Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Misteri Gulma Tak Mati-Mati, Pelajaran Hidup dari Rumput Bandel

Misteri Gulma Tak Mati-Mati, Pelajaran Hidup dari Rumput Bandel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 548
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Filosofi, Pepatah, dan Perumpamaan dari Si Hijau yang Terlupakan

KALAU manusia punya julukan “si paling tangguh”, maka di dunia tanaman, gelar itu jatuh pada gulma. Dia ini tidak punya agenda, tidak ada sponsor, tidak masuk katalog tanaman hias, tapi eksistensinya solid dan konsisten.
Dibabat, dia tumbuh,disemprot, dia bangkit, dicemooh, eh malah dia cuek, ampun dech..pusing!!

Kalau gulma bisa ikut seminar motivasi, pasti dia ngisi sesi utama dengan judul “Bangkit Walau Tak Diundang, Tumbuh Walau Dicaci”

Gulma dan sifat manusia kayaknya jadi  cermin kecil yang terinjak tapi tak hancur. Anehnya, justru banyak manusia punya sifat gulma. Tapi bukan yang baik-baik, ada yang tumbuh di tempat tak seharusnya, menyerap energi orang lain, nggak bisa dibilangin dan makin tumbuh setelah dimarahin.

Secara ilmiah, gulma disebut adventive species tumbuhan pendatang yang tumbuh liar, seperti Imperata cylindrica (alang-alang), Cyperus rotundus (teki ladang), hingga Eleusine indica (rumput jampang).
Mereka datang tanpa izin, tumbuh tanpa disiram, tapi kokoh seperti orang tua yang selalu ingat tagihan listrik meski ingatan lainnya udah bocor.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menghakimi, karena dalam dunia ada duanya semua,  gulma pun ada kasta dan karakter. Ada gulma yang tumbuh liar tapi meneduhkan, ada juga yang rakus dan suka mendominasi.

Begitu pula manusia, ada yang tumbuh tanpa privilege, tumbuh di tempat yang tidak seharusnya.

tapi  ada pula keberadaannya  membawa oksigen dan ada menyerap energi orang lain tanpa memberi ruang.

Ada juga yang menjalar seperti benalu, menyerap semangat sekitar tanpa pernah memberi kembali. Makin ditegur, makin ngeyel. Makin dimarahi, makin tumbuh.

Pepatah kuno bilang “Rumput yang tinggi tak selalu gagah, bisa saja dia menutupi yang lemah di bawahnya”

Dan yang lebih tua lagi pernah bilang “Bila tak bisa menjadi bunga yang indah, setidaknya jangan jadi gulma yang menjerat”

Filsafat gulma, antara keuletan dan kebandelan, oleh sebab itu, mari kita refleksi sejenak, apakah kita tumbuh karena cinta, atau bertahan karena terpaksa?

Gulma tak tumbuh karena dirawat.
Ia tumbuh karena dorongan hidup, dorongan yang lebih tua dari niat baik, lebih kuat dari cinta musiman, ia tumbuh karena alam memintanya untuk tetap hidup. Titik.

Namun tanpa disadari seringkali manusia seperti itu pula, ada yang bertahan bukan karena sedang bahagia, tapi karena tak ada pilihan lain selain bertahan.

Emak-emak yang jualan gorengan pinggir jalan pakai rompi bolong-bolong itu, bisa jadi jauh lebih tangguh dari influencer yang curhat soal burnout di vila Bali.

Di dunia ini, kita sering diberi label, yakni ….
“Kamu harus jadi bunga!”

“Kamu harus jadi pohon rindang!”
Tapi tidak ada yang bilang “jadilah gulma…”

Oleh karena itu, karena gulma punya citra buruk, seperti orang miskin di sinetron, gulma dicap pengganggu, pemicu masalah, sumber penyakit visual di taman perumahan elit.

Tak dianggap

Padahal, gulma mengajarkan beberapa hal yang justru paling manusiawi tumbuh meski tak dianggap, menolak mati meski dipojokkan, dan tidak peduli mau dipuji atau tidak, yang penting tetap hidup.

Kadang, kita juga tak sadar hidup ini bukan panggung taman kota, tapi semak belukar yang liar dan semrawut.
Kita bukan bunga bonsai yang dipangkas rapi, melainkan gulma liar yang sedang mencoba mencari cahaya di sela reruntuhan.

Seperti kata tetua kebun (yang saya karang sendiri) “Bukan tempat yang menentukan tumbuhan, tapi keberanian tumbuhanlah yang menaklukkan tempat”.

Jadi kalau kamu sedang merasa hidupmu tak teratur, kerjaanmu belum dihargai, serta posisimu tak pernah diperhitungkan, maka tenang….. mungkin kamu bukan gagal, mungkin kamu cuma sedang hidup sebagai gulma di dunia yang terlalu mencintai taman.

Kita hidup di zaman yang aneh, semua serba estetik, tapi kosong.
Sementara gulma? tidak pernah ikut lomba taman hias, tapi dia selalu tumbuh paling dulu.

