Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Kebijakan PPKM Mikro Di Palembang, Tepatkah ?

Kebijakan PPKM Mikro Di Palembang, Tepatkah ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
  • visibility 1.626
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKITAR 1 tahun lebih dari tahun 2020 Pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya Kota Palembang. Berbagai kebijakan telah pemerintah coba lakukan untuk melawan covid-19 supaya masyarakat terbebas dari virus membahayakan ini. Namun, masih saja pemerintah seperti kewalahan dalam menekan angka covid-19 yang hingga kini masih ada.

Mulai dari kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan beragam kebijakan lainnya masih saja pemerintah tidak berhasil dalam membesankan masyarakat dari virus covid-19. Hal ini terlihat dari angka kasus korban yang terus masih ada dan terus melambung tinggi hingga 2021 bulan juli kini. Tercatat pada data Dinas Kesehatan Kota Palembang terhitung per tanggal 12 Juli Kasus Konfirmasi bertambah 313 kasus.

Kemunculan kebijakan baru dari pemerintah dalam menanggulangi atau melawan pandemi Covid-19 yang diberi nama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) patut dipertanyakan apakah PPKM merupakan kebijakan yang tepat dalam menekan angka covid-19 ?.

Adapun beberapa bagian aturan PPKM dalam surat edaran Walikota Palembang Nomor 25/SE/DINKES/2021 Tanggal 7 Juli 2021  tentang pengetatan PPKM Mikro yang menyebutkan bahwa :

“Kegiatan makan dan minum ditempat umum kapasitas 25 persen dari kapasitas dan jam operasional sampai pukul 17.00 WIB. -(Layanan Pesan/antar atau dibawa pulang sampai pukul 17.00 WIB. Dan-bagi restoran yang hanya melayani pesan antar/ dibawa pulang bisa operasional sampai 24 jam).” “Pusat Perbelanjaan/mall, pusat perdagangan buka sampai pukul 17:00 WIB. -Kapasitas Pengunjung 25 persen.”

Bila ditelisik beberapa poin aturan ini pada bidang ekonomi maka yang benar-benar terdampak atas pemberlakuan kebijakan PPKM yaitu pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) penjual makanan dan minuman khusus di malam hari seperti Pedagang Pecel Lele, Tongkrongan (Kedai Kopi, Cafe, Angkringan, dll), Pedagang Nasi Goreng, Sate, Soto dll.

Mengapa benar-benar terdampak?, karena seperti pedagang tongkrongan rata-rata tujuan pembelinya datang yaitu tidak hanya makan dan minum saja. Namun, banyak pembeli yang menghabiskan waktu mengobrol dengan teman-teman dan pacar pada sela-sela makan/minum di tongkrongan. Begitu juga pada pedagang pecel lele, nasi goreng, Sate, Soto seringkali pembeli makan ditempat bersama kekasihnya.

Sehingga atas adanya penerapan kebijakan PPKM di kota Palembang beberapa kelompok UMKM yang disebutkan diatas seperti pedagang pecel lele dan nasi goreng, soto, sate dll, akan berkurang pendapatannya. Karena terdapat kelompok pembeli/pelanggan yang terbatasi tujuannya akan kebijakan tersebut.

Begitu juga untuk kelompok UMKM seperti Tongkrongan (Kedai Kopi, Cafe, Angkringan, dll)  pedagang ini rentan akan kebangkrutan dan hilang pendapatannya karena tongkrongan identik dengan tempat obrolan santai dan buka pada malam hari. Hal ini tentu jelas berlawanan dengan kebijakan PPKM yang membatasi waktu seperti tidak diperkenankan makan/minum ditempat lebih dari 17:00

Walaupun dalam kebijakan PPKM masih ada pelonggaran seperti adanya layanan pesan antar/dibawa pulang. Hal itu dikirakan tidak membuat pelanggan untuk masih membeli. Ditambah tidak adanya jaminan kebutuhan hidup dasar dari yang terdampak (Penjual) akan kebijakan yang diterapkan.

Setelah itu Bila ditelisik pada evektivitas penekanan angka covid-19 tentu aturan ini masih melonggarkan dan memberi kesempatan aktivitas interaksi dengan lainnya. Seperti masih adanya waktu aktivitas perbelanjaan yang dibatasi jam 17:00 dan pembatasan pengunjung 25% di area sentral perbelanjaan. Walaupun memang dianjurkan tetap patuh pada protokol kesehatan dan adanya pengurangan kapasitas pengunjung. Akan tetapi, hal itu masih belum menjamin pemerintah berhasil membuat masyarakat terbebas dari covid-19. Karena Penularan Covid-19 terjadi pada ‘ruang sebab’ yang susah dikirakan.

