Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Begini Cara Petugas Mengendalikan Api di Hutan dan Lahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan sekadar persoalan api yang terlihat di permukaan. Di balik asap tebal dan lahan yang terbakar, petugas sering menghadapi bara yang masih tersimpan, medan sulit hingga sumber air yang terbatas.

Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api. Setelah kobaran berhasil ditekan, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di sejumlah lokasi, perjuangan tersebut berlangsung di tengah pepohonan yang terbakar dan asap yang mengganggu pandangan. Petugas bergerak membawa peralatan pemadam, membentangkan selang dan mencari bagian lahan yang masih menyimpan panas.

Pekerjaan kemudian berlanjut dengan pendinginan. Tanah dan material yang masih panas harus diperiksa kembali agar api tidak muncul dari titik yang sebelumnya terlihat sudah aman.

Api Karhutla Tak Selalu Terlihat dari Permukaan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla muncul ketika api merambat di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat kobaran api tidak selalu terlihat jelas. Permukaan tanah bisa saja tampak sudah aman, sementara panas masih bertahan di bagian bawah.

Karena itu, petugas perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Area yang dicurigai masih menyimpan bara dicek kembali dan didinginkan untuk mencegah api kembali menjalar.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian karena satu titik panas yang terlewat dapat berkembang menjadi kebakaran baru ketika kondisi lingkungan kembali mendukung.

Groundcheck Menjadi Bagian Penting

Informasi mengenai titik panas dari pemantauan satelit dapat membantu petugas menentukan lokasi yang perlu diperiksa. Namun, keberadaan hotspot tidak otomatis berarti terdapat kebakaran yang sedang berlangsung.

Petugas tetap perlu turun ke lapangan untuk melakukan groundcheck. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

Dari pengecekan tersebut, tim dapat menentukan apakah sebuah titik masih terbakar, sudah padam atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Langkah ini juga membantu petugas menentukan prioritas, terutama ketika terdapat banyak titik yang harus diperiksa dalam waktu bersamaan.

Medan Menentukan Strategi Pemadaman

Pemadaman karhutla di lapangan tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Petugas bisa menghadapi lahan yang sulit dijangkau, vegetasi rapat, permukaan tanah yang tidak stabil hingga sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran.

Karena itu, sebelum melakukan pemadaman, tim biasanya melakukan pengamatan terhadap kondisi lokasi. Titik api aktif, arah penjalaran dan posisi sumber air menjadi beberapa hal yang harus diperhitungkan.

Personel kemudian dapat dibagi ke beberapa sektor agar penanganan berlangsung lebih efektif.

Pompa jinjing dapat digunakan ketika sumber air berada di sekitar lokasi. Jika jaraknya cukup jauh, air harus disalurkan secara bertahap dengan menggunakan peralatan pendukung.

Dalam kondisi tertentu, mobil tangki juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan air tetap tersedia ketika parit, kolam atau sumber air alami tidak mencukupi.

Ketika Api Mendekati Permukiman

Situasi menjadi lebih serius ketika kobaran api bergerak mendekati rumah atau kawasan yang dihuni masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, petugas tidak hanya berusaha memadamkan api. Penyisiran dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan api sekaligus memastikan tidak ada bara yang dapat menyulut kebakaran baru.

Koordinasi antarinstansi juga menjadi penting. Personel pemadam dapat bekerja bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran dan masyarakat.

Keterlibatan warga di sekitar lokasi membantu mempercepat informasi mengenai titik api sekaligus mendukung penanganan ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau.

Pemadaman Tidak Berhenti Saat Api Padam

Kesalahan yang sering terjadi dalam melihat penanganan karhutla adalah menganggap pekerjaan selesai ketika kobaran api sudah tidak terlihat.

Padahal, tahap setelah pemadaman justru sangat penting.

Petugas melakukan mopping up atau penyisiran untuk mencari bara yang masih tersisa. Bagian lahan yang masih panas kemudian didinginkan agar tidak kembali terbakar.

Langkah tersebut dilakukan berulang jika kondisi lapangan menunjukkan masih terdapat potensi api.

Terlebih pada lahan gambut, kebakaran dapat bertahan di bawah permukaan dan menyebar tanpa selalu menghasilkan kobaran besar di atas tanah.

Dukungan Udara Membantu Menjangkau Area Sulit

Selain pasukan darat, penanganan karhutla juga dapat diperkuat dengan dukungan udara.

Helikopter dapat digunakan untuk melakukan water bombing pada kawasan yang sulit dijangkau personel di darat. Air dijatuhkan dari udara ke area yang terbakar untuk membantu menekan kobaran.