Gulma tidak peduli kamu suka atau tidak.
Dia tak minta difoto, tak butuh testimoni, tak pakai skincare, tapi daunnya tetap hijau, tubuhnya tetap tegak, dan akarnya tetap menghunjam tanah.

“Kalau hari ini kamu merasa jadi gulma, banggalah, karena kadang, justru gulma-lah yang paling tahu bagaimana caranya bertahan di tengah tanah keras dan sinar matahari yang tak adil”

Dan… sepertilah gulma, kita pun bisa tumbuh, bukan karena disayang, tapi karena kita tahu menyerah bukan pilihan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Kian Pekat, Di Palembang Hari Ini Anak Sekolah Sebagian Diliburkan

    Kabut Asap Kian Pekat, Di Palembang Hari Ini Anak Sekolah Sebagian Diliburkan

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    ANAK sekolah, terutama SMP Negeri dan SD hari ini, Senin [23/9/2019] diliburkan menyusul kabut asap hingga pukul 07.30 WIB terlihat sangat pekat. Pantuan ST pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB di SMP Negeri 29 Kalidoni dan beberapa SD Negeri dikawasan Jalan Lebak Jaya, Keluruhan Sei -Selayur, Kec. Kalidoni, Palembang terlihat berdatangan untuk menjalankan proses belajar, namun […]

  • Jadi Pj OKI, Pj. Gub Sumsel 4 PR Ini Harus Diselesaikan Dja’far Shodiq

    Jadi Pj OKI, Pj. Gub Sumsel 4 PR Ini Harus Diselesaikan Dja’far Shodiq

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat Gubernur Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menyerahkan SK Menteri Dalam Negeri tentang penugasan Wakil Bupati OKI, Dja’far Shodiq menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), di Griya Agung, Palembang, Sabtu, (5/11/23). Penugasan Wakil Bupati OKI sebagai Plt. Bupati yang ditandatangani oleh Mendagri,Muhammad Tito Karnavian dalam rangka menjamin kesinambungan penyelenggaraan […]

  • Rangsang Warganya Biar Semangat, Daerah Ini Bikin Vaksinasi Award, Sediakan 5 Unit Kendaraan R2

    Rangsang Warganya Biar Semangat, Daerah Ini Bikin Vaksinasi Award, Sediakan 5 Unit Kendaraan R2

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

      Pingintau.id, Kegiatan Vaksinasi Award di Kabupaten Muba dipastikan berlangsung semarak dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Event yang bakal digelar 30 Desember mendatang ini sebagai upaya Pemkab Muba bersama Polres Muba serta Forkopimda untuk menggencarkan vaksin ke masyarakat di Bumi Serasan Sekate.   Guna memastikan event Vaksinasi Award Tahun 2021 berjalan dengan meriah dan […]

  • Polri Tambah Penyekatan Larangan Mudik Jadi 381 Titik

    Polri Tambah Penyekatan Larangan Mudik Jadi 381 Titik

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    UNTUK mengantisipasi masyarakat yang nekat mudik meski sudah dilakukan pelarangan, polisi menambah jumlah titik penyekatan dari 333 menjadi 381 titik penyekatan yang tersebar dari Sumatra Selatan sampai ke Bali. Pihak kepolisian akan melakukan penegakan hukum yang tegas tapi tetap humanis kepada yang masyarakat yang masih nekat mudik mulai 6-17 Mei 2021. Yuk #TidakMudik untuk cegah […]

  • Mau Tahu, Perusahaan Investasi Apa Saja yang Ditutup Satgas, Baca Ini

    Mau Tahu, Perusahaan Investasi Apa Saja yang Ditutup Satgas, Baca Ini

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.029
    • 0Komentar

    Berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil.

  • Salut, Meski Difabel Om Jon Nekad Gowes Sepeda Keliling Nusantara, Gimana yang Muda ?

    Salut, Meski Difabel Om Jon Nekad Gowes Sepeda Keliling Nusantara, Gimana yang Muda ?

    • calendar_month Senin, 3 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.411
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Meski dalam keadaan difabel [penyandang diabilitas], Om Jon (60) Warga asal Kota Depok Provinsi Jawa Barat patut diacungkan jempol, pasalnya  kakek lensia ini, dengan modal tekad yang kuat, dan semangat, ia mampu berkeliling Nusantara dengan menggowes pedal sepeda miliknya. Semangat dan keberanian ini lah yang harus di contoh oleh generasi muda,  apalagi […]

expand_less
WordPress Archive Jarida – Responsive WordPress News, Magazine, Blog Jarida – Responsive WordPress News Theme, Magazine, Blog Jarsy Juice – Drink Brand Elementor Template Kit Jarvis – Night Club, Concert, Festival WordPress Theme Jason & Co – Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Jasy – Equestrian & Horse Riding Club WordPress Theme for Stables & Ranches Javo Directory WordPress Theme Jawn – Modern WordPress News & Magazine Theme Jbanez – Guitar & Music Equipment Store Elementor Template Kit JBlog Elements – Magazine & Blog Add Ons for Elementor & WPBakery Page Builder