Stok Pupuk Pusri Tetap Aman di Tengah Kemarau, 141 Ribu Ton Disiapkan Saat Pola Tanam Berubah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : humas Pusri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Musim kemarau mulai membawa perubahan pada aktivitas pertanian dan pola tanam di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat kebutuhan pupuk ikut menjadi perhatian, terutama ketika petani mulai menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi cuaca.
Dengan kondisi saat ini, PT Pusri Palembang memastikan stok pupuk tetap tersedia, berdasarkan posisi per 23 Agustus 2026, stok pupuk bersubsidi yang dimiliki Pusri mencapai 141.657,282 ton.
Jumlah tersebut terdiri dari 120.593,76 ton pupuk urea bersubsidi dan 21.063,522 ton pupuk NPK bersubsidi. Posisi stok itu terus dipantau agar ketersediaannya dapat menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Kesiapan stok menjadi penting karena musim kemarau tidak selalu membuat kebutuhan pupuk turun. Perubahan pola tanam justru dapat memunculkan kebutuhan yang berbeda antarwilayah sehingga distribusi harus terus mengikuti perkembangan di lapangan.
Selain memantau stok, Pusri juga memperkuat koordinasi antara unit kerja dan jaringan distribusi. Pergerakan stok dari lini distribusi dipantau secara berkala untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan kebutuhan.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, mengatakan kondisi kemarau menjadi salah satu faktor yang diperhatikan perusahaan dalam menjaga kesiapan distribusi pupuk.
“Di tengah musim kemarau, Pusri terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di masing-masing wilayah, termasuk perkembangan kebutuhan pupuk dan posisi stok. Kami memastikan stok tetap tersedia dan pelayanan distribusi terus berjalan, sehingga ketika kebutuhan meningkat, Pusri siap mendukung ketersediaan pupuknya,” ujar Rustam.
Hingga 23 Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Pusri tercatat mencapai 970.895,90 ton untuk urea dan 300.759,05 ton untuk NPK.
Angka penyaluran tersebut menjadi bagian dari pemantauan Pusri untuk melihat pergerakan kebutuhan di lapangan. Perusahaan tidak hanya melihat posisi stok saat ini, tetapi juga menyiapkan langkah apabila kebutuhan di suatu wilayah mengalami perubahan.
“Kami tidak hanya melihat kondisi stok saat ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan ke depan. Koordinasi antarunit terus diperkuat agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sesuai kebutuhan wilayah. Dengan begitu, masyarakat dan petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk,” jelas Rustam.
Di sisi lain, Pusri juga mendorong petani menggunakan pupuk secara tepat dan berimbang sesuai jenis tanaman serta kebutuhannya. Edukasi pemupukan menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas penggunaan pupuk di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
“Kami mengajak petani untuk tetap mengikuti rekomendasi pemupukan sesuai jenis tanaman dan kebutuhannya. Pusri akan terus hadir melalui ketersediaan produk, pelayanan distribusi, serta edukasi agar penggunaan pupuk dapat dilakukan secara efektif dan memberikan manfaat optimal bagi tanaman,” tambah Rustam.
Pusri memastikan pemantauan stok dan distribusi akan terus dilakukan selama periode kemarau. Penyesuaian penyaluran juga akan dilakukan mengikuti perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Dengan stok yang tersedia, distribusi yang terus dipantau, serta koordinasi antarunit yang diperkuat, Pusri berupaya menjaga pasokan pupuk tetap berjalan ketika pola tanam dan kebutuhan petani menghadapi perubahan akibat kondisi kemarau. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
