Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan sekadar persoalan api yang terlihat di permukaan. Di balik asap tebal dan lahan yang terbakar, petugas sering menghadapi bara yang masih tersimpan, medan sulit hingga sumber air yang terbatas.

Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api. Setelah kobaran berhasil ditekan, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di sejumlah lokasi, perjuangan tersebut berlangsung di tengah pepohonan yang terbakar dan asap yang mengganggu pandangan. Petugas bergerak membawa peralatan pemadam, membentangkan selang dan mencari bagian lahan yang masih menyimpan panas.

Pekerjaan kemudian berlanjut dengan pendinginan. Tanah dan material yang masih panas harus diperiksa kembali agar api tidak muncul dari titik yang sebelumnya terlihat sudah aman.

Api Karhutla Tak Selalu Terlihat dari Permukaan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla muncul ketika api merambat di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat kobaran api tidak selalu terlihat jelas. Permukaan tanah bisa saja tampak sudah aman, sementara panas masih bertahan di bagian bawah.

Karena itu, petugas perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Area yang dicurigai masih menyimpan bara dicek kembali dan didinginkan untuk mencegah api kembali menjalar.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian karena satu titik panas yang terlewat dapat berkembang menjadi kebakaran baru ketika kondisi lingkungan kembali mendukung.

Groundcheck Menjadi Bagian Penting

Informasi mengenai titik panas dari pemantauan satelit dapat membantu petugas menentukan lokasi yang perlu diperiksa. Namun, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti terdapat kebakaran yang sedang berlangsung.

Petugas tetap perlu turun ke lapangan untuk melakukan groundcheck. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

Dari pengecekan tersebut, tim dapat menentukan apakah sebuah titik masih terbakar, sudah padam atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Langkah ini juga membantu petugas menentukan prioritas, terutama ketika terdapat banyak titik yang harus diperiksa dalam waktu bersamaan.

Medan Menentukan Strategi Pemadaman

Pemadaman karhutla di lapangan tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Petugas bisa menghadapi lahan yang sulit dijangkau, vegetasi rapat, permukaan tanah yang tidak stabil hingga sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran.

Karena itu, sebelum melakukan pemadaman, tim biasanya melakukan pengamatan terhadap kondisi lokasi. Titik api aktif, arah penjalaran dan posisi sumber air menjadi beberapa hal yang harus diperhitungkan.

Personel kemudian dapat dibagi ke beberapa sektor agar penanganan berlangsung lebih efektif.

Pompa jinjing dapat digunakan ketika sumber air berada di sekitar lokasi. Jika jaraknya cukup jauh, air harus disalurkan secara bertahap dengan menggunakan peralatan pendukung.

Dalam kondisi tertentu, mobil tangki juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan air tetap tersedia ketika parit, kolam atau sumber air alami tidak mencukupi.

Ketika Api Mendekati Permukiman

Situasi menjadi lebih serius ketika kobaran api bergerak mendekati rumah atau kawasan yang dihuni masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, petugas tidak hanya berusaha memadamkan api. Penyisiran dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan api sekaligus memastikan tidak ada bara yang dapat menyulut kebakaran baru.

Koordinasi antarinstansi juga menjadi penting. Personel pemadam dapat bekerja bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran dan masyarakat.

Keterlibatan warga di sekitar lokasi membantu mempercepat informasi mengenai titik api sekaligus mendukung penanganan ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau.

Pemadaman Tidak Berhenti Saat Api Padam

Kesalahan yang sering terjadi dalam melihat penanganan karhutla adalah menganggap pekerjaan selesai ketika kobaran api sudah tidak terlihat.

Padahal, tahap setelah pemadaman justru sangat penting.

Petugas melakukan mopping up atau penyisiran untuk mencari bara yang masih tersisa. Bagian lahan yang masih panas kemudian didinginkan agar tidak kembali terbakar.

Langkah tersebut dilakukan berulang jika kondisi lapangan menunjukkan masih terdapat potensi api.

Terlebih pada lahan gambut, kebakaran dapat bertahan di bawah permukaan dan menyebar tanpa selalu menghasilkan kobaran besar di atas tanah.

Dukungan Udara Membantu Menjangkau Area Sulit

Selain pasukan darat, penanganan karhutla juga dapat diperkuat dengan dukungan udara.

Helikopter dapat digunakan untuk melakukan water bombing pada kawasan yang sulit dijangkau personel di darat. Air dijatuhkan dari udara ke area yang terbakar untuk membantu menekan kobaran.

Pesawat tanpa awak atau drone juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan. Dari udara, petugas dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi api, arah penyebaran serta kondisi kawasan di sekitarnya.

