Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » ASEAN+3 Task Force (TF) Meeting, Ini yang Dibahas

ASEAN+3 Task Force (TF) Meeting, Ini yang Dibahas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
  • visibility 607
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, Bali – Sebagai bagian dari Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah melaksanakan rangkaian pertemuan Jalur Keuangan yang dimulai dengan ASEAN+3 Task Force (TF) Meeting pada tanggal 2-3 Februari 2023 lalu di Bali.

Pertemuan dilanjutkan dengan rangkaian ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting – Working Group (AFCDM-WG) pada tanggal 6-10 Februari 2023 yang juga diadakan di Nusa Dua, Bali. Pertemuan membahas perkembangan ASEAN Blueprint 2025 yang direfleksikan dalam berbagai agenda komite kerja (working committee) di sektor keuangan ASEAN pada tahun 2022 dan rencana kerja tahun 2023. Pertemuan AFCDM-WG sendiri merupakan pertemuan pleno level teknis membahas hasil-hasil pertemuan komite kerja sebelumnya dan berbagai agenda kerjasama sektor keuangan ASEAN, termasuk pembahasan Priority Economic Deliverables (PED) usulan Indonesia.

Pertemuan pleno AFCDM-WG dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu. Dalam sambutan pembukaannya, Dody Budi Waluyo  menyampaikan pentingnya bagi ASEAN untuk melanjutkan proses yang telah ada berdampak pada ekonomi ASEAN, sekaligus terbuka dan dapat beradaptasi dengan perubahan untuk menyambut masa depan dan menghadapi tantangan. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Indonesia pada ASEAN, Indonesia akan bekerja sama dengan semua anggota ASEAN untuk melakukan reviu proses jalur keuangan ASEAN untuk memastikan ASEAN dapat merespon terhadap berbagai perubahan dan tantangan. Dalam kesempatan yang sama, Febrio menyampaikan bahwa kerja sama keuangan di kawasan ASEAN perlu dikelola secara hati-hati. Febrio juga menyampaikan bahwa tiga PED sangat bermanfaat untuk wilayah ASEAN dan harus menjadi output konkrit pada pertemuan ini. Fokus partikular dari PED tersebut adalah kesiapan kesehatan, infrastruktur keuangan, perpajakan internasional, digitalisasi finansial yang inklusif untuk UMKM dan keuangan berkelanjutan. Lima agenda ini akan memperkuat kerja sama dan integrasi keuangan ASEAN di dalam blue print 2025 dan membantu Asia Tenggara dalam merespons tantangan global dan memastikan pemulihan ekonomi bersama.

Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023 melanjutkan kesuksesan Presidensi G20 pada tahun 2022.  Indonesia kembali mengambil peran kepemimpinan di level kawasan dengan memegang Keketuaan pada ASEAN (ASEAN Chairmanship) dan ASEAN+3 (ASEAN+3 Co-Chairmanship). Tema yang diangkat oleh Indonesia adalah “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth” melanjutkan tema besar sebelumnya yang didorong oleh Presidensi G20 “Recover Together Recover Stronger”. Keketuaan Indonesia diharapkan dapat mendorong ASEAN untuk berperan aktif, menawarkan ide dan solusi untuk memperkuat pemulihan ekonomi dan menjadikan Asia Tenggara sebagai mesin pertumbuhan dunia yang berkelanjutan.

Terdapat tiga strategic thrust yang menaungi Priority Economic Deliverables (PEDs) pada Keketuaan Indonesia di jalur keuangan. Pertama, recovery rebuilding, dengan PED mendorong pemulihan dan memastikan stabilitas dan ketahanan ekonomi dan keuangan di kawasan ASEAN. Kedua, digital economy dengan PED memajukan konektivitas pembayaran dan mempromosikan literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketiga, sustainability dengan PED mempromosikan keuangan transisi untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Berbagai program dalam PED tersebut dibahas melalui 10 pertemuan komite kerja (Working Committes) yang diampu oleh Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Hasil rangkaian pertemuan tersebut akan dilaporkan dan dibahas dalam pertemuan AFCDM-Working Group.

