Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Kambing Hutan, Penyendiri Di Lereng Bukit Terancam Punah

Kambing Hutan, Penyendiri Di Lereng Bukit Terancam Punah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
  • visibility 1.288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMBING hutan Sumatera hidup di ketinggian 200 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan primer dan hutan sekunder di dekat pegunungan atau kawasan perbukitan.

Kawasan Pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatera kaya akan keanekaragaman hayati berkategori langka dan dilindungi. Termasuk di dalamnya adalah hewan satu ini. Namanya kambing hutan Sumatera atau nama latinnya Capricornis sumatraensis. Satwa ini dikenal juga dengan nama Sumatran serow dan menjadi endemik Sumatra. Ia adalah satu dari enam jenis kambing hutan yang ada di Asia bagian timur.

Tidak seperti kambing pada umumnya, ia memiliki ciri fisik lebih kekar. Tubuhnya tertutup bulu lebat dan kasar dengan warna hitam keabuan, sekilas mirip anak kerbau. Moncongnya juga mirip moncong kerbau. Tanduknya ramping, pendek dan lurus ke belakang seperti tanduk antelop dengan panjang rata-rata 12 hingga 16 sentimeter (cm). Berat badannya antara 50-140 kilogram dengan panjang badan antara 140-180 cm. Saat dewasa, tingginya bisa mencapai 85-94 cm.

Satwa ini termasuk pemalu dan hidupnya soliter atau senang menyendiri terlebih si pejantan. Untuk menandai suatu wilayah kekuasaannya, kambing ini akan mengeluarkan kotoran dan air seni. Ia akan aktif berkeliling mencari betina saat masuk musim kawin antara Oktober dan November. Masa kehamilan berlangsung selama tujuh bulan. Seekor induk kambing bisa melahirkan satu ekor anak.

Umur maksimum hewan langka ini sekitar 20 hingga 21 tahun untuk jantan, dan 21 hingga 22 tahun untuk betina. Kendati lebih banyak menghabiskan waktunya di daratan, C sumatraensis juga dikenal sebagai perenang ulung. Uniknya, kambing ini juga dikenal sebagai satwa yang tangkas memanjat lereng terjal di mana biasanya hanya bisa dicapai oleh manusia dengan bantuan tali.

Mereka aktif pada pagi dan sore hari. Siangnya, istirahat di tempat teduh di balik bebatuan besar atau gua. Sumber makanan utamanya adalah tumbuh-tumbuhan kaya nutrisi. Ia hidup di ketinggian 200 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan primer dan sekunder di dekat pegunungan atau kawasan bukit kapur.

Populasinya masih bisa ditemui di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), dan Taman Nasional Pegunungan Bukit Barisan. Selain di Indonesia, kambing hutan asal Sumatra juga dapat ditemukan di Semenanjung Thailand-Malaysia.

Satwa Rentan Punah

Sebuah penelitian terhadap populasi kambing hutan Sumatera pernah dilakukan oleh lembaga konservasi internasional, International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) di kawasan pegunungan Sumatera dan dataran tinggi Malaysia pada akhir 2007. Menurut salah satu penelitinya asal Australia, JW Duckworth, secara umum populasi kambing hutan Sumatera itu terus menurun hingga lebih dari 30 persen sejak 21 tahun terakhir. Perburuan liar terhadap kambing hutan Sumatera dan pembalakan liar di dalam ekosistem mereka sehingga menghilangkan sumber pakan utama menjadi salah satu penyebab terus menurunnya populasi si pemanjat ulung ini. Bukan itu saja. Mereka juga telah menjadi sumber makanan bagi jenis-jenis kucing besar seperti macan tutul (Panthera pardus) dan harimau Sumatera (Panthera tigris).

Di Indonesia sendiri tidak ada catatan resmi berapa jumlah populasi kambing hutan Sumatera ini tersisa. Kepala Balai TNBG Sahdin Zunaidi menyatakan, pihaknya telah memulai kegiatan sensus terhadap keberadaan satwa ini. Terlebih pemerintah telah memasukkan kambing hutan Sumatera sebagai hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. IUCN pun telah memasukkan kambing hutan Sumatera ke dalam daftar Redlist satwa berkategori Rentan (Vulnarable/VU) pada 2008.

Satwa ini pernah beberapa kali menampakkan diri serta masuk ke permukiman penduduk, terutama saat Gunung Sinabung di Sumatera Utara erupsi. Pada 2013, penduduk Desa Beras Tepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo menemukan kambing hutan Sumatera tersesat ke pekarangan rumah penduduk. Kondisi tubuhnya kurus dan lemas. Penduduk semula mengira satwa ini adalah kambing milik warga. Pada 2016, seorang petani di Toba Samosir juga menemukan satwa ini tersesat di pinggir hutan.