Pesawat tanpa awak atau drone juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan. Dari udara, petugas dapat memperoleh gambaran mengenai lokasi api, arah penyebaran serta kondisi kawasan di sekitarnya.

Teknologi tersebut bukan pengganti pemadaman di darat. Fungsinya lebih sebagai pendukung agar petugas dapat menentukan lokasi dan strategi penanganan secara lebih tepat.

Mencegah Lebih Penting daripada Memadamkan

Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.

Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran.

Masyarakat di kawasan rawan kebakaran perlu menghindari penggunaan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kuat.

Patroli, pemantauan titik rawan, edukasi masyarakat dan pemeriksaan lapangan menjadi langkah yang dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.

Pada akhirnya, menghadapi karhutla bukan hanya soal seberapa cepat petugas memadamkan api. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menemukan sumber panas, memahami kondisi lahan, memastikan bara benar-benar mati dan mencegah api kembali muncul.

Dibalik setiap kawasan yang berhasil diselamatkan dari kobaran, ada rangkaian pekerjaan yang berlangsung dari darat hingga udara. Api mungkin terlihat padam dalam hitungan waktu, tetapi memastikan lahan benar-benar aman membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang jauh lebih panjang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Revolusi Mental, MPK PP Muhammadiyah  Gelar FGD Digitilasisasi Perkaderan

    Gerakan Revolusi Mental, MPK PP Muhammadiyah Gelar FGD Digitilasisasi Perkaderan

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 695
    • 0Komentar

    MAJELIS Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Focus Grup Discusion (FGD) Digitalisasi Perkaderan Muhammadiyah dengan tema “Pengembangan Digitalisasi Perkaderan Menuju Quadrum 5.0” pada Rabu (11/8). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental. Faiz Rafdhi, Wakil Ketua […]

  • Pj Walikota A Damenta ingatkan pentingnya tanggung jawab bersama jaga nilai- nilai pancasila

    Pj Walikota A Damenta ingatkan pentingnya tanggung jawab bersama jaga nilai- nilai pancasila

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.592
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Walikota A Damenta mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai- nilai pancasila sebagai dasar negara dan pedoman berkehidupan bangsa di Indonesia.   Hal itu ia ungkapkan saat pelaksanaan Apel Kesetiaan Pancasila dan Deklarasi Pilkada Damai Tahun 2024 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan HUT Pemuda Pancasila di Halaman Monpera, Senin […]

  • Pandemi Melonjak, Ketua Satgas dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Isoman Terpusat Asrama Haji Donohudan

    Pandemi Melonjak, Ketua Satgas dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Isoman Terpusat Asrama Haji Donohudan

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 669
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito mendampingi Panglima TNI dalam peninjauan tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (25/7). Kunjungan kerja ke tempat isolasi yang menampung pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan dari Solo Raya dan beberapa wilayah di Jawa Tengah itu merupakan kali […]

  • Wagub MY Dukung Penyederhanaan Regulasi Investasi

    Wagub MY Dukung Penyederhanaan Regulasi Investasi

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    PEMERINTAH  Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel) mendukung penuh arah kebijakan perekonomian yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat diantaranya untuk menyamakan dan menyelaraskan dan kebijakan serta mencari sumber  potensi  ekonomi baru di Sumsel. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H. Mawardi Yahya menanggapi arahan Presiden Joko Widodo pada pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rafless, Jakarta pada […]

  • Rapat dengan PLN Palembang, Ini Hasilnya

    Rapat dengan PLN Palembang, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda hadiri pertemuan dengan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN UP3), Kamis (28/10/11). “Hari ini kita mengadakan rapat dengan PLN terkait masalah pelayanan PLN ke depan,” ujar Fitrianti setelah rapat yang diadakan di kantor BAPPEDA litbang kota Palembang. Rapat kali ini membahas kualitas pelayanan PLN selama ini […]

  • Sel Khusus yang Menundukkan John Kei

    Sel Khusus yang Menundukkan John Kei

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.715
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, CILACAP – Tampilannya kurang pas. Badan penuh tato, lengan kekar berotot itu jemari kanannya memegang canting. Dia sedang membatik. Sementara tangan kirinya menahan agak mengambang pada kain putih untuk menyerap tinta yang baru diusapkan. Begitulah penampilan John Kei. Pria yang dulu dikenal garang dan menakutkan itu  aku temui pekan pertama November lalu, di Lapas […]

expand_less
WordPress Archive Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor Linguini — Restaurant WordPress Theme Lingvico | Language Center & Training Courses WordPress Theme Link Whisper Pro Linoor – Digital Agency Services WordPress Theme Liotta – a Responsive Blog Theme For WordPress Liquory – Drinks Shop WooCommerce Theme