Terkait pilar recovery-rebuilding, pertemuan Working Committee on Capital Account Liberalization membahas eksplorasi pedoman terkait ASEAN Local Currency Settlement Framework untuk mendukung upaya mempromosikan Local Currency Transaction serta upaya lainnya yang perlu dilakukan ASEAN untuk menjawab dinamika ekonomi dan keuangan saat ini. Pertemuan Working Committee on ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) membahas keberlanjutan ABIF Guideline to incorporate Digitalization menuju integrasi perbankan ASEAN di era digital. Lebih lanjut, Working Committee on Financial Services Liberalization membahas agenda perkembangan isu liberalisasi keuangan di bawah ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dan Free Trade Agreements, termasuk Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada.

Isu kebencanaan juga dibahas pada ASEAN Cross-Sectoral Coordination Committee on Disaster Risk Financing and Insurance (ACSCC-DRFI). Mengingat Indonesia dan kawasan ASEAN sangat rawan akan bencana alam, pertemuan membahas Pendanaan Risiko Bencana Terdapat inisiatif yang diusung sejak keketuaan Brunei untuk memperluas cakupan dari pertemuan ini dan memasukkan risiko kesehatan ke dalam pertemuan ini. Pada pertemuan tersebut juga dilakukan pergantian ketua dari Kamboja ke Indonesia. Lebih lanjut, Kementerian Keuangan juga bekerja sama dengan Pemerintah Inggris mengadakan seminar bertajuk “Strengthening Food Security in ASEAN” sejalan dengan meningkatnya tantangan global terkait kerawanan pangan dan krisis pupuk. ASEAN perlu membentuk sistem kerja sama, kolaborasi, dan koordinasi untuk mendorong keterjangkauan pangan bagi semua.

Terkait pilar digitalisasi, pertemuan Working Committee Payments and Settlements Systems dibahas mengenai keberlanjutan diskusi ASEAN Payment Connectivity, termasuk perluasan keanggotaan dan pembahasan QR-based connectivity. Pertemuan juga membahas perihal implementasi peta jalan G20 untuk memajukan pembayaran antar negara. Sementara itu, Working Committee on Financial Inclusion membahas berbagai capaian dan program kerja ke depan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan digital, antara lain dengan pembuatan Pedoman Pelaksanaan Penguatan Literas Keuangan Digital yang dapat menjadi rujukan bagi negara anggota ASEAN.

Terkait pilar sustainability, pembiayaan transisi untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau yang dibahas dalam pertemuan WC Capital Market Development serta Joint ASEAN Capital Market Forum (ACMF) – WC–Capital Market Development. Pertemuan pleno AFCDM-WG juga didahului oleh penyelenggaraan seminar Energy Transition Mechanism (ETM) dan Food Security. Kementerian Keuangan bekerja sama dengan ADB menyelenggarakan seminar “Aligning Energy Transition with Economic Development” yang membahas pentingnya transisi energi bagi Negara anggota ASEAN.

Tindak lanjut pembahasan agenda pada rangkaian pertemuan kali ini akan dilaporkan dan dimintakan arahan pada pertemuan level deputi keuangan dan bank sentral ASEAN (ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting/AFMGM) di akhir Maret mendatang. Kerja sama lintas sektoral pada pilar ekonomi ASEAN, termasuk proposal PED Indonesia diharapkan mampu memperkuat proses kerja sama ekonomi dan keuangan dalam mendorong proses pemulihan dan ketahanan ekonomi kawasan ASEAN dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan global ke depan.

