Minggu, 30 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Meninggalkan Pinggir Rel, Memulai Hidup di Rumah Baru

Meninggalkan Pinggir Rel, Memulai Hidup di Rumah Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 14 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Setelah belasan tahun tinggal di pinggir rel Stasiun Senen, warga relokasi mulai menata kehidupan di Hunian Senen, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu penanda dimulainya kehidupan mereka di tempat baru.

Malam mulai turun di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Di Hunian Senen, warga berkumpul menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Anak-anak berdiri di antara kerumunan orang dewasa. Sebagian berusaha mendekat, sementara yang lain sibuk mengabadikan momen melalui layar ponsel.

Suasana mendadak riuh ketika Presiden tiba setelah menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Istana Merdeka.

“Pak, Bapaaaak… Bapak Prabowo… Sehat Pak. Makasih banyak, Bapak,” seru sejumlah warga.

Kedatangan Presiden malam itu menjadi momen istimewa bagi warga yang baru menempati hunian tersebut. Namun, di balik sambutan dan ucapan terima kasih itu, ada cerita tentang kehidupan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di pinggir rel Stasiun Senen.

Kini, mereka berada di tempat yang berbeda.

Belasan Tahun di Pinggir Rel

Bagi sebagian warga, pinggir rel bukan sekadar tempat tinggal sementara. Di sanalah kehidupan keluarga berlangsung selama belasan tahun.

Suara kereta yang datang dan pergi menjadi bagian dari keseharian. Anak-anak tumbuh di lingkungan yang sudah mereka kenal. Tetangga pun menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pindah dari pinggir rel bukan hanya perkara mengemas barang dan membawanya ke tempat lain.

Ada kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ada lingkungan yang sudah akrab. Ada pula kenangan yang selama bertahun-tahun melekat di tempat tinggal lama.

Kini, warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kawasan Pasar Gaplok mulai menjalani hari-hari di Hunian Senen.

Bangunan dan lingkungannya memang berbeda. Tetapi kehidupan tetap harus berjalan.

Mulai Menata dari Awal

Di Hunian Senen, deretan bangunan berdiri berjajar. Sepeda motor terparkir di depan rumah. Warga mulai berlalu-lalang di lorong-lorong yang menjadi bagian dari lingkungan baru mereka.

Bagi orang yang datang sekilas, pemandangan itu mungkin terlihat biasa.

Namun bagi warga yang baru berpindah, setiap pintu rumah membawa cerita sendiri.

Barang-barang harus ditata kembali. Ruang rumah mulai diisi. Tetangga mulai dikenal. Rutinitas yang selama ini berjalan di tempat lama perlahan menyesuaikan dengan lingkungan baru.

Proses itu tidak selesai hanya karena kunci rumah sudah diterima.

Tempat tinggal baru membutuhkan waktu untuk menjadi bagian dari keseharian. Dari sana, warga mulai membangun kembali rutinitas yang sederhana: bangun pagi, beraktivitas, bekerja, bersekolah, lalu kembali ke rumah.

Rasa Syukur Warga

Kunjungan Presiden malam itu juga menjadi kesempatan bagi sejumlah warga untuk menyampaikan rasa terima kasih secara langsung.

“Senang di sini, Pak. Bapak makasih banyak. Bapak sehat-sehat selalu,” ujar seorang warga.

Warga lainnya turut menyampaikan rasa syukur.

“Bapak, saya bisa tinggal di sini Pak, terima kasih, Pak. Sukses, panjang umur, sehat selalu.”

Ucapan itu terdengar di tengah suasana yang masih ramai. Warga berusaha mendekat, sementara anak-anak ikut menyaksikan pertemuan tersebut.

Bagi mereka, kepindahan ini bukan hanya berganti alamat. Ada kehidupan yang ikut berubah setelah meninggalkan pinggir rel.

Lingkungan tempat tinggal berganti. Kebiasaan sehari-hari ikut menyesuaikan. Perjalanan menuju tempat kerja maupun sekolah anak menjadi bagian dari rutinitas yang baru.

Namun, semua itu kini dijalani dari tempat yang lebih tertata.

Menjaga Rumah yang Baru Ditempati

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden Prabowo menyampaikan pesan singkat kepada warga.

“Tetap jaga kebersihan, ya,” ucapnya.

Pesan sederhana itu menjadi bagian dari kehidupan baru yang kini harus dijalani warga. Hunian yang baru ditempati bukan hanya tempat untuk tinggal, tetapi juga lingkungan yang perlu dirawat bersama.

Sebab, rumah pada akhirnya bukan hanya soal bangunan.

Rumah terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari, dari lingkungan yang mulai dikenal, dan dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya.

Belasan tahun di pinggir rel Stasiun Senen akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup warga. Tempat itu menyimpan cerita tentang kehidupan yang pernah mereka jalani.

Tetapi kini, cerita berikutnya berlangsung di Hunian Senen.

Malam kedatangan Presiden mungkin menjadi salah satu kenangan yang akan mereka ingat dari awal kepindahan. Setelah kerumunan bubar, kehidupan kembali berjalan seperti biasa.

Pagi akan datang.

Pintu rumah dibuka, sementara anak-anak berangkat sekolah,  sepeda motor mulai keluar-masuk lorong, dan warga kembali menjalankan pekerjaan dan kesibukan masing-masing.

Dari rutinitas sederhana itulah hunian baru perlahan menjadi rumah, bukan lagi hanya tempat relokasi, tetapi tempat untuk pulang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Digital Bukan Cuma Kode & Server, Tapi Bisa jadi Penyelamat Desa”

    “Digital Bukan Cuma Kode & Server, Tapi Bisa jadi Penyelamat Desa”

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    BANYAK orang masih berpikir digital itu cuma soal kode, server, dan layar biru yang bikin kepala pusing. Padahal, digital bisa jauh lebih heroik daripada superhero layar lebar, ia bisa menjadi penyelamat desa. Iya, serius! Digital bukan sekadar soal teknologi tinggi atau alat mahal, ia  bisa membuka peluang, memberdayakan masyarakat, dan menghubungkan yang jauh. Kalau dibayangkan, […]

  • Hari Ibu ke-91&DWP, Ini Yang Dilakukan Emak-emak di Muba

    Hari Ibu ke-91&DWP, Ini Yang Dilakukan Emak-emak di Muba

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    ORGANISASI Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Lomba Kreasi Kemasan Makanan Non Plastik, dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 dan HUT DWP ke-20 di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (4/12/2019). Ketua DWP Muba Hj Asna Aini Apriyadi yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa perempuan mempunyai hak dan kewajiban yangg sama dengan laki-laki sesuai dengan […]

  • Gojek Sumbang Ekonomi Palembang Rp1,5 Triliun

    Gojek Sumbang Ekonomi Palembang Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    Palembang – Gojek Indonesia pada 2018 berhasil menyumbang ekonomi Palembang sebesar Rp1,5 triliun. Kontribusi ekonomi mitra Gojek terhadap perekonomian Palembang sebesar Rp1,5 triliun itu, terdiri dari mitra pengemudi Go-ride menyumbang Rp690 miliar, mitra pengemudi Go-car berkontribusi senilai Rp236 miliar dan mitra UMKM Go-food bersumbangsih senilai Rp601 miliar. Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K Walandouw, saat […]

  • Apa Benar Pembangunan Aspal Karet di Muba Bisa Tekan Inflasi ? Baca Ini

    Apa Benar Pembangunan Aspal Karet di Muba Bisa Tekan Inflasi ? Baca Ini

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    INOVASI percepatan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin  sangat efektif menekan angka inflasi di Bumi Serasan Sekate. “Untuk menekan inflasi, kita harus memutus rantai distribusi. Caranya dengan inovasi pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. Langkah ini  meningkatkan sentra-sentra produksi dan dengan sendirinya inflasi dapat turun dan stabil,” ungkap Dodi […]

  • Hadiri HUT Kota Palembang ke 1339 Tahun, Gubernur : Sinergi Pemprov dan Pemkot Kunci Pembangunan Merata di Palembang

    Hadiri HUT Kota Palembang ke 1339 Tahun, Gubernur : Sinergi Pemprov dan Pemkot Kunci Pembangunan Merata di Palembang

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.461
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengatakan pembangunan di Kota Palembang saat ini meningkat pesat dan merata. Sebab itu, dia mengapresiasi Pemkot Palembang yang terus berupaya untuk memajukan daerahnya. Dimana menurut Herman Deru, ada dua pembangunan yang saat ini sudah direalisasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Yakni pembangunan yang terlihat secara fisik dan yang tidak terlihat. “Membangun […]

  • Menuju New Normal, Di OKI Tempat Ibadah Dibuka Lebih Dulu

    Menuju New Normal, Di OKI Tempat Ibadah Dibuka Lebih Dulu

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    TEMPAT Ibadah di Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] rencananya bakal dibuka lebih dulu setelah signal akan menerapkan tatanan hidup baru [new normal]. “Hari ini, kita mengundang berbagai elemen, Forkompinda hingga ormas dan tokoh agama untuk mendengarkan pendapat mereka untuk menentukan status menuju new normal,” kata Bupati OKI, H Iskandar SE pada rapat Penentuan Status Penanganan […]

expand_less
WordPress Archive Optimize – SEO, Digital Marketing, Social Media Theme Optin Monster Jetpack CRX Addon Optivis - Consulting & Business Advisor Elementor Template Kit Optometry – Optician & Optics Theme Oracle – AI Prediction & Analytics Agency WordPress Theme OralHealth - Dental Clinic & Medical Elementor Template Kit Orange CV-Creative Portfolio Elementor Template Kits OrangeBee – Agency Template Kit Orbius – Creative Agency and Portfolio Theme Order Notifications for WooCommerce