Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Bisakah Masa Depan Energi Palembang Dimulai dari Dapur Warga?

Bisakah Masa Depan Energi Palembang Dimulai dari Dapur Warga?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAYA membaca dilaman resmi Pemerintah Kota Palembang, palembang.go.id, terkait rencana mengolah minyak jelantah rumah tangga menjadi bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur. Gagasan ini dibahas dalam audiensi TP PKK Kota Palembang, TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, dan pihak Fudwest di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (13/10/2026).

Patut diapreasi rencana sederhana ini pasalnya dengan  mengumpulkan sisa minyak goreng dari rumah tangga, kemudian mengolahnya menjadi bahan baku yang memiliki nilai lebih tinggi. Hal itu cukup luar biasa jika berhasil. Namun, dibalik gagasan itu, apakah bisa kebiasaan kecil di dapur warga menjadi bagian dari perubahan cara kita mengelola limbah sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif?

Menurut informasi  disampaikan dilaman itu, Palembang diperkirakan menghasilkan sekitar 3.400 ton minyak jelantah setiap tahun. Angka ini memang potensinya patut diperhitungkan. Apalagi selama ini, minyak bekas memasak kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak lagi berguna. Sebagian dibuang ke saluran air, sementara sebagian lainnya disimpan tanpa mengetahui bagaimana pemanfaatan yang tepat.

Padahal, persoalan minyak jelantah bukan semata-mata tentang limbah dapur. Cara masyarakat memperlakukannya berkaitan dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan peluang ekonomi yang mungkin belum dimanfaatkan secara optimal.

Gagasan pengolahan jelantah menjadi bioavtur memang  masuk diakal, meski demikian besarnya potensi tidak otomatis menjamin keberhasilan. Perjalanan dari minyak bekas di dapur menuju bahan baku industri membutuhkan lebih dari hanya program pengumpulan. Ada perubahan perilaku, sistem distribusi, dan kerja sama yang harus dibangun sejak awal.

Pengelolaan limbah sering kali lebih banyak dibicarakan setelah sampah menumpuk atau pencemaran terjadi. Padahal, banyak persoalan lingkungan bermula dari keputusan kecil yang dilakukan berulang kali, termasuk ketika seseorang membuang sisa minyak goreng ke wastafel atau selokan karena menganggapnya cara paling praktis.

Kebiasaan tersebut perlu diubah, minyak yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan mengganggu saluran air. Disamping itu, penggunaan minyak goreng secara berulang tanpa memperhatikan kondisi dan kualitasnya juga dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Artinya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh. Mengumpulkan jelantah bukan berarti minyak tersebut aman digunakan kembali untuk memasak. Justru, minyak bekas yang sudah tidak layak digunakan sebagai pangan perlu ditangani dengan benar dan disalurkan ke jalur pengolahan yang sesuai.

Persoalannya, kesadaran tidak tumbuh hanya melalui satu kali sosialisasi. Warga mungkin memahami  jelantah memiliki nilai ekonomi, tetapi belum tentu bersedia mengumpulkannya jika proses penyerahannya merepotkan atau manfaatnya tidak jelas.

Oleh sebab itu, keberhasilan program ini tidak cukup dengan sosialisasi atau jumlah kader yang dilibatkan, yang lebih penting adalah apakah kebiasaan masyarakat benar-benar berubah dan apakah minyak yang dikumpulkan dapat disalurkan secara konsisten.

Pelibatan kader PKK hingga tingkat kelurahan dan Dasawisma merupakan modal sosial yang penting. Jaringan ini memiliki kedekatan dengan keluarga dan lingkungan permukiman sehingga dapat membantu menyampaikan edukasi secara langsung.

Namun, jaringan yang luas harus didukung sistem kerja yang jelas. Warga perlu mengetahui tempat mengumpulkan minyak jelantah, cara menyimpannya sebelum diserahkan, jadwal pengambilan, serta pihak yang bertanggung jawab mengelolanya.

Misalnya, jika masyarakat sudah tergerak menyimpan minyak bekas di rumah, tetapi tidak mengetahui ke mana harus membawanya. Lama-kelamaan, partisipasi bisa menurun karena tidak ada mekanisme yang praktis.

Oleh sebab itu, pemerintah bersama pelaksana program dapat mempertimbangkan titik pengumpulan di lokasi yang mudah dijangkau, seperti kantor kelurahan atau tempat yang disepakati di lingkungan permukiman. Pengambilan berkala juga dapat diterapkan sesuai volume minyak yang terkumpul dan kemampuan operasional.

Pada tahap awal, program sebaiknya diuji di beberapa wilayah dengan karakteristik berbeda. Dari sana pula nantinya, pelaksana bisa mengukur jumlah minyak yang benar-benar terkumpul, tingkat partisipasi warga, biaya pengangkutan, serta kendala yang muncul di lapangan.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memperluas program secara bertahap. Dengan demikian, perluasan tidak hanya didasarkan pada besarnya potensi jelantah di Palembang, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengumpulkan dan menyalurkannya secara berkelanjutan. Program percontohan seharusnya menjadi ruang untuk membuktikan bahwa sebuah gagasan dapat bekerja, bukan sekadar label bagi program yang baru dimulai.

