Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Setelah Tenda Dibongkar, Nasib UMKM Sumsel Jangan Ikut Dilipat

Setelah Tenda Dibongkar, Nasib UMKM Sumsel Jangan Ikut Dilipat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUASANA Jambore UMKM FORKETAS Sumsel 2026 di Citra Grand City One Palembang kemarin tampak meriah, pasalnya booth warna-warni berdiri rapi.

Bahkan aroma kopi lokal bercampur, gurihnya rasa pempek dan kemplang ikan terasa di lidah. Musik terdengar bersahut-sahutan, para pelaku usaha sibuk melayani pengunjung, sementara di sudut lain sejumlah peserta antusias mengikuti workshop dan talkshow.

Di atas panggung, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengingatkan bahwa UMKM merupakan kekuatan penting ekonomi daerah. Pernyataan itu tentu tidak berlebihan. Di tengah ekonomi yang sering naik turun seperti harga cabai menjelang lebaran, UMKM memang kerap menjadi “ban serep” penyelamat masyarakat. Saat perusahaan besar mengerem perekrutan tenaga kerja, UMKM justru tetap hidup di lorong-lorong kampung, pasar tradisional, hingga sudut media sosial.

Karena itu, jambore seperti ini patut diapresiasi. Setidaknya ada ruang bagi pelaku usaha kecil untuk saling bertemu, belajar, membangun jejaring, sekaligus merasa bahwa usaha mereka diperhatikan.

Namun, dibalik kemeriahan itu, ada satu pertanyaan yang diam-diam sering menggelayut di kepala banyak orang, setelah tenda dibongkar, apa yang benar-benar tersisa untuk UMKM?

Pertanyaan ini penting. Sebab kita terlalu sering melihat kegiatan UMKM yang ramai di awal, tetapi sunyi setelah acara selesai. Panggung dibongkar. Spanduk dicopot. Foto-foto masuk media sosial. Sertifikat dibagikan, lalu semuanya kembali seperti semula.

Pelaku UMKM kembali sibuk memikirkan dagangan yang sepi, harga bahan baku yang naik, algoritma media sosial yang berubah-ubah, hingga pembeli yang lebih tertarik pada produk luar yang tampilannya lebih modern.

Apalagi, UMKM kita bukan kekurangan semangat. Mereka juga tidak miskin kreativitas. Bahkan banyak produk lokal Sumsel yang kualitasnya sudah layak bersaing. Misalnya kopi, songket, makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal sebenarnya punya potensi besar.

Masalahnya sering kali bukan pada produk, melainkan keberlanjutan pendampingan. Kita terkadang terlalu sibuk membuat acara, tetapi lupa membangun ekosistem.

Padahal UMKM tidak hidup dari seminar sehari atau festival dua malam. Mereka hidup dari pasar yang terus bergerak.

Jembatan jangka panjang

Banyak pelaku UMKM sebenarnya sudah diajarkan cara membuat akun digital, memotret produk, hingga strategi pemasaran daring. Tetapi setelah pelatihan selesai, mereka berjalan sendiri tanpa pendampingan lanjutan.

Akibatnya, ilmu yang didapat hanya mengendap seperti catatan seminar yang tersimpan rapi di dalam tas.

Padahal dunia usaha hari ini berubah sangat cepat. Persaingan bukan lagi hanya soal rasa enak atau harga murah. Kemasan, branding, konsistensi konten, kemampuan membaca pasar, hingga kecepatan layanan kini ikut menentukan.

Ironisnya, tidak sedikit UMKM yang hanya ramai ketika ada bazar pemerintah. Saat acara berlangsung, dagangan laris karena pengunjung membludak. Tetapi seminggu kemudian, toko kembali sepi. Seolah-olah usaha mereka hanya hidup ketika ada panggung dan pengeras suara.

Karena itu, yang dibutuhkan UMKM bukan lagi cuma keramaian sesaat, melainkan jembatan jangka panjang.

Jembatan menuju pasar digital, yang menuju permodalan yang sehat, selain itu jembatan menuju kemasan yang lebih modern dan akhirnya pembeli yang lebih luas.

Oleh sebab itu, pemerintah tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kampus, perbankan, komunitas, media, bahkan influencer lokal harus ikut turun tangan. Jika perlu, setiap kegiatan UMKM tidak berhenti di seremoni pembukaan, tetapi dilanjutkan dengan mentoring minimal tiga sampai enam bulan.

Misalnya, peserta terbaik dari jambore benar-benar dibina naik kelas sehingga mereka dapat menaikan target omzet,  ada evaluasi penjualan dan pendampingan pemasaran digital. Bahkan lebih bagus lagi jika dibuat marketplace khusus produk UMKM Sumsel yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah.

Sebab yang paling dibutuhkan pelaku UMKM sebenarnya sederhana, terkait kepastian pasar. Mereka juga tidak berharap dipuji setiap hari.

Pelaku UMKM hanya ingin dagangannya terus bergerak, sebab bagi pelaku UMKM, satu produk terjual kadang bukan hanya soal keuntungan, tetapi soal uang sekolah anak, biaya listrik rumah, dan dapur yang tetap mengepul.

Kita juga perlu jujur mengakui UMKM sering dijadikan “pelengkap suasana” dalam banyak acara resmi.

