Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Beras Premium Rasa KW: Ketika Label Lebih Mulus dari Isi Nasi”

“Beras Premium Rasa KW: Ketika Label Lebih Mulus dari Isi Nasi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 694
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Edukasi Kocak Soal Mutu Beras & Drama Dagelan Distribusi Pangan Nasional)

DI BALIK panci yang mengepul dan nasi yang terlihat pulen di meja makan, ternyata ada cerita dagelan tingkat nasional tentang mutu beras, beras premium rasa KW, dan upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

Ya, sodara-sodara sebangsa seberas, beras yang katanya “premium” ternyata cuma menang kemasan, kalah di kualitas. Ibarat cowok foto profilnya kayak oppa Korea, giliran ketemu asli, mirip penjaga parkiran mall. Waduh!

Negara kita katanya lumbung padi, tapi ternyata ada juga yang kelakuannya lumbung akal-akalan, dalam sebuah penggerebekan dagelan yang bukan dagelan, Polri bersama Badan Pangan Nasional (NFA) menemukan beras yang dijual sebagai beras premium, tapi ternyata isinya lebih cocok disebut beras campuran kenangan masa lalu – tampak mulus di awal, tapi bikin perut kecewa di akhir.

Beras ini jelas nggak lulus SNI, alias Standar Nasi Indonesia – eh.., maksud kami Standar Nasional Indonesia. Mutunya jauh dari ekspektasi, bahkan kalau ini ikut kontes Puteri Beras Indonesia, sudah dieliminasi dari babak perkenalan.

Deputi NFA, Pak I Gusti Ketut Astawa, sampai harus turun tangan, bukan buat masak nasi goreng, tapi buat ngirim surat resmi ke seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota di Indonesia. Isinya? Bukan undangan nikahan, tapi permintaan tolong dong, awasi itu beras-beras di ritel dan pasar!

“Jangan sampai beras kualitas kelas ekonomi, dijual dengan harga first class. Ini bukan tiket pesawat, ini soal perut rakyat!” begitu kira-kira semangatnya Pak Ketut dalam konferensi pers yang penuh data dan keresahan.

Tak hanya kepala daerah, NFA juga nyuratin Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Isinya tegas jangan main drama Korea dalam distribusi beras. Jangan ada yang gaslighting konsumen pakai label premium padahal isinya bikin nasi goreng jadi bubur ayam.

Ritel diminta tetap jual beras kayak biasa, tanpa tutup-tutupi, tanpa gimmick. Yang stoknya udah ada, silakan jual, tapi ya jujur sesuai mutu. Kalau di label tertulis “beras premium”, tapi isinya premium palsu, ya itu namanya bukan berdagang, tapi berdusta sambil manggang rice cooker.

Brigjen Pol Helfi Assegaf dari Bareskrim, yang sekaligus Ketua Satgas Pangan, menjelaskan bahwa kasus ini nggak main-main. Udah 24 saksi dan ahli dimintai keterangan, dari ahli mutu beras sampai ahli rasa kecewa. Dan hasil lab menyatakan beras yang dijual tidak memenuhi standar SNI Beras Premium No. 6128:2020.

Modusnya? Ya kayak jaman dulu orang jual kaset palsu tapi bungkusnya mirip asli. Kini versi modernnya jual beras KW dengan label mewah. Kalau ini terus dibiarkan, bukan cuma konsumen yang rugi, tapi petani dan pedagang jujur juga bisa ikut kejeblos.

Di sisi lain, Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, sedang mematangkan revisi regulasi soal mutu beras dan HET (Harga Eceran Tertinggi). Tujuannya cuma satu biar nggak ada lagi drama beras tipu-tipu. Ibarat kata pepatah, beras boleh putih, tapi jangan sampai niatnya abu-abu.

Arief menyampaikan bahwa menjaga mutu beras itu bukan cuma soal harga, tapi juga soal keadilan pangan dan nasib petani. Jangan sampai jerih payah petani yang mandi lumpur tiap subuh kalah sama trik pedagang yang hanya mandi cahaya lampu sorot rak supermarket.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa nasib perut rakyat bukan tempat buat dagelan licik, kalau label bilang “premium”, ya isinya juga harus premium, jangan cuma bungkusnya aja yang kinclong, tapi isinya bikin sendok menangis.

Ingat!!, kejujuran itu seperti nasi hangat, kalau disimpan terlalu lama, jadi basi dan bau. Jadi mari kita tanak niat baik, kukus kejujuran, dan sajikan integritas di meja makan bangsa ini.

Semoga langkah NFA ini bisa jadi rice cooker moral buat para pelaku usaha nakal, karena dalam urusan beras, kita nggak butuh bumbu dusta. Kita hanya butuh nasi yang putih, pulen, dan jujur, seperti cinta Ibu di balik dapur. Jangan sampai beras KW merusak stabilitas nasional. Sebab dari nasi yang sehat, lahirlah generasi kuat.

Kalau nasi aja bisa bohong, gimana cinta?[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Pendidikan Nutrisi Masyarakat untuk Tahun Kedua Berturut-turut, Herbalife Nutrition Bekerja Sama dengan AmCham Taiwan

    Dorong Pendidikan Nutrisi Masyarakat untuk Tahun Kedua Berturut-turut, Herbalife Nutrition Bekerja Sama dengan AmCham Taiwan

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TAIPEI, TAIWAN –  Perusahaan nutrisi global utama Herbalife Nutrition telah bergabung dengan Kamar Dagang Amerika di Taiwan (AmCham Taiwan) untuk mendorong pendidikan nutrisi melalui Forum Kesehatan Warga 2022. Ini merupakan tahun kedua Herbalife Nutrition bermitra dengan AmCham Taiwan mengadakan forum kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan bagi masyarakat umum.   Menampilkan […]

  • Ilmu Pengetahuan : Yuk, belajar fitur tentang kehidupan secara umum

    Ilmu Pengetahuan : Yuk, belajar fitur tentang kehidupan secara umum

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ilmu pengetahuan sangat kompleks. Kehidupan memiliki banyak fitur yang mencakup berbagai aspek. Yuk belajar proses kehidupan kita di dunia secara garis besarnya. Berikut adalah beberapa fitur kehidupan yang umum: Kelahiran: Kehidupan dimulai dengan kelahiran, yaitu saat seseorang lahir ke dunia ini. Ini adalah saat di mana seseorang menjadi individu yang terpisah dan mulai […]

  • Kepala Daerah Harus Gencarkan Promosi Wisata

    Kepala Daerah Harus Gencarkan Promosi Wisata

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.531
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  memberikan dukungan penuh agenda kegiatan promosi wisata   balapan sepeda bertajuk Internasional Ranau Grand Fondo yang akan digelar Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dalam waktu dekat. Dukungan tersebut diungkapkan Gubernur saat memimpin rapat terbatas (ratas) dengan agenda persiapan Internasional Ranau Grand Fondo bersama dengan perwakilan Kementerian […]

  • Manasik, Latihan Fisik, Mental, & Sabar Ngadepin Jamaah Ngantuk

    Manasik, Latihan Fisik, Mental, & Sabar Ngadepin Jamaah Ngantuk

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang pergi haji itu tinggal duduk manis di pesawat, sampai, tawaf, lempar jumrah, trus pulang bawa kurma, itu berarti dia belum pernah nyicipin nikmatnya manasik. Ya, manasik, kawan! Semacam gladi resik sebelum ngadepin keruwetan dunia perhajian yang sebenarnya. Ibarat latihan baris-berbaris sebelum ikut upacara akbar di Istana Langit. Nah, Ahad […]

  • Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Ponpes Baiturrohman Bersama Gubernur

    Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Ponpes Baiturrohman Bersama Gubernur

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru kembali melakukan kunjungan kerja ke Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, kunjungan kali ini selain bersilaturhami dengan masyarakat sekaligus menghadiri langsung peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Halaman Pondok Pesantren Baiturrohman, Desa Rantau Durian I, (5/3/2020). Kegiatan ini pula dihadiri oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI […]

  • Xiaomi, Nasi Goreng & Mimpi Indonesia Jadi Dapur Dunia

    Xiaomi, Nasi Goreng & Mimpi Indonesia Jadi Dapur Dunia

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    PERNAH nggak, bro, makan di warung nasi goreng yang rame banget, tapi tiap kali pesen, abangnya bilang, “Telurnya habis, Bang”? Nah, kira-kira begitulah nasib Indonesia di mata dunia industri, tempatnya strategis, dapurnya luas, tapi kadang kompor ngebul, spatula bengkok, dan minyaknya udah tiga kali dipakai goreng ayam. Tapi ajaibnya, pelanggan tetap ngantri.Dan yang paling sering […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing WooCommerce Autoresponder WooCommerce Autoship WooCommerce Autoship Payflow Payments WooCommerce Availability Scheduler WooCommerce Aweber Newsletter Subscription WooCommerce B2B