Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Kambing Hutan, Penyendiri Di Lereng Bukit Terancam Punah

Kambing Hutan, Penyendiri Di Lereng Bukit Terancam Punah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
  • visibility 1.274
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMBING hutan Sumatera hidup di ketinggian 200 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan primer dan hutan sekunder di dekat pegunungan atau kawasan perbukitan.

Kawasan Pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatera kaya akan keanekaragaman hayati berkategori langka dan dilindungi. Termasuk di dalamnya adalah hewan satu ini. Namanya kambing hutan Sumatera atau nama latinnya Capricornis sumatraensis. Satwa ini dikenal juga dengan nama Sumatran serow dan menjadi endemik Sumatra. Ia adalah satu dari enam jenis kambing hutan yang ada di Asia bagian timur.

Tidak seperti kambing pada umumnya, ia memiliki ciri fisik lebih kekar. Tubuhnya tertutup bulu lebat dan kasar dengan warna hitam keabuan, sekilas mirip anak kerbau. Moncongnya juga mirip moncong kerbau. Tanduknya ramping, pendek dan lurus ke belakang seperti tanduk antelop dengan panjang rata-rata 12 hingga 16 sentimeter (cm). Berat badannya antara 50-140 kilogram dengan panjang badan antara 140-180 cm. Saat dewasa, tingginya bisa mencapai 85-94 cm.

Satwa ini termasuk pemalu dan hidupnya soliter atau senang menyendiri terlebih si pejantan. Untuk menandai suatu wilayah kekuasaannya, kambing ini akan mengeluarkan kotoran dan air seni. Ia akan aktif berkeliling mencari betina saat masuk musim kawin antara Oktober dan November. Masa kehamilan berlangsung selama tujuh bulan. Seekor induk kambing bisa melahirkan satu ekor anak.

Umur maksimum hewan langka ini sekitar 20 hingga 21 tahun untuk jantan, dan 21 hingga 22 tahun untuk betina. Kendati lebih banyak menghabiskan waktunya di daratan, C sumatraensis juga dikenal sebagai perenang ulung. Uniknya, kambing ini juga dikenal sebagai satwa yang tangkas memanjat lereng terjal di mana biasanya hanya bisa dicapai oleh manusia dengan bantuan tali.

Mereka aktif pada pagi dan sore hari. Siangnya, istirahat di tempat teduh di balik bebatuan besar atau gua. Sumber makanan utamanya adalah tumbuh-tumbuhan kaya nutrisi. Ia hidup di ketinggian 200 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan primer dan sekunder di dekat pegunungan atau kawasan bukit kapur.

Populasinya masih bisa ditemui di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), dan Taman Nasional Pegunungan Bukit Barisan. Selain di Indonesia, kambing hutan asal Sumatra juga dapat ditemukan di Semenanjung Thailand-Malaysia.

Satwa Rentan Punah

Sebuah penelitian terhadap populasi kambing hutan Sumatera pernah dilakukan oleh lembaga konservasi internasional, International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) di kawasan pegunungan Sumatera dan dataran tinggi Malaysia pada akhir 2007. Menurut salah satu penelitinya asal Australia, JW Duckworth, secara umum populasi kambing hutan Sumatera itu terus menurun hingga lebih dari 30 persen sejak 21 tahun terakhir. Perburuan liar terhadap kambing hutan Sumatera dan pembalakan liar di dalam ekosistem mereka sehingga menghilangkan sumber pakan utama menjadi salah satu penyebab terus menurunnya populasi si pemanjat ulung ini. Bukan itu saja. Mereka juga telah menjadi sumber makanan bagi jenis-jenis kucing besar seperti macan tutul (Panthera pardus) dan harimau Sumatera (Panthera tigris).

Di Indonesia sendiri tidak ada catatan resmi berapa jumlah populasi kambing hutan Sumatera ini tersisa. Kepala Balai TNBG Sahdin Zunaidi menyatakan, pihaknya telah memulai kegiatan sensus terhadap keberadaan satwa ini. Terlebih pemerintah telah memasukkan kambing hutan Sumatera sebagai hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. IUCN pun telah memasukkan kambing hutan Sumatera ke dalam daftar Redlist satwa berkategori Rentan (Vulnarable/VU) pada 2008.

Satwa ini pernah beberapa kali menampakkan diri serta masuk ke permukiman penduduk, terutama saat Gunung Sinabung di Sumatera Utara erupsi. Pada 2013, penduduk Desa Beras Tepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo menemukan kambing hutan Sumatera tersesat ke pekarangan rumah penduduk. Kondisi tubuhnya kurus dan lemas. Penduduk semula mengira satwa ini adalah kambing milik warga. Pada 2016, seorang petani di Toba Samosir juga menemukan satwa ini tersesat di pinggir hutan.

