Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Ikan Meledak, Mutu Terbenam, Dari Laut Jadi Lotek

Ikan Meledak, Mutu Terbenam, Dari Laut Jadi Lotek

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 796
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,  – Dulu nenek moyang kita katanya pelaut. Tapi seiring zaman, ada sebagian nelayan yang makin kreatif bukan dengan alat tangkap canggih, tapi malah bawa-bawa bom.

Lah, ini bukan cari ikan, tapi cari masalah. Bayangin, lautan yang seharusnya jadi ladang rezeki, malah dijadikan arena ujicoba ledakan. Kalau terus begini, laut kita bisa-bisa ganti nama jadi “Lautan Meletus Nasional”.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja ngasih wejangan penting  ikan hasil tangkapan pakai bahan peledak alias destructive fishing itu mutunya jeblok.

Bukan cuma jeblok, tapi udah kayak ikan habis di-mixer. Kepala Badan Mutu KKP, Bu Ishartini, sampai geleng-geleng kepala waktu lihat hasil uji forensik ikan-ikan malang yang diangkat dari laut bukan dengan jaring, tapi dengan “glegarrr!”.

Contohnya ikan kuniran, beratnya cuma seupil 94–150 gram, tapi kondisinya udah kayak abis duel lawan Mike Tyson pembuluh darah pecah, organ dalam rusak, tulang rusuk hancur, dan dagingnya lemes kayak tahu kelamaan dijemur.

Ikan kakap gaga 1,48 kg juga nggak kalah tragis, bagian dalamnya berdarah-darah dan rongga perutnya bocor. Lah, ini sih bukan ikan, tapi korban perang!

Kalau masih ada yang maksa makan ikan model begini, ya siap-siap aja perut diajak main Russian roulette. Soalnya, pepatah bilang, “Apa yang ditanam, itu yang dituai.” Kalau laut ditanam dengan bom, ya yang dipanen ya bangkai, bukan protein.

Bayangin aja, kita beli ikan buat bikin sup, tapi isinya malah kayak isi puzzle tulang tercerai-berai, daging lembek, dan isinya misteri. Mau sehat dari mana coba?

Sebagai perbandingan, kita tengok ke negara lain yang lebih cerdas nangkap ikan.

Norwegia, negara ini bisa dibilang role model dunia perikanan. Mereka pakai teknologi sonar dan kapal penangkap ramah lingkungan. Ikan ditangkap dengan cara elegan, bukan dengan cara “jebret”. Di sana, mutu hasil laut bisa tembus standar Eropa yang setinggi langit. Pantas aja salmon Norwegia bisa nongkrong di restoran bintang lima, bukan di pasar sambil nangis.

Jepang, di negeri sakura, penangkapan ikan adalah seni. Mereka punya aturan ketat, dan nelayan nggak asal jeger. Bahkan ada ritual pemotongan ikan (ikejime) untuk menjaga mutu daging. Coba bandingkan sama kita, yang kadang nelayannya lebih suka main “Bom-Bom Car” daripada jaring.

Islandia negara mungil ini justru jadi raksasa ekspor perikanan karena cara tangkapnya presisi, manajemen stok ikannya disiplin, dan nelayannya paham pentingnya menjaga habitat. Di sana, laut dianggap bank masa depan. Di sini? Laut kadang dianggap lapangan uji coba TNI.

Destructive fishing itu ibarat masak nasi goreng pakai dinamit. Iya, memang cepat mateng, tapi ya rumahnya juga habis. Ikan hasil ledakan itu bukan cuma rusak di dalam, tapi juga bisa rusak sistem dalam tubuh manusia yang makan. Kalau belum percaya, ya silakan makan, lalu tulis testimoni di IG story “Makan kakap, bonus tulang patah. Mantap.”

Ikan itu rezeki. Tapi kalau ditangkap pakai jalan pintas yang merusak, ya rezekinya jadi buntung. Pepatah bilang “Lebih baik lambat asal selamat, daripada cepat tapi tamat.” Nelayan harus diajak mikir jangka panjang. Masa iya, cucu kita nanti cuma tahu ikan dari gambar di buku?

Kalau laut terus diledakin, nanti isinya tinggal puing-puing kenangan. Udah saatnya pemerintah bukan cuma galak di seminar, tapi juga tegas di lapangan. Nelayan perlu diajak sekolah ulang, bukan sekadar dimarahi. Laut bukan tempat demo sinetron laga, tapi ladang pangan yang harus dijaga.

Karena kalau semua ikan kita berubah jadi “ikan geprek peledak”, bukan cuma mutu yang tenggelam, tapi juga masa depan.

