Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Langkah Terakhir di Cemara Nunggal, Sepatu Bot, Hati Brazil & Jalan Pulang yang Tertunda

Langkah Terakhir di Cemara Nunggal, Sepatu Bot, Hati Brazil & Jalan Pulang yang Tertunda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 1.362
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAKI langit Pulau Lombok, Gunung Rinjani berdiri seperti bapak tua yang penuh karisma gagah, sakral, sekaligus menantang. Ia bukan sekadar tumpukan batu dan kabut, tapi panggilan spiritual bagi ribuan pendaki, dari lokal hingga mancanegara. Namun kali ini, Rinjani sedang bersedih, langkah seorang pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), terhenti tragis di Cemara Nunggal, dan gunung pun ikut berduka.

Pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun menuju puncak Rinjani ditutup sementara, bukan karena gunungnya sedang batuk atau kabutnya sedang galau, tapi karena satu nyawa sedang berjuang untuk dipulangkan. Bukan pulang ke bawah tenda, tapi pulang dalam arti sebenar-benarnya, kembali ke tanah kelahiran, mungkin dengan luka, mungkin dengan kenangan yang membekas dalam.

Kalau biasanya pendaki saling mendahului demi ngejar sunrise di puncak, kali ini semua berhenti, diam. Memberi ruang bagi tim evakuasi karena yang sedang naik ke atas bukan lagi rombongan selfie pakai tongkat tripod, tapi para relawan yang membawa harapan. Harapan agar JDSP ditemukan, dievakuasi, dan kembali bisa mencium udara datar setelah lama bergulat dengan medan menanjak.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Yarman Wasur, tegas dan tenang dalam suaranya. “Ditutup sampai waktu yang belum ditentukan”.

Kalimat yang terdengar sederhana, tapi penuh beban, karena di balik penutupan itu, ada puluhan orang dengan nyawa di ujung tali, menggantungkan tubuh mereka di tebing dan ranting, menembus jalur yang bahkan burung pun ogah lewat saat hujan.

Kalau Rinjani diibaratkan seperti cinta pertama, maka jalur dari Pelawangan 4 ke puncak itu seperti rayuan terakhir indah tapi licin, dan JDSP, si petualang dari negeri samba, datang bukan untuk menjadi headline, tapi untuk merasakan napasnya Rinjani. Sayang, semesta punya cerita lain.

Menteri Kehutanan, Raja Antoni, sampai harus jadi koordinator dadakan ala wartawan lapangan, beliau mengaku pagi-pagi buta udah nelfon sana-sini, dari Kepala Basarnas sampai Kapolda. Bahkan Gubernur NTB katanya standby 3 helikopter, kayak lagi siapin konser dadakan buat evakuasi.  Total 4 heli dikerahkan, ini bukan sinetron, tapi nyata misi kemanusiaan bertaruh di lereng 3.726 meter di atas permukaan laut.

Dan sementara JDSP belum kembali ke pangkuan ibunya, para pendaki lain diajak untuk berhenti, bukan karena gunung marah, tapi karena solidaritas karena sesekali dalam hidup, kita mesti belajar bukan hanya mendaki, tapi juga menunggu memberi jalan pada yang sedang melewati ujian lebih berat.

Gunung, seperti hidup, selalu menyisakan misteri. Hari ini bisa cerah dan bersahabat, besok bisa jadi labirin bahaya. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang membuat semua ini layak diceritakan rasa kemanusiaan bahwa dari pucuk Rinjani hingga ke kantor Basarnas, semua sedang mengulurkan tangan.

Dan kita?, mungkin bisa membantu dengan hal paling sederhana mendoakan. Atau jika sedang di Rinjani, cukup berhenti sejenak, menatap kabut, dan berkata dalam hati “Selamat jalan, semoga langkahmu pulang masih panjang, bukan berakhir di sini”.

Karena setiap pendaki sejatinya bukan sedang menaklukkan gunung, tapi sedang berdamai dengan dirinya sendiri, dan JDSP telah mengajari kita bahwa keberanian sejati bukan hanya soal sampai puncak, tapi tentang bagaimana bertahan, bahkan saat harus turun.

