Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Pasar Malem Narasi dan Rindu yang Dijual di Bawah Lampu Merah Jambu”

“Pasar Malem Narasi dan Rindu yang Dijual di Bawah Lampu Merah Jambu”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 2.975
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, waktu saya kecil, hiburan paling mewah bukan konser Coldplay, bukan pula healing ke Bali. Hiburan ini paling wah ya… pasar malem, yang datangnya cuma setahun sekali, tapi meninggalkan kenangan yang bisa diangsur sampai sekarang.

Ada bianglala yang berderit pelan, kora-kora yang bisa bikin jantung pindah ke tenggorokan, dan lampu warna-warni yang bikin suasana lebih romantis dari kembang api tahun baru.

Nah, belasan tahun kemudian, ternyata pasar malam tak benar-benar punah. Ia cuma ganti baju, ganti nama, dan… naik kelas!. Buktinya, Minggu lalu (26 Oktober 2025), Pasar Malem Narasi nongol di Hutan Kota GBK Jakarta, lengkap dengan dekorasi ala “Hiburan Asli Tjap Indonesia”, kayak nostalgia masa kecil yang dikasih upgrade jadi versi ekonomi kreatif edition. Dan yang datang bukan cuma warga yang haus nostalgia, tapi juga Wamen Ekraf, Irene Umar.

Wamen Irene datang bukan sekadar jalan-jalan sambil jajan cilok, tapi buat kasih dukungan ke para pegiat ekonomi kreatif. Katanya, acara kayak Pasar Malem Narasi ini bukan cuma tempat hiburan, tapi juga “etalase karya anak bangsa”.

Kalau dulu jualannya gelang plastik sama balon tiup, sekarang jualannya fashion lokal, kuliner khas daerah, sampai produk desain yang kekinian tapi masih beraroma Indonesia.

Bayangkan, di satu sisi ada Papinka dengan koleksi fesyen lokalnya, di sisi lain Pallubasa Serigala ngebul dengan aroma yang bisa bikin orang diet pun khilaf. Lalu nongol Ayam Keprabon, Mad Bagel, sampai Kopi Sagaleh, nama-nama yang kalau dibaca pelan bisa bikin perut ikut demo.

Tapi di balik itu semua, Wamen Irene lagi bicara serius soal masa depan ekonomi kreatif. Katanya, “ekonomi kreatif adalah the new engine of growth”.
Kalimatnya sih berat, tapi kalau diterjemahkan ke bahasa rakyat kreativitas sekarang bukan cuma buat lucu-lucuan di TikTok, tapi juga bisa jadi sumber nafkah dan lapangan kerja.

Orang dulu bilang, “Hidup itu kayak pasar malam, rame, terang, tapi cuma sebentar”.

Nah, Pasar Malem Narasi ini kayak mau membuktikan pepatah itu salah. Sebentar sih, tapi efeknya panjang. Karena di sanalah para pelaku kreatif lintas subsektor fesyen, kuliner, musik, desain belajar satu hal penting kolaborasi adalah jurus sakti di era sekarang.

Wamen Irene bahkan menekankan, pemerintah nggak bisa kerja sendirian. Dunia kreatif butuh ekosistem, dari pemerintah, swasta, komunitas, sampai penonton yang doyan jajan. Kalau semua bersatu, hasilnya bukan cuma event ramai, tapi roda ekonomi yang terus muter kayak bianglala.

Dan bicara soal bianglala, saya sempat teringat dulu waktu kecil naik bianglala di pasar malam kampung. Tiap kali sampai puncak, saya deg-degan bukan karena tinggi, tapi takut ayah saya sadar koinnya tinggal satu.
Sekarang, para pelaku ekraf juga lagi naik bianglala, naik tinggi pelan-pelan, tapi kalau nggak jaga keseimbangan, bisa oleng juga.

Oleh sebab itu, acara kayak Pasar Malem Narasi penting banget buat ngasih pegangan biar roda kreatif ini nggak nyungsep.

Lucunya, di tengah gegap gempita musik dan lampu hias, saya malah nemu filosofi hidup versi “orang pasar”
Tengok aja pedagang kaos lokal yang nyengir tiap dagangannya laku, anak-anak muda yang jualan totebag buatan tangan, sampai pengunjung yang rela antre demi foto di bawah lampu warna-warni.

Semuanya kelihatan bahagia, padahal nggak semua kaya. Tapi, seperti kata orang tua zaman dulu, rezeki itu bukan cuma yang masuk kantong, tapi juga yang bikin hati tenang.

Pasar malam versi Narasi ini seolah ngajak kita buat ingat, hiburan rakyat itu bukan cuma soal tawa, tapi soal rasa punya. Rasa bahwa kita bagian dari sesuatu yang lebih besar  budaya, kreativitas, dan gotong royong.

Kalau dulu pasar malam jadi tempat ketemu jodoh (ya, banyak yang pacaran di situ, ngaku aja), sekarang pasar malam jadi tempat ketemu peluang. Peluang bisnis, kolaborasi, bahkan inspirasi. Bedanya cuma satu, dulu bayar tiket pakai koin logam, sekarang pakai QRIS.

Jadi, di puncak acara, band Mollucan Soul manggung sambil bawa suasana nostalgia ke level yang bikin penonton jingkrak-jingkrak. Wamen Irene di sela-sela keramaian bilang, “Dengan potensi talenta dan budaya kita, ekonomi kreatif bisa jadi motor utama pertumbuhan nasional”.

