Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Stop Aksi Premanisme Di Lingkungan Pemkab Muratara

Stop Aksi Premanisme Di Lingkungan Pemkab Muratara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
  • visibility 1.824
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

PREMANISME berasal dari kata bahasa belanda  vrijman : orang bebas. Bebas dalam arti melakukan tindakan diluar batas kewajaran moral dan kebiasaan. Aksi premanisme ini tidak hanya terjadi pada lingkungan pasar, terminal, dll. Namun aksi premanisme sering juga ditemui pada lingkungan pemerintahan.

 

Pada hari senin lalu tanggal 10 mei 2021 terdapat kabar bahwa terjadi aksi premanisme oleh orang yang tak dikenal atau orang tidak berseragam di dalam Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara. aksi premanisme ini ditunjukan terdapat insiden pengeroyokan oleh orang tak dikenal berjumlah puluhan orang kepada komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) Muratara sebagai korban pengeroyokan. Pengeroyokan itu terjadi pasca komisioner KPU keluar dari ruang sekda untuk mengembalikan kendaraan dinas ke pihak Pemkab untuk di inventarisir.

 

Tentu insiden ini harus menjadi perhatian kita semua. Karena insiden ini terjadi didalam Kantor Pemkab Muratara yang mana notabene-nya sebagai wilayah atau lingkungan tempat pelayanan terhadap masyarakat yang pada ketetapannya terdapat asas yang harus ditegakkan sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2009 pasal 4 tentang pelayanan publik yang berbunyi :

 

“Penyelenggaraan pelayanan publik berasaskan: kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, persamaan perlakuan/tidak diskriminatif, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu dan kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan”.

 

Semua mempunyai hak yang sama dalam pelayanan baik pada sektor keamanan pada ruang pelayanan publik yang mengedepankan kepentingan umum.

 

Peristiwa ini menunjukan terdapat ketidakmampuan serta adanya titik lemah pada sektor keamanan di lingkungan pemkab muratara yang sejatinya harus diperbaiki. Bagaimana mungkin didalam pemkab muratara yang terdapat petugas keamanan/Pol PP namun segerombolan massa (premanisme) dengan mudahnya merangsek masuk kedalam kantor lalu secara membabi buta melakukan pengeroyokan terhadap komisioner Kpu yang mengakibatkan huru hara didalam kantor pemkab muratara sampai terdapat fasilitas kantor berupa kaca pecah akibat huru hara tersebut.

 

Pihak Pemkab terutama bupati harus serius serta cepat dalam menghadapi dan menuntaskan masalah ini. Terlebih insiden ini terjadi pada ruang pelayanan publik. Kelemahan dalam bidang keamanan pada lingkungan Pemkab harus menjadi evaluasi pemerintah dalam konteks kebijakan. Lemahnya keamanan harus dijadikan agenda setting pemerintah dalam perumusan sebuah kebijakan, baik itu pada sisi SDM, Tata Tertib, Pelatihan, kedisiplinan, kendala terhadap implementasi, dan segala hal yang berdampak pada sektor keamanan.

 

Dalam menghadapi masalah ini bupati seharusnya menggunakan political will-nya dalam mengefisienkan kinerja para petugas keamanan/Pol PP serta memberantas aksi premanisme pada seluruh sektor apapun yang meresahkan dan membuat takut masyarakat. Agar terwujudnya ketertiban umum dan kenyamanan terhadap masyarakat dalam menerima pelayanan dari pemerintah.

 

Bupati harus berkolaborasi dengan aparat keamanan yaitu polisi dalam menindak tegas dan mengusut tuntas aksi premanisme yang terjadi. Mengingat bila masalah ini dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan aksi ini bakal terulang kembali di kemudian harinya dan akan menimbulkan rasa skeptis dari pihak masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Muratara.

