Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 875
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kampung nelayan yang mataharinya tak pernah telat bersinar dan ombaknya rajin menyapa perahu, ada satu pemandangan yang semakin sering muncul  perempuan-perempuan bersarung, bukan hanya sibuk menjemur ikan, tapi juga duduk melingkar bicara soal zonasi laut, konservasi terumbu karang, hingga strategi ekowisata yang tak bikin lumba-lumba pindah kelurahan.

Iya, Pak, Bu. Laut bukan lagi urusan jantan belaka. Sudah lewat masa ketika laut cuma dikuasai mereka yang dadanya lebar dan suaranya seperti toa masjid. Kini, perempuan pun ikut menata ruang laut, dan hebatnya mereka melakukannya bukan dengan berteriak-teriak, tapi dengan ketekunan yang, kalau bisa dijual, pasti laku tujuh turunan.

Menurut Dirjen Penataan Ruang Laut Kartika Listriana, perempuan di wilayah pesisir itu seperti jaring rajutan nenek kuat, lentur, dan bisa menahan banyak beban tanpa mudah robek. Dari usaha mikro, pengolahan hasil perikanan, sampai penjaga nilai-nilai lokal, mereka bergerak senyap namun signifikan.

Bayangkan dapur yang tiba-tiba menjadi ruang rapat. Ibu-ibu yang dulunya hanya menghitung berapa ekor ikan cukup buat makan malam, kini ikut menghitung berapa kilometer pesisir boleh untuk wisata dan berapa hektare harus jadi kawasan konservasi.

Dan jangan salah, ini bukan main-main. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahkan sudah mengeluarkan dua Permen bukan permen yang manis itu, tapi Peraturan Menteri, yakni Permen KP No. 43/2023 dan Permen No. 51/2016, yang jadi semacam kitab suci untuk pengarusutamaan gender di laut dan pesisir. Jadi kalau ada yang bilang perempuan cuma cocok urus cucian, itu mungkin belum baca Permen ini.

Kerja sama KKP dengan FAO dan UN Women menghadirkan Sekolah Lapang Pesisir. Sekolah ini bukan buat belajar baca tulis, tapi buat perempuan pesisir belajar mengelola kawasan laut, melestarikan lingkungan, dan bahkan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis laut. Bayangkan ibu-ibu dengan kerudung dan sandal jepit, berdiskusi tentang zonasi RZWP3K sambil sesekali nyruput kopi. Mungkin tak seklimis seminar internasional, tapi jangan remehkan dampaknya!

Di negara lain? Jepang contohnya. Ada komunitas perempuan nelayan di daerah Tohoku yang membentuk koperasi sendiri pasca-tsunami. Mereka membudidayakan tiram organik dan memasarkan hasilnya sampai ke Eropa. Di Norwegia, perempuan pengelola wisata bahari lokal malah dapat insentif khusus karena dinilai lebih telaten dan berorientasi jangka panjang.

Jadi kalau ada yang bilang, “Laut urusan lelaki!” Tolong korek kupingnya. Dunia sudah berubah, Bung!

Perempuan itu kalau urus laut, mirip kayak mereka urus dapur semua harus efisien, bersih, dan nggak ada yang mubazir. Kotoran dibuang, sisa dipilah, ikan disimpan rapi, dan jangan harap ada kecoa hidup lama di situ. Dalam konteks ruang laut, artinya ya  zonasi jelas, konservasi jalan, dan semua yang tinggal di pesisir ikut dilibatkan.

Kartika Listriana sampai bilang, perempuan punya cara pandang yang lebih memperhatikan keberlanjutan, keamanan, dan keseimbangan. Lah iya, orang kalau emak-emak nyusun acara arisan aja bisa mikir jangka panjang sampai ke generasi cucu, masa urusan laut gak bisa?

Coba bayangkan dunia laut yang ditata ibu-ibu nelayan tak lagi ribut soal batas wilayah, terumbu karang diperlakukan seperti tanaman hias, dan setiap aktivitas pesisir didiskusikan sambil ngeteh sore. Kalau semua negara punya pendekatan begini, mungkin konflik laut bakal berkurang, dan bajak laut pun bakal jadi jobless, karena semua kebijakan diambil berdasarkan musyawarah dan rempah-rempah lokal.

Laut itu seperti rumah kedua bagi banyak masyarakat pesisir. Dan seperti rumah, kalau yang atur ibu-ibu, bisa dipastikan walau kadang cerewet, tapi rumah itu akan tetap bersih, tertata, dan hangat.

