Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Desa Tanpa Asap di Atas Awan: Revolusi Energi Hijau Tudianzi yang Bikin Netizen Mupeng

Desa Tanpa Asap di Atas Awan: Revolusi Energi Hijau Tudianzi yang Bikin Netizen Mupeng

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 856
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, WUHAN, TIONGKOK – 22 April 2025 – Kala Festival Bunga Pir berlangsung semerbak di bulan April, Desa Tudianzi yang terletak di pedalaman pegunungan Hubei Tengah, Tiongkok, disambangi lebih dari 50.000 pengunjung hanya dalam dua hari.

Tak hanya sekadar memetik bunga atau berswafoto ria, para wisatawan dibuat takjub oleh teknologi masa depan yang kini hadir di desa masa lalu lampu jalan bertenaga surya dengan penyimpanan daya yang menerangi jalan setapak, stasiun pengisian daya mobil listrik berdaya tinggi yang menghapus rasa waswas di tengah jalan, hingga dapur serba listrik yang menyajikan kuliner khas suku Tujia  semua terangkum dalam satu frasa: revitalisasi desa ramah lingkungan yang keren maksimal!

Bayangkan, anda duduk manis di bangku koridor kuliner, lalu ponsel Anda tiba-tiba terisi daya tanpa colokan. “Lho, meja ini bisa ngecas HP tanpa kabel!” ujar Bu Tan, salah satu pengunjung yang tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya.

Berlokasi di Kabupaten Badong, Prefektur Otonom Tujia dan Miao Enshi, desa ini dulunya cuma titik peristirahatan di jalur kuno Perdagangan Teh dan Kuda sejak era Dinasti Ming. Kini, Tudianzi menjelma jadi bintang panggung energi hijau nasional, jadi desa percontohan dengan operasi nol emisi karbon 24 jam nonstop dan pasokan listrik 100% hijau.

Panel surya di sini bisa dibilang bak cendawan di musim hujan  ada di atap rumah, paviliun, gang, kandang ayam, bahkan kandang babi! Kapasitas energi surya desa ini mencapai 1.800 kW. Satu jam saja beroperasi penuh, bisa menghasilkan 1.800 kWh  cukup untuk mencukupi seluruh kebutuhan listrik desa selama satu hari, jelas Chen Wentao dari State Grid Enshi.

Dulu, listrik adalah kemewahan. Jaringan kabel tua dan sistem tunggal yang sudah uzur bikin desa ini rawan mati lampu. Saat badai, gelap gulita jadi hal biasa. “Kami hanya mengandalkan kayu bakar untuk cahaya dan kehangatan,” kenang Hu De’an (75), sambil menyipitkan mata menahan nostalgia penuh asap. “Kalau lihat tumpukan kayu di bawah atap, baru rasanya hidup aman.”

Segalanya berubah sejak Tiongkok mencanangkan target “dual karbon”  mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan netral karbon di 2060. Energi kayu bakar yang cuma 10-15% efisien dan penuh polusi bikin desa-desa terpencil jadi PR besar.

Solusi datang di Maret 2023 lewat inisiatif nasional yang menggandeng berbagai kementerian. Agustus 2023, proyek percontohan diluncurkan di Tudianzi oleh State Grid Hubei, mengusung tiga pilar pasokan energi bersih yang stabil, pemanfaatan sumber daya yang efisien, dan pengembangan industri hijau.

Contohnya? Lihat saja peternakan babi hitam lokal yang kini jadi tempat wisata edukasi. Atapnya dipasangi panel surya, jalannya bersih dari bau amis. Rahasianya ada di pabrik biogas 30 kW yang memproses kotoran babi dan limbah dapur warga jadi listrik dan pupuk  semua dalam satu siklus berkelanjutan.

“Dulu buang kotoran babi bisa habiskan 40.000 yuan setahun. Sekarang malah hemat 60.000 yuan dari listrik, desinfektan, dan pupuk,” ujar petani Feng Cailong sambil tersenyum lebar.

Setelah nyaris dua tahun pembangunan, Tudianzi kini punya sistem energi rendah karbon yang andal. Kombinasi angin, matahari, mikrogrid, dan sistem penyimpanan daya menciptakan desa yang tak hanya mandiri energi tapi juga ekspor listrik!

Tahun 2024, konsumsi listrik desa melonjak jadi 537.000 kWh – naik 188% dari 2022. Output energi terbarukan desa mencapai 1,44 juta kWh per tahun, setara penghematan 472 ton batu bara dan pengurangan emisi CO₂ sebesar 1.436 ton, plus 43 ton SO₂.

