Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Pasar Malem Narasi dan Rindu yang Dijual di Bawah Lampu Merah Jambu”

“Pasar Malem Narasi dan Rindu yang Dijual di Bawah Lampu Merah Jambu”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 2.958
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, waktu saya kecil, hiburan paling mewah bukan konser Coldplay, bukan pula healing ke Bali. Hiburan ini paling wah ya… pasar malem, yang datangnya cuma setahun sekali, tapi meninggalkan kenangan yang bisa diangsur sampai sekarang.

Ada bianglala yang berderit pelan, kora-kora yang bisa bikin jantung pindah ke tenggorokan, dan lampu warna-warni yang bikin suasana lebih romantis dari kembang api tahun baru.

Nah, belasan tahun kemudian, ternyata pasar malam tak benar-benar punah. Ia cuma ganti baju, ganti nama, dan… naik kelas!. Buktinya, Minggu lalu (26 Oktober 2025), Pasar Malem Narasi nongol di Hutan Kota GBK Jakarta, lengkap dengan dekorasi ala “Hiburan Asli Tjap Indonesia”, kayak nostalgia masa kecil yang dikasih upgrade jadi versi ekonomi kreatif edition. Dan yang datang bukan cuma warga yang haus nostalgia, tapi juga Wamen Ekraf, Irene Umar.

Wamen Irene datang bukan sekadar jalan-jalan sambil jajan cilok, tapi buat kasih dukungan ke para pegiat ekonomi kreatif. Katanya, acara kayak Pasar Malem Narasi ini bukan cuma tempat hiburan, tapi juga “etalase karya anak bangsa”.

Kalau dulu jualannya gelang plastik sama balon tiup, sekarang jualannya fashion lokal, kuliner khas daerah, sampai produk desain yang kekinian tapi masih beraroma Indonesia.

Bayangkan, di satu sisi ada Papinka dengan koleksi fesyen lokalnya, di sisi lain Pallubasa Serigala ngebul dengan aroma yang bisa bikin orang diet pun khilaf. Lalu nongol Ayam Keprabon, Mad Bagel, sampai Kopi Sagaleh, nama-nama yang kalau dibaca pelan bisa bikin perut ikut demo.

Tapi di balik itu semua, Wamen Irene lagi bicara serius soal masa depan ekonomi kreatif. Katanya, “ekonomi kreatif adalah the new engine of growth”.
Kalimatnya sih berat, tapi kalau diterjemahkan ke bahasa rakyat kreativitas sekarang bukan cuma buat lucu-lucuan di TikTok, tapi juga bisa jadi sumber nafkah dan lapangan kerja.

Orang dulu bilang, “Hidup itu kayak pasar malam, rame, terang, tapi cuma sebentar”.

Nah, Pasar Malem Narasi ini kayak mau membuktikan pepatah itu salah. Sebentar sih, tapi efeknya panjang. Karena di sanalah para pelaku kreatif lintas subsektor fesyen, kuliner, musik, desain belajar satu hal penting kolaborasi adalah jurus sakti di era sekarang.

Wamen Irene bahkan menekankan, pemerintah nggak bisa kerja sendirian. Dunia kreatif butuh ekosistem, dari pemerintah, swasta, komunitas, sampai penonton yang doyan jajan. Kalau semua bersatu, hasilnya bukan cuma event ramai, tapi roda ekonomi yang terus muter kayak bianglala.

Dan bicara soal bianglala, saya sempat teringat dulu waktu kecil naik bianglala di pasar malam kampung. Tiap kali sampai puncak, saya deg-degan bukan karena tinggi, tapi takut ayah saya sadar koinnya tinggal satu.
Sekarang, para pelaku ekraf juga lagi naik bianglala, naik tinggi pelan-pelan, tapi kalau nggak jaga keseimbangan, bisa oleng juga.

Oleh sebab itu, acara kayak Pasar Malem Narasi penting banget buat ngasih pegangan biar roda kreatif ini nggak nyungsep.

Lucunya, di tengah gegap gempita musik dan lampu hias, saya malah nemu filosofi hidup versi “orang pasar”
Tengok aja pedagang kaos lokal yang nyengir tiap dagangannya laku, anak-anak muda yang jualan totebag buatan tangan, sampai pengunjung yang rela antre demi foto di bawah lampu warna-warni.

Semuanya kelihatan bahagia, padahal nggak semua kaya. Tapi, seperti kata orang tua zaman dulu, rezeki itu bukan cuma yang masuk kantong, tapi juga yang bikin hati tenang.

Pasar malam versi Narasi ini seolah ngajak kita buat ingat, hiburan rakyat itu bukan cuma soal tawa, tapi soal rasa punya. Rasa bahwa kita bagian dari sesuatu yang lebih besar  budaya, kreativitas, dan gotong royong.

Kalau dulu pasar malam jadi tempat ketemu jodoh (ya, banyak yang pacaran di situ, ngaku aja), sekarang pasar malam jadi tempat ketemu peluang. Peluang bisnis, kolaborasi, bahkan inspirasi. Bedanya cuma satu, dulu bayar tiket pakai koin logam, sekarang pakai QRIS.

