Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan (Part 5)

Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan (Part 5)

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Janggut, Waktu yang turun dari dagu

SEMAKIN usia bertambah, aku mulai sadar bahwa hidup ternyata tidak menyukai sesuatu yang terlalu tergesa.

Apa yang dipaksa cepat, sering kali justru tidak bertahan lama.

Dan anehnya, kesadaran itu datang dari sesuatu yang tumbuh pelan di bawah daguku sendiri.

Janggut.

Dulu, aku tidak pernah benar-benar memikirkannya.

Kalau mulai panjang, dicukur.

Kalau terlihat berantakan, dirapikan.

Selesai.

Tidak ada makna khusus.

Ia hanya bagian kecil dari wajah yang tumbuh begitu saja mengikuti waktu.

Tapi sekarang, di usia kepala lima ini, aku mulai melihatnya berbeda.

Janggut ternyata tidak pernah tumbuh terburu-buru.

Ia datang pelan.

Sedikit demi sedikit.

Nyaris tidak terasa.

Tapi suatu hari, ketika bercermin lebih lama, kita sadar

ia sudah berubah banyak.

Dan bukankah hidup juga begitu?

Masa muda dulu terasa seperti perlombaan.

Aku ingin cepat berhasil.

Cepat sampai.

Cepat diakui.

Seolah semua harus segera terjadi sebelum waktu mendahului.

Kadang aku melihat orang lain melangkah lebih dulu, lalu diam-diam bertanya dalam hati kenapa bukan aku?

Kenapa hidupku terasa lebih lambat?

Tapi waktu terus berjalan.

Dan semakin ke sini, aku mulai mengerti bahwa hidup tidak selalu meminta kita berlari.

Kadang ia hanya meminta kita bertahan.

Karena tidak semua hal baik datang dalam waktu cepat.

Ada yang memang harus menunggu.

Ada yang harus dijalani pelan-pelan.

Ada yang baru terasa maknanya setelah usia cukup jauh berjalan.

Janggut ini seperti pengingat yang sabar.

Ia tidak pernah memaksa tumbuh sekaligus.

Tidak juga marah ketika harus menunggu waktu.

Ia hanya tumbuh sesuai ritmenya.

Dan dari situ aku belajar

mungkin hidup memang tidak perlu selalu dipercepat.

Aku mulai mengingat banyak hal yang dulu terasa lambat, tapi akhirnya justru paling berarti.

Proses memahami diri sendiri.

Belajar menerima kegagalan.

Memaafkan keadaan.

Dan berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua keinginan harus menjadi kenyataan.

Di usia ini, aku tidak lagi ingin buru-buru sampai.

Aku lebih ingin mengerti perjalanan.

Karena ternyata, yang paling melelahkan bukanlah berjalan jauh.

Tapi memaksa diri terus berlari padahal hati sudah letih.

Aku tersenyum kecil sambil mengusap janggut yang mulai dipenuhi uban.

Helai-helai putih itu seperti penanda bahwa waktu benar-benar bekerja diam-diam.

Ia tidak bersuara.

Tidak mengetuk pintu.

Tapi perlahan mengubah cara kita melihat hidup.

Dulu aku mengira kedewasaan datang ketika seseorang berhasil memiliki banyak hal.

Sekarang aku mulai merasa

kedewasaan justru datang ketika seseorang bisa lebih tenang menerima hidup apa adanya.

Tidak lagi sibuk membandingkan.

Tidak lagi gelisah mengejar.

Tidak lagi marah pada waktu.

Janggut ini juga mengajarkan proses tidak selalu terlihat indah saat dijalani.

Kadang membosankan.

Kadang melelahkan.

Kadang membuat kita ingin menyerah di tengah jalan.

Tapi justru dari proses panjang itulah, seseorang perlahan dibentuk.

Menjadi lebih kuat.

Lebih sabar.

Dan lebih mengerti dirinya sendiri.

Aku tidak lagi ingin memaksa hidup berjalan sesuai kehendakku.

Karena semakin dipaksa, semakin terasa berat.

Sekarang aku hanya ingin menjalaninya setenang mungkin.

Selangkah demi selangkah.

Seperti janggut yang tumbuh perlahan dari dagu.

Tanpa suara.

Tanpa tergesa.

Tapi pasti.

Dan mungkin, di usia kepala lima ini, aku akhirnya mulai memahami satu hal sederhana—

bahwa hidup bukan soal siapa yang paling cepat sampai.

Tapi siapa yang paling siap menerima setiap proses yang harus dilewati.

