Rabu, 2 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Buaya Sinyulong Muncul di Mempawah, Tiga Anakan Baru Menetas Buka Petunjuk soal Habitatnya

Buaya Sinyulong Muncul di Mempawah, Tiga Anakan Baru Menetas Buka Petunjuk soal Habitatnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 21 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Buaya sinyulong kembali ditemukan di Kalimantan Barat. Bukan satu, melainkan tiga anakan yang baru menetas muncul di kawasan permukiman nelayan Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah.

Temuan ini menjadi perhatian bukan hanya karena ketiga satwa tersebut merupakan jenis langka, tetapi juga karena keberadaan anakan yang baru menetas bisa menjadi petunjuk bahwa kawasan Sungai Mempawah Hulu masih mendukung perkembangbiakan buaya sinyulong.

Menurut masyarakat Dayak Kanayatn/Ahe, satwa ini dikenal dengan sebutan Baringayong. Ketiga anakan yang ditemukan memiliki ukuran hampir sama, masing-masing sekitar 33 sentimeter.

Temuan tersebut bermula dari laporan warga pada 20 Agustus 2026. Masyarakat melaporkan adanya telur buaya yang menetas di sekitar kawasan permukiman nelayan. Di saat bersamaan, muncul informasi mengenai dugaan rencana perdagangan satwa tersebut.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak. Petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mengumpulkan informasi sebelum melakukan evakuasi.

Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kesejahteraan satwa. Setelah dievakuasi, ketiga anakan tersebut dibawa ke tempat penampungan sementara milik Balai PK Pontianak untuk mendapatkan perawatan.

Hasil pemeriksaan awal secara daring bersama dokter hewan spesialis, drh. Rio, menunjukkan kondisi ketiganya secara umum cukup baik. Namun, masih terdapat sisa kantung kuning telur atau yolk sac pada bagian bawah tubuh.

Kondisi itu perlu mendapat perhatian karena sisa kantung kuning telur yang tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, ketiga anakan kini menjalani pemeliharaan dan inkubasi secara intensif hingga kondisi fisiknya pulih dan stabil.

Bagi Balai PK Pontianak, kemunculan buaya sinyulong Mempawah juga memberikan informasi penting terkait sebaran satwa tersebut di Kalimantan Barat.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarief Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan keberadaan anakan yang baru menetas menjadi indikasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih memiliki kondisi yang memungkinkan spesies tersebut berkembang biak.

“Sebaran buaya sinyulong di Kalimantan Barat sebelumnya lebih banyak teridentifikasi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang. Temuan anakan yang baru menetas di wilayah Mempawah mengonfirmasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih mendukung keberadaan dan reproduksi spesies ini,” kata Iwan dalam siaran resmi, Minggu (30/8).

Menurut dia, temuan tersebut perlu dilihat lebih jauh karena kondisi habitat sangat menentukan keberlangsungan populasi satwa. Degradasi dan fragmentasi rawa gambut, perubahan debit sungai hingga ketersediaan pakan alami menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi habitat buaya sinyulong.

Artinya, kemunculan tiga anakan tersebut bukan sekadar soal penyelamatan satwa dari kawasan permukiman. Temuan ini sekaligus memberikan gambaran baru mengenai keberadaan populasi buaya sinyulong di wilayah Mempawah.

Dengan tambahan tiga anakan tersebut, Balai PK Pontianak kini menangani empat anakan buaya. Selain tiga anakan sinyulong, terdapat satu anakan buaya muara berukuran sekitar 38 sentimeter yang sebelumnya juga telah dievakuasi.

Balai PK Pontianak bersama pemerintah desa dan aparat setempat selanjutnya melakukan pemantauan kawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Masyarakat diminta tidak menangkap, memelihara ataupun memperjualbelikan buaya sinyulong. Satwa ini termasuk yang dilindungi dan berstatus Endangered dalam daftar merah IUCN serta tercantum dalam Appendix I CITES.

