Ekonomi

Produksi Mitra Tidak Efektif, Tahun Depan Pusri Stop Penyaluran Pupuk Organik

Produksi yang dihasilkan mitra tidak mencapai target hanya sekitar 54% -60 %

foto : one

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang rencananya mulai tahun depan menstop distribusi pupuk organik di 5 Provinsi menyusul produksi pupuk organik yang dihasilan mitra dinilai kurang efektif.

“Rencananya mulai tahun depan, karena sebenarnya Pusri tidak memproduksi pupuk organik melainkan mitra Pusri, dan pupuk organik yang dihasilkan mitra tidak efektif sehingga perlu distop,”ungkap GM Distribusi dan Pemasaran PT Pusri Palembang, Syarif Usman, Jumat (29/12/2017).

Ia mengatakan produksi yang dihasilkan mitra tidak mencapai target hanya sekitar 54% -60 %.
Oleh karena itu, Pusri akan mengalihkan distribusi pupuk organik kepada Petrokimia Gresik karena memang lebih membidanginya.

Apalagi, katanya pupuk organik itu hanya dipakai hanya untuk satu tahun, sisanya memakai pupuk lainnya dan sifatnya hanya untuk menyuburkan tanah.

Sementara Syarif menambahkan produksi pupuk PT Pusri pada 2017 yakni sebesar 2,4 juta ton dengan realisasi sebesar 2,2 juta ton.

Untuk alokasi pupuk bersubsidi yakni urea selama 2017, yakni sebesar 1,3 juta ton dimana Sumsel kebagian alokasi sebesar 160.000 ton.

Kemudian untuk pupuk organik, alokasi sampai 2017 yang sebesar 32.000 ton dimana Sumsel kebagian hanya 65.000 ton. Sedangkan untuk pupuk NPK bersubsidi alokasinya sebesar 89.000 ton dimana Sumsel kebagian 67.000 ton.

Sementara 2018, pihaknya akan memasarkan urea sebesar 2 juta ton, lalu NPK sebanyak 200.000 ton. Rencananya pada 2018 juga pihaknya bakal memasarkan 11 pupuk baru.

“Di tahun 2018 ini juga target produksi akan ditingkatkan mengingat saat ini sudah ada dua pabrik dan beberapa inovasi baru,” tutupnya.

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com