 

Berbicara perihal Aturan tentang tindak pidana terhadap aksi pengeroyokan telah jelas tertuang dalam Pasal 170 KUHP berbunyi, “barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, dan ini bukan merupakan delik aduan”. dan pada Pasal 351 KUHP berbunyi,  “Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

 

Polisi sebagai lembaga penegak hukum yang bertugas memelihara keamanan, ketertiban, dan memberikan perlindungan terhadap masyarakat harus mengusut tuntas atas permasalahan yang terjadi. Dengan massa pengeroyokan berjumlah puluhan orang, sangat kecil kemungkinan bila massa ini tanpa organisir yang baik. Usut tuntas sampai ke akarnya dan tindak tegas para orang serta pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan yang tidak terpuji dan tidak berprikemanusiaan. [****]

 

“Say No To Premanisme”

 

Oleh : Ilham Mardiantoro

Mahasiswa Administrasi Publik, FISIP, Universitas Sriwijaya

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyerapan Masih Minim, Kemensos Percepat Penyerapan Anggaran

    Penyerapan Masih Minim, Kemensos Percepat Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) akan mempercepat penyerapan alokasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang masih berkisar 17,50 persen, untuk melakukan verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). “Kami optimistis Oktober-November 2021 ada peningkatan penyerapan anggaran,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Harry Hikmat, melalui keterangan tertulis, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan […]

  • 2 Puisi yang bisa jadi semangat ente menyambut aktivitas pagi ini..

    2 Puisi yang bisa jadi semangat ente menyambut aktivitas pagi ini..

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.123
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Ada dua puisi, yang bisa jadi semangat ente untuk menjalankan aktivitas hari ini, coba saja simak siapa tahu ente suka dan bisa jadi bahan renungan. Pagi.. Di pagi yang cerah Cahaya mentari menjelang Menyapa dunia dengan lembut Embun menari di dedaunan Rintik hujan berbisik ke tanah Alam merayakan kehidupan Langit biru terhampar luas Bersahabat […]

  • transportasi-online

    Sumsel Tunggu Keputusan Pusat Terkait Transportasi Daring

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. Mengenai regulasi yang di gunakan bagi taksi berbasis online.

  • COVID-19 Bukan Prank!

    COVID-19 Bukan Prank!

    • calendar_month Minggu, 22 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.952
    • 0Komentar

    MASA pandemi COVID-19 sudah berlangsung lebih dari 8 bulan. Banyak sudah perubahan yang kita lakukan dalam hidup kita, seperti disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tapi tidak ada tanda-tanda berakhir, sehingga kadang muncul pertanyaan, apakah semua ini hanya prank? Kawan, COVID-19 bukan prank. Usaha kita bersama menghadapi ini memang masih panjang, tapi usaha tidak pernah mengkhianati hasil. […]

  • “Ops Lilin Musi 2022” jelang Nataru terus ditingkatkan

    “Ops Lilin Musi 2022” jelang Nataru terus ditingkatkan

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Tingkatkan keamanan jelang natal tahun 2022 dan tahun baru 2023, Polres Musi Banyuasin laksanakan apel gelar pasukan “Ops Lilin Musi 2022”  yang dipimpin langsung oleh Kapolres Muba AKBP Siswandi SIk SH MH di halaman Polres Muba, Kamis (22/12/2022).   Pada apel tersebut Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda […]

  • Tingkatkan Ekonomi Umat, Palembang Lakukan Ini

    Tingkatkan Ekonomi Umat, Palembang Lakukan Ini

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang mengandeng Gerakan Indonesia Ramah Zakat Kota Palembang dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) guna meningkatkan potensi ekonomi syariah untuk umat. Kesepatakan ini dilakukan dengan penadatanganan Memorendum Of Understanding/Mou antara ke tiganya. Walikota Palembang Harnojoyo sangat mendukung ini dalam upaya mamajukan ekonomi terutama ekonomi syariah di Palembang. “Kami harapkan kepada Baznas untuk segera menindaklanjuti karena […]

expand_less
WordPress Archive WPMU DEV Jobs and Experts WPMU DEV Live Stream Widget WPMU DEV MailChimp Integration WPMU DEV MarketPress eCommerce WPMU DEV Multisite Privacy WPMU DEV New Blog Templates WPMU DEV Pay Per View WPMU DEV PopUp Pro WPMU DEV Pretty Plugins WPMU DEV Private Messaging