Temuan tiga anakan yang baru menetas di Mempawah pada akhirnya menjadi pengingat bahwa menjaga satwa tidak cukup hanya dengan menyelamatkan individunya. Kondisi sungai, rawa dan lingkungan tempat satwa berkembang biak juga ikut menentukan apakah populasi buaya sinyulong dapat terus bertahan di Kalimantan Barat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Curhat Kuali Sakti, Gosong Itu Bagian dari Hidup”

    “Curhat Kuali Sakti, Gosong Itu Bagian dari Hidup”

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    HALO, aku kuali, ya…, kuali tua yang sering dianggap remeh, tapi sebenarnya punya banyak cerita. Dari nenek sampai anak muda yang sekarang pegang aku, aku sudah menemani pepes ikan, sambal, bahkan telor dadar yang gosongnya bikin dapur beraroma misteri. Meski sering kena api dan gosong di bawah, itu semua bagian dari hidupku. Tanpa gosong, aku […]

  • Era Mobile AI Sudah Dimulai, Intip Yang Akan Samsung Hadirkan di Galaxy AI dari Portal Sphere Las Vegas

    Era Mobile AI Sudah Dimulai, Intip Yang Akan Samsung Hadirkan di Galaxy AI dari Portal Sphere Las Vegas

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.406
    • 0Komentar

    Samsung akan menghadirkan Galaxy AI yang membuat pengguna punya pengalaman baru menggunakan smartphonenya. Doctor Strange muncul di Las Vegas membawa bocoran inovasi AI terbaru dari Samsung   Sumselterkini.co.id, – Dunia memasuki era yang kini dipenuhi dengan AI alias kecerdasan buatan, yang membuat berbagai kegiatan kini bisa dikerjakan dengan lebih praktis. Samsung Electronics Co., Ltd. sebagai pelopor […]

  • Usai Sholat Ied Rumah Mukhsin Dilalap Api, Camat Bayung Lencir Langsung ke Lokasi

    Usai Sholat Ied Rumah Mukhsin Dilalap Api, Camat Bayung Lencir Langsung ke Lokasi

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    MALANG nian nasib, Mukhsin Warga Desa Kaliberau Dusun II RT 09 Kecamatan Bayung Lencir, saat ditinggal sholat Ied dia mendapat musibah, dan cobaan dari Allah SWT.Rumahnya beserta perabotan dilalap si jago merah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 7.30 WIB, dimana keluarga Mukhsin sedang melaksanakan sholat Idul Fitri, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Mendapatkan informasi tersebut […]

  • Temu Bisnis BI, Catat Komitmen Rp207 Miliar, Deputi Gubernur Senior BI : Bukti Nyata UMKM Jadi Penggerak Kebangkitan Ekonomi

    Temu Bisnis BI, Catat Komitmen Rp207 Miliar, Deputi Gubernur Senior BI : Bukti Nyata UMKM Jadi Penggerak Kebangkitan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    PENYELENGGARAAN Puncak Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2021 ditutup pada 26 September 2021 secara virtual dan mencatat komitmen temu bisnis (business matching) sebesar Rp207 miliar. Kegiatan temu bisnis melibatkan 34 UMKM, 7 bank, dan 2 lembaga keuangan Non-Bank untuk temu bisnis pembiayaan, dan 155 UMKM, 4 aggregator[1], serta 10 pembeli potensial dari 6 negara untuk temu bisnis […]

  • Tidak Ada Yang Istimewa, 124 Kendaraan Pelat Khusus Ditilang

    Tidak Ada Yang Istimewa, 124 Kendaraan Pelat Khusus Ditilang

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

    DIRLANTAS Polda Metro Jaya menilang ratusan kendaraan dengan nomor pelat khusus atau berpelat dewa dengan beberapa pelanggaran lalu lintas. Jumlah tersebut bertambah setengahnya, jika dibandingkan dengan total penindakan yang dilakukan selama 17-18 Januari 2022 yakni sebanyak 81 kendaraan. “Sejak hari Senin (17/1/22) kemarin atau dalam tiga hari, sudah ada 124 kendaraan berpelat STNK khusus atau […]

  • Ini Resiko Jabatan Versi Gub, Sumsel Saat Silahturahmi dengan Anggota Legistatif Terpilih

    Ini Resiko Jabatan Versi Gub, Sumsel Saat Silahturahmi dengan Anggota Legistatif Terpilih

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.547
    • 0Komentar

    “Tekanan-tekanan itu bisa datang dari berbagai penjuru. Tak terkecuali keluarga dekat. Makanya saya ingatkan harus hati-hati kalau tidak habis semua, nama baik dan lainnya bisa hilang,”

expand_less
WordPress Archive Pluto Clean Personal WordPress Masonry Blog Theme Pmotion – Animated GIF and Video Maker For WordPress Podgorica – Environment and Renewable Energy WordPress Theme Podium | Fashion Model Agency WordPress Theme Podium – Model Agency WordPress Theme Podzed – Podcaster & Radio Station Elementor Template Kit Pofily – Woocommerce Product Filters – SEO Product Filter Point Finder Directory | Directory & Listing WordPress Theme Point of Sale System for WooCommerce (POS Plugin) Poize – WordPress Theme for Music Events, Festivals & Venues