Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

“Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
  • visibility 840
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU bicara soal telur, pikiran kita biasanya melayang ke ayam goreng di warung pecel lele, telur ceplok setengah matang yang jadi rebutan di warung soto, atau telur asin yang biasanya nongol di rak-rak toko oleh-oleh. Tapi di lautan Nusantara, ada telur yang nilainya jauh lebih ribet ketimbang emas putih telur penyu.

Baru-baru ini, negeri ini kembali disuguhi drama telur penyu yang nyaris jadi dagangan gelap. Di Sambas, Kalimantan Barat, ada 5.400 butir telur penyu diselundupkan lewat jalur pelabuhan. Jumlahnya bukan main, kalau diibaratin, itu sudah bisa bikin seisi kabupaten sarapan omelet tiga kali sehari.

Sementara di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, ada 671 butir telur penyu diamankan, plus empat ekor penyu yang sempat jadi “tamu istimewa” di sebuah resort.

Sekilas angka-angka itu cuma statistik, namun jika dipikir dalam-dalam, itu sama saja kita lagi ngerampas masa depan generasi penyu. Karena kalau 5.400 telur itu menetas, maka ada ribuan bayi penyu yang bisa jadi pahlawan laut di masa depan. Tapi apa daya, di tangan yang salah, telur-telur itu dianggap lebih mirip “obat kuat” ketimbang anugerah alam.

Hahay..antara obat perkasa & kuliner eksotis, katanya….pertanyaan paling bikin geregetan, kenapa sih telur penyu masih laku?. Jawabannya nggak melulu soal duit, ada faktor psikologis, budaya, sampai mitos yang menempel di kepala sebagian orang.

Ada yang percaya telur penyu bikin badan makin perkasa, semacam “red bull alami” versi laut. Ada pula yang nganggepnya makanan eksotis, sekali makan bisa bikin status sosial naik satu level.

Padahal, kalau mau jujur, keperkasaan itu bukan ditentukan dari apa yang kita telan, tapi apa yang kita kerjakan. Laki-laki kuat itu bukan yang habis makan telur penyu bisa lari lima kilo tanpa ngos-ngosan, tapi yang berani bilang “aku nyuci piring hari ini biar istriku istirahat”. Nah, itu baru namanya jantan.

Di sisi lain, pemerintah lewat KKP, Polairud, dan LKKPN udah jungkir balik, operasi gabungan, patroli, sampai edukasi ke pengelola resort. Rasanya kayak bapak guru yang udah capek-capek ngajarin muridnya jangan nyontek, eh… tetap saja ada yang main kertas kecil di bawah meja.

Masalahnya, penegakan hukum memang penting, tapi nggak cukup. Kalau pasar masih doyan, selalu ada yang nekat jualan. Istilahnya, selama ada pembeli, penjual akan muncul. Ini sama kayak sate taichan, dulu siapa sangka orang bakal beli sate tanpa bumbu kacang dengan harga dua kali lipat? Eh ternyata laku.

Kata pepatah bijak, “jangan taruh semua telur di satu keranjang.” Nah, kasus ini seolah ngasih pesan kalau semua telur penyu terus-terusan ditaruh di keranjang perdagangan ilegal, tamatlah riwayat ekosistem laut kita.

Penyu itu bukan sekadar hewan lucu buat difoto turis. Ia adalah “petugas kebersihan laut,” pemakan ubur-ubur, penjaga keseimbangan ekosistem. Hilang penyu, ubur-ubur bisa merajalela, lalu nelayan menjerit karena ikan-ikan kecil berkurang.

Penyu itu ibarat kakek tua di kampung yang diam-diam ngurusin musholla setiap hari, kalau dia hilang, baru terasa karpet kotor, lampu nggak pernah nyala, adzan jadi sepi.

Sambas menunjukkan betapa bisnis telur penyu masih berskala masif, ribuan butir, jaringan rapi, ada oknum aparat pula yang terlibat. Sedangkan Anambas lebih unik, selain telur, ada resort yang memelihara penyu buat tontonan turis, dua-duanya bikin kepala geleng-geleng.

Bedanya, Anambas justru berpeluang menjadikan penyu sebagai daya tarik wisata, cuba bayangkan kalau pelepasan tukik jadi acara rutin turis, bisa jadi “sunrise show” setiap bulan. Orang luar negeri rela bayar mahal demi nonton bayi penyu merangkak ke laut. Itu jauh lebih menguntungkan ketimbang jual telur diam-diam dengan risiko ditangkap polisi.

Kalau boleh memilih, lebih baik Anambas dan Sambas dikenal sebagai “kampung penyu” ketimbang “pasar telur gelap”, karena sekali penyu hilang, butuh puluhan tahun buat ngebalikinnya.

Penyu betina balik ke pantai tempat dia menetas buat bertelur lagi setelah belasan tahun. Jadi kalau sekarang kita rampas telurnya, sama aja kita nodong masa depan cucu-cucu kita.

Buat apa sih kita bangga punya laut luas, kalau isinya tinggal kapal, sampah plastik, dan cerita sedih tentang satwa yang punah?

Belajarlah  dari telur penyu, kecil, rapuh, tapi menyimpan masa depan lautan, kalau manusia bisa menahan diri buat nggak serakah, penyu masih punya harapan. Kalau enggak, ya siap-siaplah, kita akan dikenang anak cucu bukan sebagai bangsa bahari, tapi sebagai bangsa yang tega makan habis warisan lautnya sendiri.

