Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Perbankan di Tengah Pergeseran Arah Ekonomi Hijau

Perbankan di Tengah Pergeseran Arah Ekonomi Hijau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

foto : toyota.astra.go.id

SIANG itu jalanan kota kembali padat seperti biasa. Matahari menyengat, memantul dari aspal panas dan deretan kendaraan yang merayap perlahan. Suara mesin bercampur klakson, sementara udara terasa berat dihirup. Di tengah rutinitas ini, kemacetan bukan lagi kejutan, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun dibalik itu, ada persoalan yang lebih besar dari sekadar lalu lintas, yaitu kualitas udara yang terus menurun dan ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil.

Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca di Indonesia. Berdasarkan Indonesia Transport and Climate Profile 2026, sektor ini menyumbang sekitar 12 persen emisi nasional, dengan 88 persen berasal dari transportasi jalan (Asian Transport Observatory, 2026). Kendaraan bermotor menjadi kontributor utama dari angka tersebut.

Di kota-kota besar, kendaraan bermotor juga menghasilkan polutan seperti PM2.5, nitrogen oksida, dan karbon monoksida yang berdampak langsung pada kesehatan. WHO dalam Global Air Quality Guidelines 2021 dalam paparannya menyebutkan PM2.5 dari pembakaran bahan bakar fosil berbahaya bagi kesehatan manusia bahkan pada kadar rendah (World Health Organization, 2021).

Kondisi ini mendorong lahirnya agenda ekonomi hijau, yaitu arah pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu fokus utamanya adalah transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Kendaraan listrik (EV) kini menjadi simbol perubahan tersebut. Motor dan mobil listrik mulai terlihat di jalan, menawarkan solusi tanpa emisi langsung. Namun adopsinya masih menghadapi tantangan besar.

Harga kendaraan listrik masih relatif tinggi dibanding kendaraan konvensional. Motor listrik belum sepenuhnya terjangkau masyarakat luas, sementara mobil listrik masih berada di segmen tertentu. Infrastruktur pengisian daya juga belum merata, membuat masyarakat masih berhitung dalam mengambil keputusan.

Oleh sebab itu, masalah utamanya bukan hanya teknologi, tetapi kemampuan finansial masyarakat untuk mengaksesnya.

Perbankan dan peluang ekonomi hijau

Dari masalah itu, perbankan masuk sebagai aktor penting dalam ekosistem transisi apalagi di Indonesia, pembelian kendaraan baik motor maupun mobil sebagian besar dilakukan melalui skema kredit.

Artinya, perbankan bukan hanya penyedia dana, tetapi juga pihak yang secara langsung memengaruhi arah konsumsi masyarakat terhadap kendaraan.

Jika pembiayaan masih didominasi kendaraan berbahan bakar fosil, maka struktur pasar akan tetap bertahan pada pola lama. Sebaliknya, jika kredit mulai diarahkan ke kendaraan listrik, maka percepatan transisi bisa terjadi lebih cepat.

Perbankan mulai memasuki skema green financing, yang mencakup pembiayaan kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga sektor usaha rendah emisi.

Sehingga ekonomi hijau tidak lagi hanya  agenda lingkungan, tetapi mulai membentuk ruang bisnis baru bagi sektor keuangan.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, permintaan pembiayaan kendaraan listrik perlahan ikut tumbuh. Namun tanpa dukungan pembiayaan yang kuat dan lebih agresif dari sektor perbankan, adopsi kendaraan listrik akan tetap terbatas pada kelompok tertentu saja.

Dari sini, terlihat ekonomi hijau bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi perbankan.

Pertama, munculnya pasar pembiayaan baru dari sektor kendaraan listrik yang terus berkembang. Setiap peningkatan adopsi EV berarti potensi ekspansi portofolio kredit otomotif bagi bank.

Kedua, diversifikasi portofolio kredit, selama ini pembiayaan otomotif didominasi kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.

Masuknya ke kendaraan listrik, bank dapat memperluas struktur pembiayaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor yang berisiko terdampak transisi energi.

Ketiga, penguatan manajemen risiko jangka panjang. Aset berbasis fosil berpotensi menjadi stranded asset seiring ketatnya regulasi emisi global.

Dengan menggeser pembiayaan ke sektor hijau, bank bisa mengantisipasi risiko tersebut lebih awal.

Ke empat, akses terhadap pendanaan global. Standar ESG (Environmental, Social, Governance) kini menjadi acuan penting dalam dunia keuangan internasional. Bank yang aktif dalam pembiayaan hijau memiliki peluang lebih besar menarik investor institusi global.

Kelima, penguatan reputasi dan daya saing. Bank yang masuk lebih cepat ke pembiayaan hijau akan dipandang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi global.

Melalui skema kredit, kendaraan listrik yang semula mahal dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Di sinilah perbankan menjadi penghubung antara inovasi teknologi dan kemampuan ekonomi publik.

Namun, transisi ini masih berada pada tahap awal, sebab pembiayaan kendaraan konvensional masih mendominasi kredit otomotif, sementara green financing masih berkembang secara bertahap.

