Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 898
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kampung nelayan yang mataharinya tak pernah telat bersinar dan ombaknya rajin menyapa perahu, ada satu pemandangan yang semakin sering muncul  perempuan-perempuan bersarung, bukan hanya sibuk menjemur ikan, tapi juga duduk melingkar bicara soal zonasi laut, konservasi terumbu karang, hingga strategi ekowisata yang tak bikin lumba-lumba pindah kelurahan.

Iya, Pak, Bu. Laut bukan lagi urusan jantan belaka. Sudah lewat masa ketika laut cuma dikuasai mereka yang dadanya lebar dan suaranya seperti toa masjid. Kini, perempuan pun ikut menata ruang laut, dan hebatnya mereka melakukannya bukan dengan berteriak-teriak, tapi dengan ketekunan yang, kalau bisa dijual, pasti laku tujuh turunan.

Menurut Dirjen Penataan Ruang Laut Kartika Listriana, perempuan di wilayah pesisir itu seperti jaring rajutan nenek kuat, lentur, dan bisa menahan banyak beban tanpa mudah robek. Dari usaha mikro, pengolahan hasil perikanan, sampai penjaga nilai-nilai lokal, mereka bergerak senyap namun signifikan.

Bayangkan dapur yang tiba-tiba menjadi ruang rapat. Ibu-ibu yang dulunya hanya menghitung berapa ekor ikan cukup buat makan malam, kini ikut menghitung berapa kilometer pesisir boleh untuk wisata dan berapa hektare harus jadi kawasan konservasi.

Dan jangan salah, ini bukan main-main. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahkan sudah mengeluarkan dua Permen bukan permen yang manis itu, tapi Peraturan Menteri, yakni Permen KP No. 43/2023 dan Permen No. 51/2016, yang jadi semacam kitab suci untuk pengarusutamaan gender di laut dan pesisir. Jadi kalau ada yang bilang perempuan cuma cocok urus cucian, itu mungkin belum baca Permen ini.

Kerja sama KKP dengan FAO dan UN Women menghadirkan Sekolah Lapang Pesisir. Sekolah ini bukan buat belajar baca tulis, tapi buat perempuan pesisir belajar mengelola kawasan laut, melestarikan lingkungan, dan bahkan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis laut. Bayangkan ibu-ibu dengan kerudung dan sandal jepit, berdiskusi tentang zonasi RZWP3K sambil sesekali nyruput kopi. Mungkin tak seklimis seminar internasional, tapi jangan remehkan dampaknya!

Di negara lain? Jepang contohnya. Ada komunitas perempuan nelayan di daerah Tohoku yang membentuk koperasi sendiri pasca-tsunami. Mereka membudidayakan tiram organik dan memasarkan hasilnya sampai ke Eropa. Di Norwegia, perempuan pengelola wisata bahari lokal malah dapat insentif khusus karena dinilai lebih telaten dan berorientasi jangka panjang.

Jadi kalau ada yang bilang, “Laut urusan lelaki!” Tolong korek kupingnya. Dunia sudah berubah, Bung!

Perempuan itu kalau urus laut, mirip kayak mereka urus dapur semua harus efisien, bersih, dan nggak ada yang mubazir. Kotoran dibuang, sisa dipilah, ikan disimpan rapi, dan jangan harap ada kecoa hidup lama di situ. Dalam konteks ruang laut, artinya ya  zonasi jelas, konservasi jalan, dan semua yang tinggal di pesisir ikut dilibatkan.

Kartika Listriana sampai bilang, perempuan punya cara pandang yang lebih memperhatikan keberlanjutan, keamanan, dan keseimbangan. Lah iya, orang kalau emak-emak nyusun acara arisan aja bisa mikir jangka panjang sampai ke generasi cucu, masa urusan laut gak bisa?

Coba bayangkan dunia laut yang ditata ibu-ibu nelayan tak lagi ribut soal batas wilayah, terumbu karang diperlakukan seperti tanaman hias, dan setiap aktivitas pesisir didiskusikan sambil ngeteh sore. Kalau semua negara punya pendekatan begini, mungkin konflik laut bakal berkurang, dan bajak laut pun bakal jadi jobless, karena semua kebijakan diambil berdasarkan musyawarah dan rempah-rempah lokal.

Laut itu seperti rumah kedua bagi banyak masyarakat pesisir. Dan seperti rumah, kalau yang atur ibu-ibu, bisa dipastikan walau kadang cerewet, tapi rumah itu akan tetap bersih, tertata, dan hangat.

