Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Mengenal Bea Cukai dari Sekolah, Bukan Hanya Urusan Barang Masuk dan Keluar Negeri

Mengenal Bea Cukai dari Sekolah, Bukan Hanya Urusan Barang Masuk dan Keluar Negeri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebagian pelajar, Bea Cukai mungkin masih identik dengan pelabuhan, pemeriksaan barang, atau urusan keluar-masuk barang dari luar negeri, bahkan ada yang tak tahu sama sekali dengan lembaga milik negara itu. Padahal, ruang kerja di balik institusi ini jauh lebih luas.

Ada aturan perdagangan yang perlu dipahami, penerimaan negara yang harus dijaga, hingga peredaran barang ilegal yang perlu diawasi.  Oleh karena itu, mengenalkan kepabeanan dan cukai sejak bangku sekolah maupun perguruan tinggi menjadi penting.

Gambaran tersebut salah satunya terlihat ketika Bea Cukai memperkenalkan tugas dan fungsinya kepada siswa SMA Negeri 1 Bireuen. Menariknya, kegiatan itu menghadirkan Said Muhammad Ikbal, alumni sekolah tersebut yang kini bekerja di Bea Cukai Lhokseumawe.

Kehadiran seorang alumni membuat pembahasan mengenai Bea Cukai terasa lebih dekat bagi siswa.

Mereka tidak hanya mendengar soal aturan dan pekerjaan, tetapi juga mendapat gambaran bahwa bidang kepabeanan dapat menjadi salah satu pilihan karier bagi generasi muda.

Dari sekolah, pelajar dikenalkan pada barang ilegal

Salah satu persoalan yang berkaitan langsung dengan masyarakat adalah peredaran barang ilegal, termasuk rokok tanpa memenuhi ketentuan cukai.

Dalam edukasi kepada mahasiswa Universitas Tidar di Magelang, misalnya, materi mengenai rokok ilegal tidak hanya membahas ciri-cirinya. Peserta juga diajak memahami dampaknya terhadap penerimaan negara dan industri hasil tembakau yang menjalankan usahanya sesuai aturan.

Pengetahuan semacam ini penting karena masyarakat pada akhirnya berhadapan langsung dengan produk yang beredar di pasaran.

Mengenali ciri rokok ilegal menjadi salah satu langkah sederhana. Namun yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa keputusan untuk membeli sebuah produk juga dapat berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan dan penerimaan negara.

Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak membeli, menjual, atau mengedarkan rokok ilegal serta ikut menyampaikan informasi tersebut kepada lingkungan sekitarnya.

Mahasiswa bisa melihat sisi lain perdagangan internasional

Ketika memasuki perguruan tinggi, pembahasan kepabeanan bisa menjadi lebih luas.

Mahasiswa PKN STAN, misalnya, mendapat kesempatan melihat langsung kegiatan pengawasan dan pemeriksaan barang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Dari sana, proses ekspor dan impor tidak lagi sebatas materi di ruang kelas.

Ada dokumen, klasifikasi barang, pemeriksaan, hingga pengawasan yang menjadi bagian dari rangkaian perdagangan lintas negara.

Pengetahuan tersebut juga relevan bagi mahasiswa yang kelak bekerja di bidang perdagangan, logistik, keuangan, pemerintahan, maupun bisnis internasional.

Bagi UMKM, aturan ekspor bukan sekadar urusan administrasi

Pemahaman kepabeanan juga semakin penting ketika sebuah usaha mulai membidik pasar luar negeri.

Pelaku UMKM yang ingin mengekspor produk perlu mengetahui sejumlah hal, termasuk klasifikasi barang berdasarkan HS Code, prosedur memasuki pasar tujuan, serta dokumen yang harus disiapkan.

Sistem penyampaian dokumen secara elektronik juga menjadi bagian dari proses tersebut. Artinya, keinginan membawa produk lokal ke pasar internasional perlu diikuti pemahaman mengenai aturan yang berlaku.

Pengetahuan tentang kepabeanan bukan lagi sesuatu yang hanya dibutuhkan perusahaan besar. UMKM yang mulai serius membangun pasar ekspor juga perlu memahami dasar-dasarnya.

Kenapa pengetahuan ini perlu dikenalkan sejak dini?

Kepabeanan dan cukai sebenarnya bersentuhan dengan banyak aktivitas ekonomi yang ditemui masyarakat sehari-hari.

Barang yang masuk dan keluar suatu negara harus mengikuti ketentuan. Produk tertentu dikenai cukai. Penerimaan negara berasal dari berbagai aktivitas ekonomi. Dibagian lainnya, tentunya tentang pengawasan diperlukan, agar barang ilegal tidak bebas beredar.

Oleh sebab itu, pengenalan sejak sekolah dan kampus bisa membantu membentuk pemahaman yang lebih sederhana, yaitu Bea Cukai bukan hanya institusi yang bekerja di balik pemeriksaan barang di pelabuhan.

Ada fungsi pelayanan, pengawasan, fasilitasi perdagangan, sekaligus upaya menjaga penerimaan negara.

