Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Ketika Tambak Milenial Gaet Kaum Muda

Ketika Tambak Milenial Gaet Kaum Muda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
  • visibility 3.350
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEKNOLOGI dalam pengaplikasian Millenial Shrimp Farming (MSF) atau tambak milenial dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk dapat ikut serta dalam pembangunan industri udang nasional serta menjamin keberlanjutan program hingga generasi mendatang. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta.

“MSF menjadi salah satu program unggulan KKP dalam rangka menggalakkan budidaya udang untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Sebagai percontohan, pembangunan instalasi MSF telah dibangun di dua lokasi Unit Pelaksana Teknis milik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yakni di Jepara dan Situbondo,” ujar Slamet.

Slamet juga menyebutkan bahwa klaster percontohan MSF merupakan bagian dari peningkatan produksi udang nasional termasuk program lain seperti pengembangan klaster tambak udang, bantuan pemerintah berupa excavator, benih udang, sarana dan saluran irigasi tambak, pengembangan sistem perbenihan dan pakan, serta menarik investor dari dalam maupun luar negeri. “Kesinambungan program ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target yang akan mendukung kesejahteraan masyarakat,” pungkas Slamet.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Nono Hartanto menyatakan bahwa konstruksi tambak yang berbentuk bundar menjadi satu keunggulan MSF karena kotoran udang, sisa pakan ataupun molting dapat terkumpul dengan mudah karena tidak ada titik mati sehingga tidak tertahan dalam satu titik. “Hal ini tentunya berimbas kepada peningkatan kelangsungan hidup dari udang karena sisa pakan dan kotoran apabila tidak segera diatasi dapat menurunkan kualitas air dan menjadi sumber penyakit,” kata Nono.

Nono menilai bahwa digitalisasi sistem tambak pada MSF membuat pengambilan keputusan terkait perbaikan yang perlu dilakukan dapat lebih cepat karena data tersajikan secara realtime sehingga dapat meminimalisir kerugian yang bisa terjadi seperti akibat serangan penyakit.

“Kemudahan lain yang didapatkan ialah dalam pemberian pakan yang dapat lebih terstruktur karena menggunakan mesin pemberi pakan otomatis yang dapat diatur melalui ruang kontrol maupun gadget,” lanjut Nono dalam rilisnya dilaman kkp, rabu [31/3/2021].

Terkait keterlibatan milenial dalam pengelolaan tambak, Nono menambahkan bahwa tenaga muda ini diterjunkan langsung untuk dapat terlibat dalam mengelola tambak selama tiga siklus sebagai wahana pembelajaran. “Diharapkan mereka akan memiliki kemahiran dan keterampilan  sebagai manajer tambak, sehingga di masa depan dapat menjadi teknisi maupun supervisor tambak yang andal,” imbuhnya.

Dalam skala yang lebih besar, Nono juga berharap MSF dapat menelurkan calon pengusaha tambak dan pencetus kegiatan-kegiatan pertambakan nasional. “Kita juga akan menyambungkan mereka dengan sumber pendanaan seperti perbankan, BLU atau Bumdes sebagai sumber pendanaan operasional tambak,” tutup Nono.

Wendy Tri Prabowo selaku koordinator tambak milenial BPBAP Jepara menguraikan bahwa teknologi dalam MSF menggunakan fitur Oxy-Mix Fine Bubble yang akan memproduksi oksigen dari dua sumber yakni udara bebas dan oksigen cair yang akan menghasilkan oksigen dalam bentuk nano bubbles dan micro bubbles untuk menjaga kadar oksigen di dalam air.

“Untuk menjaga stabilitas produksi dari MSF dan memperbanyak kontribusi kaum muda dalam produksi tambak milenial ini, kami juga bersinergi dengan startup perikanan dalam negeri untuk memodernisasi proses seperti otomatisasi manajemen pakan dan pemantau kualitas air yang dapat diakses melalui ruang kontrol maupun dipantau secara realtime melalui gadget,” terang Wendy.

Dengan kecanggihan teknologi yang diadopsi oleh MSF, Wendy meyakini bahwa operasional tambak dapat menjadi lebih mudah sehingga produksi udang dapat dioptimalkan melalui padat tebar tanpa harus khawatir dengan risiko penyakit karena kualitas air yang selalu terjaga.

“Melalui teknologi juga kita memiliki data yang lengkap untuk dapat dipaparkan ke masyarakat mengenai kualitas air yang masuk hingga keluar, sehingga akan terlihat bagaimana kegiatan budidaya udang yang kita lakukan ramah lingkungan,” ucapnya.

Wendy melanjutkan bahwa beberapa tantangan yang dihadapi dalam kegiatan MSF tidak jauh berbeda dengan budidaya udang secara umum, seperti penurunan kualitas sumber baku air serta ancaman penyakit dan derivasinya baik secara langsung maupun dampak dari infeksi primer. “Dengan menjaga kelestarian dan kualitas lingkungan, sumber daya akan terus melimpah untuk dapat kita gunakan sebagai sumber bahan baku terbaik dalam usaha budidaya udang yang berkelanjutan,” tandas Wendy.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kali Pertama Hadir Pertama di Palembang,Hyundai CRETA Berikan Pengalaman Berkendara Langsung, Ada 4 Tipe, Simak !

    Kali Pertama Hadir Pertama di Palembang,Hyundai CRETA Berikan Pengalaman Berkendara Langsung, Ada 4 Tipe, Simak !

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) hari ini memperkenalkan Hyundai CRETA, SUV terbaru dari Hyundai untuk masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Palembang. Pameran yang diselenggarakan  di Mal Palembang Icon tersebut berlangsung mulai tanggal 16 hingga 20 Februari 2022.  Melalui kegiatan ini, masyarakat kota Palembang dapat melakukan test drive untuk merasakan secara langsung performa dan fitur-fitur yang disematkan […]

  • Jangan Abaikan Sungai Musi Sebagai Magnet Pariwisata

    Jangan Abaikan Sungai Musi Sebagai Magnet Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 27 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.652
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Sungai Musi adalah warisan [legacy] tertinggi untuk masyarakat Palembang, namun Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang dinilai seakan-akan mengabaikan ikon dan warisan itu. Padahal Sungai Musi memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong, sayangnya keberadaan masih belum maksimal, seperti kualitas airnya masih jelek hingga kondisi ruang dibawah Jembatan Ampera yang belum tertata rapi. Oleh sebab itu, diperlukan revitalisasi Sungai Musi, termasuk daerah aliran sungainya, guna […]

  • Sebut Alex, RSUD Provinsi Sumsel Harus Terbaik, Tapi Tetap Menerima Pasien BPJS

    Sebut Alex, RSUD Provinsi Sumsel Harus Terbaik, Tapi Tetap Menerima Pasien BPJS

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengklaim RSUD Provinsi Sumsel menjadi yang terbaik, namun tetap akan menerima pasien BPJS.

  • Olah lahan gambut jadi lahan hidup, OKI join dengan BRG & Eco Fashion Indonesia, cari juga dukungan Negara Donor UNDP, Antonius Leonardo ungkap pentingnya kerja kolektif tangani karhutla

    Olah lahan gambut jadi lahan hidup, OKI join dengan BRG & Eco Fashion Indonesia, cari juga dukungan Negara Donor UNDP, Antonius Leonardo ungkap pentingnya kerja kolektif tangani karhutla

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.580
    • 0Komentar

      PENGELOLAAN lahan gambut berkelanjutan menjadi fokus konservasi lingkungan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Tahun ini Pemkab OKI jajaki Kerjasama dengan Lembaga Kemitraan Partnership, Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Eco Fashion Indonesia untuk mengelola lahan gambut di OKI menjadi lahan kehidupan. Untuk mendapat dukungan dari negara multi donor, Pemkab OKI menggandeng Kemitraan […]

  • Program Rumah Tahfidz Pemprov Sumsel Lampaui Target 

    Program Rumah Tahfidz Pemprov Sumsel Lampaui Target 

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 636
    • 0Komentar

    SEJAK diluncurkan awal menjabat sebagai Gubernur Sumsel, Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz yang digagas H. Herman Deru terus direspon positif berbagai institusi dan lembaga pendidikan di Sumsel. Paling baru yakni SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Pada Kamis (12/4) pagi, sekolah ini menggelar acara pelepasan dan wisuda tahfidz juz 30 peserta didik kelas XII SMA Muhammadiyah […]

  • Di Pimpin Kades, Gerak Cepat Warga Sidomulyo Bangun Rumah Masyarakat Kebakaran 

    Di Pimpin Kades, Gerak Cepat Warga Sidomulyo Bangun Rumah Masyarakat Kebakaran 

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.451
    • 0Komentar

    Di komandoi Kepala Desa Sidomulyo Banyuasin,  Sudarman, Warga bergerak cepat membangun kediaman Risam salah satu warga yang mengalami musibah kebakaran sekitar pukul 8:15 WIB, Kamis lalu, kurang lebih kerugian ditafsir mencapai Rp70 juta, Sudarman, Kepala Desa mengatakan dari kebakaran tersebut semua barang ludes terbakar, dari situ dirinya bersama warga lainnya bergotong royong membangun kediaman Risam […]

expand_less
WordPress Archive Orio – A creative Portfolio & Agency Theme Oriobook – Book Store WooCommerce WordPress Theme Orison – Church and Charity WordPress Theme Orson – WordPress Theme for Online Stores Oscend – Creative Agency WordPress Theme Oshine – Multipurpose Creative Theme Osmond – Ecommerce Magazine WordPress Theme Osmosis – Responsive Multi-Purpose Theme Osnic – Adsense WordPress Theme OsTende – Theater WordPress Theme