Maka, mari kita dukung lebih banyak perempuan masuk dalam kebijakan laut. Karena dalam dunia yang makin ribut ini, barangkali, suara paling bijak datang bukan dari pengeras suara, tapi dari sudut dapur yang aromanya masih amis ikan, tapi pikirannya seterang mercusuar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Alternatif Lokasi Pusat Data Nasional, Dimana Saja Ya

    Empat Alternatif Lokasi Pusat Data Nasional, Dimana Saja Ya

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.433
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan ada empat daerah yang masuk lokasi prioritas Pembangunan Pusat Data Nasional (PDN). Salah satu daerah yang telah dilakukan peninjauan lahan dan dinilai siap di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. “Jakarta sudah siap, Batam juga di dalam sort-list yang prioritas. Ibu Kota Negara baru pasti harus kita bangun […]

  • Gempa M 7,7 Rusak RSUD Aeramo, Kemenkes Kerahkan Dokter Spesialis dan Tambah Tenda Darurat

    Gempa M 7,7 Rusak RSUD Aeramo, Kemenkes Kerahkan Dokter Spesialis dan Tambah Tenda Darurat

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kerusakan yang terjadi di RSUD Aeramo setelah gempa bermagnitudo 7,7 membuat dukungan layanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo diperkuat. Kementerian Kesehatan mengerahkan tim dokter spesialis sekaligus menyiapkan tambahan tenda untuk menopang pelayanan medis selama kondisi rumah sakit belum sepenuhnya pulih. Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8) berkoordinasi dengan Direktur RSUD […]

  • Jaga Solidaritas Sesama Masyrakat,Polresta Selenggarakan Fun Bike

    Jaga Solidaritas Sesama Masyrakat,Polresta Selenggarakan Fun Bike

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Polresta Palembang hari ini menyelenggarakan Fun Bike dalam rangka Hut Bhayangkara ke 71 dan Hut Republik Indonesia ke 72 di halaman Polresta Palembang, Minggu (20/8). Semangat antusias masyarakat luar biasa sekali dalam mengikuti Fun Bike kali ini. Seluruh peserta Fun Bike hari ini menggunakan kostum dengan tema perjuangan.

  • Ada Keluhan Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19, Sampaikan Dini !

    Ada Keluhan Terkait Sertifikat Vaksin Covid-19, Sampaikan Dini !

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 588
    • 0Komentar

    SEJUMLAH kendala mengenai sertifikat vaksinasi COVID-19 banyak dikeluhkan masyarakat. Terutama kesalahan data dan belum mendapatkan sertifikat. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan masyarakat bisa menyampaikan kendalanya melalui email yang tersedia. “Masyarakat bisa menyampaikan kendala yang dihadapi dan proses perbaikan dapat dilakukan dengan mudah melalui email sertifikat@pedulilindungi.id,” kata Widya melalui keterangan resminya […]

  • Menengok Sambal Gili Bante & Diplomasi Mendoan [Saat Desa Bilebante Jadi Duta Besar Rasa]

    Menengok Sambal Gili Bante & Diplomasi Mendoan [Saat Desa Bilebante Jadi Duta Besar Rasa]

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – KALAU biasanya diplomasi itu di ruang ber-AC pakai jas dan dasi, yang satu ini beda diplomasi sambil ngeulek sambal, keringetan, tapi senyum merekah. Namanya Gastrodiplomacy Local Experience, semacam pertemuan internasional… tapi dapurnya yang jadi ruang sidang, dan ulekan sambal jadi palunya! Jumat pekan akhir lalu, Desa Bilebante di Lombok bukan lagi cuma desa […]

  • “Ketika AI Turun ke Sawah & Kuliah di Tiongkok: Cerita dari Masa Depan yang Sudah Kepeleset ke Masa Kini”

    “Ketika AI Turun ke Sawah & Kuliah di Tiongkok: Cerita dari Masa Depan yang Sudah Kepeleset ke Masa Kini”

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 537
    • 0Komentar

    JANGAN salah, kawan, kalau dulu nenek moyang kita menjinakkan kerbau buat bajak sawah, sekarang cucu-cucunya sedang menjinakkan AI buat bajak data, dan bukan sembarang data, tapi data sawah, data empang, data cuaca, data jumlah ikan mujair yang lagi males kawin karena suhu kolam naik setengah derajat. Dunia sudah makin canggih, bahkan hama wereng pun kayaknya […]

expand_less
WordPress Archive Google Meet for LatePoint Google Product Feed For WooCommerce Goovi – Creative Agency & Digital Marketing Elementor Template Kits Gopher | Grocery Store Shopify Theme Goral SmartWatch – Single Product Woocommerce WordPress Theme GoResto – Restaurant Food Delivery WordPress Theme Gorgo – Multi-Purpose Collaborative Blog & Community BuddyPress Theme GoShop – Multipurpose Ecommerce WordPress Theme GoSolar – Eco Environmental & Nature WordPress Theme GoStock – Free and Premium Stock Photos Script