Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Meninggalkan Pinggir Rel, Memulai Hidup di Rumah Baru

Meninggalkan Pinggir Rel, Memulai Hidup di Rumah Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Setelah belasan tahun tinggal di pinggir rel Stasiun Senen, warga relokasi mulai menata kehidupan di Hunian Senen, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu penanda dimulainya kehidupan mereka di tempat baru.

Malam mulai turun di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Di Hunian Senen, warga berkumpul menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Anak-anak berdiri di antara kerumunan orang dewasa. Sebagian berusaha mendekat, sementara yang lain sibuk mengabadikan momen melalui layar ponsel.

Suasana mendadak riuh ketika Presiden tiba setelah menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Istana Merdeka.

“Pak, Bapaaaak… Bapak Prabowo… Sehat Pak. Makasih banyak, Bapak,” seru sejumlah warga.

Kedatangan Presiden malam itu menjadi momen istimewa bagi warga yang baru menempati hunian tersebut. Namun, di balik sambutan dan ucapan terima kasih itu, ada cerita tentang kehidupan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di pinggir rel Stasiun Senen.

Kini, mereka berada di tempat yang berbeda.

Belasan Tahun di Pinggir Rel

Bagi sebagian warga, pinggir rel bukan sekadar tempat tinggal sementara. Di sanalah kehidupan keluarga berlangsung selama belasan tahun.

Suara kereta yang datang dan pergi menjadi bagian dari keseharian. Anak-anak tumbuh di lingkungan yang sudah mereka kenal. Tetangga pun menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pindah dari pinggir rel bukan hanya perkara mengemas barang dan membawanya ke tempat lain.

Ada kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ada lingkungan yang sudah akrab. Ada pula kenangan yang selama bertahun-tahun melekat di tempat tinggal lama.

Kini, warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kawasan Pasar Gaplok mulai menjalani hari-hari di Hunian Senen.

Bangunan dan lingkungannya memang berbeda. Tetapi kehidupan tetap harus berjalan.

Mulai Menata dari Awal

Di Hunian Senen, deretan bangunan berdiri berjajar. Sepeda motor terparkir di depan rumah. Warga mulai berlalu-lalang di lorong-lorong yang menjadi bagian dari lingkungan baru mereka.

Bagi orang yang datang sekilas, pemandangan itu mungkin terlihat biasa.

Namun bagi warga yang baru berpindah, setiap pintu rumah membawa cerita sendiri.

Barang-barang harus ditata kembali. Ruang rumah mulai diisi. Tetangga mulai dikenal. Rutinitas yang selama ini berjalan di tempat lama perlahan menyesuaikan dengan lingkungan baru.

Proses itu tidak selesai hanya karena kunci rumah sudah diterima.

Tempat tinggal baru membutuhkan waktu untuk menjadi bagian dari keseharian. Dari sana, warga mulai membangun kembali rutinitas yang sederhana: bangun pagi, beraktivitas, bekerja, bersekolah, lalu kembali ke rumah.

Rasa Syukur Warga

Kunjungan Presiden malam itu juga menjadi kesempatan bagi sejumlah warga untuk menyampaikan rasa terima kasih secara langsung.

“Senang di sini, Pak. Bapak makasih banyak. Bapak sehat-sehat selalu,” ujar seorang warga.

Warga lainnya turut menyampaikan rasa syukur.

“Bapak, saya bisa tinggal di sini Pak, terima kasih, Pak. Sukses, panjang umur, sehat selalu.”

Ucapan itu terdengar di tengah suasana yang masih ramai. Warga berusaha mendekat, sementara anak-anak ikut menyaksikan pertemuan tersebut.

Bagi mereka, kepindahan ini bukan hanya berganti alamat. Ada kehidupan yang ikut berubah setelah meninggalkan pinggir rel.

Lingkungan tempat tinggal berganti. Kebiasaan sehari-hari ikut menyesuaikan. Perjalanan menuju tempat kerja maupun sekolah anak menjadi bagian dari rutinitas yang baru.

Namun, semua itu kini dijalani dari tempat yang lebih tertata.

Menjaga Rumah yang Baru Ditempati

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden Prabowo menyampaikan pesan singkat kepada warga.

“Tetap jaga kebersihan, ya,” ucapnya.

Pesan sederhana itu menjadi bagian dari kehidupan baru yang kini harus dijalani warga. Hunian yang baru ditempati bukan hanya tempat untuk tinggal, tetapi juga lingkungan yang perlu dirawat bersama.

Sebab, rumah pada akhirnya bukan hanya soal bangunan.

Rumah terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari, dari lingkungan yang mulai dikenal, dan dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya.

