperti toa masjid. Kini, perempuan pun ikut menata ruang laut, dan hebatnya mereka melakukannya bukan dengan berteriak-teriak, tapi dengan ketekunan yang, kalau bisa dijual, pasti laku tujuh turunan.

Menurut Dirjen Penataan Ruang Laut Kartika Listriana, perempuan di wilayah pesisir itu seperti jaring rajutan nenek kuat, lentur, dan bisa menahan banyak beban tanpa mudah robek. Dari usaha mikro, pengolahan hasil perikanan, sampai penjaga nilai-nilai lokal, mereka bergerak senyap namun signifikan.

Bayangkan dapur yang tiba-tiba menjadi ruang rapat. Ibu-ibu yang dulunya hanya menghitung berapa ekor ikan cukup buat makan malam, kini ikut menghitung berapa kilometer pesisir boleh untuk wisata dan berapa hektare harus jadi kawasan konservasi.

Dan jangan salah, ini bukan main-main. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahkan sudah mengeluarkan dua Permen bukan permen yang manis itu, tapi Peraturan Menteri, yakni Permen KP No. 43/2023 dan Permen No. 51/2016, yang jadi semacam kitab suci untuk pengarusutamaan gender di laut dan pesisir. Jadi kalau ada yang bilang perempuan cuma cocok urus cucian, itu mungkin belum baca Permen ini.

Kerja sama KKP dengan FAO dan UN Women menghadirkan Sekolah Lapang Pesisir. Sekolah ini bukan buat belajar baca tulis, tapi buat perempuan pesisir belajar mengelola kawasan laut, melestarikan lingkungan, dan bahkan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis laut. Bayangkan ibu-ibu dengan kerudung dan sandal jepit, berdiskusi tentang zonasi RZWP3K sambil sesekali nyruput kopi. Mungkin tak seklimis seminar internasional, tapi jangan remehkan dampaknya!

Di negara lain? Jepang contohnya. Ada komunitas perempuan nelayan di daerah Tohoku yang membentuk koperasi sendiri pasca-tsunami. Mereka membudidayakan tiram organik dan memasarkan hasilnya sampai ke Eropa. Di Norwegia, perempuan pengelola wisata bahari lokal malah dapat insentif khusus karena dinilai lebih telaten dan berorientasi jangka panjang.

Jadi kalau ada yang bilang, “Laut urusan lelaki!” Tolong korek kupingnya. Dunia sudah berubah, Bung!

Perempuan itu kalau urus laut, mirip kayak mereka urus dapur semua harus efisien, bersih, dan nggak ada yang mubazir. Kotoran dibuang, sisa dipilah, ikan disimpan rapi, dan jangan harap ada kecoa hidup lama di situ. Dalam konteks ruang laut, artinya ya  zonasi jelas, konservasi jalan, dan semua yang tinggal di pesisir ikut dilibatkan.

Kartika Listriana sampai bilang, perempuan punya cara pandang yang lebih memperhatikan keberlanjutan, keamanan, dan keseimbangan. Lah iya, orang kalau emak-emak nyusun acara arisan aja bisa mikir jangka panjang sampai ke generasi cucu, masa urusan laut gak bisa?

Coba bayangkan dunia laut yang ditata ibu-ibu nelayan tak lagi ribut soal batas wilayah, terumbu karang diperlakukan seperti tanaman hias, dan setiap aktivitas pesisir didiskusikan sambil ngeteh sore. Kalau semua negara punya pendekatan begini, mungkin konflik laut bakal berkurang, dan bajak laut pun bakal jadi jobless, karena semua kebijakan diambil berdasarkan musyawarah dan rempah-rempah lokal.

Laut itu seperti rumah kedua bagi banyak masyarakat pesisir. Dan seperti rumah, kalau yang atur ibu-ibu, bisa dipastikan walau kadang cerewet, tapi rumah itu akan tetap bersih, tertata, dan hangat.

