Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Buaya Sinyulong Muncul di Mempawah, Tiga Anakan Baru Menetas Buka Petunjuk soal Habitatnya

Buaya Sinyulong Muncul di Mempawah, Tiga Anakan Baru Menetas Buka Petunjuk soal Habitatnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Buaya sinyulong kembali ditemukan di Kalimantan Barat. Bukan satu, melainkan tiga anakan yang baru menetas muncul di kawasan permukiman nelayan Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah.

Temuan ini menjadi perhatian bukan hanya karena ketiga satwa tersebut merupakan jenis langka, tetapi juga karena keberadaan anakan yang baru menetas bisa menjadi petunjuk bahwa kawasan Sungai Mempawah Hulu masih mendukung perkembangbiakan buaya sinyulong.

Menurut masyarakat Dayak Kanayatn/Ahe, satwa ini dikenal dengan sebutan Baringayong. Ketiga anakan yang ditemukan memiliki ukuran hampir sama, masing-masing sekitar 33 sentimeter.

Temuan tersebut bermula dari laporan warga pada 20 Agustus 2026. Masyarakat melaporkan adanya telur buaya yang menetas di sekitar kawasan permukiman nelayan. Di saat bersamaan, muncul informasi mengenai dugaan rencana perdagangan satwa tersebut.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak. Petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mengumpulkan informasi sebelum melakukan evakuasi.

Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kesejahteraan satwa. Setelah dievakuasi, ketiga anakan tersebut dibawa ke tempat penampungan sementara milik Balai PK Pontianak untuk mendapatkan perawatan.

Hasil pemeriksaan awal secara daring bersama dokter hewan spesialis, drh. Rio, menunjukkan kondisi ketiganya secara umum cukup baik. Namun, masih terdapat sisa kantung kuning telur atau yolk sac pada bagian bawah tubuh.

Kondisi itu perlu mendapat perhatian karena sisa kantung kuning telur yang tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, ketiga anakan kini menjalani pemeliharaan dan inkubasi secara intensif hingga kondisi fisiknya pulih dan stabil.

Bagi Balai PK Pontianak, kemunculan buaya sinyulong Mempawah juga memberikan informasi penting terkait sebaran satwa tersebut di Kalimantan Barat.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarief Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan keberadaan anakan yang baru menetas menjadi indikasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih memiliki kondisi yang memungkinkan spesies tersebut berkembang biak.

“Sebaran buaya sinyulong di Kalimantan Barat sebelumnya lebih banyak teridentifikasi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang. Temuan anakan yang baru menetas di wilayah Mempawah mengonfirmasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih mendukung keberadaan dan reproduksi spesies ini,” kata Iwan dalam siaran resmi, Minggu (30/8).

Menurut dia, temuan tersebut perlu dilihat lebih jauh karena kondisi habitat sangat menentukan keberlangsungan populasi satwa. Degradasi dan fragmentasi rawa gambut, perubahan debit sungai hingga ketersediaan pakan alami menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi habitat buaya sinyulong.

Artinya, kemunculan tiga anakan tersebut bukan sekadar soal penyelamatan satwa dari kawasan permukiman. Temuan ini sekaligus memberikan gambaran baru mengenai keberadaan populasi buaya sinyulong di wilayah Mempawah.

Dengan tambahan tiga anakan tersebut, Balai PK Pontianak kini menangani empat anakan buaya. Selain tiga anakan sinyulong, terdapat satu anakan buaya muara berukuran sekitar 38 sentimeter yang sebelumnya juga telah dievakuasi.

Balai PK Pontianak bersama pemerintah desa dan aparat setempat selanjutnya melakukan pemantauan kawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Masyarakat diminta tidak menangkap, memelihara ataupun memperjualbelikan buaya sinyulong. Satwa ini termasuk yang dilindungi dan berstatus Endangered dalam daftar merah IUCN serta tercantum dalam Appendix I CITES.