“Total kapasitas terpasang kami sekarang 1.871 kW. Cukup bukan cuma untuk kebutuhan sendiri, tapi juga buat dikirim ke jaringan luar,” kata Yang Lin dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Prefektur Enshi.

Dari desa terpencil yang dulu identik dengan kabut dan kayu bakar, Tudianzi kini menjelma jadi surga hijau di puncak gunung. Desa ini bukan sekadar destinasi wisata, tapi bukti nyata bahwa masa depan bisa dimulai dari kampung halaman  asalkan ada sinar matahari, semangat gotong royong, dan sedikit kreativitas mengubah kotoran jadi cahaya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Siapkan Rantai Pasok Pangan untuk MBG

    Sumsel Siapkan Rantai Pasok Pangan untuk MBG

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan (Sumsel) akan ditopang  ekosistem rantai pasok pangan yang terintegrasi, sehingga Pemerintah Provinsi Sumsel mentransformasikan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) agar mampu menghubungkan sektor produksi hingga distribusi pangan. Peluncuran pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP- MBG dilakukan dalam rangkaian High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah […]

  • Selesaikan Aset di Sumsel, 2 Pekan ke Depan KPK Siap Adakan Rakor

    Selesaikan Aset di Sumsel, 2 Pekan ke Depan KPK Siap Adakan Rakor

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    KOORDINATOR wilayah II KPK Asep Rahmat Suwandha mengatakan, dua pekan kedepan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi di Palembang yang dihadiri langsung oleh Ketua KPK Komjen Pol Filri Bahuri. Dimana dalam rakor tersebut dua wali kota di Sumsel yakni Palembang dan Prabumulih dan satu Bupati yakni Bupati Banyuasin akan menandatangani penyelesaian aset ini dengan PT Pertamina. […]

  • TPP Naik, Semangat ASN Jangan Hanya Sehangat “Pop Mie!”

    TPP Naik, Semangat ASN Jangan Hanya Sehangat “Pop Mie!”

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Padi ditanam di sawah luas, panen datang jangan lupa dibagi. Bila kinerja sudah jelas, tambahan rezeki jangan ditangguhkan lagi.” Begitulah kira-kira pepatah baru yang cocok menggambarkan gebrakan Pemkab Musi Banyuasin (Muba) yang siap menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN. Ini kabar baik, setara dengan nemu dompet hilang setelah tiga hari puasa. Tapi […]

  • Sebar 3.000 Vaksinasi Rabies Gratis Hewan Peliharaan

    Sebar 3.000 Vaksinasi Rabies Gratis Hewan Peliharaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan (TPHP) menyebarkan 3.000 vaksin rabies gratis bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, terutama kucing, anjing, dan kera. Ribuan vaksin itu disebar secara gratis sebagai bagian dari peringatan Hari Rabies Dunia yang jatuh pada 28 September mendatang. “Kita lakukan penyuntikan vaksin kepada hewan peliharaan. […]

  • Pemkab Muba Harapkan Peran PMPB Untuk Kemajuan Daerah

    Pemkab Muba Harapkan Peran PMPB Untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.595
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pengurus Cabang Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (DPC PMPB) Kabupaten Musi Banyuasin Periode 2024 – 2028 resmi dilantik oleh Dewan Pembina PMPB Sumsel Ir H Syahrial Oesman, di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate (Rumah Dinas Bupati Muba), Selasa (3/9/2024). Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi diwakili Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Muba […]

  • Masuk Bali dengan Visa Bisnis, WN Lithuania Malah Jadi Content Creator Berbayar

    Masuk Bali dengan Visa Bisnis, WN Lithuania Malah Jadi Content Creator Berbayar

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Warga negara Lithuania berinisial BR dideportasi dari Bali setelah Imigrasi Ngurah Rai menemukan ia menjalankan aktivitas sebagai content creator berbayar dan melakukan pemasaran digital menggunakan izin tinggal yang tidak sesuai dengan kegiatan tersebut. BR tercatat masuk ke Indonesia pada 7 Mei 2026 dengan Visa Kunjungan Bisnis. Namun, dari hasil pemeriksaan, pria tersebut diketahui melakukan […]

expand_less
WordPress Archive AntiqueMall – Antique Store Marketplace WordPress Theme Antomi – Multipurpose Theme for WooCommerce WordPress Anubia | Smoking and Hookah Bar WordPress Theme Anwalt – Law Firm and Lawyer WordPress Theme AnyCar – Automotive, Dealership WordPress Theme Anymag – Magazine Style WordPress Blog AnyWhere Elementor Pro WordPress Plugin AOi – Software & Technology WordPress Theme Aoki – Creative Design Agency WordPress Theme Aonsil – Business & Consulting Elementor Template Kit