Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Beras Premium Rasa KW: Ketika Label Lebih Mulus dari Isi Nasi”

“Beras Premium Rasa KW: Ketika Label Lebih Mulus dari Isi Nasi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 698
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Edukasi Kocak Soal Mutu Beras & Drama Dagelan Distribusi Pangan Nasional)

DI BALIK panci yang mengepul dan nasi yang terlihat pulen di meja makan, ternyata ada cerita dagelan tingkat nasional tentang mutu beras, beras premium rasa KW, dan upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

Ya, sodara-sodara sebangsa seberas, beras yang katanya “premium” ternyata cuma menang kemasan, kalah di kualitas. Ibarat cowok foto profilnya kayak oppa Korea, giliran ketemu asli, mirip penjaga parkiran mall. Waduh!

Negara kita katanya lumbung padi, tapi ternyata ada juga yang kelakuannya lumbung akal-akalan, dalam sebuah penggerebekan dagelan yang bukan dagelan, Polri bersama Badan Pangan Nasional (NFA) menemukan beras yang dijual sebagai beras premium, tapi ternyata isinya lebih cocok disebut beras campuran kenangan masa lalu – tampak mulus di awal, tapi bikin perut kecewa di akhir.

Beras ini jelas nggak lulus SNI, alias Standar Nasi Indonesia – eh.., maksud kami Standar Nasional Indonesia. Mutunya jauh dari ekspektasi, bahkan kalau ini ikut kontes Puteri Beras Indonesia, sudah dieliminasi dari babak perkenalan.

Deputi NFA, Pak I Gusti Ketut Astawa, sampai harus turun tangan, bukan buat masak nasi goreng, tapi buat ngirim surat resmi ke seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota di Indonesia. Isinya? Bukan undangan nikahan, tapi permintaan tolong dong, awasi itu beras-beras di ritel dan pasar!

“Jangan sampai beras kualitas kelas ekonomi, dijual dengan harga first class. Ini bukan tiket pesawat, ini soal perut rakyat!” begitu kira-kira semangatnya Pak Ketut dalam konferensi pers yang penuh data dan keresahan.

Tak hanya kepala daerah, NFA juga nyuratin Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Isinya tegas jangan main drama Korea dalam distribusi beras. Jangan ada yang gaslighting konsumen pakai label premium padahal isinya bikin nasi goreng jadi bubur ayam.

Ritel diminta tetap jual beras kayak biasa, tanpa tutup-tutupi, tanpa gimmick. Yang stoknya udah ada, silakan jual, tapi ya jujur sesuai mutu. Kalau di label tertulis “beras premium”, tapi isinya premium palsu, ya itu namanya bukan berdagang, tapi berdusta sambil manggang rice cooker.

Brigjen Pol Helfi Assegaf dari Bareskrim, yang sekaligus Ketua Satgas Pangan, menjelaskan bahwa kasus ini nggak main-main. Udah 24 saksi dan ahli dimintai keterangan, dari ahli mutu beras sampai ahli rasa kecewa. Dan hasil lab menyatakan beras yang dijual tidak memenuhi standar SNI Beras Premium No. 6128:2020.

Modusnya? Ya kayak jaman dulu orang jual kaset palsu tapi bungkusnya mirip asli. Kini versi modernnya jual beras KW dengan label mewah. Kalau ini terus dibiarkan, bukan cuma konsumen yang rugi, tapi petani dan pedagang jujur juga bisa ikut kejeblos.

Di sisi lain, Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, sedang mematangkan revisi regulasi soal mutu beras dan HET (Harga Eceran Tertinggi). Tujuannya cuma satu biar nggak ada lagi drama beras tipu-tipu. Ibarat kata pepatah, beras boleh putih, tapi jangan sampai niatnya abu-abu.

Arief menyampaikan bahwa menjaga mutu beras itu bukan cuma soal harga, tapi juga soal keadilan pangan dan nasib petani. Jangan sampai jerih payah petani yang mandi lumpur tiap subuh kalah sama trik pedagang yang hanya mandi cahaya lampu sorot rak supermarket.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa nasib perut rakyat bukan tempat buat dagelan licik, kalau label bilang “premium”, ya isinya juga harus premium, jangan cuma bungkusnya aja yang kinclong, tapi isinya bikin sendok menangis.

Ingat!!, kejujuran itu seperti nasi hangat, kalau disimpan terlalu lama, jadi basi dan bau. Jadi mari kita tanak niat baik, kukus kejujuran, dan sajikan integritas di meja makan bangsa ini.

Semoga langkah NFA ini bisa jadi rice cooker moral buat para pelaku usaha nakal, karena dalam urusan beras, kita nggak butuh bumbu dusta. Kita hanya butuh nasi yang putih, pulen, dan jujur, seperti cinta Ibu di balik dapur. Jangan sampai beras KW merusak stabilitas nasional. Sebab dari nasi yang sehat, lahirlah generasi kuat.

Kalau nasi aja bisa bohong, gimana cinta?[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

    “Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    SELASA sore, saat jam menunjuk pukul 16.30 WIB, suasana di Perum Pesona Harapan Jaya, Tahap I, Jalan KH.Azhari, Kalidoni, Palembang terlihat anak-anak ramai bermain. Udara sejuk dan bersahabat pun menemani mereka bermain. Apalagi sejak pagi hingga siang, langit terlihat mendung. Meski hanya sebentar, tepat pukul 14.00 WIB, hujan lebat akhirnya turun membasahi seluruh perumahan. Diva kecil, Syifa, serta bocah seumur belasan […]

  • 18 Jembatan di Sungai Sekanak Lambidaro Bakal Ditinggikan

    18 Jembatan di Sungai Sekanak Lambidaro Bakal Ditinggikan

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    RESTORASI Sungai Sekanak Lambidaro tak main-main lagi dan sangat mendesak, Pemkot Palembang pun sudah bekerja sejak tahun lalu, tahapan dan pemantapan kini terus dilakukan, bukan saja untuk obyek wisata air, namun Sungai tersebut akan digunakan jalur transportasi air. Alokasi dana untuk Restorasi Sungai Sekanak Lambidaro tersebut pun tak main-main, pemerintah pusat telah menganggarkan dana yang […]

  • Sinerji Dengan KASN, Pemprov Sumsel Sosialisasi Penerapan Manajemen Kinerja  dan Disiplin PNS

    Sinerji Dengan KASN, Pemprov Sumsel Sosialisasi Penerapan Manajemen Kinerja  dan Disiplin PNS

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya membuka sosialisasi penerapan manajemen kinerja dan kebijakan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi serta Penegakan Disiplin PNS di lingkungan Pemprov Sumsel  yang dilaksanakan  di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (16/11). “Hari ini kita akan sosialisasi lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah berimplikasi pada perubahan kewenangan dalam […]

  • Muba Harus Aman dan Damai

    Muba Harus Aman dan Damai

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Masyarakat Muba dihimbau tidak mudah terprovokasi dengan peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, yang dianggap sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertepatan hari Santri di Garut, Jabar kemarin. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Koordinasi dan Antisipasi terhadap permasalahan tersebut yang […]

  • Dimulai dari OKI, Ishak Mekki Salurkan Beasiswa Pada 1.000 Pelajar di Sumsel

    Dimulai dari OKI, Ishak Mekki Salurkan Beasiswa Pada 1.000 Pelajar di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.989
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Muchendi Mahzareki Ishak SE mendampingi Anggota DPR RI, H Ishak Mekki, menyalurkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa-siswi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Beasiswa PIP tersebut merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020, yang diusulkan H Muchendi Mahzareki Ishak selaku […]

  • Gencarkan Vaksinasi bagi Pelaku Wisata & Ekonomi Kreatif di Bali

    Gencarkan Vaksinasi bagi Pelaku Wisata & Ekonomi Kreatif di Bali

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selain pembukaan travel corridor di Batam dan Bintan, kementian pariwisata bersama kementerian dan lembaga terkait juga tengah menggencarkan vaksinasi bagi pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Bali sebagai upaya mempersiapkan kesiapan Bali menerima wisatawan kembali pada Juni dan Juli mendatang. “Kementerian Kesehatan telah mengirimkan 290 ribu dosis vaksin […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing WooCommerce Autoresponder WooCommerce Autoship WooCommerce Autoship Payflow Payments WooCommerce Availability Scheduler WooCommerce Aweber Newsletter Subscription WooCommerce B2B