Untuk pelajar sendiri, pengetahuan tersebut bisa menjadi bekal untuk memahami bagaimana perdagangan dan perekonomian berjalan. Dan mahasiswa, pemahamannya dapat berkembang menjadi pengetahuan profesional. Sementara bagi pelaku usaha, aturan kepabeanan bisa menjadi bagian penting ketika bisnis mulai menembus pasar internasional.

Untuk itu, mengenal kepabeanan tidak harus menunggu seseorang bekerja di pelabuhan atau menjalankan bisnis ekspor-impor.

Semakin awal masyarakat memahami aturan dan peran Bea Cukai, semakin mudah pula membedakan mana aktivitas perdagangan yang sesuai ketentuan dan mana yang berpotensi melanggar aturan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Sandi Fahlepi Pimpin langsung Upacara Hari Lahir Pancasila dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Pj Bupati Sandi Fahlepi Pimpin langsung Upacara Hari Lahir Pancasila dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 sekaligus Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, Senin (3/6/2024) di Halaman Kantor Bupati Musi Banyuasin. Upacara yang dipimpin oleh Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi selaku Pembina, Upacara tersebut mengambil tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Turut […]

  • Sempat Ambruk Akibat Dihantam Air, Kini Jembatan Sungai Lengi Normal Kembali, Humas PT Huadian : Tanggung Jawab Perusahaan

    Sempat Ambruk Akibat Dihantam Air, Kini Jembatan Sungai Lengi Normal Kembali, Humas PT Huadian : Tanggung Jawab Perusahaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.696
    • 0Komentar

    RUSAKNYA jembatan sungai Lengi, Desa Darmo, Kecamatan Tanjung Agung beberapa waktu lalu, sempat membuat masyarakat kesulitan untuk mengangkut hasil kebun ke luar areal karena tiang jembatan yang roboh akibat hantaman air membuat tiang penyangga rusak dan alhirnya tidak bisa dilintasi. Namun hal itu sudah tidak lagi terjadi, pasalnya, jembatan yang dibangun pada tahun 2016 dan […]

  • OPPO Luncurkan Tantangan Inspirasi 2023, Investasikan USD 0.000 untuk Memanggil Solusi Teknis Inovatif

    OPPO Luncurkan Tantangan Inspirasi 2023, Investasikan USD $440.000 untuk Memanggil Solusi Teknis Inovatif

    • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

      SHENZHEN, CHINA – OPPO Research Institute, bersama dengan mitra global Qualcomm Technologies, GSMA 5G IN, Amazon Web Services, dan LinkedIn, mengumumkan peluncuran OPPO Inspiration Challenge 2023 pada Hari Senyum Sedunia. Berdasarkan proposisi merek “Inspiration Ahead”, OPPO dan mitra ekosistem teknologi globalnya bertujuan untuk menghadirkan solusi baru dan inovatif dalam kehidupan dengan menyediakan peluang pendanaan, […]

  • Batik Kujur Pamer di IFW

    Batik Kujur Pamer di IFW

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.167
    • 0Komentar

    JADI kebanggan bagi Kabupaten Muara Enim. Salah satu ciri khas batik yang dimiliki yakni batik Kujur, ikut di tampilkan pada Indonesian Fashion Week (IFW) tahun 2020 yang dilaksanakan pada 13-17 April lalu di Jakarta Convention Center. Tidak hanya itu, apresiasi banyak diterima dari batik ciri khas kedaerahaan ini. Pada kesempatan tersebut, merupakan idak ajang fashion […]

  • Sembako, Tongkat & Kursi Roda dari TP PKK Sumsel

    Sembako, Tongkat & Kursi Roda dari TP PKK Sumsel

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    KETUA Tim Penggerak PKK Hj. Feby Deru beserta jajaran untuk membagikan sembako dan bantuan kepada masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat terdampak bencana Non- alam Covid19. Kecamatan Gandus dan Kecamatan Alang-Alang Lebar yang mendapatkan bantuan sembako dan bantuan berupa 2 tongkat dan 1 kursi roda oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Feby Deru yang didampingi Fauziah Mawardi […]

  • Kata-Kata Didiet: Tipis di Kertas, Tebal di Peluang

    Kata-Kata Didiet: Tipis di Kertas, Tebal di Peluang

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Sumseterkini.co.id, – Kalau ngomongin ekonomi kreatif, jangan cuma mikir soal gim keren atau film blockbuster aja, ya. Kadang, karya yang kelihatan kalem dan penuh perasaan kayak puisi juga bisa jadi mesin uang yang ngacir, asal diseriusin. Makanya, hadirnya Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di acara peluncuran buku puisi “Pesan yang Datang Belakangan” karya Didiet […]

expand_less
WordPress Archive Efuel – Electric Car Rental & EV Charging WordPress Theme Eginary – Online Education Elementor Template Kit eGovenz – City Government WordPress Theme eGrocer – Online Multi Vendor Grocery Store, eCommerce Flutter Full App | Admin Panel | Web Version Ehauzon – Property Listing for WordPress Theme Eidan – Creative Agency WordPress Theme Eidmart | Digital Marketplace WordPress Theme Eight – Responsive Portfolio WordPress Theme Eightsy – Billiard School & Sport Club Elementor Template Kit Eikra - Education WordPress Theme