Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Komoditas di Sumsel Ini Masuk Lima Besar Dunia, Tapi Masih Kalah Bersaing di Dalam Negeri, Apa Alasannya ?

Komoditas di Sumsel Ini Masuk Lima Besar Dunia, Tapi Masih Kalah Bersaing di Dalam Negeri, Apa Alasannya ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
  • visibility 791
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOMODITAS kopi di Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam lima besar, bahkan pernah duduki peringkat tiga besar di dunia dalam kuantitas kategori luas tanam dengan luas tanam kopi di Sumsel mencapai 300.000 hektare lahan.

Sumsel terdapat enam daerah  penghasil kopi terbesar diantaranya Kota Pagaralam, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Empat Lawang, dan Kabupaten Musi Rawas.

Kendati demikian sebagai daerah penghasil kopi terbesar, kopi asli Sumsel sering kali diklaim oleh daerah lain, karena sebagian besar kopi Sumsel di ekspor melalui pelabuhan dari daerah lain. Alasan Sumsel tidak punya pelabuhan Samudera yang besar.

Untuk mengembankan komoditi kopi di Sumsel perlu didirikan akademi kopi dengan harapan dapat mengedukasi petani, agar punya jiwa entreprenuer, dimana tidak boleh hanya menjadi buruh ditanahnya, melainkan juga harus menjadi pelaku usaha.

Ada tahapan penanaman, produksi dan marketing. Petani masih banyak keterbatasan, karena mereka rata-rata hidup di desa-desa, maka pemerintah dan asosiasi-asosiasi yang harus menggagas ini mulai dari cara menanam,produksi hingga marketingnya.

Kopi dipelihara dengan cara konvensional, dijual dengan cara traditional sudah dapat memberikan kesejahteraan, apalagi  di olah secara modern dijual dengan memanfaatkan digital saat ini, sehingga bisa mendunia.

Terlebih, saat ini sudah ditemukan peremaajan lahan itu tidak harus dengan replanting ataupun menebang. Melainkan dengan membuat tunas baru yang produksi nya bisa bertambah berlipat-lipat.

Untuk diketahui pula Provinsi Sumsel punya kopi liberica yang masih sangat mungkin secara kuantiti ditambah, karena liberica bisa hidup di tanah yang dataran rendah, bahkan di lahan gambut.

Misalnya Kota Pagaralam punya permohonan untuk pemprov mentriger ini, dan sudah setujui Pemprov. Sumsel lebih kurang 1 juta bibit untuk tempelnya, artinya juga bersosialisasi cara pengolahan kopi menjadi bahan tanam.

Hal tersebut diakui juga Gubernur Porvinsi Sumsel Herman Deru saat membuka kegiatan Sriwijaya Coffee dan Coolenary 2019 di Museum Tekstil Kambang Ikan akhir pekan lalu.[**]

 

Penulis : ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laporan Penerapan SPM untuk OKI, Begini Hasilnya..

    Laporan Penerapan SPM untuk OKI, Begini Hasilnya..

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    HASIL evaluasi laporan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Ogan Komering Ilir raih capaian tertinggi tingkat nasional seluruh Kabupaten di Indonesia dengan perolehan skor xxxxxxxx “Standar Pelayanan Mininal ini merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar dan menjadi urusan pemerintahan yang wajib diperoleh setiap warga negara secara minimal”, terang Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan […]

  • Kuyung-Kupek 2018 Dinobatkan, Dodi : Tugas Mereka Kenalkan Pontensi Muba

    Kuyung-Kupek 2018 Dinobatkan, Dodi : Tugas Mereka Kenalkan Pontensi Muba

    • calendar_month Selasa, 6 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Usai sudah tahapan seleksi Kuyung-Kupek Muba 2018, setelah mengikuti rangkaian seleksi yang ketat akhirnya pada malam Grand Final Kuyung-Kupek Muba 2018 yang diikuti oleh 15 pasang putra-putri Musi Banyuasin memutuskan dengan terpilihnya Muhammad Zehran Julizan utusan SMAN 2 Unggul Sekayu menjadi Kuyung Muba 2018 dan Ajeng Putri Anjani utusan Kecamatan Sekayu menjadi […]

  • Rame-rame Rapid Test

    Rame-rame Rapid Test

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    UPAYA pencegahan penyebaran Covid-19 dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin terus dilakukan, kali ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapid Test  COVID-19 di Aula Handayani Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba, Jumat (7/8/2020). “Pelaksanaan Rapid Test COVID-19 ini sangat penting, untuk itu seluruh staf dan jajarannya diminta untuk […]

  • DPRD Muba- Pemkab Sepakati R-APBD Muba TA 2020

    DPRD Muba- Pemkab Sepakati R-APBD Muba TA 2020

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.506
    • 0Komentar

    RANCANGAN Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun Anggaran 2020 akhirnya resmi disepakati melalui Keputusan Bersama DPRD Muba dan Bupati Muba. Penyusunan dan kesepakatan ini dilaksanakan pada Rapat Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke 28, yang merupakan Dapat Paripurna terakhir bagi Anggota DPRD Kabupaten Muba Periode 2015-2019. “Alhamdulillah berjalan lancar, R-APBD 2020 sudah […]

  • Longsor Terjadi di Solok, Tujuh Warga Meninggal

    Longsor Terjadi di Solok, Tujuh Warga Meninggal

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    SEBANYAK tujuh warga meninggal dunia dan satu masih dalam proses pencarian setelah terjadi longsor tambang emas di Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin (10/5). Selain itu, ada sembilan warga lainnya yang mengalami luka-luka atas peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah […]

  • Libatkan Masyarakat, Presiden Menetapkan Komponen Cadangan di Anggaran 2021

    Libatkan Masyarakat, Presiden Menetapkan Komponen Cadangan di Anggaran 2021

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.376
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menetapkan Komponen Cadangan Tahun Anggaran 2021 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis (7/10/2021). “Pada hari ini, pembentukan komponen cadangan tahun 2021 secara resmi saya nyatakan ditetapkan,” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat Presiden (Setpres). Pada kesempatan […]

expand_less
WordPress Archive Florentine – Responsive Magazine Theme Floret – Creative Multipurpose WordPress Theme Floria — Gardening & Landscaping WordPress Theme Florian – Responsive Personal WordPress Blog Theme Floristy – Florist & Flower Boutique Elementor Template Kit Floury Cake & Pastry Elementor Template Kit Flow – Creative Blog WordPress Theme Flow-Flow – WordPress Social Stream Plugin Flow Gallery – Multimedia Gallery WordPress Plugin Flowto – Startup & SaaS WordPress Theme