Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » TAWA TAPI TAHU : Rahasia Lumpang Batu, Kenapa Sambal Tumbuk Lebih Mantap daripada Blender?

TAWA TAPI TAHU : Rahasia Lumpang Batu, Kenapa Sambal Tumbuk Lebih Mantap daripada Blender?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 897
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALO manusia modern!
Perkenalkan, aku si lumpang batu, jangan salah kira, aku bukan nama panggung dangdut atau merek obat kuat, aku ini cuma batu gede yang sejak ribuan tahun lalu nongkrong manis di dapur. Tapi meski bentukku gitu-gitu aja, fungsiku jangan diremehkan, kalau diibaratkan, aku ini semacam blender tradisional edisi limited, yang tak lekang oleh zaman.

Dulu, sebelum kalian kenal listrik, sebelum mesin canggih bernama blender tercipta, aku lah bintangnya. Mau bikin sambal? Aku jagonya. Mau ngeracik jamu? Aku spesialisnya. Bahkan kalau ada tetangga nyebelin, bisa tuh ditumbuk rasa kesalnya lewat cabai jadi energi negatif tersalurkan, energi pedas tercipta.

Aku ini tak pernah sendirian, aku punya pasangan hidup bernama alu, kalau aku ibarat mangkuk batu, alu itu tongkat kayu panjang yang selalu menemaniku, kami serasi, kayak kopi dan gula, kayak sandal jepit, kalau hilang satu, pincanglah hidup.

Setiap hari alu datang “gedor-gedor” aku, kalau aku manusia, mungkin aku sudah lapor KDRT. Tapi karena aku batu, ya sudah lah, aku pasrah. Justru di situlah letak cinta sejati rela dipukul, asal bisa melahirkan sambal nikmat yang bikin orang bahagia.

Zaman sekarang kalian lebih suka yang instan, ada cabai, masuk blender, brrrtttt! keluar sambal. Cepat sih, tapi rasa? Hmm… kalau kata pepatah, “Yang cepat belum tentu mantap, yang instan belum tentu berkesan”

Kalau cabai ditumbuk pakai aku, teksturnya kasar halus berbaur, rasanya mantap, beda jauh dengan blender yang bikin sambal terlalu halus, kayak bubur bayi, sambal itu harus ada “gajluk-gajluknya” biar lidah bergoyang.

  1. Latihan Otot Gratis
    Siapa butuh fitness mahal? Numbuk cabe pakai aku sudah cukup. Lenganmu kencang, otot terbentuk, emosi tersalurkan. Orang-orang kampung dulu sehat bukan karena susu impor, tapi karena tiap hari olahraga “numbuk sambal”.

  2. Terapi Stress
    Emak-emak kampung suka curhat sambil numbuk: “Suamiku pulang larut lagi… duk duk duk!” Aku ini saksi bisu gosip, air mata, bahkan tawa. Kalau aku bisa nulis status, mungkin sudah viral sejak zaman Majapahit.

  3. Anti Listrik Padam
    Blender hebat kalau listriknya hidup. Begitu mati lampu, wassalam. Aku? Tenang aja, tak butuh colokan, tak perlu charger. Aku ini alat dapur anti-letoy, selalu siap kapan saja.

Aku memang cuma batu, tapi aku sering jadi guru kehidupan, proses menumbuk itu mengajarkan banyak hal.

  • Kesabaran: Cabai keras sekalipun bisa halus kalau sabar ditumbuk. Begitu pula masalah hidup, sebesar apapun bisa selesai kalau sabar dihadapi.

  • Kerja Sama: Aku tak ada gunanya tanpa alu. Alu pun tak berguna tanpa aku. Hidup itu soal kolaborasi, bukan saling menjatuhkan. Ingat pepatah kampung “Lumpang tak pernah sombong meski di atas, alu tak pernah minder meski di bawah”

  • Ketekunan: Makin lama ditumbuk, makin enak rasanya, begitu pula hidup yang ulet pasti dapat hasil mantap.

Kadang aku geli sendiri, bayangin, tiap hari aku ditumbuk, kalau aku bisa ketawa, mungkin sudah ngakak sejak zaman nenek buyutmu. Ada anak kecil iseng, malah masukin kelereng ke dalamku. Ada kucing lewat, jatuh kepalanya nyemplung di sambal. Drama dapur, aku selalu jadi saksinya.

Dan yang paling seru, setiap lebaran aku berubah jadi rebutan, bukan buat sambal lagi, tapi buat ngulek bumbu opor ayam. Rasanya, tanpa aku, lebaran kurang greget.

Nah, ini pertanyaan penting, kenapa sih aku masih dipakai sampai sekarang, padahal blender ada? Jawabannya simpel yakni rasa dan jiwa.

Blender memang cepat, tapi sambalnya hambar, terlalu halus, kehilangan “ruh pedas”, sementara aku memberi ruang bagi cabai, bawang, terasi untuk berbaur alami, bukan sekadar campur, tapi “nikah rasa”.

Blender itu ibarat pacaran instan via dating app cepat ketemu, tapi kurang kenal, sambal tumbuk di aku ibarat cinta kampung prosesnya lama, tapi hasilnya bikin nagih.

Hei manusia modern, jangan terlalu suka instan, hidup itu kadang harus ditumbuk dulu biar keluar rasa terbaik, sama seperti cabai yang makin harum kalau diulek pelan-pelan.

