Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Prangko Balikan Sama Bangsa, Surat Cinta dari Zaman Amplop”

“Prangko Balikan Sama Bangsa, Surat Cinta dari Zaman Amplop”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 2.647
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ZAMAN sekarang, anak muda pacaran cukup kirim emoji atau stiker kucing peluk bantal, dulu? Cinta itu dikirim lewat amplop, ditempel prangko, dilempar ke kotak surat, terus harap-harap cemas kayak nelayan nunggu umpan dimakan ikan.

Nah, siapa sangka, prangko, si kecil bergigi pinggir ini tiba-tiba comeback!, dan bukan comeback kaleng-kaleng, tapi dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (20/10/2025).

“Filateli itu bukan sekadar hobi tempel-tempel prangko, tapi seni, sejarah, dan jati diri bangsa,” kata Fadli sambil menatap koleksi perangko para pendiri negara.

Nadanya khidmat, tapi kalau dipotong dikit, mirip kalimat motivasi orang patah hati yang lagi mau move on ‘Yang kecil belum tentu nggak berharga’.

Waktu dulu kita masih suka kirim surat, prangko itu kayak saksi bisu perjalanan cinta dan kenegaraan. Tapi begitu HP pintar masuk ke rumah, prangko mendadak kehilangan panggung. Ibarat mantan yang ditinggal, karena kita nemu yang lebih canggih, ternyata yang baru malah sering bikin drama sinyal hilang.

Fadli Zon bilang, “Hobi filateli sudah dikenal sejak lama sebagai king of hobby hobi para raja”.
Wah, pantes aja, yang suka ngoleksi perangko ini emang bukan orang sembarangan. Zaman dulu raja, zaman sekarang ya… bapak-bapak pensiunan yang punya album tebal dan waktu luang banyak.

Tapi jangan salah, di tangan kolektor, selembar prangko bisa lebih mahal dari gorengan harga minyak naik, pasalnya  di balik kertas kecil itu, terselip potongan sejarah bangsa, yaitu dari BPUPK sampai PPKI, semua ada mukanya di situ.
Totalnya? 80 prangko khusus pendiri bangsa!, lengkap banget, tinggal cari mana yang cocok buat ditempel di hati rakyat.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, ikut nyengir lebar waktu ngomongin ini, katanya, “Museum sekarang bukan lagi tempat nyimpan benda bersejarah, tapi ruang publik yang hidup dan kolaboratif”.

Wah, betul juga, dulu museum itu tempat paling angker kedua setelah ruang kepala sekolah. Sekarang? Jadi spot foto, tempat nonton Dulmuluk, bahkan lokasi paling pas buat cari inspirasi atau cari gebetan yang sama-sama suka sejarah.

Apalagi Jumpa Museum 2025 ini digelar barengan sama pameran perangko. Ada seni Tanjidor, Tari Kreasi, sampai pertunjukan Dulmuluk. Pokoknya kalau datang ke situ, rasanya kayak jalan-jalan ke masa lalu tapi sinyal tetap 5G.

Gubernur Sumsel Herman Deru juga ikut nimbrung, bilang kalau kehadiran Menteri ini jadi spirit tersendiri buat Palembang, kota tertua yang umurnya sudah 1342 tahun.
Bayangin, umur segitu tapi masih enerjik. Kalau manusia, udah bisa jadi buyutnya buyut. Tapi Palembang tetap lincah, tetap menari di antara arus Sungai Musi.

Menteri juga sempat muji Sungai Musi, katanya “Sungai Musi menyimpan jejak sejarah dan peradaban yang luar biasa”
emang betul sekali, Musi itu kayak timeline bangsa Indonesia karena kadang banjir informasi, kadang pasang surut peradaban, tapi tetap mengalir.

Bahkan Ratu Dewa juga ngumumin kabar manis, yaitu tiga Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Palembang resmi diakui tahun ini, Aesan Paksangko, Rumah Rakit Palembang, dan Bubur Suro.
Nah loh, Palembang ini nggak cuma punya pempek, tapi juga budaya yang legit dan bergizi spiritual. Pepatah bilang, “Air Musi bisa surut, tapi adat Palembang takkan hanyut”.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sulaiman Amin, nyengir waktu bilang, “Ini pertama kalinya pameran perangko bertema Pendiri Bangsa digelar di Indonesia, dan Palembang jadi kota pembuka”.

Dia juga bilang, target kunjungan Museum SMB II tahun ini 30 ribu orang, baru 12.500 yang datang, tapi kalau pameran ini viral, bisa jadi yang datang bukan cuma manusia, tapi juga kenangan masa kecil kita waktu nyium amplop sebelum dikirim pos.

Tiket masuknya murah Rp2.000 buat anak-anak, Rp5.000 buat dewasa, Rp20.000 buat bule.
Harga segitu, dapat pelajaran sejarah plus spot Instagramable, rugi kalau nggak datang.

Zaman boleh digital, tapi sejarah itu nggak bisa di-scroll begitu aja, prangko mungkin kecil, tapi jasanya besar. Ia mengajarkan bahwa sesuatu yang sederhana bisa membawa pesan besar, asal dikirim dengan niat tulus.

Kata pepatah Palembang, “Yang kecil jangan diremehkan, kadang dari setitik tinta bisa lahir secarik sejarah”.