Maka, mari kita dukung lebih banyak perempuan masuk dalam kebijakan laut. Karena dalam dunia yang makin ribut ini, barangkali, suara paling bijak datang bukan dari pengeras suara, tapi dari sudut dapur yang aromanya masih amis ikan, tapi pikirannya seterang mercusuar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DAU Tak Cukup, Muba Nombok Gaji Imbas Rp1,27 T

    DAU Tak Cukup, Muba Nombok Gaji Imbas Rp1,27 T

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    TEKANAN fiskal mulai terasa nyata di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) setiap bulannya, pasalnya pemerintah daerah harus menutup kekurangan puluhan miliar rupiah hanya untuk membayar gaji pegawai setelah dana transfer dari pusat dipangkas hingga Rp1,27 triliun pada APBN 2026. Data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muba menunjukkan, kebutuhan belanja pegawai mencapai sekitar […]

  • Usai Melantik, Bupati Muba Ajak Pejabat JPT Dzikir Bersama di Malam Pergantian Tahun

    Usai Melantik, Bupati Muba Ajak Pejabat JPT Dzikir Bersama di Malam Pergantian Tahun

    • calendar_month Kamis, 31 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    SUASANA tak seperti biasa pada malam pergantian tahun di Bumi Serasan Sekate kali ini. Di momen pergantian tahun 2020 ke 2021 ini Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA memanfaatkan momentum tersebut dengan mengisi kegiatan pelantikan pejabat JPT dan administrator dan dilanjutkan dengan kegiatan dzikir bersama. Bertempat di PendopoanGriya BumiSerasan Sekate, […]

  • Event Bangkitkan Pariwisata, Gubernur Minta Dinas Terkait Bantu

    Event Bangkitkan Pariwisata, Gubernur Minta Dinas Terkait Bantu

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.194
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru secara resmi membuka festival merpati kolongan bebas yang digelar Persatuan Merpati Kolongan Nusantara (PMKN) di Lapak Jakabaring Mandiri Palembang, Minggu (26/6). Dimana event tersebut, diikuti sedikitnya 1000 peserta 10 provinsi serta 20 Kabupaten/kota di Indonesia. “Kita sangat menyambut baik event seperti ini. Event ini salah satu cara kita menunjukkan kecintaan […]

  • Permudah Warga Cari  Lowongan Kerja, Pemprov  Sumsel Luncurkan Aplikasi  SARIPATI

    Permudah Warga Cari  Lowongan Kerja, Pemprov  Sumsel Luncurkan Aplikasi  SARIPATI

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Sumsel meluncurkan aplikasi Sistem Akselerasi Penempatan Tenaga Kerja Terlatih  (Saripati) untuk mempermudah masyarakat dalam mencari kerja. Peluncuran aplikasi ini dilakukan oleh  Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya bertempat di  Binapraja  Pemprov Sumsel,  Rabu (22/12). Wagub dalam sambutannya menyebut, aplikasi ini merupakan   terobosan […]

  • 3 Bulan Dilantik, HD-MY Fokus Diprogram Ini

    3 Bulan Dilantik, HD-MY Fokus Diprogram Ini

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Ogan Ilir – Puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Ogan Ilir  (OI) ke 15 Tahun,  diperingati dalam sidang paripurna istimewa ke I DPRD  Ogan Ilir tahun 2019. Dalam sidang paripurna istimewa yang digelar di ruang sidang DPRD  yang terletak dalam kawasan kompleks perkantoran terpadu Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Senin (7/1/2018) tersebut, dihadiri […]

  • Blusukan di UPTD Disdukcapil di Kecamatan Ilir Barat (IB) 2, Ini Responnya Wawako Soal KTP

    Blusukan di UPTD Disdukcapil di Kecamatan Ilir Barat (IB) 2, Ini Responnya Wawako Soal KTP

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    MEMBAWA identitas diri saat berada diluar rumah sudah menjadi keharusan, hal ini juga yang dialami Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda. “Saya saja kalau ketinggalan KTP, saya pulang lagi Pak,” kata Fitri, Senin (28/3/2022), saat inpeksi mendadak (sidak) dikantor Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Kecamatan Ilir Barat (IB) 2 […]

expand_less
WordPress Archive Google Meet for LatePoint Google Product Feed For WooCommerce Goovi – Creative Agency & Digital Marketing Elementor Template Kits Gopher | Grocery Store Shopify Theme Goral SmartWatch – Single Product Woocommerce WordPress Theme GoResto – Restaurant Food Delivery WordPress Theme Gorgo – Multi-Purpose Collaborative Blog & Community BuddyPress Theme GoShop – Multipurpose Ecommerce WordPress Theme GoSolar – Eco Environmental & Nature WordPress Theme GoStock – Free and Premium Stock Photos Script