Juga seorang warga di Sopotinjak, Kabupaten Mandailing Natal pada 18 Januari 2020 melihat kambing hutan Sumatera ini tersesat ke permukiman warga. Kemudian pada 28 Mei 2020, pengelola Balai TNGL menggunggah informasi keberadaan dua ekor kambing hutan Sumatera yang terekam kamera. Dari video rekaman, tampak keduanya merupakan sepasang kambing hutan jantan dan betina. Perlu kesadaran semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa langka ini agar tetap terjaga kekayaan dan keanekaragaman hayati Indonesia.Sumber Indonesia.go.id (***)
Penulis: Anton Setiawan

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadir di Rumah Duka, Wabup OKI Semangati Keluarga Korban Kebakaran

    Hadir di Rumah Duka, Wabup OKI Semangati Keluarga Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hadir ditengah duka yang menyelimuti keluarga Jamudin (57) tahun korban kebakaran di Desa Lebung Batang Kecamatan Pangkalanlampam OKI beberapa hari lalu. .”Agar bersabar dengan setiap cobaan, semoga diganti dengan yang lebih baik,”ungkap Wakil Bupati OKI, H. M. Djakfar Shodiq saat mengunjungi langsung rumah korban, Selasa, (21/1/2019). Kehadiran Wabup Shodiq […]

  • Respon Kemenag saat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah telah mengumumkan kuota haji 1445 H/2024 M

    Respon Kemenag saat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah telah mengumumkan kuota haji 1445 H/2024 M

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Madinah, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah telah mengumumkan kuota haji 1445 H/2024 M. Pengumuman ini disampaikan sehari sebelum berakhirnya fase Mabit di Mina, 30 Juni 2023. Indonesia tahun depan kembali mendapat 221.000 kuota. Bersamaan itu, diumumkan juga bahwa proses persiapan penyelenggaraan haji 2024 sudah bisa dilakukan mulai 16 […]

  • Ingatkan Warga Palembang, Wako : PSBB Bukanlah Larangan, Tapi Pembatasan

    Ingatkan Warga Palembang, Wako : PSBB Bukanlah Larangan, Tapi Pembatasan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo kembali mengingatkan PSBB Bukanlah sebuah larangan dengan sebuah pembatasan yang dapat dilakukan masyarakat  dengan menggunakan protokol kesehatan yang ada. “Saya kembali mengingatkan bahwa PSBB sebagai pembatasan bukan pelarangan kegiatan guna memutus rantai penyebaran covid 19,”Harnojoyo  Rapat sekaligus sosialisasi perubahan peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II Kota Palembang di Rumah dinas […]

  • CATATAN PINGGIR : Tua & Teknologi [Aplikasi Baru, Otak Jadi Ngebug]

    CATATAN PINGGIR : Tua & Teknologi [Aplikasi Baru, Otak Jadi Ngebug]

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tua itu, katanya sih, bikin kita makin bijak. Tapi kenyataannya? Makin tua, makin sering kita bengong depan HP kayak lagi nunggu wangsit. Teknologi makin canggih, otak malah makin sering error. Coba buka aplikasi buat pesan makanan, eh yang muncul malah diskon alat pijat listrik dan tiket konser K-pop. Lah, kita cuma mau beli […]

  • Mengenal Gunung Api Aktif Indonesia 2025

    Mengenal Gunung Api Aktif Indonesia 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.675
    • 0Komentar

    Dari Semeru hingga Karangetang, Belajar Membaca Karakter Alam Nusantara BICARA soal gunung berapi di Indonesia, ceritanya bukan cuma soal tinggi menjulang, gagah berdiri, atau pemandangan epik buat stok foto media sosial. Yang jauh lebih penting adalah memahami aktivitasnya, supaya manusia dan alam bisa hidup berdampingan dengan aman dan saling menghormati. Indonesia sendiri punya sekitar 500 gunung api, […]

  • Menteri Nyatakan, Ada Empat Komitmen Indonesia Dalam Pengelolaan Air Dan Sanitasi

    Menteri Nyatakan, Ada Empat Komitmen Indonesia Dalam Pengelolaan Air Dan Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.193
    • 0Komentar

    MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, berperan aktif dalam Sector Ministers’ Meeting (SMM) 2022 yang terselenggara atas kerjasama Sanitation and Water for All (SWA) dan Pemerintah Republik Indonesia. Pada pembukaan SMM 2022, Rabu (18/05/2022) di Swissotel PIK Avenue Jakarta, Menteri Basuki menyatakan bahwa Indonesia melalui Kementerian PUPR berkomitmen secara serius dalam mengatasi […]

expand_less
WordPress Archive Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme Mezzo | A Personal WordPress Blog Theme Mia – Creative Fashion WordPress WooCommerce Theme Micar – Auto Dealer RTL WooCommerce WordPress for Car and Moto Theme Micare – Medical and Health Care WordPress Theme MiCoach – Online Courses WordPress Theme + RTL Micra – Multipurpose Responsive WooCommerce WordPress Theme Micro Office | Extranet & Intranet WordPress Theme Microtech – Tech Business Elementor Template Kit Midare – Senior Care & Medical WordPress Theme