(***)/bersambung – Part 6: Brewok, Wajah yang Belajar Jujur

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Udayana Bali Undang Bupati Muba Jadi Pembicara

    Universitas Udayana Bali Undang Bupati Muba Jadi Pembicara

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    BUPATI Musibanyuasin [Muba] Dodi Reza Alex mendapat penghormatan untuk mengisi menjadi pembicara dan sekaligus motivator dihadapan ratusan mahasiswa dari 12 Fakultas Universitas Udayana, Bali, pada 13 Maret 2020. Selain bergelar Doktor, Bupati Muba juga dinilai berhasil melahirkan berbagai program inovasi. Tak kurang, Dodi yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri  ( Kadin) Sumsel. Peran motivator […]

  • Peserta Didik SMA/SMK di Muba Tuntaskan Vaksin Tahap Dua

    Peserta Didik SMA/SMK di Muba Tuntaskan Vaksin Tahap Dua

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    523 Siswa siswi dari SMAN 2 Sekayu dan SMKN 3 Sekayu melakukan vaksinasi tahap II yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersinergi dengan Badan Intelejen Negara (BIN), Selasa (12/10/21). Dalam pelaksanaannya, vaksinasi tahap II bagi para pelajar ini di tinjau langsung oleh Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic MBA melalui […]

  • Jelang Ramadhan, Wagub Minta Kepala Daerah Cek Ketersediaan Sembako

    Jelang Ramadhan, Wagub Minta Kepala Daerah Cek Ketersediaan Sembako

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    Di tengah merebaknya isu  Corona Virus Disease (Covid-19) serta dalam rangka  menyambut timbanya bulan Ramadhan. Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya meminta instansi  terkait yang ada di 17 Kabupaten/Kota  dalam Provinsi Sumsel mengecek ketersediaan sembilan  bahan pokok (Sembako) di daerahnya masing-masing. “Rapat perdagangan ditahun ini sangat menjadi perhatian apalagi  di tengah musibah Covid-19 dan […]

  • “Lansia Berdaya, Anak Muda Layu? Jangan Sampai Bangsa Ini Kurang Gizi Pikiran!”

    “Lansia Berdaya, Anak Muda Layu? Jangan Sampai Bangsa Ini Kurang Gizi Pikiran!”

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.204
    • 0Komentar

    DI Ogan Ilir, suasananya cerah ceria, Gubernur Herman Deru datang bareng Ibu Feby, acara ramai, panggung megah, tenda penuh senyum, semuanya dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, Hari Keluarga, Hari Anak, dan entah hari apalagi yang kalau dijumlahin, kayaknya semua hari dijadikan satu!. Tapi ya…., baguslah, sekalian hemat undangan. Pak Gubernur bicara soal pembangunan bukan cuma […]

  • Ditunggu Sosialisasi PPKM Miktor –nya Pak !!, Kalo Gak Gitu Covid-19 Kapan Hilang ? Harno Tegaskan 9 Juli Bakal Diberlakukan, Ini Aturan Mainnya

    Ditunggu Sosialisasi PPKM Miktor –nya Pak !!, Kalo Gak Gitu Covid-19 Kapan Hilang ? Harno Tegaskan 9 Juli Bakal Diberlakukan, Ini Aturan Mainnya

    • calendar_month Rabu, 7 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H.Harnojoyo akan mengerahkan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama jajaran Forkimpinda untuk mensosialisasikan ke masyarakat  akan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Mikro) di Kota Palembang, pada 9 Juli nanti. Terhitung hari ini, Rabu (7/7/2021) jajarannya akan bergerak masif turun kemasyarakat pemberlakuan PPKM Mikro tersebut diberlakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid […]

  • 72% Generasi Z & Milenial di Asia Pasifik, Bercita-cita Menjadi Pengusaha – Survei Herbalife Nutrition

    72% Generasi Z & Milenial di Asia Pasifik, Bercita-cita Menjadi Pengusaha – Survei Herbalife Nutrition

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.668
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, mengungkap temuan dari Survei Pengusaha Muda Asia Pasifik 2021 pada hari ini, yang menemukan bahwa 72% Generasi Z dan Milenial di Asia Pasifik bercita-cita untuk memiliki bisnis sendiri. Survei tersebut menunjukkan bahwa hampir 9 dari 10 (87%) responden percaya bahwa usia terbaik untuk memulai bisnis adalah di bawah usia 40 […]

expand_less
WordPress Archive Vitic – Tools WooCommerce WordPress Theme Vitpro – Herbal Health Elementor Template kit Vivo – Health & Medical WordPress Theme Vixan – Digital Agency Portfolio Elementor WordPress Theme Vixus – Business Startup Elementor Template Kit Vizox – Immigration Visa WordPress Theme VKomatic Automatic Post Generator and VKontakte Auto Poster Plugin for WordPress Vlog – Video Blog / Magazine WordPress Theme Vloma Grid – A Responsive WordPress Video Blog Theme Vmagazine- Blog, NewsPaper, Magazine WordPress Themes