Juga seorang warga di Sopotinjak, Kabupaten Mandailing Natal pada 18 Januari 2020 melihat kambing hutan Sumatera ini tersesat ke permukiman warga. Kemudian pada 28 Mei 2020, pengelola Balai TNGL menggunggah informasi keberadaan dua ekor kambing hutan Sumatera yang terekam kamera. Dari video rekaman, tampak keduanya merupakan sepasang kambing hutan jantan dan betina. Perlu kesadaran semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa langka ini agar tetap terjaga kekayaan dan keanekaragaman hayati Indonesia.Sumber Indonesia.go.id (***)
Penulis: Anton Setiawan

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Gabungan KLHK Amankan Kayu Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar Asal Papua di Makassar

    Tim Gabungan KLHK Amankan Kayu Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar Asal Papua di Makassar

    • calendar_month Rabu, 9 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta– Tim Gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan 57 kontainer kayu ilegal asal Papua di Makasar. Kayu ilegal tersebut diamankan setelah mendapat informasi adanya kayu illegal asal Papua menuju Surabaya. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK (Gakkum) KLHK bersama Lantamal VI Makasar, Armada II TNI AL, serta Tim Gabungan dengan sigap melakukan penindakan […]

  • Prinsip Ekokrasi Penting, Bukan Hanya Demokrasi

    Prinsip Ekokrasi Penting, Bukan Hanya Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    DONI Monardo mengenalkan jargon ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’ setelah menjabat sebagai kepala BNPB pada 2019 lalu. Hal ini tidak terlepas dari kepeduliaan yang tinggi terhadap lingkungan. Konsistensi dalam menjaga alam membawa Doni dianugerahi gelar doktor kehormatan atau doktor _honoris causa_. Kepedulian dan kecintaan Doni terhadap alam ini terbentuk sejak bertugas sebagai seorang militer. […]

  • Ada tebak-tebakan terkait kopi sambil ngudut serta cerita singkatnya, simak yuk !

    Ada tebak-tebakan terkait kopi sambil ngudut serta cerita singkatnya, simak yuk !

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.666
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Di sebuah kafe yang terkenal dengan kopi Sambil Ngudutnya, ada seorang barista yang sangat terampil dalam membuat minuman kopi yang lezat.  Ada seorang pelanggan yang datang dan memesan segelas kopi sambil ngudut. Barista itu tersenyum dan mulai bekerja dengan penuh semangat. Dia mengambil segelas cangkir yang indah, kemudian menuangkan biji kopi yang […]

  • ASN Muba Harus Unggul

    ASN Muba Harus Unggul

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    SAAT menyampaikan amanah tanggal 17 September 2019, Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat  Rusli, SP.,MM., menyebutkan bahwa Muba ini membutuhkan SDM unggul yang semakin meningkatkan kreativitas dan mengembangkan inovasi dalam bekerja. “Sumber daya unggul merupakan syarat penting dalam upaya kita mendorong produktivitas tenaga kerja, sumber daya manusia unggul […]

  • Instal Imuba, Warga Tetap Bisa Baca Buku di Perpustakaan Muba

    Instal Imuba, Warga Tetap Bisa Baca Buku di Perpustakaan Muba

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    MESKI kunjungan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muba ditutup sementara karena guna mengantisipasi dan memutuskan rantai penularan Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. “Jadi, meski saat ini kunjungan ke Perpustakaan ditutup sementara namun warga masyarakat Muba tetap bisa mengakses aplikasi imuba yang bisa download di play store Android,” ujar Sekretaris […]

  • Walikota Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni

    Walikota Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    RASA senang tak bisa dibendung oleh Arif Setiawan, sebab dia mendapatkan bantuan Program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) berupa satu unit rumah layak huni dari PT Angkasa Pura II (Persero) yang diserahkan langsung oleh Walikota Palembang. “Dengan bantuan dari Angkasa Pura II, alhamdulillah hari ini kita bisa membantu saudara kita Arif untuk memiliki rumah yang […]

expand_less
WordPress Archive Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme Mezzo | A Personal WordPress Blog Theme Mia – Creative Fashion WordPress WooCommerce Theme Micar – Auto Dealer RTL WooCommerce WordPress for Car and Moto Theme Micare – Medical and Health Care WordPress Theme MiCoach – Online Courses WordPress Theme + RTL Micra – Multipurpose Responsive WooCommerce WordPress Theme Micro Office | Extranet & Intranet WordPress Theme Microtech – Tech Business Elementor Template Kit Midare – Senior Care & Medical WordPress Theme