Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kumis, Penjaga Kata di Gerbang Mulut

ADA masa ketika aku merasa berbicara adalah cara paling mudah untuk menunjukkan diri.

Apa yang ada di kepala, langsung keluar lewat mulut. Cepat. Ringan. Kadang tanpa sempat dipikir ulang.

Baru setelah usia berjalan cukup jauh, aku mulai sadar-

kata-kata ternyata tidak pernah benar-benar sederhana.

Ia bisa tinggal lama di hati seseorang. Kadang sebagai penguat, kadang justru menjadi luka yang tidak terlihat.

Dan anehnya, kesadaran itu justru datang ketika aku mulai memperhatikan sesuatu yang selama ini tumbuh diam di atas bibirku.

Kumis.

Ia ada di sana, tepat di atas bibir. Tidak pernah berpindah tempat. Tidak pernah absen. Tapi juga jarang benar-benar diperhatikan.

Padahal, kalau dipikir-pikir, posisinya itu tidak sembarangan.

Ia seperti penjaga di gerbang utama.

Gerbang kata.

Dulu, di masa muda, kumis ini hanya bagian dari penampilan. Kadang dicukur habis supaya terlihat lebih “bersih”, kadang dibiarkan tumbuh sekadarnya tanpa makna.

Yang penting rapi.

Yang penting enak dilihat.

Soal apa yang keluar dari mulut, itu urusan lain.

Dan di situlah mungkin letak kelengahannya.

Karena semakin ke sini, aku mulai menyadari satu hal sederhana-

mulut itu bisa lebih tajam dari apa pun.

Ia bisa menguatkan, tapi juga bisa melukai.

Ia bisa menenangkan, tapi juga bisa meruntuhkan.

Dan kumis ini, yang diam di atasnya, seperti pengingat yang tidak pernah bersuara.

Bahwa setiap kata yang keluar, tidak pernah benar-benar ringan.

Aku jadi teringat masa-masa ketika berbicara terasa begitu mudah.

Apa yang terlintas di kepala, langsung keluar begitu saja.

Tanpa jeda.

Tanpa timbang.

Tanpa pikir panjang.

Seolah kata-kata itu tidak punya konsekuensi.

Padahal, setelah waktu berjalan, baru terasa kata yang sudah keluar, tidak bisa ditarik kembali.

Ia menetap di hati orang lain, entah sebagai luka, entah sebagai kenangan.

Di usia kepala lima ini, ritme itu berubah.

Bukan karena tidak punya hal untuk dikatakan.

Tapi karena mulai paham

tidak semua harus diucapkan.

Ada yang cukup dipikirkan.

Ada yang cukup disimpan.

Ada yang cukup didoakan dalam diam.

Kumis ini, yang dulu hanya hiasan, kini seperti garis batas yang mengingatkan

sebelum kata melangkah keluar, ada baiknya ia duduk sebentar.

Diperiksa.

Ditimbang.

Dipahami.

Aku mulai menikmati jeda itu.

Jeda sebelum bicara.

Jeda sebelum merespons.

Jeda sebelum memberi penilaian.

Karena justru di dalam jeda itulah, banyak hal bisa diselamatkan.

Hubungan bisa tetap utuh.

Perasaan orang lain bisa tetap terjaga.

Dan diri sendiri tidak perlu menyesal di kemudian hari.

Kadang aku tersenyum sendiri.

Ternyata, menjadi lebih diam bukan berarti kehilangan suara.

Justru mungkin sedang belajar menggunakan suara dengan lebih bijak.

Kumis ini juga mengajarkan tentang tanggung jawab.

Bahwa setiap ucapan adalah cerminan isi kepala, sekaligus isi hati.

Tidak bisa lagi sembarangan.

Tidak bisa lagi sekadar ikut arus.

Di usia ini, berbicara bukan lagi soal ingin didengar.

Tapi tentang apakah yang didengar itu membawa kebaikan atau tidak.

Aku juga mulai melihat, orang-orang yang benar-benar dihormati bukan yang paling banyak bicara.

Tapi yang tahu kapan harus bicara.

Dan kapan cukup tersenyum saja.

Ada wibawa yang lahir dari ketenangan itu.

Bukan dibuat-buat.

Tapi tumbuh dari pemahaman.

Dan mungkin, kumis ini diam-diam sedang mengarahkanku ke sana.

Menjadi lebih hemat kata.

Lebih jernih dalam berbicara.

Lebih sadar bahwa lidah tidak bertulang, tapi bisa meninggalkan bekas yang panjang.

Aku tidak lagi ingin berbicara untuk menang.

Tidak juga untuk terlihat benar.

Cukup untuk menyampaikan yang perlu.

Seperlunya.

Sejujurnya.

Dan selembut mungkin.

Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling banyak bicara.

Tapi siapa yang kata-katanya paling bisa dipercaya.

