Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Filantropi Didorong Perkuat Imunisasi Anak dan Ibu di Indonesia

Filantropi Didorong Perkuat Imunisasi Anak dan Ibu di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA memperkuat strategi pembiayaan kesehatan ibu dan anak dengan mendorong peran filantropi sebagai penggerak utama program imunisasi dan perbaikan gizi nasional. Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Danantara Indonesia Trust (DIT), pendekatan pembangunan kesehatan kini diperluas dengan memanfaatkan kepercayaan publik, dukungan sosial, serta kemitraan lintas sektor untuk mempercepat dampak di lapangan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa filantropi tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai katalis yang mampu memperbesar hasil dari program kesehatan nasional. Ia menekankan bahwa fondasi utama filantropi adalah kepercayaan, yang harus dibangun melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi,” ujar Menkes Budi dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkes dan DIT di Jakarta, kemarin.

Pemerintah menilai langkah ini semakin relevan di tengah menurunnya bantuan luar negeri secara global. Kondisi tersebut mendorong negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mencari sumber pendanaan alternatif yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks ini, filantropi dipandang sebagai pengungkit (leverage) yang dapat menggerakkan lebih banyak sumber daya untuk menjawab tantangan kesehatan nasional.

Fokus utama kerja sama ini adalah peningkatan kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui perluasan akses imunisasi, penguatan sistem distribusi vaksin, serta intervensi gizi untuk mencegah stunting. Pemerintah menargetkan agar layanan kesehatan dasar dapat menjangkau kelompok rentan secara lebih merata, termasuk di wilayah terpencil.

Data terbaru menunjukkan masih adanya kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia. Cakupan imunisasi dasar lengkap memang telah mencapai 80,2 persen pada 2025, namun masih terdapat sekitar 960 ribu anak yang masuk kategori zero-dose atau belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerataan layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan besar.

Kesenjangan tersebut tidak hanya terjadi pada cakupan imunisasi, tetapi juga pada aspek distribusi dan infrastruktur. Banyak daerah masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan, kurangnya tenaga medis, serta sistem rantai dingin (cold chain) vaksin yang belum optimal. Hal ini membuat proses distribusi vaksin ke wilayah terpencil menjadi tantangan yang kompleks.

Melalui kerja sama ini, Kemenkes dan DIT menetapkan tiga fokus intervensi utama. Pertama, penyediaan vaksin heksavalen yang memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit sekaligus dalam satu dosis. Kedua, penguatan sistem rantai dingin vaksin untuk memastikan kualitas dan efektivitas vaksin tetap terjaga hingga ke daerah terpencil. Ketiga, penyediaan suplemen multiple micronutrient bagi ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus menurunkan risiko stunting pada anak.

Menkes Budi menekankan bahwa pendekatan kolaboratif dengan sektor filantropi dapat mempercepat pencapaian target kesehatan nasional jika didukung tata kelola yang baik. Ia menyebut dana filantropi dapat berfungsi sebagai katalis yang tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga mampu menarik tambahan sumber daya dari berbagai pihak.

“Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Pondasi penting

Sementara itu, Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan  peran DIT tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset dan investasi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas. Ia menegaskan penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam kontribusi lembaga tersebut.

Menurut Rosan, kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang lebih berkualitas. Karena itu, intervensi pada fase awal kehidupan menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.

Di tingkat implementasi, tantangan masih cukup besar. Selain distribusi vaksin yang belum merata, edukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi juga menjadi faktor kunci. Masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami manfaat imunisasi lengkap, sehingga dibutuhkan pendekatan komunikasi publik yang lebih masif, konsisten, dan berbasis komunitas.

Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat menjadi model baru pembiayaan kesehatan berbasis filantropi di Indonesia. Model ini tidak hanya mengandalkan anggaran negara, tetapi juga melibatkan partisipasi sektor swasta dan masyarakat untuk mempercepat tercapainya target kesehatan nasional.

Dengan penguatan peran filantropi, pemerintah optimistis program imunisasi dan kesehatan ibu serta anak dapat berjalan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka stunting, memperluas cakupan imunisasi, serta memperkuat sistem kesehatan dasar di seluruh Indonesia.