Ada satu hal lain yang perlu dijelaskan secara terbuka, yakni manfaat ekonomi bagi rumah tangga yang ikut mengumpulkan minyak jelantah. Jika minyak bekas memiliki nilai sebagai bahan baku industri, masyarakat perlu mengetahui bagaimana mekanisme penyerahannya dan apakah tersedia kompensasi atau insentif. Kepastian ini dapat menjadi pendorong tambahan agar warga bersedia berpartisipasi secara rutin.

Tentu, menjaga lingkungan tidak harus selalu didasarkan pada imbalan uang. Namun, ketika sebuah program juga membawa misi pemberdayaan ekonomi keluarga, manfaat tersebut perlu diterjemahkan menjadi mekanisme yang nyata, bukan berhenti sebagai harapan.

Kejelasan mengenai harga beli jika diterapkan, standar minyak yang diterima, biaya pengumpulan, dan jalur penyaluran akan membantu membangun kepercayaan masyarakat. Informasi tentang jumlah minyak yang terkumpul dan tujuan pengolahannya juga perlu disampaikan secara berkala. Transparansi semacam ini penting agar masyarakat tidak  menjadi pemasok bahan baku saja, melainkan bisa memahami peran mereka dalam keseluruhan proses.

Jika dirancang dengan baik, pengumpulan jelantah berpotensi menciptakan rantai ekonomi sirkular. Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat menjadi bahan baku, sementara kegiatan pengumpulan dan pengangkutan berpeluang membuka aktivitas ekonomi baru. Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi tetap perlu dibuktikan melalui pelaksanaan dan evaluasi program.

Butuhkan kerja bersama

Mengubah minyak jelantah menjadi bioavtur bukan proses yang bisa dilakukan langsung oleh rumah tangga. Minyak yang terkumpul harus melewati tahapan penanganan dan pengolahan industri sesuai standar teknis sebelum dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar penerbangan.

Oleh karena itu, hubungan antara masyarakat, pemerintah, pengumpul, dan mitra pengolah harus dibangun secara jelas. Masyarakat berperan mengumpulkan minyak bekas dengan benar, kader membantu menggerakkan partisipasi, pemerintah memfasilitasi koordinasi dan pengawasan, sedangkan pihak pengolah memastikan proses selanjutnya berjalan sesuai ketentuan.

Kepastian mengenai kapasitas penampungan, jadwal pengangkutan, kualitas bahan baku, dan tujuan penyaluran menjadi penting. Tanpa koordinasi, minyak yang sudah dikumpulkan berisiko menumpuk dan menyulitkan pelaksana di lapangan.

Dampak lingkungan dari pengembangan bioavtur juga perlu disampaikan secara proporsional. Penggunaan bahan bakar alternatif berpotensi membantu menekan emisi, tetapi manfaat bersihnya bergantung pada keseluruhan proses produksi, pengolahan, dan distribusi. Karena itu, klaim pengurangan emisi sebaiknya didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sinilah pemerintah dan mitra program perlu menunjukkan inisiatif ini tidak hanya menarik dari sisi gagasan, tetapi juga memiliki sistem yang transparan, terukur, dan berkelanjutan. Sosialisasi pun tidak boleh hanya berisi ajakan mengumpulkan minyak jelantah.

Warga perlu memahami alasan minyak tidak boleh dibuang sembarangan, cara menyimpannya dengan aman, risiko penggunaan minyak yang sudah menurun kualitasnya, serta manfaat dan keterbatasan pengolahannya menjadi bahan baku energi. Edukasi yang berulang, disertai contoh nyata dari lingkungan sekitar, akan lebih berpeluang membentuk kebiasaan daripada kampanye yang hanya berlangsung sesaat.

Palembang memiliki peluang untuk mengembangkan pengelolaan minyak jelantah sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola limbah rumah tangga. Namun, potensi yang besar hanya akan berarti jika diikuti perubahan perilaku masyarakat, kemudahan pengumpulan, kepastian penyaluran, dan manfaat yang dapat diukur.

Pertanyaannya, apakah masa depan energi Palembang bisa dimulai dari dapur warga tidak cukup dijawab dengan teknologi pengolahan atau besarnya potensi minyak jelantah. Jawabannya bergantung pada kesediaan semua pihak membangun sistem yang membuat masyarakat mudah terlibat dan percaya bahwa kontribusi mereka benar-benar menghasilkan perubahan.

Pemerintah perlu memastikan program berjalan dengan mekanisme yang jelas. Mitra pengolah harus memberikan kepastian mengenai penanganan bahan baku. Kader dan masyarakat membutuhkan edukasi yang berkelanjutan. Sementara itu, hasil pelaksanaan perlu dievaluasi secara terbuka agar kekurangan dapat diperbaiki sebelum program diperluas.