Booth mereka meramaikan lokasi kegiatan, menjadi latar foto pejabat dan pengunjung. Tetapi setelah acara selesai, perhatian ikut menghilang.

Padahal membangun UMKM tidak bisa dengan pola musiman. Ia harus dirawat seperti menanam pohon. Tidak cukup hanya menanam bibit lalu berfoto. Harus ada yang menyiram, menjaga, dan memastikan ia tumbuh.

Mungkin inilah refleksi penting dari Jambore UMKM FORKETAS Sumsel tahun ini. Bahwa acara yang meriah memang penting untuk membangun semangat. Tetapi pekerjaan sesungguhnya justru dimulai ketika panggung selesai dibersihkan.

Sebab tenda boleh dibongkar, musik bubar, namun asanya tak lain para pelaku UMKM jangan ikut dilipat bersama kursi-kursi yang diangkut pulang. Karena ekonomi rakyat tidak dibangun oleh seremoni semata, melainkan oleh keberlanjutan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Curiosity Ink Media dan Dynamite Entertainment Sebarkan Kegembiraan Musim Liburan Ini dengan Empat Judul Penerbitan Baru yang Ramah Keluarga

    Curiosity Ink Media dan Dynamite Entertainment Sebarkan Kegembiraan Musim Liburan Ini dengan Empat Judul Penerbitan Baru yang Ramah Keluarga

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, BOCA RATON, Florida, 30 Oktober 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Curiosity Ink Media, anak perusahaan penghasil Cerita Asli dan Kekayaan Intelektual (IP) dari Grom Social Enterprises, Inc. (NASDAQ: GROM) dan mitra penerbitan Dynamite Entertainment , akan merilis empat judul penerbitan yang terinspirasi oleh keajaiban liburan modern dengan sentuhan kontemporer. Judul-judul termasuk Snow Boy, Baldwin’s Big […]

  • Total Positif Covid di Sumsel 2.604 Kasus

    Total Positif Covid di Sumsel 2.604 Kasus

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, per Sabtu (11/7/2020) kasus positif bertambah 36 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 2.604 kasus. “Kasus baru ini ada 36, tersebar di Palembang 25, Musi Banyuasin 1, Muara Enim 1, Banyuasin 5, Lubuklinggau 2, PALI 1, luar wilayah 1,” kata Yusri, Sabtu (12/7/2020). […]

  • Asian Games 2018, Indonesia Rebut Emas dari Karate

    Asian Games 2018, Indonesia Rebut Emas dari Karate

    • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA-  Indonesia berhasil menambah perolehan emas dari cabang olahraga (cabor) karate di Asian Games 2018. Emas tersebut disumbang oleh karateka Rifky Ardiansyah Arrosyid setelah mengungguli lawannya, Amir Mahdizadeh (Iran), dengan 9-7 dalam partai final Karate nomor Kumite-60Kg di Plenary Hall, JCC, Jakarta, Minggu (26/8/2018) siang WIB. Atlet Iran sempat memberikan perlawanan dan mendapatkan satu […]

  • H-2 Kejurnas Balap Moto Prix, Bupati Muba Cek Safety First

    H-2 Kejurnas Balap Moto Prix, Bupati Muba Cek Safety First

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –  Bupati Musibanyuasin [Muba] Dodi Reza Alex Noerdin mengecek secara langsung kesiapan dan keamanan  Sirkuit Sky Land Sekayu Kabupaten Muba yang akan digunakan untuk Kejuaraan Nasional [Kejurnas]  Balap Motor Moto Prix Piala Bupati Muba. Di sirkuit mini Catalunya tersebut, bupati mengecek infrastruktur, seperti paddock, lintasan, dan fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan pembalap […]

  • Kutuk Keras Aksi Pengeboman di Gereja Katedral Makassar, Menag Yaqut : Apa Pun Motifnya, Aksi Ini Tidak Dibenarkan Agama

    Kutuk Keras Aksi Pengeboman di Gereja Katedral Makassar, Menag Yaqut : Apa Pun Motifnya, Aksi Ini Tidak Dibenarkan Agama

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi. Menag menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama. “Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak […]

  • Vaksinasi untuk Pengurus Masjid dari Polres Muara Enim

    Vaksinasi untuk Pengurus Masjid dari Polres Muara Enim

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    MENJELANG Hari Raya Idul Adha 1442 H, Polres Muara Enim menggelar kegiatan vaksinasi massal kepada Imamubin, Marbot dan Pengurus Masjid bertempat di Gerai Vaksin Presisi Polres Muara Enim. Rabu (14/07/2021) Vaksin diberikan kepada Imamubin, Marbot dan Pengurus Masjid yang ada di Wilayah Hukum Polres Muara Enim. Kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya penanggulangan dan penanganan covid-19 […]

expand_less
WordPress Archive DT – Store Locator WordPress Plugin Dub – Music WordPress Theme Duha – Engineering & Industrial Elementor Template Kit Dulce – A Tumblr Style WordPress Theme Dunker – Fashion and Clothing Shop WordPress Theme Dunmedic – Medical & Healthcare Elementor Template Kit Duo – PWA Mobile Kit Duos Product Tabs Duplicator Pro D’Urban – Digital Agency Elementor Pro Full Site Template Kit