Kalau kamu disuruh milih, mau makan ikan segar dari Jepang yang bersih dan montok, atau ikan dari laut kita yang udah kayak korban sinetron Indosiar? Mikir, tong. Jangan asal sambel.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Zona Merah Lagi, Palembang Terapkan PPKM Mikro, Wawako –pun Turun Cek Posko, Kita Perlu Lebih Masif Edukasi, Menginformasikan & Sosialisasi Masyarakat Terkait Covid-19

    Masuk Zona Merah Lagi, Palembang Terapkan PPKM Mikro, Wawako –pun Turun Cek Posko, Kita Perlu Lebih Masif Edukasi, Menginformasikan & Sosialisasi Masyarakat Terkait Covid-19

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.886
    • 0Komentar

    CUACA panas tak menghalangi Wakil Walikota Palembang  Fitrianti Agustinda untuk turun kelapangan guna mengecek beberapa Posko PPKM Mikro yang ada di beberapa Kelurahan, salah satunya yaitu Posko PPKM Mikro Kelurahan 29 Ilir Palembang. Ia turun dari mobil dinas bersama rombongan langsung berjalan, bahkan dari lorong ke lorong pun ia telusuri. Edukasi dan sosialisasi langsung ke […]

  • Cerita Sawah Bersuara di Desa Cahya Maju OKI, Presiden Menyapa dari Layar Virtual Jabar

    Cerita Sawah Bersuara di Desa Cahya Maju OKI, Presiden Menyapa dari Layar Virtual Jabar

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Perempuan bilang, “Bahagia itu sederhana, lihat suami pulang dari sawah bawa beras, bukan bawa tagihan cicilan motor.” Dan ternyata benar. Hari Senin kemarin, sawah di Desa Cahya Maju, Kabupaten OKI, bukan cuma jadi tempat padi tumbuh subur, tapi juga jadi pusat perhatian nasional. Sawah yang biasanya jadi tempat curhat burung pipit dan kodok […]

  • Menteri PPPA Ajak Pemuka Agama Semakin Berperan, Ini Karena Tokoh Agama Miliki Peran Penting Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak

    Menteri PPPA Ajak Pemuka Agama Semakin Berperan, Ini Karena Tokoh Agama Miliki Peran Penting Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga tidak henti-hentinya mengajak seluruh pihak terutama tokoh agama dan lembaga agama untuk bersinergi dalam memastikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia berjalan dengan baik. Hal ini karena dalam situasi pandemi COVID-19, tokoh agama dan lembaga agama dinilai memiliki pengaruh untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui perempuan […]

  • Teken kesepakatan dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Muba ingin maksimalkan pengelolaan kuangan negara

    Teken kesepakatan dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Muba ingin maksimalkan pengelolaan kuangan negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Pemkab Muba melakukan Penandatanganan Perpanjangan Nota Kesepakatan dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Terkait Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dalam Pelaksanaan Hubungan, Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, kemarin. Kerjasama ini guna memaksimalkan pengelolaan keuangan negara […]

  • Jangkau Wilayah Ini, TECHCOMBANK jadi Salah Satu “Tempat Kerja Terbaik Di Asia 2023” dengan Penghargaan Great Place To Work

    Jangkau Wilayah Ini, TECHCOMBANK jadi Salah Satu “Tempat Kerja Terbaik Di Asia 2023” dengan Penghargaan Great Place To Work

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HANOI, VIETNAM, Media OutReach – Techcombank telah mencapai tonggak penting dengan diakui sebagai bank Vietnam pertama dan satu-satunya yang mendapatkan tempat dalam daftar “Tempat Kerja Terbaik di Asia 2023”.   Kehormatan ini dianugerahkan oleh organisasi ternama, Great Place To Work® (GPTW) – otoritas global di bidang budaya tempat kerja, yang didirikan pada tahun 1990 di […]

  • Salah Satu Kunci Pengendalian Inflasi

    Salah Satu Kunci Pengendalian Inflasi

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 646
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sulsel – Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) digelar di Sulawesi Selatan [Sulsel] guna meningkatkan produksi dan menjaga kelancaran distribusi, termasuk memperpendek rantai distribusi, menjadi kunci dalam pengendalian inflasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Sulsel mencanangkan program Sipeppa, yaitu inovasi yang memperpendek rantai distribusi melalui kerja sama antara asosiasi toko ritel dengan distributor, dan mengoptimalisasi pasokan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Order Tracker - Custom Order Status, Tracking Templates and Order Email Notifications WooCommerce Orders and Products Export WooCommerce Orders Tracking – SMS – PayPal Tracking Autopilot WooCommerce Page Builder For WPBakery Page Builder WooCommerce Page Builder For Elementor WooCommerce PagSeguro WooCommerce Partial COD – Payment Gateway Restrictions & Fees WooCommerce Partial Orders WooCommerce Password Protected Categories, Products & Pages Plugin WooCommerce Pay Your Price