Temuan tiga anakan yang baru menetas di Mempawah pada akhirnya menjadi pengingat bahwa menjaga satwa tidak cukup hanya dengan menyelamatkan individunya. Kondisi sungai, rawa dan lingkungan tempat satwa berkembang biak juga ikut menentukan apakah populasi buaya sinyulong dapat terus bertahan di Kalimantan Barat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Dalam Pembahasan, Pemerintah Belum Tetapkan Harga Booster Vaksin

    Masih Dalam Pembahasan, Pemerintah Belum Tetapkan Harga Booster Vaksin

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Indonesia akan memulai vaksinasi booster COVID-19 pada 12 Januari 2022. Namun khusus untuk vaksinasi non-program pemerintah atau mandiri diberlakukan pembayaran. Untuk tarif yang beredar saat ini bukanlah tarif vaksinasi dalam negeri, melainkan tarif vaksinasi di luar negeri. Tarif tersebut masih berupa perkiraan rentang harga yang berlaku di beberapa negara. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 […]

  • Rusli Layak Dijadikan Panutan ASN Muba

    Rusli Layak Dijadikan Panutan ASN Muba

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin mengadakan acara Ramah Tamah Perpisahan, Pengantar Purnabakti Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli SP MM di Auditorium Setda Muba, Rabu (2/10/2019). Pasalnya, mulai 1 Oktober 2019 , Rusli memasuki pensiun atau purna tugas. Acara ramah tamah ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, para asisten, staf ahli, para kepala […]

  • Raih Adipura Kota Kecil Terbersih, Dodi Reza Alex  : Penghargaan Ini Untuk Warga Muba

    Raih Adipura Kota Kecil Terbersih, Dodi Reza Alex  : Penghargaan Ini Untuk Warga Muba

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Pemerintah Kabupaten [Pemkab]  Musibanyuasin [Muba] berhasil meraih penghargaan Adipura Kategori Kota Kecil Terbersih Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebab Muba dinilai sukses dan selalu komitmen untuk mewujudkan sustanaible city (kota berkelanjutan) yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunannya dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik. Selain […]

  • Diberlakukan Sanksi Bukan Berharap Denda

    Diberlakukan Sanksi Bukan Berharap Denda

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    PEMBERIAN sanksi ini bukan berharap mendapatkan denda atau hukumannya, namun  tujuannya adalah ingin mengingatkan jika pemerintah ini ada, demikian kata Gubernur Sumsel Herman Deru, kemarin. Menurutnya pemerintah menjamin keselamatan masyarakatnya, Oleh sebab itu, proteksinya melalui Pergub segera diberlakukan dengan mengeluarkan Pergub Nomor 37. Dia menjelaskan sosialisasi terhadap Pergub itu telah dilakukan sejak sepekan lalu. Dimana […]

  • Pj Bupati Apriyadi: Mari Sukseskan Pemilu Damai 2024 !

    Pj Bupati Apriyadi: Mari Sukseskan Pemilu Damai 2024 !

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan TVRI Sumatera Selatan menyelenggarakan Gebyar Musik Pemilu Damai, yang disiarkan secara langsung oleh TVRI dan live streaming Radio Gema Randik Sekayu, di Lapangan Stable Berkuda Sekayu, Selasa (5/12/2023). Dalam gelaran ini Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi memboyong enam artis ibu […]

  • Startup Indonesia Ikuti Ajang Internasional “SXSW Online 2021”

    Startup Indonesia Ikuti Ajang Internasional “SXSW Online 2021”

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    SEJUMLAH perusahaan rintisan (startup) Indonesia di ajang internasional “South by Southwest Online Creative Industries Exhibition 2021” yang digelar pada 16–20 Maret 2021. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan perusahaan rintisan Indonesia, baik produk dan jasa yang mereka hasilkan serta mendorong perusahaan rintisan Indonesia mendapatkan potensi pasar baru berskala internasional. Selain itu, program Archipelageek ini juga merupakan salah […]

expand_less
WordPress Archive Pluto Clean Personal WordPress Masonry Blog Theme Pmotion – Animated GIF and Video Maker For WordPress Podgorica – Environment and Renewable Energy WordPress Theme Podium | Fashion Model Agency WordPress Theme Podium – Model Agency WordPress Theme Podzed – Podcaster & Radio Station Elementor Template Kit Pofily – Woocommerce Product Filters – SEO Product Filter Point Finder Directory | Directory & Listing WordPress Theme Point of Sale System for WooCommerce (POS Plugin) Poize – WordPress Theme for Music Events, Festivals & Venues