Pada akhirnya, kolaborasi ini menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa yang membutuhkan kepercayaan, sinergi, dan komitmen jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raih Skor Tertinggi di Sumsel, Muba Diganjar Penghargaan APE

    Raih Skor Tertinggi di Sumsel, Muba Diganjar Penghargaan APE

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Jakarta- Setelah mendapatkan penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) bersama Tim Independen, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dinyatakan berhak mendapatkan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya  (APE) Tahun 2018 di Istana Wakil Presiden, Rabu (19/12/2018) yang diserahkan secara Langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan diterima oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Diketahui, Kabupaten […]

  • Wako Salurkan Bantuan Terdampak Covid-19 di 2 Lokasi, Besok Blusukannya Kemana Lagi Pak….?

    Wako Salurkan Bantuan Terdampak Covid-19 di 2 Lokasi, Besok Blusukannya Kemana Lagi Pak….?

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah kota Palembang dalam memberikan bantuan sembako kepada keluarga penderita covid 19 terus berjalan sampai pelosok kota. Hal ini secara langsung dilakukan Walikota Palembang Harnojoyo saat memberikan bantuan kepada dua keluarga yang menjalani isolasi diri selama dua minggu lebih. Dalam kegitan sosial tersebut, Harnojoyo mengatakan jika hari ini ada dua lokasi yang kami kunjungi […]

  • Djarum Sirkuit Nasional 2019,  Ciptakan Bibit Pebulutangkis Handal

    Djarum Sirkuit Nasional 2019, Ciptakan Bibit Pebulutangkis Handal

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Palembang– Seri kedua rangkaian Djarum Sirkuit Nasional 2019 masuk pada laga akhir, yang digelar di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (27/4/2019). Bertajuk Djarum Sirkuit Nasional Li-ning Sumatera Selatan Open 2019, sebanyak 500 pebulutangkis dari penjuru tanah air saling berebut tahta juara di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC) yang memiliki fasilitas bertaraf internasional. “Hari […]

  • Mau Tahu Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia ? Baca Ini..

    Mau Tahu Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia ? Baca Ini..

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    78% penemuan penderita ODHA itu 78% disebabkan karena hubungan heteroseksual, selebihnya 16-17% karena Napza suntik. sisanya penularan ibu keanak dari suami ke istri dan sebagainya.

  • Wagub Nyatakan Digital Sangat Dibutuhkan, Terutama  Masa Covid

    Wagub Nyatakan Digital Sangat Dibutuhkan, Terutama Masa Covid

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya nyatakan bahwa digital saat ini sangat penting apalagi masa Covid 19 sekarang ini. Digital saat ini begitu penting apalagi di masa pandemi Covid-19, tentu digital ini sebagai salah satu dukungan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, kata Wagub saat menghadiri pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 diselenggarakan […]

  • Racer Inggris Jadi Juara Supermoto Cup 2019 di Muba

    Racer Inggris Jadi Juara Supermoto Cup 2019 di Muba

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Muba Internasional Supermoto cup 2019 sukses digelar di Circuit Skyland Internasional Muba, Minggu (8/12/2019). Kejuaraan ini diikuti sejumlah pembalap senior dan pemula dari 7 negara yakni Yang Kai Hubg (Taiwan), Pedro Wuner, Raffi Tangka dan Farudila Adam (Indonesia), Lewis Cornish (Inggris), Keneth San Andreas (Filipina), Aqil Rusyaidi Bin Shaharum. Kemudian, Abdul Rahman Bin Ahmad, Bryan Kuang […]

expand_less
WordPress Archive Rooftop – Roofing Service Elementor Template Kit Roofx – Roofing Services WordPress Theme Roomah – Real Estate Agent Elementor Template Kit Roph – Creative Ajax Portfolio WordPress Theme Rosaa – Flower Shop WordPress Theme Rosaleen – Health Coach & Speaker WordPress Theme Rosalinda | Health Coach & Vegetarian Lifestyle Blog WordPress Theme Rose Business Suite – Accounting, CRM and POS Software Rosemary – Health & Beauty Brand Elementor Template Kit Rosey – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme