Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Beras Premium Rasa KW: Ketika Label Lebih Mulus dari Isi Nasi”

“Beras Premium Rasa KW: Ketika Label Lebih Mulus dari Isi Nasi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 702
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Edukasi Kocak Soal Mutu Beras & Drama Dagelan Distribusi Pangan Nasional)

DI BALIK panci yang mengepul dan nasi yang terlihat pulen di meja makan, ternyata ada cerita dagelan tingkat nasional tentang mutu beras, beras premium rasa KW, dan upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

Ya, sodara-sodara sebangsa seberas, beras yang katanya “premium” ternyata cuma menang kemasan, kalah di kualitas. Ibarat cowok foto profilnya kayak oppa Korea, giliran ketemu asli, mirip penjaga parkiran mall. Waduh!

Negara kita katanya lumbung padi, tapi ternyata ada juga yang kelakuannya lumbung akal-akalan, dalam sebuah penggerebekan dagelan yang bukan dagelan, Polri bersama Badan Pangan Nasional (NFA) menemukan beras yang dijual sebagai beras premium, tapi ternyata isinya lebih cocok disebut beras campuran kenangan masa lalu – tampak mulus di awal, tapi bikin perut kecewa di akhir.

Beras ini jelas nggak lulus SNI, alias Standar Nasi Indonesia – eh.., maksud kami Standar Nasional Indonesia. Mutunya jauh dari ekspektasi, bahkan kalau ini ikut kontes Puteri Beras Indonesia, sudah dieliminasi dari babak perkenalan.

Deputi NFA, Pak I Gusti Ketut Astawa, sampai harus turun tangan, bukan buat masak nasi goreng, tapi buat ngirim surat resmi ke seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota di Indonesia. Isinya? Bukan undangan nikahan, tapi permintaan tolong dong, awasi itu beras-beras di ritel dan pasar!

“Jangan sampai beras kualitas kelas ekonomi, dijual dengan harga first class. Ini bukan tiket pesawat, ini soal perut rakyat!” begitu kira-kira semangatnya Pak Ketut dalam konferensi pers yang penuh data dan keresahan.

Tak hanya kepala daerah, NFA juga nyuratin Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Isinya tegas jangan main drama Korea dalam distribusi beras. Jangan ada yang gaslighting konsumen pakai label premium padahal isinya bikin nasi goreng jadi bubur ayam.

Ritel diminta tetap jual beras kayak biasa, tanpa tutup-tutupi, tanpa gimmick. Yang stoknya udah ada, silakan jual, tapi ya jujur sesuai mutu. Kalau di label tertulis “beras premium”, tapi isinya premium palsu, ya itu namanya bukan berdagang, tapi berdusta sambil manggang rice cooker.

Brigjen Pol Helfi Assegaf dari Bareskrim, yang sekaligus Ketua Satgas Pangan, menjelaskan bahwa kasus ini nggak main-main. Udah 24 saksi dan ahli dimintai keterangan, dari ahli mutu beras sampai ahli rasa kecewa. Dan hasil lab menyatakan beras yang dijual tidak memenuhi standar SNI Beras Premium No. 6128:2020.

Modusnya? Ya kayak jaman dulu orang jual kaset palsu tapi bungkusnya mirip asli. Kini versi modernnya jual beras KW dengan label mewah. Kalau ini terus dibiarkan, bukan cuma konsumen yang rugi, tapi petani dan pedagang jujur juga bisa ikut kejeblos.

Di sisi lain, Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, sedang mematangkan revisi regulasi soal mutu beras dan HET (Harga Eceran Tertinggi). Tujuannya cuma satu biar nggak ada lagi drama beras tipu-tipu. Ibarat kata pepatah, beras boleh putih, tapi jangan sampai niatnya abu-abu.

Arief menyampaikan bahwa menjaga mutu beras itu bukan cuma soal harga, tapi juga soal keadilan pangan dan nasib petani. Jangan sampai jerih payah petani yang mandi lumpur tiap subuh kalah sama trik pedagang yang hanya mandi cahaya lampu sorot rak supermarket.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa nasib perut rakyat bukan tempat buat dagelan licik, kalau label bilang “premium”, ya isinya juga harus premium, jangan cuma bungkusnya aja yang kinclong, tapi isinya bikin sendok menangis.

Ingat!!, kejujuran itu seperti nasi hangat, kalau disimpan terlalu lama, jadi basi dan bau. Jadi mari kita tanak niat baik, kukus kejujuran, dan sajikan integritas di meja makan bangsa ini.

Semoga langkah NFA ini bisa jadi rice cooker moral buat para pelaku usaha nakal, karena dalam urusan beras, kita nggak butuh bumbu dusta. Kita hanya butuh nasi yang putih, pulen, dan jujur, seperti cinta Ibu di balik dapur. Jangan sampai beras KW merusak stabilitas nasional. Sebab dari nasi yang sehat, lahirlah generasi kuat.

Kalau nasi aja bisa bohong, gimana cinta?[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebagian Besar Nakes, 325 Bintang untuk Ujung Tombak Penanganan Pandemi

    Sebagian Besar Nakes, 325 Bintang untuk Ujung Tombak Penanganan Pandemi

    • calendar_month Sabtu, 14 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    MENJELANG peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI 17 Agustus, presiden memberikan tanda kehormatan atas nama negara. Menjelang peringatan HUT ke-76 RI, Presiden Joko Widodo kembali menganugerahkan tanda kehormatan itu di Istana Negara, pada Kamis, 12 Agustus 2021, dalam sebuah upacara yang menerapkan protokol kesehatan ketat. Berbeda dengan upacara serupa pada tahun-tahun sebelumnya, penerima tanda kehormatan […]

  • Pemprov Segera  Lengkapi  Fasilitas  RSUD Siti Fatimah Menjadi  RS Rujukan Spesialis Jantung, Ini Untuk Mendekatkan Pelayanan Pada Masyarakat

    Pemprov Segera  Lengkapi  Fasilitas  RSUD Siti Fatimah Menjadi  RS Rujukan Spesialis Jantung, Ini Untuk Mendekatkan Pelayanan Pada Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru  akan menjadikan RSUD Siti Fatimah menjadi rumah sakit spesialis Jantung di Sumsel. Bahkan untuk mewujudkan impiannya tersebut dirinya berjanji akan penuhi fasilitas untuk menunjang, hal itu  juga sebagai bentuk  kepeduliannya dengan RSUD milik   masyarakat Sumatera Selatan tersebut. “Momentum ini,  saran   Saya untuk RSUD Siti Fatimah untuk menonjolkan icon-nya […]

  • Pingin Tahu Ada Apa Saja di Taman Agro TPHP Muba, Kunjungi Yuk !

    Pingin Tahu Ada Apa Saja di Taman Agro TPHP Muba, Kunjungi Yuk !

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Musi Banyuasin [Muba] kini memiliki tempat wisata baru yang dinamai Taman Agro Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan [TPHP]. Karena sangat ASRI, TPHP menjadi tempat wisata yang digandrungi para pelancong terutama masyarakat setempat.   ASRI kalimat sederhana ini memang pantas disandang untuk Taman Agro TPHP Muba, selain memang benar-benar aman, nyaman, sejuk, para pengunjung TPHP bisa mengetahui […]

  • Benarkah?, Ini Sertifikat Vaksin Tertua Dunia Era Turki Utsmani Tahun 1721 M

    Benarkah?, Ini Sertifikat Vaksin Tertua Dunia Era Turki Utsmani Tahun 1721 M

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    BEREDAR di media sosial Facebook sebuah unggahan foto sertifikat vaksin yang dikeluarkan pada tahun 1721 Masehi. Sertifikat tersebut diklaim sebagai sertifikat vaksin tertua di dunia. Faktanya, dilansir dari kompas.com, Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M.Hum. menyebut, narasi itu ada benar dan tidaknya. […]

  • Ilmu Komunikasi UIN RAFAH Hadirkan Praktisi Public Relations & Luncurkan Festival Komunikasi

    Ilmu Komunikasi UIN RAFAH Hadirkan Praktisi Public Relations & Luncurkan Festival Komunikasi

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.228
    • 0Komentar

    PROGRAM  studi Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang menggelar acara Kuliah Dosen Tamu dengan menghadirkan praktisi komunikasi korporat dan Public Relations, Arif Reza Fahlepi, M. Ikom, Corporate Secretary Legal Compliance Mandiri Tunas Finance. Kuliah Dosen Tamu kali ini mengambil tema “Komunikasi Korporat Inovatif dan Efektif Menggunakan Media Digital”. Selepas acara Kuliah Dosen Tamu, program […]

  • Meski risiko infeksi manusia masih rendah, pemerintah waspada KLB flu burung clade baru 2.3.4.4b

    Meski risiko infeksi manusia masih rendah, pemerintah waspada KLB flu burung clade baru 2.3.4.4b

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Pemerintah mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Clade Baru 2.3.4.4b, meski saat ini risiko infeksi pada manusia masih rendah. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan mengingat mutasi virus yang cepat dan konsisten pada mamalia, sehingga virus memiliki kecenderungan zoonosis dan berpotensi menyebar ke manusia.   Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing WooCommerce Autoresponder WooCommerce Autoship WooCommerce Autoship Payflow Payments WooCommerce Availability Scheduler WooCommerce Aweber Newsletter Subscription WooCommerce B2B