Jadi, di puncak acara, band Mollucan Soul manggung sambil bawa suasana nostalgia ke level yang bikin penonton jingkrak-jingkrak. Wamen Irene di sela-sela keramaian bilang, “Dengan potensi talenta dan budaya kita, ekonomi kreatif bisa jadi motor utama pertumbuhan nasional”.

Dan saya mikir, iya juga ya… mungkin memang sudah waktunya kita berhenti minder sama karya luar negeri. Soalnya, di tangan anak-anak muda Indonesia, kreativitas bisa berubah jadi kekuatan ekonomi.

Pasar malam dulu mungkin tempat hiburan rakyat biasa. Tapi Pasar Malem Narasi membuktikan yaitu di balik tawa dan jajanan, ada gerakan ekonomi yang nyata. Semacam dagelan yang berfaedah.

Begitu pula malam beranjak larut dan lampu pasar satu per satu padam, para pedagang tersenyum kecil.. bukan karena dapat hadiah dari undian (nggak ada juga), tapi karena sadar, bangsa ini masih punya cara untuk bahagia dan berdaya, lewat hal yang sederhana  kreativitas.

Orang dulu bilang, “Selama masih ada pasar malam, rakyat belum benar-benar kehilangan harapan”, dan di tangan Wamen Irene dan para pegiat ekraf, harapan itu bukan cuma nostalgia masa kecil. Ia sudah naik kelas jadi motor penggerak ekonomi yang bisa bikin Indonesia melaju, sambil tetap tertawa di bawah lampu merah jambu.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Diminta Ambil Bagian Jadi Garda Terdepan Gelorakan Persatuan,

    Pemuda Diminta Ambil Bagian Jadi Garda Terdepan Gelorakan Persatuan,

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru melepas tim ekpedisi deklarasi Sumpah Pemuda, di Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Rabu (21/10/2020). Dimana tim yang terdiri dari anggota Pramuka, Mahasiswa Pecinta Alam, Polri dan TNI tersebut akan melakukan pengibaran bendera merah putih dan pembacaan ikrar Sumpah pemuda, di atas puncak Bukit Serelo. Ia mengaku bangga […]

  • Rajut Kebersamaan dengan Seni di BKB, Gub. Sumsel Ikut Baca Puisi

    Rajut Kebersamaan dengan Seni di BKB, Gub. Sumsel Ikut Baca Puisi

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.478
    • 0Komentar

    “Jadi berajut kebersamaan itu tidak harus dengan kekerasan tapi bisa dengan seni seperti ini. alhamdulilah sampai sekarang disaat yang lain panas kita cool,”

  • Apresiasi kontribusi Permodalan Nasional Madani

    Apresiasi kontribusi Permodalan Nasional Madani

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.991
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id Pemprov Sumsel mengapresiasi pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan yang tengah digalakkan Pemprov Sumsel tersebut.   Seperti dukungan yang telah dilakukan Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Palembang. Dimana perusahaan BUMN tersebut terus berkontribusi dalam memberikan bantuan permodalan usaha bagi masyarakat . “Kita sangat mengapresiasi PNM ini. Perusahaan ini juga membantu pemerintah dalam […]

  • Tabrak Motor Tongkang, 3 Selamat, 1 Hilang

    Tabrak Motor Tongkang, 3 Selamat, 1 Hilang

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.034
    • 0Komentar

    SEBUAH perahu kayu yang ditumpangi empat Warga Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin menabrak kapal Tongkang penarik Batu Bara yang lagi parkir. Akibat peristiwa naas itu, satu orang dilaporkan hilang dan saat ini dalam proses pencarian. Selasa (26/5/2020). Menurut Camat Rantau Bayur, Hasanul Hak mengatakan peristiwa tersebut terjadi, selasa saat korban bersama tiga orang temannya menaiki perahu […]

  • Tokoh Agama Apresiasi Polres OKI yang Mengayomi Masyarakat

    Tokoh Agama Apresiasi Polres OKI yang Mengayomi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 1Komentar

    Sumselterkini.co.id, – KH. Ali Mahsun tokoh Agama Desa Sumber Hidup, Pedamaran Timur mengapresiasi Polres OKI yang dia nilai mengayomi masyarakat serta peduli terhadap kegiatan keagamaan di Kabupaten OKI. “Kami sangat berterimakasih, Polres kita teladan. Peduli Pendidikan agama. Dulu Kapolres yang lama telah merintis dan sekarang Kapolres kita yang baru berkomitmen melanjutkan. Semoga silaturrahmi dan kebaikan […]

  • 25 Ribu Ton Karet dari Perkebunan Rakyat Bakal Di Serap di Pabrik Aspal Karet

    25 Ribu Ton Karet dari Perkebunan Rakyat Bakal Di Serap di Pabrik Aspal Karet

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    SALAH satu hadiah bidang pembangunan khususnya industri perkebunan di Musi Banyuasin tepat pada hari jadi ke- 64 adalah beroperasinya pabrik aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).  Pabrik ini menjadi pabrik pertama di Indonesia sekaligus upaya Pemkab Muba mensejahterakan petani karet. Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin bertajuk Peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Musi […]

expand_less
WordPress Archive AI Mentor | AI Image Generator WordPress Theme Ai Zenius – AI Writer & Copywriting WordPress Theme AidUs – Fundraising & Charity WordPress Theme Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme