Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Ini Perlu Dicontoh, Menularkan “Virus” Kebaikan

Ini Perlu Dicontoh, Menularkan “Virus” Kebaikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • visibility 705
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

HARTONI (46) kaget bukan kepalang setelah mengetahui anak pertamanya dinyatakan positif COVID-19. Warga Perumahan Permata Depok ini pun langsung mengontak Ketua RT setempat. Setelah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 RT, Andri Sastrawan, Ketua RT 007/011 langsung menghubungi dokter Puskesmas. Keesokan harinya, Hartoni, istri, dan anak keduanya menjalani tes PCR.

Hasilnya? Ketiga orang itu dinyatakan positif. Hartoni bingung. Meski tak bergejala berat, ia lekas meminta kepada Satgas RT agar dicarikan tempat isolasi mandiri. Sebab, dengan kondisi rumahnya yang tak begitu besar, mereka tak mungkin melakukan isolasi mandiri di rumah.

Beruntung, saat itu masih ada slot isolasi mandiri di Depok. Hartoni dan anak pertamanya akhirnya mendapat tempat di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia. Sementara istri dan anak keduanya, melakukan isolasi mandiri.

Keluarga ini bingung bagaimana memenuhi kebutuhan hariannya. Sebab, sebagai pasien positif COVID-19 mereka tak diizinkan keluar rumah. Untung, warga di Perumahan Permata Depok sejak awal Covid-19 melanda Indonesia sudah siap.

Sebulan setelah Indonesia menemukan kasus COVID-19 pada Maret 2020, Surahono, salah satu warga perumahan ini juga ada yang positif COVID-19. Karena saat itu masih awal, Surahono langsung diminta isolasi di RS Brimob Kelapa Dua, Depok.

Meski dalam rumah tangga itu, hanya Surahono yang positif, namun Satgas COVID-19 RT saat itu meminta keluarga yang tinggal di rumah itu untuk tidak keluar rumah.

Untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, warga RT 007/011 perumahan ini bergotong royong membantu. Posko dibuka. Tetangga dekat secara bergiliran menyumbang kebutuhan makan sehari-hari dan belanja kebutuhan dapur mereka. Jika keluarga ini butuh sesuatu, mereka tinggal telepon ke Satgas RT, anggota Satgas dengan senang hati akan membelikan kebutuhan yang diminta. Aktivitas itu berlangsung kurang lebih dua minggu.

“Kami ingin meringankan beban keluarga. Siapa lagi kalau bukan kita yang membantu,” kata Ketua RT 007/011, Andri Sastrawan, beberapa waktu lalu.

Hartoni dan Surahono hanyalah dua dari ribuan pasien COVID-19. Kini, saat COVID-19 merajalela, banyak pasien COVID-19 yang bergejala ringan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Hal ini karena tempat-tempat isolasi yang disediakan pemerintah penuh.

Kekompakkan warga Perumahan Permata Depok itu juga hanyalah satu dari puluhan atau bahkan ratusan gerakan peduli yang dilakukan warga terhadap tetangganya.

Di daerah Cilendek, Bogor Barat misalnya, gerakan serupa juga muncul. Jika ada warga yang dinyatakan positif COVID-19 dan melakukan isoman di rumah, warga yang lain langsung ramai-ramai membantu kebutuhan hariannya. Mulai dari makanan hingga vitamin.

“Buah-buahan di rumah kami sangat berlimpah, diberi para tetangga tiap hari,” kata seorang ibu berinisial IR yang melakukan isoman di rumahnya.

Kepedulian terhadap warga yang melakukan isoman juga dilakukan Gufron, seorang pemilik bubur ayam Alan Jaya Bandung. Sejak awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Gufron sudah memikirkan tentang bantuan kepada pasien yang isoman di rumah atau rumah kontrakan.

“Gimana mau bisa isoman kalau tidak ada yang menyuplai makanan,” ujar Gufron dalam keterangan tertulis KPC PEN, beberapa waktu lalu.

Berawal dari keinginan membantu pasien yang isoman itu, ia ersama istri dan ibu-ibu di lingkungan sekitar tempat tinggalnya mulai menggalang dana kebutuhan untuk pasien COVID-19 yang tengah melakukan isoman. Sedangkan Gufron berinisiatif mulai menyediakan sarapan dan makan malam dengan menu bubur serta kebutuhan lainnya.

Bantuan itu terus ia lakukan termasuk saat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Saat kebijakan ini diberlakukan, Gufron malah memperluas bantuannya. Melalui media sosial ia woro-woro. Kepada masyarakat Kota Bandung yang melakukan isoman di rumah, ia bersedia mensuplai sarapan dan makan malam.

“Ini gratis untuk makan yang sedang isolasi mandiri, kami antarkan langsung melalui layanan antar,” kata Gufron.

Gerakan peduli dan berbagi seperti yang dilakukan Gufron ini juga dilakukan Nadya Rizki Amatullah. Nadya melakukan gerakan berbagi ini karena sebelumnya ia pada akhir Juni lalu divonis terpapar COVID-19 tapi dengan gejala ringan. Karena bergejala ringan, ia memutuskan isoman di rumahnya di Jakarta.

Selama isoman, Nadya tidak terlalu kesulitan memenuhi kebutuhan harian lantaran suaminya negatif hingga bisa tetap beraktivitas.