Minyak jelantah memang tidak akan otomatis menjadi energi masa depan hanya karena memiliki nilai ekonomi. Ia harus lebih dahulu dikumpulkan, dikelola, dan disalurkan melalui sistem yang dapat diandalkan.

Masa depan energi Palembang mungkin memang bisa dimulai dari dapur warga. Namun, yang menentukan bukan semata-mata apa yang tersisa setelah memasak, melainkan bagaimana pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bekerja bersama mengubah sisa tersebut menjadi manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Ya, kita tunggu saja realisasi program ini, semoga bermanfaat dan berkah bagi masyarakat Palembang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Warga Terdampak Banjir, Kemensos Akan Pasang Jaringan Air Bersih

    Bantu Warga Terdampak Banjir, Kemensos Akan Pasang Jaringan Air Bersih

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) akan memasang jaringan air bersih atau water treatement untuk lokasi banjir di Kota Jayapura, Provinsi Papua dalam warga akan air minum. Hal itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melalui keterangan tertulisnya, usai menyerahkan bantuan untuk korban luka dan korban jiwa akibat banjir dan longsor di Jayapura, Papua, Kamis (13/1/2022). “Akan dipasang […]

  • Media OutReach Newswire diumumkan sebagai mitra kantor berita resmi PRCA APAC

    Media OutReach Newswire diumumkan sebagai mitra kantor berita resmi PRCA APAC

    • calendar_month Selasa, 13 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR –  Public Relations and Communications Association Asia Pacific (PRCA APAC) telah mengumumkan Media OutReach Newswire sebagai kantor berita global pertama yang didirikan di kawasan ini sebagai mitra resmi kantor beritanya.   Media OutReach Newswire adalah satu-satunya kantor berita global yang berspesialisasi di Asia Pasifik dengan jaringan distribusinya sendiri yang menjangkau 26 […]

  • UT Ingin Kerjasama dengan Pemprov Sumsel Terkait Internet Desa

    UT Ingin Kerjasama dengan Pemprov Sumsel Terkait Internet Desa

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    DIREKTUR Universitas Terbuka [UT] Meita Istianda berminat untuk bekerjasama dengan Pemprov Sumsel terkait pemanfaan Internet Desa. Ia menilai program Internet Desa ini merupakan program yang sangat strategis sekali. Dengan bantuan internet ini tentu sangat membantu masyarakat begitu juga bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran, terlebih lagi pemanfaatan Internet Desa ini UT juga bisa menjangkau sampai ke pelosok -pelosok desa. […]

  • Sinergi  OKI -Jabar percepatan transformasi digital ASN

    Sinergi  OKI -Jabar percepatan transformasi digital ASN

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersinergi untuk melakukan percepatan transformasi digital ASN. Sinergitas itu dilakukan melalui penandatanganan kerja sama Digitalisasi Pengelolaan Manajemen ASN antara Pemkab OKI dengan Pemprov Jabar di Graha Aparatur Yerry Yanuar, Bandung (09/03/2023). Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten OKI Mauliddini, S. KM […]

  • Banle Energy Luncurkan Operasi Pengisian Bahan Bakar Biofuel Pertama di Hong Kong CBL International Limited

    Banle Energy Luncurkan Operasi Pengisian Bahan Bakar Biofuel Pertama di Hong Kong CBL International Limited

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.073
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG, (GLOBE NEWSWIRE) – Banle Energy International Limited, anak perusahaan CBL International Limited (NASDAQ: BANL) (“Perusahaan”), bermitra dengan ASB Biodiesel (Hong Kong) Limited dan Seven Seas Oil (Hong Kong) Limited menyelesaikan operasi bunker biofuel B24 pertama kami di Hong Kong, dengan Saybolt sebagai penyedia layanan inspeksi dan pengujian independen internasional untuk memantau seluruh […]

  • Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres HMI 2020

    Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres HMI 2020

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    SIMPOSIUM Nasional Himpunan Mahasiswa Islam [HMI]  diselenggarakan di Ballroom Hotel Daira, kemarin. HMI  merupakan sebuah acara yang mengingatkan agar semua elemen mawas diri dan saling menghormati perbedaan terhadap keragaman bangsa Indonesia. Dari acara ini harapannya, sangat positif  agar para pemuda-pemudi dapat berpikir secara kritis untuk menjaga keutuhan Republik Indonesia Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, segala kebudayaan bisa masuk dengan […]

expand_less
WordPress Archive Partiso | Political WordPress Theme for Party & Candidate Partiwi – Barbershop Elementor Template Kit PartyMaker | Event Planner & Wedding Agency WP Passage – Responsive Retina Multi-Purpose Theme Passion Blogger - A Responsive WordPress Theme Passion – Handmade & Craft WooCommerce WordPress Theme Password Manager Jetpack CRX Addon Password Protected Categories Password Protected Categories, Products & Pages Plugin For WooCommerce Pasto – Restaurant & Cafe Responsive WordPress Theme