Maka, mari kita dukung lebih banyak perempuan masuk dalam kebijakan laut. Karena dalam dunia yang makin ribut ini, barangkali, suara paling bijak datang bukan dari pengeras suara, tapi dari sudut dapur yang aromanya masih amis ikan, tapi pikirannya seterang mercusuar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Rekor UID Iran Tersanjung dengan Keramah Tamahan Masyarakat Palembang

    Wakil Rekor UID Iran Tersanjung dengan Keramah Tamahan Masyarakat Palembang

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Teknologi University of Islamic Denomination (UID) Iran  Mr DR. Hojatollah Ebrahimian mengatakan sangat bangga dan merasa terhormat bisa diberikan kesempatan bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Sumsel. “Suatu kehormatan sekali kami diterima dengan baik di sini. Bagi kami, nama Palembang sudah sangat familiar karena sudah […]

  • Perlu Lakukan Terobosan, Minat Baca Sekarang Ini Telah Beralih ke Digital

    Perlu Lakukan Terobosan, Minat Baca Sekarang Ini Telah Beralih ke Digital

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 739
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mencapai nilai indeks literasi masyarakat Sumsel di atas target nasional yakni 14,57% pada tahun 2022. Dimana untuk nasional ditargetkan sebesar 13,54%. Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana, S.Sos.,M.Si  di Palembang, Rabu (8/6) mengatakan,  mencapaian nilai indeks literasi masyarakat Sumsel di atas target nasional yakni […]

  • CBD COP15: Ini yang perlu kamu tahu

    CBD COP15: Ini yang perlu kamu tahu

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 650
    • 0Komentar

          KITA  sudah sampai di penghujung tahun 2022 saja ya. Semoga kamu dalam kondisi sehat dan selamat, di tengah maraknya kejadian gempa dan erupsi gunung di berbagai wilayah belakangan ini.   Di bulan Desember ini, masih ada 1 gelaran penting lagi terkait lingkungan: Convention on Biological Diversity Conference of the Parties 15 atau […]

  • Perkuat Reforma Agraria di Sumsel

    Perkuat Reforma Agraria di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    WAKIL  Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya meminta agar reforma agraria di Sumsel semakin diperkuat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri dan membuka langsung konsultasi publik dan masalah aspek lingkungan serta sosial di wilayah kerja Program Percepatan Reforma Agraria (PPRA) Sumsel, di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Kamis (15/10). Mawardi menilai, reforma agraria mampu mengatasi kendala yang yang […]

  • “Buaya Nganggur, Nelayan Bingung: Kupang Belajar Evakuasi Satwa Laut, Tapi Jangan Sampai Buaya Magang di Warung Kopi”

    “Buaya Nganggur, Nelayan Bingung: Kupang Belajar Evakuasi Satwa Laut, Tapi Jangan Sampai Buaya Magang di Warung Kopi”

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 498
    • 0Komentar

    DI KUPANG, sekelompok orang serius berkumpul, bukan untuk demo minyak goreng atau seminar motivasi ala MLM. Mereka sedang belajar… cara menghadapi buaya!, bukan buaya darat ya, tapi yang beneran hidup di air, punya gigi tajam, dan bisa bikin kocar-kacir satu kampung kalau tiba-tiba nongol di sungai sebelah rumah. Yes, inilah kisah tentang “Bimbingan Teknis Respon […]

  • Warga Minta Kejelasan Terkait Pembangunan Taman Desa Di Lokasi Lapangan SepakBola

    Warga Minta Kejelasan Terkait Pembangunan Taman Desa Di Lokasi Lapangan SepakBola

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    MASYARAKAT blok C dan blok D Desa Suryadi meminta kepada pemerintah desa setempat untuk mengalihkan lokasi rencana pembagunan taman Desa Suryadi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Rencana pembagunan taman desa akan dibangun diarea lapang sepakbola Andalas football club (FC) di Blok C dan Blok D Desa Suryadi. Menanggapi hal tersebut salah satu masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive Google Meet for LatePoint Google Product Feed For WooCommerce Goovi – Creative Agency & Digital Marketing Elementor Template Kits Gopher | Grocery Store Shopify Theme Goral SmartWatch – Single Product Woocommerce WordPress Theme GoResto – Restaurant Food Delivery WordPress Theme Gorgo – Multi-Purpose Collaborative Blog & Community BuddyPress Theme GoShop – Multipurpose Ecommerce WordPress Theme GoSolar – Eco Environmental & Nature WordPress Theme GoStock – Free and Premium Stock Photos Script