Stunting Mengintai, 65 Warga Sungai Rebo Disasar PMT Kilang Plaju
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Upaya menekan risiko stunting kembali menyentuh masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Plaju. Sebanyak 65 warga Dusun 4, Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mendapat dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekaligus edukasi pola asuh anak.
Kegiatan berlangsung di Posyandu Suplir, Kamis (10/9/2026), tidak hanya berfokus pada pembagian makanan bergizi. Para ibu dan kader juga mendapat pembekalan mengenai pola asuh serta kebutuhan gizi anak pada masa penting pertumbuhan.
Dari 65 penerima manfaat tersebut, sebanyak 50 merupakan anak balita. Sementara 13 lainnya adalah ibu menyusui dan dua ibu hamil.
Dukungan tersebut dinilai bukan tak hanya bantuan makanan, ada edukasi mengenai pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak juga menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan stunting sejak dini.
Elsa, salah satu orang tua penerima manfaat, mengaku terbantu dengan program yang dijalankan Kilang Plaju. Ia berharap kegiatan serupa bisak dilakukan rutin.
“Kami senang sekali, sangat membantu. Semoga dukungan dari Pertamina terus berlanjut,” ujar Elsa.
Menurut Elsa, program dan edukasi yang diberikan turut memberi dampak terhadap kesadaran masyarakat mengenai stunting.
Ia berharap edukasi terkait persoalan tersebut semakin banyak dilakukan agar penanganannya di tingkat desa terus membaik.
Tak hanya menerima PMT, para ibu dan kader juga diajak memahami cara menyiapkan menu bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Materi lainnya menyentuh stimulasi tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya menekan risiko gagal tumbuh.
Kepala Desa Sungai Rebo, Dedi Arsadi, menyambut baik keterlibatan Kilang Plaju dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Ia menilai manfaat program tersebut tidak berhenti pada bantuan yang diterima warga saat kegiatan berlangsung.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Manfaatnya bukan hanya untuk hari ini, tapi akan dirasakan jangka panjang, terutama bagi tumbuh kembang anak-anak dan kesehatan masyarakat di Sungai Rebo,” kata Dedi.
Dedi berharap kolaborasi tersebut dapat berjalan secara rutin. Menurutnya, dukungan terhadap masyarakat tidak harus berhenti pada persoalan stunting, tetapi dapat diperluas melalui kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Galih Arjuna Ismail, mengatakan persoalan tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan butuh keterlibatan aktif keluarga, kader posyandu, dan masyarakat sekitar,” ujar Galih.
Melalui kegiatan tersebut, Kilang Plaju berupaya memperkuat peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memantau tumbuh kembang anak. Pendekatan itu dinilai penting karena pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa awal kehidupan.
Program PMT dan edukasi parenting ini menjadi bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan Kilang Plaju melalui pilar Pertamina Sehat di Sumatera Selatan.
Kegiatan juga sejalan dengan agenda pencegahan stunting serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan kedua tentang Tanpa Kelaparan dan tujuan ketiga mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kilang Plaju menegaskan dukungan terhadap masyarakat akan terus diarahkan pada penguatan kesehatan keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak di sekitar wilayah operasional perusahaan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