Oleh sebab itu, perlu edukasi jalan terus, pemerintah harus kreatif bikin kampanye, bukan cuma pasang baliho, tapi bikin konten yang nyambung ke anak muda, film pendek, lagu, atau challenge media sosial. Kalau bisa bikin viral joget, kenapa nggak bisa bikin viral pelepasan tukik?

Jadikanlah wisata penyu, bukan dagangan peny. Sambas dan Anambas bisa jadi contoh, libatkan masyarakat, jadikan pelepasan tukik sebagai daya tarik ekonomi.

Bikin penegakan hukum tegas, biar kapok,  jangan ada lagi celah, apalagi keterlibatan oknum aparat. Kalau aparat ikut main, rakyat kecil tambah apatis. Ubah persepsi, karena telur penyu bukan obat kuat, bukan makanan eksotis. Obat kuat sejati itu olahraga, istirahat cukup, dan hati yang tenang.

Penyu sudah bertelur di pantai Nusantara jauh sebelum republik ini ada. Tugas kita sederhana jangan sampai generasi selanjutnya hanya bisa lihat penyu di buku pelajaran.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyik Konsumsi Sabu, 3 Pelaku di Amankan Polisi

    Asyik Konsumsi Sabu, 3 Pelaku di Amankan Polisi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id.Kayuagung – Sedang asyik mengkonsumsi Narkotika jenis Sabu di dalam rumah. Sat Narkoba Polres OKI pimpinan AKP Herry Yusman , SH  berhasil menangkap pelaku yang bernama Dadang Supardi alias Didi (37), warga Perumahan Seribu Kelurahan Kedaton. Agus Susanto (22), warga Kelurahan Sidakersa dan rekannya Nurdin alias Tang (33), warga Desa Kijang Ulu Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering […]

  • HD Dipuji Soal GERGAJI, Apa Itu !

    HD Dipuji Soal GERGAJI, Apa Itu !

    • calendar_month Senin, 15 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru resmi melaunching rumah Tahfidz Ash-Sholihin, di halaman Aula PSBB MAN 3 Senin (15/10/2018). Di sela acara ini Herman Deru mendapat pujian soal GERGAJI dari Kakanwil Kemenag Sumsel  HM.Alfajri. Dia mengatakan, launching Rumah Tahfidz Ash-Sholihin ini bertajuk mewujudkan generasi Sumsel yang cinta Al-Quran dan berakhlakul […]

  • “AGNI: Desa Kutukan, Trauma & Hijab Selamatkan Dunia (Sambil Ngoding)”

    “AGNI: Desa Kutukan, Trauma & Hijab Selamatkan Dunia (Sambil Ngoding)”

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 613
    • 0Komentar

    BIASANYA horor di desa identik sama pocong doyan salto, keranda terbang waktu maghrib, atau emak-emak misterius yang muncul di kebun pisang sambil bawa centong, maka “Agni: Village of Calamity” ini beda, serius!, bukan horor murahan yang modal kejut-kejutan dan lampu kedap-kedip kayak disco gagal, horor yang bisa bikin kamu mikir, merenung, terus nyesek… sambil ngupil […]

  • WHO-EU Luncurkan Kerjasama Dukung Respons COVID-19 di Indonesia

    WHO-EU Luncurkan Kerjasama Dukung Respons COVID-19 di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    WORLD Health Organization (WHO) dan Uni Eropa (EU) luncurkan kerja sama baru untuk mendukung respons COVID-19 di Indonesia pada 12 Maret 2021. Kerja sama ini dallam rangka program WHO-EU ‘Respons dan Kesiapsiagaan untuk Pandemi Kesehatan di Asia Tenggara’. Dukungan yang diberikan termasuk pendanaan respons COVID-19 baru dan program kesehatan masyarakat, upaya peningkatkan dukungan masyarakat sipil untuk […]

  • Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

    Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.103
    • 0Komentar

    PENDIDIKAN adalah untuk memajukan  kualitas sumber daya manusia, baik dari segi pengetahuan maupun dari perilaku yang berbudaya, dan bermoral serta berkarakter yang baik. Sekolah merupakan salah satu tempat untuk menampung semua kegiatan tersebut. Sekolah yang baik dapat menjalankan amanah tujuan pendidikan nasional yakni untuk mengembangkan manusia Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Manusia yang mempunyai takwa […]

  • “Rupiah Lagi Santuy, Dolar Ngelirik-Drama BI & Asing Bikin Ngakak”

    “Rupiah Lagi Santuy, Dolar Ngelirik-Drama BI & Asing Bikin Ngakak”

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.738
    • 0Komentar

    BAYANGKAN ekonomi Indonesia itu seperti sinetron, bro… minggu ini rupiah lagi jadi pemeran utama stabil, tapi drama tetep ada. Kamis, 23 Oktober 2025, rupiah ditutup di Rp16.600 per dolar AS. Pagi Jumat 24 Oktober? Tetap Rp16.600. Stabilnya ibarat anak kos baru bangun tidur, masih manis-manis malu, hehehe. Tapi jangan salah, yield SBN 10 tahun naik […]

expand_less
WordPress Archive Iconic WooCommerce Account Pages Iconic WooCommerce Attribute Swatches Iconic WooCommerce Bundled Products Iconic WooCommerce Custom Fields for Variations Iconic WooCommerce Delivery Slots Iconic WooCommerce Product Configurator Iconic WooCommerce Quickview Idea Mail – Minimal & Responsive Email Template iDea – Technology & IT Network Service Elementor Template Kit iDent – Dentist & Medical WordPress Theme