Stok Beras Bulog Lubuklinggau Aman 10 Bulan, Warga Palembang Keluhkan Pembelian Dibatasi Warung
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Stok beras Bulog di Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dipastikan aman dan disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Namun, di tengah jaminan ketersediaan itu, sebaliknya warga di kawasan Kalidoni, Palembang, justru mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras di sejumlah warung kecil karena pembelian disebut mulai dibatasi pemilik warung.
Keluhan warga ini muncul saat Gubernur Sumatera Sumsel H. Herman Deru meninjau langsung Komplek Pergudangan Taba Pingin Kantor Cabang Bulog Lubuklinggau, Jumat (4/9/2026), untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan beras.
Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru mengapresiasi efektivitas pengendalian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di gudang Taba Pingin yang dinilainya sangat baik dan berada dalam kondisi normal.
Berdasarkan hasil pantauan, stok beras untuk masyarakat dipastikan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
“Di Lubuklinggau ini pengendalian HPP-nya sangat normal. Kita berharap kestabilan ini terus terjaga, mengingat Sumatera Selatan memiliki peran vital sebagai salah satu penyangga pangan nasional,” ujar Herman Deru saat memberikan keterangan di lokasi.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Lubuklinggau, Mukhlis Afandi, menyampaikan proses penyaluran beras ke pasar maupun konsumen berjalan lancar tanpa hambatan.
Saat ini, Gudang Taba Pingin menguasai stok sebanyak 258 ton beras yang siap didistribusikan ke tiga wilayah operasional, yaitu Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
“Kondisi di lapangan sangat kondusif dan tidak mengalami lonjakan harga. Dengan pasokan yang ada saat ini, distribusi ke pasar-pasar dan konsumen tersalurkan dengan baik serta harga tetap stabil,” tutup Mukhli.
Meski demikian, kondisi yang dirasakan masyarakat di tingkat pengecer menjadi cerita berbeda. Seorang warga di kawasan Kalidoni, Palembang, mengaku masih kesulitan mendapatkan beras di sejumlah warung kecil.
Bahkan, pembelian yang sebelumnya bisa mencapai 5 kilogram kini disebut hanya diperbolehkan sekitar 2 kilogram.
“Biasanya bisa beli 5 kg, sekarang paling 2 kg saja dikasih warung,” keluh warga tersebut.
Warga tersebut juga menyebutkan harga beras merek Topi Koki di tingkat eceran warung dengan kemasan 5 kg mencapai Rp85 ribu.
Hal itu memastikan stok tersedia di gudang, kelancaran distribusi hingga tingkat pengecer tetap menjadi bagian penting agar masyarakat benar-benar dapat merasakan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga beras. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