Dan di antara semua yang tumbuh di wajah ini, kumis mungkin yang paling sunyi.

Tapi justru dari situlah, aku belajar bahwa menjaga kata, adalah salah satu bentuk kedewasaan yang tidak selalu terlihat, tapi selalu terasa.

(***)/bersambung – Part 5: Janggut, Waktu yang Turun dari Dagu

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Korperatif, Bawaslu OKI Minta Kades Edi Karso Penuhi Panggilan

    Tak Korperatif, Bawaslu OKI Minta Kades Edi Karso Penuhi Panggilan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.015
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id– Kepala Desa Sungai Jeruju, Edi Karso, dari Kecamatan Cengal, yang dilaporkan tim advokasi pasangan JADI terkait dugaan keterlibatannya dalam mendukung calon bupati nomor urut 2, kembali absen dari panggilan Bawaslu OKI. Berdasarkan laporan, Edi Karso telah dua kali dipanggil oleh Bawaslu OKI, namun tidak memenuhi undangan tersebut. Ketua Bawaslu OKI, Romi Maradona, mengonfirmasi bahwa […]

  • 610 CPNS Kanwil Kemenkumham Siap Bertugas di Sumsel

    610 CPNS Kanwil Kemenkumham Siap Bertugas di Sumsel

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Menyandang status CPNS dan PNS adalah hal yang tidak mudah. Perlu loyalitas dan menjaga pribadi agar tidak tercela.

  • Hati Hati Jangan Sampai Tertipu, Ini Situs Daftar Sertifikasi Halal Yang Resmi

    Hati Hati Jangan Sampai Tertipu, Ini Situs Daftar Sertifikasi Halal Yang Resmi

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 633
    • 0Komentar

    BADAN Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap situs atau aplikasi menyerupai SIHALAL (Sistem Informasi Halal) dan jangan sampai tertipu. Situs resmi yang disiapkan pemerintah untuk mengajukan Sertifikasi Halal adalah ptsp.halal.go.id. Apalagi sekarang ini beredar di grup Whatsapp tautan situs sihalal.com. Di dalam situs tersebut terdapat form untuk mengajukan […]

  • Resmi, Ceo Ayo Jalan-Jalan Tunjuk Muba  Jadi Tuan Rumah API Award 2021, Thia :  Kenalkan Keunggulan Muba

    Resmi, Ceo Ayo Jalan-Jalan Tunjuk Muba  Jadi Tuan Rumah API Award 2021, Thia :  Kenalkan Keunggulan Muba

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin ditunjuk menjadi tuan rumah acara puncak Anugerah Pesona Indonesia Award 2021. Ini berdasarkan surat dari CEO Ayo Jalan-jalan Indonesia Muhammad Syafa’at pada 2 Juni 2020 lalu Nomor : AJJ/AD/015/VI/2020. Event ini direncanakan akan dilaksanakan pada November 2021 mendatang di Opproom Pemerintah Kabupaten Muba dan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Terkait […]

  • Kamera Pemindai Garis Multispektral 5GigE Berkinerja Tinggi Baru dari Teledyne Perluas Kemampuan Penglihatan

    Kamera Pemindai Garis Multispektral 5GigE Berkinerja Tinggi Baru dari Teledyne Perluas Kemampuan Penglihatan

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 597
    • 0Komentar

    WATERLOO, Ontario,GLOBE NEWSWIRE – Teledyne DALSA, perusahaan Teledyne Technologies [NYSE:TDY], dengan bangga mengumumkan bahwa kamera pemindai lini Linea™2 4k Multispektral 5GigE kini sedang diproduksi. Kamera baru ini membawa sistem penglihatan ke level berikutnya dengan performa dan nilainya, menawarkan antarmuka 5GigE dengan bandwidth lima kali lebih besar dari kamera Linea GigE.   Linea2 4k Multispectral 5GigE […]

  • Midang Morge Siwe: Bukan Sekadar Jalan Bareng, Ini Kayak Fashion Week Ala OKI

    Midang Morge Siwe: Bukan Sekadar Jalan Bareng, Ini Kayak Fashion Week Ala OKI

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau biasanya Idul Fitri identik dengan opor ayam dan ketupat, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, vibe-nya beda level! Tahun ini, tradisi unik khas Lebaran kayak Midang Morge Siwe, Cakat Stempel, sampai Festival Cang Incang sukses digelar. Dan bukan cuma sukses, tapi juga rame, semarak, dan penuh aura kebahagiaan yang bisa […]

expand_less
WordPress Archive MainWP Spinner MainWP Sucuri Extension MainWP Team Control Extension MainWP Time Capsule MainWP UpdraftPlus MainWP URL Extractor MainWP WooCommerce Shortcuts MainWP WooCommerce Status MainWP WordFence MainWP WordPress SEO