Sebagai upaya penanggulangan pandemi covid-19 agar hilang dari indonesia khususnya Palembang, seharusnya Pemerintah Pusat berani mengambil langkah yang tepat, berani, serius, serta konsisten dalam menekan angka covid-19. Serta bekerjasama dengan Gubernur/Walikota/Bupati sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

Langkah yang tepat, berani, dan serius yang dimakud seperti memberlakukan Kebijakan yang sudah ada dan jelas panduannya seperti kebijakan yang diatur dalam UU Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Sehingga bila pemerintah menerapkan kebijakan diatas akan memperjelas visi pengendalian covid-19 yang baik dan komprehensif.[***]

Oleh : Ilham Mardiantoro

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren, Palembang Kota Pertama Realisasikan Integrasi Data STR Secara Online, Ini Manfaatnya

    Keren, Palembang Kota Pertama Realisasikan Integrasi Data STR Secara Online, Ini Manfaatnya

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.578
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang berkolaborasi denganKonsil Kedokteran Indonesia (KKI) guna merealisasikan integrasi data (open web server) validasi Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter dan dokter gigi secara online. Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia [IKI], Dr dr Gema Asiani, mengatakan,  validasi STR tersebut  bertujuan  untuk memberikan pelayanan publik guna mempermudahkan masyarakat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan dan aman. “Kami bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal […]

  • Diplomasi Sepak Bola ala Prabowo & Infantino, Saat Bola Masuk Sidang PBB

    Diplomasi Sepak Bola ala Prabowo & Infantino, Saat Bola Masuk Sidang PBB

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.589
    • 0Komentar

    SIDANG Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) biasanya identik dengan suasana serius, isinya pidato para pemimpin dunia tentang perang, ekonomi, dan krisis iklim, namunminggu ini, ada kejadian yang membuat forum itu terasa agak berbeda. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Sejenak, dunia yang sibuk dengan isu rumit jadi tersenyum, “loh, bola bisa […]

  • Terbitkan Permen, Kendaraan Listrik Banjir Insentif

    Terbitkan Permen, Kendaraan Listrik Banjir Insentif

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.386
    • 0Komentar

    SEJUMLAH peraturan menteri diterbitkan untuk memacu perkembangan industri kendaraan listrik berbasis baterai nasional di Indonesia. Mimpi Indonesia sebagai pemain utama kendaraan berbasis listrik saat ini kian nyata. Tekad untuk menjadi pemain utama di industri itu tidak hanya datang dari pelaku industri. Tetapi pemerintah pun mendukung mimpi itu dengan memberikan sejumlah insentif untuk menciptakan ekosistem yang […]

  • Pemkot Palembang Terus Merestorasi Sungai Sekanak, Pedesterian Sudirman Dipindahkan ke Sekanak

    Pemkot Palembang Terus Merestorasi Sungai Sekanak, Pedesterian Sudirman Dipindahkan ke Sekanak

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII kini masih merestorasi Sungai Sekanak. Selain mengembalikan fungsi sungai, restorasi juga untuk tujuan wisata di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini. Rencananya, destinasi Sudirman akan dipindahkan ke pinggiran Sekanak Lambidaro. Terlebih saat pandemi ini Pedesterian Sudirman ditutup, sehingga tidak pernah ada lagi aktivitas di […]

  • Satpol-PP Banyuasin Gerebek Pijat Plus Bermodus Warung Kopi

    Satpol-PP Banyuasin Gerebek Pijat Plus Bermodus Warung Kopi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.301
    • 0Komentar

    SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin kembali menggerebek sebuah warung remang-remang yang menjual jasa urut plus bermodus warung kopi yang terletak di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Dalam pengerbakan satpol PP Banyuasin berhasil mengamankan sepasang oknum yang tengah bercumbu beserta pemilik warung. Menurut Supandi. Spd. Msi, Kepala Bidang (Kabid) Tibum Tram […]

  • Hasil Survei, Infrastruktur dan Perbaikan Jalan Jadi Prestasi Paling Berkesan pada Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur

    Hasil Survei, Infrastruktur dan Perbaikan Jalan Jadi Prestasi Paling Berkesan pada Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    TINGKAT kepuasan masyarakat Sumsel terhadap kepemimpinan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya relatif tinggi. Catatan tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Populi Center di 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel terkait masalah opini dan kebijakan publik. Rerata tingkat kepuasan dalam survei ada pada angka 7,58 dari skala 1-10 dan akumulasi skor […]

expand_less
WordPress Archive Pila - Hotel & Resort Elementor Template Kit PILE – An Uncoventional WordPress Portfolio Theme Pilelabs – Laboratory & Science Research WordPress Theme Pillar – Multipurpose Multi-Concept Responsive WordPress Theme Pillow Testimonial Addon WPBakery Page Builder Pilo – Painting Services Elementor Template Kit PIMP – Creative MultiPurpose Theme Pimp my Site – Holiday, Weather & Festive Effects to Pimp your WordPress Site Pin = Pinterest Style / Personal Masonry Blog / Front-end Submission Pinevale | Addiction Recovery and Rehabilitation Center WordPress Theme