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Hasil Roadshow Komisi V DPRD Sumsel  ke SMKN 1 OI

    Ini Hasil Roadshow Komisi V DPRD Sumsel ke SMKN 1 OI

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.687
    • 0Komentar

    KOMISI V DPRD Provinsi Sumsel melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Kabupaten Ogan Ilir [OI], Sumatera Selatan guna monitoring dana bantuan operasional sekolah [BOS] daerah tahap ke III tahun 2019 beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut Komisi V DPRD Sumsel banyak menemukan kekurangan infrastruktur sekolah yang menghambat proses bejar mengajar. Beberapa temuan tersebut, antara lain sarana komputer masih […]

  • Rakor Pemilu- Pilkada, Asanya OKI Ciptakan 2 Hal Ini

    Rakor Pemilu- Pilkada, Asanya OKI Ciptakan 2 Hal Ini

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Rapat koordinasi [rakor] menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 digelar Pemkab OKI. Rakor tersebut diharapkan erwujudnya sinergitas yang kuat dan berkesinambungan, dalam upaya menciptakan Pemilu dan Pilkada yang demokratis dan damai. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan jajaran Forkopimda, KPU, Bawaslu serta berbagai elemen masyarakat. Bupati OKI melalui Sekretariat Daerah, […]

  • 125 acara  ditargetkan tingkatkan PAD  pariwisata, Ratu Dewa sebut program prioritas Palambang

    125 acara  ditargetkan tingkatkan PAD pariwisata, Ratu Dewa sebut program prioritas Palambang

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 1Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Walikota Palembang Ratu Dewa,  adanya 125 acara  ditargetkan dapat meningkatkan PAD sektor pariwisata. “Dengan adanya event pariwisata yang banyak dan besar diharapkan dapat meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang di sektor pariwisata,” ujarnya. Selain itu, Ratu Dewa juga menargetkan program prioritas Pemkot Palembang ialah mempercantik wajah kota akan berpengaruh pada […]

  • Jangan Asal Buang Styrofoam! BRIN Ungkap Cara agar Bisa Didaur Ulang

    Jangan Asal Buang Styrofoam! BRIN Ungkap Cara agar Bisa Didaur Ulang

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong daur ulang Styrofoam melalui sistem pengelolaan yang menghubungkan pengumpulan limbah, pengolahan, industri, riset, dan kebijakan pemerintah. Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PRSIMB) BRIN Nugroho Adi Sasongko mengatakan pengelolaan Styrofoam atau Expanded Polystyrene (EPS) tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Pemerintah, pengumpul limbah, pengolah, industri, […]

  • “Mbak Jawa di Makassar, Dari Nada Tinggi ke Matematika Seru”

    “Mbak Jawa di Makassar, Dari Nada Tinggi ke Matematika Seru”

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.046
    • 0Komentar

    KIKI Novita Sari, 24 tahun, baru pertama kali merantau jauh dari tanah kelahirannya di Kendal, Jawa Tengah, ketika diterima sebagai guru matematika di SRMA 26 Makassar. Bayangkan, seorang anak Jawa yang terbiasa berbicara lembut harus berhadapan dengan nada tinggi ala orang Makassar. “Kadang saya refleksi, tadi saya salah apa enggak?” ujarnya sambil tersenyum, mengenang hari-hari […]

  • Pengobatan Warga Non BPJS Ditanggung Pemerintah Kota Palembang

    Pengobatan Warga Non BPJS Ditanggung Pemerintah Kota Palembang

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 970
    • 0Komentar

    HINGGA berakhirnya Tahun 2019 ini,  Pemerintah Kota Palembang masih menanggung biaya berobat bagi warga Kota Palembang yang belum memiliki BPJS dan Kartu Indonesia Sehat. Hal ini diutarakan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Rabu (12/6/2019)  saat membesuk Usmadi (48)  warga Kelurahan Kuto Batu yang dirawat di RSUD Bari. Usmadi merupakan salah satu warga yang mendapat pelayanan berobat […]

expand_less
WordPress Archive Oshine – Multipurpose Creative Theme Osmond – Ecommerce Magazine WordPress Theme Osmosis – Responsive Multi-Purpose Theme Osnic – Adsense WordPress Theme OsTende – Theater WordPress Theme Osteo Accordion for Elementor Osteo Countdown for Elementor Osteo Image Hotspot for Elementor Osteo Image Hotspot for WPbakery Osterisk: VOIP & Cloud Services WordPress Theme