Pada akhirnya, ekonomi hijau tidak hanya mengubah cara kita memandang lingkungan, akan tetapi juga mengubah cara uang bekerja dalam sistem ekonomi.

Disamping itu, perbankan tidak lagi hanya lembaga penyalur kredit, tetapi juga aktor yang ikut menentukan arah transisi energi.

Di tengah jalanan kota yang masih didominasi kendaraan berbahan bakar fosil, perubahan itu mulai terlihat perlahan. Kendaraan listrik tumbuh, kesadaran lingkungan meningkat, dan sektor keuangan mulai menyesuaikan arah baru pembangunan.

Jika arah ini terus berlanjut, ekonomi hijau bukan hanya akan memperbaiki kualitas udara, tetapi juga membuka babak baru dalam industri perbankan itu sendiri. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikut Infrada Sumsel Expo 2019,Ini yang Dipamerkan DPMPTSP Muba

    Ikut Infrada Sumsel Expo 2019,Ini yang Dipamerkan DPMPTSP Muba

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    EINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi salah satu peserta dalam rangkaian INFRADA (Investasi dan Infrastruktur Daerah) Sumsel Expo 2019. Infrada Sumsel Expo 2019 merupakan bagian dari promosi bagi produk-produk unggulan daerah, peluang investasi, kerjasama bisnis, dan ajang publikasi/pemberian informasi kepada masyarakat. Gelaran Infrada Sumsel Expo 2019 berlangsung selama […]

  • Pulihkan Ekonomi,  Ada 6 Prioritas Pemkab OKI Tahun 2023

    Pulihkan Ekonomi,  Ada 6 Prioritas Pemkab OKI Tahun 2023

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah memulai rangkaian proses penyusunan perencanaan pembangunan tahunan daerah (Dokumen RKPD) Tahun 2023. Melalui tahapan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan yang dimulai sejak 10 sampai dengan 24 Januari 2021 lalu, sebanyak enam (6) Program prioritas berhasil di rumuskan, yaitu Penanganan pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi, Pembangunan infrastruktur […]

  • Dukung PPKM Mikro, 14.093 Posko Penanganan COVID-19 Tersebar di 31 Provinsi

    Dukung PPKM Mikro, 14.093 Posko Penanganan COVID-19 Tersebar di 31 Provinsi

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Per 11 April 2021, jumlah pos komando (posko) penanganan COVID-19 sudah mencapai 14.093 posko dan tersebar di 31 provinsi dan 323 kabupaten/kota di Indonesia. Di antaranya ada 426 posko yang terbentuk di 12 provinsi yang tidak termasuk dalam cakupan pemberlakuan PPKM Mikro saat ini, yakni Sulawesi Barat, Lampung, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan […]

  • HET Tidak Berubah, Gas Tiga Kilogram Tidak Naik

    HET Tidak Berubah, Gas Tiga Kilogram Tidak Naik

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    PT PERTAMINA (Persero) mempertahankan harga elpiji subsidi tiga kilogram, meski tren harga kontrak Aramco (CPA) telah menyentuh angka 775 dolar AS per metrik ton pada Februari 2022 karena Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak alami perubahan. Tren CPA telah mengalami peningkatan sebesar 21 persen, dari rata-rata CPA sepanjang tahun lalu sebagai dampak konflik Rusia dengan Ukraina. […]

  • Peningkatan Ekonomi Keluarga, TP PKK Muba Gelar Pelatihan Pengembangan Kreativitas melalui Potensi Sumber daya yang Dimiliki

    Peningkatan Ekonomi Keluarga, TP PKK Muba Gelar Pelatihan Pengembangan Kreativitas melalui Potensi Sumber daya yang Dimiliki

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Pelatihan Pengembangan Kreativitas dalam Pengelolaan Ekonomi Keluarga Melalui Potensi Sumber daya yang Dimiliki guna memanfaatkan secara maksimal potensi sumber daya yang ada. Sumber daya dikelola,  optimalkan sebagai upaya dalam pengembangan kreativitas keluarga. Acara  dibuka  Pj Ketua TP PKK Kabupaten Muba Hj Triana Sandi Fahlepi diwakili Sekretaris […]

  • Pesan Presiden RI Prabowo  Saat Lantik 961 Kepala Daerah

    Pesan Presiden RI Prabowo Saat Lantik 961 Kepala Daerah

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang digelar serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pelantikan yang digelar secara serentak tersebut merupakan momen bersejarah dalam pemerintahan Indonesia. “Saudara-saudara ini saya kira adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita, kita lantik […]

expand_less
WordPress Archive Coatro – Digital Agency Elementor Template Kit Coax – Agency And Personal About Us Elementor Template Kit Cobalt – Responsive Architect & Creatives WP Theme CobaltApps Beaver Extender Cobble – Flooring & Construction WordPress Theme + AI Coca – Architecture Cocco - Kids Store and Baby Shop Theme Cocco – Kids Store and Baby Shop WordPress Theme Coch – Business Coach Elementor Template Kit Codagraph – Photography & Portfolio Elementor Template Kit