Dan saya mikir, iya juga ya… mungkin memang sudah waktunya kita berhenti minder sama karya luar negeri. Soalnya, di tangan anak-anak muda Indonesia, kreativitas bisa berubah jadi kekuatan ekonomi.

Pasar malam dulu mungkin tempat hiburan rakyat biasa. Tapi Pasar Malem Narasi membuktikan yaitu di balik tawa dan jajanan, ada gerakan ekonomi yang nyata. Semacam dagelan yang berfaedah.

Begitu pula malam beranjak larut dan lampu pasar satu per satu padam, para pedagang tersenyum kecil.. bukan karena dapat hadiah dari undian (nggak ada juga), tapi karena sadar, bangsa ini masih punya cara untuk bahagia dan berdaya, lewat hal yang sederhana  kreativitas.

Orang dulu bilang, “Selama masih ada pasar malam, rakyat belum benar-benar kehilangan harapan”, dan di tangan Wamen Irene dan para pegiat ekraf, harapan itu bukan cuma nostalgia masa kecil. Ia sudah naik kelas jadi motor penggerak ekonomi yang bisa bikin Indonesia melaju, sambil tetap tertawa di bawah lampu merah jambu.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, Ini Asa Presiden

    Tinjau Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, Ini Asa Presiden

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

      PRESIDEN RI Joko Widodo [Jokowi] meninjau pembangunan Tol Pekanbaru – Bangkinang, yang berlokasi di Kabupaten Kampar. Jalan tol sepanjang 40 kilometer ini merupakan salah satu seksi dari ruas Tol Pekanbaru – Padang, yang termasuk ke dalam jaringan Tol Trans Sumatra.   “Ini berada di sirip Pekanbaru – Bangkinang dan nanti ke arah Padang. Sudah […]

  • Launchpad 3.0 Baru Bybit: Pelopor Peluncuran Cryptocurrency Transparan

    Launchpad 3.0 Baru Bybit: Pelopor Peluncuran Cryptocurrency Transparan

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.914
    • 0Komentar

    DUBAI, UNI EMIRAT ARAB – Media OutReach – 30 Agustus 2023 – Bybit, bursa kripto ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, telah meluncurkan landasan peluncuran yang diperbarui di mana investor awal dapat membeli proyek baru yang menjanjikan dengan harga yang menguntungkan. Bybit Launchpad 3.0 adalah platform peluncuran token perintis yang menawarkan investor peluang eksklusif […]

  • Ngaku Rugi Jutaan Dollar, Grab Komit Perang dengan ‘Opik’

    Ngaku Rugi Jutaan Dollar, Grab Komit Perang dengan ‘Opik’

    • calendar_month Sabtu, 9 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Tiga tahun belakangan fenomena order fiktif (opik) yang sengaja dilakukan pengemudi ojek online makin bertambah. Bahkan, nilai kerugian industri ride hailing bisa mencapai jutaan dolar AS, dihitung dari sisi pengemudi, investor, dan ekonomi digital Indonesia. Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, mengaku pihaknya terus berperang melawan pengemudi abal-abal tersebut. Grab juga tengah fokus terhadap penyelidikan […]

  • Muba Beri Solusi Jalan Perumahan GBL Kelurahan Balai Agung

    Muba Beri Solusi Jalan Perumahan GBL Kelurahan Balai Agung

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi bersama Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Susi Imelda Beni saat menghadiri Pernikahan Efni Hutagalung Salah satu warga di Perumahan Griya Bumi Lestari Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Minggu (2/2/2020), disambut hangat warga setempat apalagi ketika ia turun langsung meninjau jalan perumahan tersebut yang di keluhkan warga dengan kondisi kurang […]

  • Libur Pandemi & Musim Kemarau Dimanfaatkan Anak-anak Bermain Layang-layang

    Libur Pandemi & Musim Kemarau Dimanfaatkan Anak-anak Bermain Layang-layang

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.552
    • 0Komentar

    MUSIM kemarau  sudah berlangsung hampir satu bulan ini, meski cuaca panas dengan suhu rata –rata hari ini, Rabu [2/9/2020] berkisar di antara 29 derajat,  namun tak menghalangi niat anak-anak belasan tahun di Komplek Perumahan Pesona Harapan, Tahap I Rt 50, Jalan KH. Azhari Kalidoni, Palembang untuk bermain. Mereka sejak pukul 10.00 WIB terlihat ramai di […]

  • Gubernur  Minta Bulog Jaga Stabilitas Harga Beras di Sumsel

    Gubernur  Minta Bulog Jaga Stabilitas Harga Beras di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 24 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin menerima kedatangan Kepala Bulog Perum Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel yang baru, Muhammad Yusuf Salahuddin dalam rangka silahturahmi di Griya Agung, Rabu (23/5/2018). Maksud kedatangan Yusuf Salahuddin untuk memperkenalkan diri bergabung dengan keluarga besar Provinsi Sumatera Selatan dan ingin memberikan dukungan serta kontribusi positif kepada […]

expand_less
WordPress Archive AI Mentor | AI Image Generator WordPress Theme Ai Zenius – AI Writer & Copywriting WordPress Theme AidUs – Fundraising & Charity WordPress Theme Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme