Bukan Cuma Jual Iklan, Pengusaha Advertising Sumsel Didorong Lakukan Ini
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Advertising di Sumatera Selatan (Sumsel) tidak lagi cukup hanya dipandang sebagai bisnis pemasangan reklame. Keberadaannya di ruang publik juga menyentuh persoalan estetika kota, penyampaian pesan kepada masyarakat hingga potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah kebutuhan penataan tersebut, pelaku usaha advertising Sumsel didorong menghadirkan konsep yang lebih kreatif dan memiliki manfaat lebih luas. Media iklan dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk kepentingan komersial, tetapi juga membawa pesan edukatif dan produktif.
Penataan advertising yang lebih tertib juga membuka peluang bagi daerah untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Ketika aturan, kepentingan usaha, estetika, dan budaya dapat berjalan beriringan, ruang publik sekaligus dapat ditata menjadi lebih menarik.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru kemudian menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam membangun ekosistem advertising tersebut.
“Sumatera Selatan ini memiliki estetika, tetapi harus kita bangun secara menyeluruh. Karena itu, aturan dan regulasi harus dijalankan bersama oleh pemerintah, pengguna maupun penerima jasa. Semua memiliki andil untuk menjadikan sudut-sudut kota lebih menarik,” ujar Herman Deru.
Menurut Herman Deru, keteraturan advertising juga berkaitan dengan penerimaan daerah. Penataan yang dilakukan dengan baik dinilai dapat memberikan tambahan bagi Pendapatan Asli Daerah.
“Kalau ini teratur, tentu akan menambah pendapatan asli daerah kita sendiri. Maka kemitraan ini harus kita bangun, dengan estetika yang dikombinasikan dengan budaya,” katanya.
Karena itu, pelaku advertising Sumsel tidak hanya diminta memperhatikan sisi bisnis. Kreativitas juga menjadi bagian penting agar media yang hadir di ruang publik mampu menyampaikan pesan yang produktif, edukatif, dan membangun.
Arah tersebut bahkan dibawa lebih jauh dengan target menjadikan Sumatera Selatan sebagai daerah yang dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain dalam pengembangan advertising.
“Saya ingin Sumsel menjadi trendsetter bagi wilayah lain dan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” tuturnya.
Penguatan peran pelaku advertising itu berlangsung bersamaan dengan pengukuhan Pengurus Asosiasi Pengusaha Advertising Sumatera Selatan periode 2026–2031 di Graha Bina Praja, Rabu (23/9/2026).
Ketua Asosiasi Pengusaha Advertising Sumatera Selatan periode 2026–2031, Indrayani, SE, mengatakan kepengurusan baru menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha advertising.
“Kami mengucapkan terima kasih atas ruang dan apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Mari kita bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi, dari Sumsel untuk Sumsel dan oleh Sumsel,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