Jangan minder jadi orang sederhana, aku ini cuma batu, tapi jasaku dikenang, ada pepatah cocok banget “Batu lumpang lebih mulia daripada emas yang tak berguna”

Ingatlah, keras kepala boleh, asal untuk kebaikan, keras hati juga boleh, asal bukan untuk menyakiti, aku keras, tapi manfaatku lembut terasa di lidah semua orang.

Jadi, jangan remehkan aku si lumpang batu, aku bukan sekadar benda kuno di sudut dapur,  aku saksi sejarah kuliner, aku alat olahraga gratis, aku tempat curhat emak-emak, aku guru filosofi.

Kalau kalian mampir ke rumah nenek, jangan lupa sapa aku, sentuh aku, lalu rasakan energi ribuan tahun. Cobalah bikin sambal dengan aku, lalu bandingkan dengan blender. Niscaya kalian akan berkata “Betul, sambal tumbuk memang lebih mantap!”

Karena hidup ini, kawan, persis seperti sambal di lumpang makin ditumbuk, makin terasa nikmatnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi dengan Komisi VII DPR RI, BPH Migas Paparkan Kuota BBM 2023, Ini Hitung-hitungannya..

    Sosialisasi dengan Komisi VII DPR RI, BPH Migas Paparkan Kuota BBM 2023, Ini Hitung-hitungannya..

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.026
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)telah menetapkan kuota BBM tahun 2023. Hal itu terungkap saat menggelar Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas bersama Komisi VII DPR RI, Sosialisasi ini dilakukan BPH Migas sebagai bentuk sinergitas kerja bersama legislatif. BPH Migas menyebutkan untuk Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) untuk […]

  • Gerakan Pramuka Beri Penghargaan Dharma Bhakti Untuk Bupati Banyuasin

    Gerakan Pramuka Beri Penghargaan Dharma Bhakti Untuk Bupati Banyuasin

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.397
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani SH MH yang juga sebagai Ketua Mabincab Gerakan Pramuka Kabupaten Banyuasin menerima Penghargaan Dharma Bhakti Gerakan Pramuka dari Kwarnas Gerakan Pramuka pada HUT Pramuka ke 59 tahun 2020 ini. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, perhatian dan komitmen orang nomor satu di bumi sedulang setudung Kabupaten Banyuasin tersebut terhadap gerakan pramuka di […]

  • Teken Kesepakatan dengan Pemkab Lahat, Fisip UIN Raden Fatah Langsung Bantu 2 OPD Ini

    Teken Kesepakatan dengan Pemkab Lahat, Fisip UIN Raden Fatah Langsung Bantu 2 OPD Ini

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    PASCA transformasi IAIN ke UIN, UIN Raden Fatah tidak hanya berkutat di bidang disiplin Ilmu Keagamaaan, namun berkembang lagi beberapa disiplin Ilmu Umum salah satunya FISIP. Oleh sebab itu perlu menyusun rancangan kongkrit bekerjasam dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah [OPD] di Pemkab Lahat melalui kerjasama/MoU. Wakil Dekan III Fisip Dr. Kun Budianto dalam pertemuan mengatakan […]

  • Turnamen Alex Noerdin Cup, Wijay : Saya Senang Bisa Bergabung

    Turnamen Alex Noerdin Cup, Wijay : Saya Senang Bisa Bergabung

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Wijay atau Vijay, mantan pemain timnas indonesia dan Sriwijaya FC yang tergabung dalam timnas All Star mengaku senang dapat bergabung di turnamen Alex Noerdin Cup 2018. “Senang bisa kembali lagi ke Palembang untuk ikut acara reunian,” ungkap Wijay saat diwawancarai usai menjalani sesi latihan di Stadion Utama Muara Enim, Kamis (3/1/2019) petang. […]

  • Ikut Seafood Expo Global, Ikan Indonesia dipromosikan ke Luar Negeri

    Ikut Seafood Expo Global, Ikan Indonesia dipromosikan ke Luar Negeri

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempromosikan produk perikanan Indonesia ke pasar internasional guna meningkatkan ekspor perikanan tersebut. Setelah akhir Maret lalu berpartisipasi pada Seafood Expo North America (SENA) di Boston, terkini KKP memboyong 6 eksportir produk perikanan untuk ambil bagian dalam Seafood Expo Global (SEG) yang berlangsung di Barcelona, Spanyol tanggal 26-28 April 2022. […]

  • Masih Dalam Pembahasan, Pemerintah Belum Tetapkan Harga Booster Vaksin

    Masih Dalam Pembahasan, Pemerintah Belum Tetapkan Harga Booster Vaksin

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 694
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Indonesia akan memulai vaksinasi booster COVID-19 pada 12 Januari 2022. Namun khusus untuk vaksinasi non-program pemerintah atau mandiri diberlakukan pembayaran. Untuk tarif yang beredar saat ini bukanlah tarif vaksinasi dalam negeri, melainkan tarif vaksinasi di luar negeri. Tarif tersebut masih berupa perkiraan rentang harga yang berlaku di beberapa negara. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 […]

expand_less
WordPress Archive Aspire - SEO & Digital Marketing Elementor Template Kit Asri – Multi-Purpose Elementor WordPress Theme Asset CleanUp Page Speed Booster PRO Assyrian – Responsive Fashion WordPress Theme Ast Fulfillment Manager ( Formerly Advanced Shipment Tracking Pro ) Astana – Real Estate & Architecture Elementor Template Kit Asteno – Wine & Vineyard WP Theme Astero WordPress Weather Plugin Astia – Minimal Portfolio WordPress Theme for Photographers Asting – Charity & Donation WordPress Theme