Semoga langkahmu lekas pulang, wahai si penjelajah dari Brasil. Rinjani masih menunggu ceritamu yang belum selesai.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stop Aksi Premanisme Di Lingkungan Pemkab Muratara

    Stop Aksi Premanisme Di Lingkungan Pemkab Muratara

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.808
    • 0Komentar

      PREMANISME berasal dari kata bahasa belanda  vrijman : orang bebas. Bebas dalam arti melakukan tindakan diluar batas kewajaran moral dan kebiasaan. Aksi premanisme ini tidak hanya terjadi pada lingkungan pasar, terminal, dll. Namun aksi premanisme sering juga ditemui pada lingkungan pemerintahan.   Pada hari senin lalu tanggal 10 mei 2021 terdapat kabar bahwa terjadi aksi […]

  • Gas Langka, Walikota Bengkulu Bentuk Tim

    Gas Langka, Walikota Bengkulu Bentuk Tim

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    WALI kota Bengkulu, Helmi Hasan bertindak cepat untuk mencari fakta kelangkaan gas pasca penyaluran bansos berupa isi ulang gas 3 kg bagi masyarakat miskin (kurang mampu) di Kota Bengkulu tahun 2021. Hal ini terkait dengan melakukan pembentukan tim investigasi kelangkaan gas. Pembentukan tim itu tertuang langsung di Surat Keputusan (SK) Walikota Bengkulu nomor 289 tahun […]

  • Harnojoyo Lantik 102 Pejabat Di Lingkungan Pemkot Palembang

    Harnojoyo Lantik 102 Pejabat Di Lingkungan Pemkot Palembang

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo melantik pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Sebanyak 102 pejabat terdiri dari eselon II, III, dan IV resmi dilantik di ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Senin (17/6/2019). Harnojoyo mengungkapkan, pelantikan ini merupakan hal biasa sebagai penyegaran agar kinerja pejabat semakin baik. “Pada prinsipnya tidak ada yang kita nonjobkan, semua ini bentuknya rolling,” kata […]

  • Bank Sumsel Babel Siapkan Uang Saudi untuk CJH 1.900.000 Riyal  

    Bank Sumsel Babel Siapkan Uang Saudi untuk CJH 1.900.000 Riyal  

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.088
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Bank Sumsel Babel (BSB) menyiapkan uang Arab Saudi, sebanyak 1.900.000 Riyal Saudi untuk para Calon Jamaah Haji (CJH) di Makkah dan Madinah pada musim haji 2018. Hal itu dilakukan untuk mempermudah para CJH yang mendaftarkan hajinya ke BSB. Selain itu mata uang riyal Saudi atau SAR digunakan sebagai bekal dan kebutuhan calon […]

  • Trabas Hutan Muba

    Trabas Hutan Muba

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi ajak offroader trabas hutan melalui kegiatan yang bertajuk Trabas Alam Serasan Sekate ke-4 (TASS), Sabtu (17/12/2022).   “Selamat datang kepada seluruh peserta dan rekan-rekan pecinta offroad, kegiatan ini bertujuan untuk memeperkenalkan kondisi geografis di kabupaten Muba,” ucapnya melepas para peserta di Lapangan Bola Kaki […]

  • Pemprov. Sumsel Alokasikan Dana Infrastruktur untuk Mura

    Pemprov. Sumsel Alokasikan Dana Infrastruktur untuk Mura

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    PEMPROV.Sumsel menggelontorkan dana senilai Rp81 miliar untuk Kabupaten Musi Rawas guna pembangunan infrastruktur. Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai Kabupaten yang termasuk tertua di Sumsel dan pemekaran namun kabupaten ini tidak tertinggal. Dia menilai untuk lepas dari sebuah Kabupaten yang berpredikat tertinggal itu tidak gampang bukan hanya syarat administrasi tapi juga syarat-syarat pembangunan yang di […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Tinos WordPress Theme CSS Igniter Vidiho Pro Theme CSS Igniter Vignette WordPress Theme CSS Igniter Vigour WordPress Theme CSS3 Accordions CSS3 Compare Pricing Tables CSS3 Form Pack CSS3 Responsive WordPress Compare Pricing Tables CSS3 Tooltips For WordPress CSS3 Vertical Web Pricing Tables