Jadi, kalau nanti lihat prangko lagi, jangan cuma bilang lucu atau jadul. Ingatlah dari selembar kecil itu, kita bisa belajar soal cinta, perjuangan, dan jati diri bangsa.
Karena, seperti mantan yang dulu pernah dicinta, prangko cuma butuh satu hal buat dihargai lagi kesempatan kedua.

Olleh karena itu, pameran perangko di Palembang ini bukan sekadar acara nostalgia, tapi alarm kecil bahwa bangsa besar bukan cuma karena gedung tinggi dan teknologi canggih, tapi karena masih mau menghargai hal-hal kecil yang pernah jadi bagian sejarahnya.

Jadi, sebelum kirim chat Hai ke gebetan, coba kirim surat dulu. Siapa tahu cinta lama bersemi kembali bersama prangko yang kini sudah naik pangkat jadi ikon budaya.[***]

Tulisan ini hasil pengamatan, obrolan, dan bumbu banyolan dari peristiwa nyata Pameran Prangko “Para Pendiri Bangsa” di Museum SMB II Palembang, dibuka oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Gubernur Herman Deru, Wali Kota Ratu Dewa, dan Kepala Dinas Kebudayaan Sulaiman Amin. Ditulis tanpa bantuan robot, cuma ditemani secangkir kopi dan tumpukan amplop nostalgia.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Gak Ada Kendala, 3 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Transisi Kendaraan Listrik

    Agar Gak Ada Kendala, 3 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Transisi Kendaraan Listrik

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Percepatan transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang dimulai dari sepeda motor, dimana pemerintah menargetkan sebanyak 2 (dua) juta sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2025. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia sekitar 133 juta lebih. “Sekarang ada 5 juta permintaan setahun, bahkan sebelum […]

  • BSB Optimistis Penyaluran KUR Sesuai Target

    BSB Optimistis Penyaluran KUR Sesuai Target

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.001
    • 0Komentar

    BANK Sumselbabel menargetkan pada tahun ini dapat merealisasi target Kredit Usaha Rakyat [KUR] senilai Rp500 juta  menyusul KUR tersebut banyak yang mengajukan. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank plat merah milik Pemda di Prov. Sumsel dan Bangka Belitung, Normandi Akil KUR tersebut disalurkan banyak disektor pertanian, perkebunan dan perikanan serta perdagangan ritel. “Sektor pertanian dan perkebunan mendominasi penyaluran […]

  • Jika ASN Patuh dengan Ini, Insya Allah Gak Terjadi KKN

    Jika ASN Patuh dengan Ini, Insya Allah Gak Terjadi KKN

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Palembang – Aparatur sipil negara (ASN) di Sumsel harus menjalankan kode etik serta kode perilaku yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini penting untuk menghindari adanya praktek pelanggaran, seperti korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) yang berada di lingkungan pejabat negara tersebut, sebab praktek tersebut bukan lagi rahasia yang harus ditutupi. Masyarakat pada umumnya mengetahui. Salah satu […]

  • Gubernur,  BKPRMI Banyak Berkontribusi Dalam Program Pendirian Rumah Tahfidz di Sumsel

    Gubernur, BKPRMI Banyak Berkontribusi Dalam Program Pendirian Rumah Tahfidz di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 580
    • 0Komentar

    MASIH disuasana bulan Syawal 1443 Hijriah Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru penuhi undangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumsel dalam acara Hallal Bihallal Keluarga besar DPD BKPRMI Kota Palembang, di Masjid Al- Kahfi, Kamis (26/5). Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan  apresiasinya kepada BKPRMI yang telah membuat wadah silaturahmi, apalagi dilakukan […]

  • Nataru, Harga Sembako di Sumsel Aman, Sekda : Tetap Kita Awasi dengan Ketat

    Nataru, Harga Sembako di Sumsel Aman, Sekda : Tetap Kita Awasi dengan Ketat

    • calendar_month Sabtu, 19 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    JELANG Natal dan Tahun Baru 2021 [Nataru] harga dan ketersedian Sembilan  Bahan Pokok (Sembako) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  relatif aman, meski demikian harus tetap diawasi dengan ketat, agar tidak terjadi kelangkaan yang dikhawatirkan akan menjadi gejolak di masyarakat.   Sekretaris Daerah  (Sekda) H Nasrun Umar  saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Hari Besar Keagamaan dalam […]

  • Monitor AOC AG273FXR Agon Hadir di Indonesia

    Monitor AOC AG273FXR Agon Hadir di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    ANDA belum tentu bisa bersama-sama secara langsung dengan cinta spesial selama pandemi ini, namun berkat teknologi terkini seperti monitor ‘Pink-Power’ AG273FXR dari AOC, Anda tetap bisa memanjakan diri minat bermain game Anda bersama. Setiap sesi permainan bersama seperti kencan virtual Valentine, terima kasih kepada Agon! Sementara monitor gaming berspesifikasi penuh, monitor Agon AG273FXR ‘Pink-Power’ yang […]

expand_less
WordPress Archive Invested – Venture Capital & Investment WordPress Theme Investex – Corporate & Accounting Theme Investment – Business & Financial Advisor WordPress Theme Investmoon – Finance & Investment Manager Elementor Template Kit INVIA Responsive Corporate WP Theme Invoice Pdf WooCommerce Invoices – Laravel Invoice Management System – Accounting & Billing Management Invoicing Pro Jetpack CRX Addon Iodova – Single Property Real Estate WordPress Theme iOne | Minimal WooCommerce Theme