Teknologi tersebut bukan pengganti pemadaman di darat. Fungsinya lebih sebagai pendukung agar petugas dapat menentukan lokasi dan strategi penanganan secara lebih tepat.

Mencegah Lebih Penting daripada Memadamkan

Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran.

Masyarakat di kawasan rawan kebakaran perlu menghindari penggunaan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kuat.

Patroli, pemantauan titik rawan, edukasi masyarakat dan pemeriksaan lapangan menjadi langkah yang dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.

Pada akhirnya, menghadapi karhutla bukan hanya soal seberapa cepat petugas memadamkan api. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menemukan sumber panas, memahami kondisi lahan, memastikan bara benar-benar mati dan mencegah api kembali muncul.

Dibalik setiap kawasan yang berhasil diselamatkan dari kobaran, ada rangkaian pekerjaan yang berlangsung dari darat hingga udara. Api mungkin terlihat padam dalam hitungan waktu, tetapi memastikan lahan benar-benar aman membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang jauh lebih panjang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersih-bersih Gulma di Danau Siarak

    Bersih-bersih Gulma di Danau Siarak

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.160
    • 0Komentar

    SUASANA ramai dan tetap patuh pada protokol kesehatan (protokes) tampak di Danau Siarak Desa Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko, Selasa (13/10/2020). Tampak Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP didampingi warga sekitar serta beberapa OPD diantaranya Plt Kadis Perikanan Hendra Tris Tommy, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro SH MHum, dan Camat Batanghari Leko Tazarni […]

  • Bertambah 8 Kasus Positif, 1 Meninggal Dunia Kemarin di Muba

    Bertambah 8 Kasus Positif, 1 Meninggal Dunia Kemarin di Muba

    • calendar_month Minggu, 8 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (7/11/2020) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus positif dan 1 meninggal dunia. “Ada penambahan 8 kasus positif COVID-19 dan 1 kasus meninggal dunia per Sabtu 7 November 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 8 kasus positif COVID-19 yakni diantaranya […]

  • 10 Negara Ikutin Palembang Triathlon 2019

    10 Negara Ikutin Palembang Triathlon 2019

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Sebanyak 10 Negara ikutin lomba Palembang Triathlon 2019 yang diselenggarakan PT Rocca Karya dengan Start di Danau Opi Jakabarang Sport City [JSC] Palembang yang digelar 9-10 Februari 2019. Lomba tersebut juga melibatkan 400 peserta. Ajang Palembang Triathlon 2019 mempertandingkan kategori olympic distance, sprint distance, dan mixed relay. Olahraga ini menggabungkan tiga cabang olahraga, yakni renang, lari dan […]

  • Tingkatkan Pelayanan, KAI Bagikan Takjil Gratis Calon Penumpang

    Tingkatkan Pelayanan, KAI Bagikan Takjil Gratis Calon Penumpang

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    TEBAR Takjil Gratis bagi Pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan program pemberian takjil gratis bagi calon penumpang Kereta Api Jarak Jauh yang sedang menunggu di stasiun. Takjil gratis dibagikan kepada pelanggan yang telah melakukan boarding pada pukul 17.00 WIB atau 1 jam sebelum waktu berbuka puasa selama 10 hari terakhir Ramadan atau 22 s.d […]

  • Ini Sejarah Singkat Lahirnya Korps Brimob Polri

    Ini Sejarah Singkat Lahirnya Korps Brimob Polri

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    KORPS Brigade Mobil (Brimob) lahir pada 14 November dan merupakan satuan tertua di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Brimob memiliki sejarah panjang dalam pengabdiannya untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cikal bakal Brimob telah berdiri sejak zaman penjajahan Jepang. Brimob ikut andil dalam merebut kemerdekaan, bahkan punya peran besar dalam melawan pemberontakan pada masa awal […]

  • 44 Hotspot Masih Mengancam Kalsel, 1 Helikopter Water Bombing Didatangkan dari Riau

    44 Hotspot Masih Mengancam Kalsel, 1 Helikopter Water Bombing Didatangkan dari Riau

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – BNPB mendatangkan satu helikopter water bombing dari Riau untuk membantu penanganan karhutla menyusul masih terdeteksinya 44 hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Helikopter tersebut dijadwalkan tiba di Kalsel pada Minggu (23/8/2026) siang. Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan helikopter itu didatangkan dari Riau karena kondisi karhutla di wilayah tersebut relatif lebih terkendali. “Kita […]

expand_less
WordPress Archive Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor Linguini — Restaurant WordPress Theme Lingvico | Language Center & Training Courses WordPress Theme Link Whisper Pro Linoor – Digital Agency Services WordPress Theme Liotta – a Responsive Blog Theme For WordPress Liquory – Drinks Shop WooCommerce Theme