Namun di hari keenam masa isoman, Nadya mulai memikirkan orang-orang yang sedang isoman, tapi tidak seberuntung dirinya, seperti anak kos atau sopir ojek online yang menjadi tulang punggung keluarga. Dari situlah, Nadya terpikir membantu orang-orang yang kesulitan saat menjalani isoman. Ia pun lekas mengunggah idenya di akun instagramnya.

Tak diduga, ternyata postingannya itu direspons banyak orang. Ada yang ingin menyumbang, membuat gerakan serupa di daerahnya, juga berkolaborasi. Gerakan ini pun kemudian menular di Bandung, Cibinong, Solo, dan Yogyakarta.

“Itu banyak banget yang mau nyumbang,” kata Nadya.

Nadya mencatat, hingga kini ada 130 orang dari Bandung dan Jakarta telah mendapat bantuan. Nadya menerapkan sistem orang tua asuh, yakni satu orang donatur membantu kebutuhan harian satu orang atau satu keluarga selama masa isoman.

Tentu, gerakan saling peduli di antara sesama ini sangat membantu mereka yang sedang dilanda musibah. Gerakan baik ini tentu bisa kita tularkan.InfoPublik (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Di Bongkar, Bangun Liar Disepanjang Sekanak Lambidaro Bakal Ditata Lebih Cantik & Dibangun Foodcourt

    Usai Di Bongkar, Bangun Liar Disepanjang Sekanak Lambidaro Bakal Ditata Lebih Cantik & Dibangun Foodcourt

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    PETUGAS Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang bersama unsur terkait, Rabu (2/2/2022) pagi melakukan pembongkaran bangunan liar diatas fasilitas umum disepanjang jalan KH Dahlan Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Pantauan dilapangan, pagi pukul 08.00 Wib petugas usai melakukan apel gabungan langsung bergerak cepat, mengunakan satu alat berat eksapator langsung melakukan […]

  • Cerita Ustadz – Ustadzah di Muba Hadapi Wabah Covid-19

    Cerita Ustadz – Ustadzah di Muba Hadapi Wabah Covid-19

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    PERWAKILAN  ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba duduk berbaris rapi dengan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi, Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020). Lantunan shalawat terdengar merdu dibawakan para ustadz-ustadzah ini untuk menyambut kedatangan Bupati Muba Dr Dodi Reza yang dalam kesempatan itu menyalurkan bantuan secara simbolis untuk seribu […]

  • KOLABORASI, RISET, DAN VOLUNTERISME MEMBANGUN RESILIENSI DALAM GEJOLAK PANDEMI

    KOLABORASI, RISET, DAN VOLUNTERISME MEMBANGUN RESILIENSI DALAM GEJOLAK PANDEMI

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    SAAT ini, di tengah milyaran informasi yang kita hadapi setiap hari, mencari kebenaran bagaikan mencari jarum di tengah jerami. Suka atau tidak, kemajuan teknologi informasi telah memberikan kuasa kepada siapa saja yang ingin menyesatkan massa dengan informasi palsu. Algoritma mesin-mesin kecerdasan buatan—yang tidak mengerti konteks budaya dan kemanusiaan—kemudian menyebarluaskan informasi tersebut dalam waktu sepersekian detik […]

  • Kejagung Amankan Empat Tersangka Korupsi Ekspor CPO

    Kejagung Amankan Empat Tersangka Korupsi Ekspor CPO

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 562
    • 0Komentar

    KEJAKSAAN Agung (Kejagung) menetapkan empat orang tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada Januari sampai dengan Maret 2022 dan atas perbuat tersebut membuat harga naik. “Khususnya tentang kelangkaan minyak goreng, hal itu sangat ironi karena Indonesia adalah produsen CPO terbesar di dunia. Untuk itu, kami telah melakukan penyidikan dan […]

  • Sriwijaya FC Cukur PSM Makasar 3-0

    Sriwijaya FC Cukur PSM Makasar 3-0

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Sriwijaya FC membuka peluang lolos ke babak selanjutnya.

  • SAFARI RAMADHAN, Ini Dilakukan Plh Bupati Muara enim

    SAFARI RAMADHAN, Ini Dilakukan Plh Bupati Muara enim

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.625
    • 0Komentar

    DALAM Safari Ramadhan 1442 H, di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Lubai Ulu, kemarin [19/4/2021]. Plh. Bupati Muara Enim, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., Nasrun dalam sambutannya, menerangkan Kecamatan Lubai Ulu ini terdiri dari 11 desa dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Kota Baturaja menyimpan banyak sekali sumber daya alam. Bahkanpotensi pemanfaatan […]

expand_less
WordPress Archive Voicer – Text to Speech Plugin for WordPress Voifone | Multipurpose VOIP WordPress Theme VOIP Pricing Calculator | VOIP Calling Rates, SMS Rates, Mobile Top Up Rates Table/Calculator Voisen – WooCommerce Responsive Fashion Theme Vokial – Creative Agency WordPress Theme Volare – Trekking, Sailing, Diving WordPress Theme Volia – Conference and Event WordPress Theme Vollemobel – Furniture WooCommerce WordPress Theme Volos – One Page Resume WordPress Theme Volt – Newspaper & Magazine WordPress Theme