Belasan tahun di pinggir rel Stasiun Senen akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup warga. Tempat itu menyimpan cerita tentang kehidupan yang pernah mereka jalani.

Tetapi kini, cerita berikutnya berlangsung di Hunian Senen.

Malam kedatangan Presiden mungkin menjadi salah satu kenangan yang akan mereka ingat dari awal kepindahan. Setelah kerumunan bubar, kehidupan kembali berjalan seperti biasa.

Pagi akan datang.

Pintu rumah dibuka, sementara anak-anak berangkat sekolah,  sepeda motor mulai keluar-masuk lorong, dan warga kembali menjalankan pekerjaan dan kesibukan masing-masing.

Dari rutinitas sederhana itulah hunian baru perlahan menjadi rumah, bukan lagi hanya tempat relokasi, tetapi tempat untuk pulang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaatkan Aplikasi Zoom Meeting Online, Gubernur Update COVID-19 Bersama Media  

    Manfaatkan Aplikasi Zoom Meeting Online, Gubernur Update COVID-19 Bersama Media  

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.539
    • 0Komentar

    SOCIAL distancing yang wajib diterapkan guna menghindari penyebaran virus Covid-19 tak menghalangi kegiatan Gubernur Sumsel H.Herman Deru untuk terus menyampaikan informasi-informasi terkini seputar perkembangan penanganan Covid-19 di Sumsel kepada awak media. Rabu (1/4/2020) tadi misalnya, Gubernur Sumsel H.Herman Deru  mulai memanfaatkan aplikasi Zoom meeting online untuk  berdiskusi sekaligus melakukan tanya jawab secara serentak bersama puluhan […]

  • Sumsel Targetkan Jadi Lumbung Daging

    Sumsel Targetkan Jadi Lumbung Daging

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    SUMSEl menargetkan lima tahun ke depan jadi lumbung daging menyusul potensi lahan masih sangat memadai untuk beternak. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri ISIKHNAS (Integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) dan pelantikan petugas Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia  (PARAVETINDO) di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, kemarin. Untuk mencapai tujuan itu, kata gubernuragar masyarakat luas […]

  • Inflasi Palembang Turun, Tapi Kenapa Harga Pangan Masih Naik-Turun?

    Inflasi Palembang Turun, Tapi Kenapa Harga Pangan Masih Naik-Turun?

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Angka inflasi Palembang pada September 2026 terlihat membaik. Namun, kondisi harga di lapangan masih menjadi perhatian pemerintah, berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Palembang pada September 2026 tercatat 2,40 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini turun dari Agustus 2026 yang mencapai 2,48 persen. Capaian tersebut masih berada dalam sasaran inflasi […]

  • KAI Perkuat Sustainability dengan Transportasi Ramah Lingkungan Melalui Dekarbonisasi

    KAI Perkuat Sustainability dengan Transportasi Ramah Lingkungan Melalui Dekarbonisasi

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.683
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – KAI bersama Indonesian Society of Sustainability Professionals (ISSP) menggelar acara Ngariung & Sustainability Tour dengan tema “Dekarbonisasi Sektor Transportasi, Tantangan dan Peluang” di Balai Yasa Manggarai (28/2). Acara ini bertujuan memperkuat komitmen KAI dalam menciptakan transportasi ramah lingkungan serta berbagi wawasan mengenai strategi dan tantangan dalam upaya dekarbonisasi sektor transportasi melalui kolaborasi bersama […]

  • Peringatan Harhubnas 2017, Sekda Minta Insan Perhubungan Lebih Sigap

    Peringatan Harhubnas 2017, Sekda Minta Insan Perhubungan Lebih Sigap

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2017 tingkat Provinsi Sumsel, Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar meminta semua insan perhubungan bergerak cepat mengikuti kemajuan teknologi.

  • Sandiaga Dukung Medan Siapkan Trevel Pattern

    Sandiaga Dukung Medan Siapkan Trevel Pattern

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.759
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung upaya pemerintah Kota Medan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menyiapkan travel pattern (pola perjalanan) wisatawan dari destinasi super prioritas Danau Toba untuk kemudian singgah di kota Medan dan menikmati keragaman daya tarik, salah satunya kuliner. Menparekraf Sandiaga […]

expand_less
WordPress Archive Optimize – SEO, Digital Marketing, Social Media Theme Optin Monster Jetpack CRX Addon Optivis - Consulting & Business Advisor Elementor Template Kit Optometry – Optician & Optics Theme Oracle – AI Prediction & Analytics Agency WordPress Theme OralHealth - Dental Clinic & Medical Elementor Template Kit Orange CV-Creative Portfolio Elementor Template Kits OrangeBee – Agency Template Kit Orbius – Creative Agency and Portfolio Theme Order Notifications for WooCommerce